
" Tidak ada energi kehidupan di tubuh kelima orang itu."
" Benar. Mereka robot yang tahan dengan berbagai macam senjata kita."
Hanya satu orang dari mereka dapat menghancurkan satu gedung laboratorium terbesar keluarga Evans juga membobol penjara yang memiliki keamanan tingkat tinggi yang negara D miliki. Jika begitu bagaimana dia tidak cemas, jika kelima robot itu bergerak akan sangat kacau kota ini, juga akan ada banyak korban yang berjatuhan. Untung saja tempat itu jauh dari penduduk sipil jika tidak akan banyak warga tidak bersalah yang terluka.
" Robot?" Alvan belum pernah melihat robot yang begitu mirip manusia seperti ini, tentu saja dia terkejut dan sulit percaya.
" Negara ini akan segera kami hancurkan!" Seru salah satu robot dengan nada datar.
Mendengar itu Heera mengernyitkan kening nya " Kalau begitu untuk apa kita di sini, bukankah lebih baik segera menghentikan robot rongsokan ini!" Seru Heera sambil memutar leher nya dan bersiap akan menyerang.
" Clara, kau baru saja sembuh. Ayah ku juga bilang mereka tidak mempan dengan senjata apapun." Cegah Alvan dengan khawatir.
" Kalau begitu gunakan senjata itu sekarang, senjata itu akan cukup melubangi tubuh mereka." Seru Heera setelah itu tanpa menunggu reaksi dari kedua nya dia berjalan ke depan.
Alvan dan sang ayah saling berpandangan dan mengangguk untuk menyetujui usul wanita itu.
" Ayah aku akan membantu Clara, saat mereka lengah gunakan senjata itu. Mereka akan menganggap nya senjata biasa jadi tidak akan mungkin menghindari nya."
" Oke, hati-hati."
" Siapa yang mengirim kalian kemari?" Tanya Heera dengan senyum yang terus mengembang, namun sorot mata nya penuh selidik saat menatap manusia robot-robot itu.
Semua orang yang melihat seorang wanita mendekati area tengah pertempuran pun ingin menghalangi nya, tapi instruksi dari Alvan membuat mereka segera mempersilahkan dia maju lebih dekat lagi dengan para robot tersebut. Meski mereka bertanya-tanya siapa gadis itu, tapi di situasi saat ini mereka memilih bungkam.
" Bagaimana kalau aku kasih permen jika kalian memberitahu ku"
Alvan yang mendengar nya menjadi tergelak, apa-apaan gadis ini, mereka robot bukan anak kecil yang perlu di di beri permen saat menangis.
Semua orang pun menatap gadis itu dengan aneh, bahkan ayah Alvan menggeleng tak habis pikir gadis itu masih memiliki humor yang baik dalam situasi genting seperti sekarang.
Sungguh ajaib wanita yang putra nya sukai ini.
" Tuan besar, apa kita perlu menghentikan wanita itu dan tuan muda. Jika sampai mereka mendekat mungkin mereka akan terluka." Suara seseorang dari mikrofon di telinga ayah Alvan terdengar.
Yang baru saja mengatakan itu adalah kapten dari angkatan udara yang saat ini sedang mengawasi situasi dari udara.
" Tidak perlu, tetap pantau dari atas. Jangan biarkan komplotan nya yang lain datang."
" Baik."
" Heh.. ada mangsa empuk yang menyerahkan diri secara sukarela ternyata. Hehehe..." ucap salah satu robot dengan nada mencibir.
Sekali lagi Alvan terkejut melihat begitu alami ekspresi Robot itu meski wajah nya masih terlihat datar dan kaku, tapi suara nya persis seperti manusia biasa.
Heera sama sekali tidak takut, meski manusia robot-robot itu sama sekali tidak menyambut nya dengan ramah " Apa yang salah, aku hanya ingin berkenalan dengan bos kalian. Mungkin kita bisa berteman nanti." Heera semakin berjalan mendekati mereka, dan seluruh pasukan militer telah bersiap dengan senjata mereka masing-masing.
Bahkan Alvan sendiri sudah mengeluarkan senjata milik nya, dan kapan saja akan menggunakan itu jika nyawa gadis itu dalam bahaya.
Berbeda dengan Heera yang sikap nya masih terlihat santai dan tenang.
" Mimpi saja kau."
__ADS_1
" Dasar banyak bicara, akan ku habisi kau lebih dulu."
Wsosh
Dua robot pria dan wanita dengan kecepatan tinggi menyerang Heera.
Alvan akan bersiap menembak mereka berdua tapi gerakan mereka sangat cepat membuat dia bingung, apa lagi mereka bergerak tidak beraturan.
Trak
Wsosh
Wsosh
Heera masih dapat menghindari serangan juga menangkis serangan mereka.
Bugh
" Sial, tubuh mereka keras sekali."
Heera segera memutar otak untuk mengalahkan mereka, dia pun tersenyum sinis saat menemukan cara nya.
" Ck, lamban."
Heera berlari ingin menerjang kedua robot yang menyerang nya, tapi setelah di tengah perjalanan dan sebentar lagi akan sampai di tempat kedua robot itu, dia malah berputar arah dan berlari ke arah Alvan.
Alvan yang saat itu sudah bersiap membidik target nya menjadi terkejut, tidak sampai disitu dalam hitungan detik Heera sudah berada di belakang Alvan dan memegang tangan Alvan dari belakang lalu.
Dor
Dor
Kedua robot yang awal nya berpikir peluru itu mengarah pada mereka hanya acuh, namun saat lesatan nya mengarah ke arah lain mereka pun masih diam tanpa berniat menghindari nya.
Namun pemikiran mereka yang dimana tubuh mereka tidak dapat di tembus oleh satupun peluru langsung sirna.
Bruk
Bruk
Dua robot itu seketika tumpang dan mati.
" Bagaimana mungkin!" Seru dua robot itu
Wsosh
Dor
Belum selesai keterkejutan mereka, sekali terdengar suara tembakan cuma bukan Alvan atau Heera pelaku nya melainkan ayah Alvan.
Sebelum pergi Heera membisikkan sesuatu pada ayah Alvan yaitu meminta dia membidik di tempat yang sama nanti ia membidik. Meski tidak mengerti mengapa tapi ayah Alvan tetap melakukan sesuai yang Heera inginkan.
Bruk
__ADS_1
" Aku sudah berkutat dengan berbagai jenis robot di dunia ini, dan mengamati seseorang yang begitu menyukai bereksperimen tentang robot, jadi aku bisa tahu... meski kalian kuat. Namun chip yang berada di dada kalian adalah sumber kehidupan kalian. Jika chip itu hancur, bagaimana cara kalian hidup." Seru Heera dengan santai dan menyunggingkan senyum nya dengan rasa bangga.
" Semua nya berlindung!" Teriak Heera agar semua orang dapat mendengar nya.
Dia pun mengeluarkan tongkat sihir dan membaca mantra lalu perisai pelindung diantara dia dan Alvan pun terbentuk.
" Tiga, dua, satu."
Setelah hitungan satu dari Heera.
Dhuaar
Boom
" Apa itu?" Tanya Alvan dengan bingung.
" Apa kau pikir senjata yang ku buat hanya begitu saja, setelah peluru mencapai target dalam hitungan lima detik sang target akan meledak. Jadi meski target tidak mati oleh peluru dia juga akhir nya akan mati dalam ledakan."
Alvan menatap senjata di tangan nya dengan tatapan kagum.
Dua robot yang tersisa yaitu pria dewasa dan anak kecil itu segera ingin melarikan diri melihat ketiga rekan nya telah mati.
" Jadi mereka memang memiliki pemikiran sendiri, tidak akan ku biarkan" batin Heera.
Heera menutup mata nya dan mengucapkan mantra sihir yang terdengar sangat rumit, lalu dari senjata nya itu keluar energi spiritual yang sangat besar dan mengurung robot anak kecil itu hingga membuat nya tidak bisa pergi. Sayang nya satu lainnya berhasil melarikan diri.
Heera mendekati robot itu dan menatap nya dengan acuh, lalu pandangan nya menjadi sedih.
" Ahk.. sayang sekali, padahal wajah mu sangat imut, tapi aku malah harus menghancurkan mu, hati ku menjadi sakit."
Seperti nya robot itu mencoba melarikan diri, tapi tidak bisa, dan kurungan sihir itu semakin mengecil dan menghentikan pergelangan nya.
" Kau mungkin telah kebal terhadap berbagai sihir, tapi sayang sihir ku ini berbeda dengan sihir biasa."
Bugh
Heera meninju dada anak kecil itu, dan mencabut sebuah chip di dalam tubuh nya lalu saat chip itu di cabut Robot itupun tidak lagi bergerak dan tatapan nya pun menjadi kosong.
Melihat pemandangan itu membuat orang-orang menjadi bergidik ngeri, mereka membayangkan itu adalah anak kecil sungguhan lalu gadis itu merobek tubuh nya dan mencabut jantung nya, sungguh sangat mengerikan.
" Itu kan.."
Ayah Alvan terkejut bukan karena pemandangan sadis Heera, cuma sihir yang di gunakan oleh gadis itu yang merupakan salah satu sihir penahanan milik salah satu keluarga bangsawan utama.
" Dari mana gadis ini berasal, seperti nya dia bukan orang biasa dari kalangan bawah... Sudahlah biarkan Alvan mengetahui nya sendiri." Batinnya, dia sama sekali tidak berniat untuk mengatakan dugaan nya tentang identitas gadis itu pada sang putra.
" Tuan besar Evans, kau bisa meminta para ilmuan mu untuk meneliti tubuh gadis imut ini. Tapi aku akan mengambil chip ini, kau tidak keberatan bukan."
" Nona itu adalah milik negara ini, anda tidak bisa memiliki nya."
" Kapten Agam! Sudahlah, gadis itu yang telah mengalahkan mereka, anggap saja itu adalah kompensasi untuk nya"
" Terimakasih untuk mu paman Evans."
__ADS_1