Arsksa : Love And Magic

Arsksa : Love And Magic
159. Kembalinya Arsya


__ADS_3

****


Academy Blue Ocean


Saat ini Arion maupun yang lain nya sangat khawatir saat kondisi kedua murid yang terluka parah semakin memburuk.


" Bagaimana kondisi mereka berdua?" Tanya kepala academy Blue Ocean.


" Kondisi mereka sangat parah, mungkin hanya ketua kami saja yang mampu mengobati. Meski begitu aku pun tak yakin ketua bisa datang kemari, sedangkan kondisi mereka sangat aneh. Nadi mereka kadang terasa cepat tapi kadang melambat bahkan menghilang, energi yang telah menyerang mereka juga seakan mengikis jiwa siapa saja yang mencoba menyalurkan energi spiritual ke tubuh mereka."


Dia adalah tetua dari serikat alkemis yang datang atas undangan kepala academy, namun diri nya belum pernah menemukan sejenis luka yang sama seperti ini. luka yang dia tangani sekarang juga terasa aneh dan sulit di prediksi, ini membuat dia sendiri bingung.


" Tetua apakah tidak ada ramuan atau cara yang dapat menghambat energi jahat itu mengikis jiwa mereka." Seru Arion, dia hanya membutuhkan waktu lebih banyak lagi, dia yakin Arsya akan kembali dan membawa obat nya.


" Ada satu cara tapi cara itu hanya dapat menghambat energi jahat itu menyebar selama beberapa jam saja." Ujar tetua tersebut.


" Tidak apa, beberapa jam cukup."


" Tuan muda, saya harus mengingatkan anda.. mereka tidak akan mungkin selamat, dan tidak ada satu pun orang yang mampu mengobati mereka, kecuali dewa turun sendiri untuk mengobati mereka. Sedangkan dengan memperpanjang kehidupan mereka beberapa saat itu sama saja memperpanjang penyiksaan yang kedua anak muda ini rasakan."


" Akan ada solusi nya, kau hanya perlu mengatakan bagaimana mempertahankan energi kehidupan mereka selama beberapa jam, tidak.. dua sampai tiga jam saja sudah cukup." Seru Arion dengan yakin.


" Baiklah, cara nya harus ada seseorang yang bersedia memberikan sebagian energi kehidupan nya pada salah satu di antara mereka."


" Aku akan membagikan energi kehidupan ku pada Valencia" ujar nya dengan yakin.


" Untuk murid lain biar saya yang melakukan itu" seru kepala academy.


" Kau yakin kepala academy, tidak ada jaminan mereka akan selamat, dan kau akan kehilangan setengah umur mu jika begitu."

__ADS_1


" Tenang saja umur pak tua ini masih panjang, lebih baik gunakan untuk kebaikan."


" Baiklah, jika kalian sudah memutuskan."


Baru beberapa menit Arion maupun kepala academy menyalurkan energi kehidupan mereka, suara Arsya langsung menghentikan kegiatan mereka.


" Hentikan apa yang akan kalian lakukan, kalian hanya akan menambah korban jiwa saja." Arsya datang dan menotok syaraf syaraf kedua gadis itu dan menatap Arion dan kepala academy dengan sengit.


" Apa kalian tau, apa yang barusan kalian lakukan itu sangat berbahaya. Mungkin dalam kasus lain itu akan membantu, tapi beda konteks nya dalam kasus saat ini. Apa yang kalian lakukan malah mempercepat proses pembusukan pada organ tubuh mereka berdua" ujar Arsya dengan sengit dan tajam.


" Anak muda jangan asal bicara. Metode yang mereka lakukan untuk memperlambat proses pembusukan, kau yang tidak tahu apa-apa malah asal bicara." Ucap tetua itu dengan nada tidak senang.


Arsya yang tadi hanya melihat Arion dan kepala academy mengalihkan pandangan nya pada satu orang yang terasa asing.


" Jadi kau yang meminta mereka melakukan itu." Ucap Arsya dengan tenang.


" Ya, saya sudah memperingati mereka. Namun mereka tetap ingin melakukan itu hanya untuk nyawa dua orang yang sudah tidak tertolong lagi. Dan dengan kedatangan mu mereka akan lebih cepat meninggal."


" Kau seorang dokter? Mencium bau herbal di tubuh mu, seperti nya kau juga seorang alkemis. Namun tahukah kau energi apa yang menggerogoti tubuh mereka berdua."


Arsya tidak habis pikir siapa orang yang telah mengundang orang bodoh ini kemari sungguh menyebalkan.


" Kau! Gadis kurang ajar. Aku adalah alkemis dari serikat alkemis dunia, gadis seperti mu berani sekali meremehkan ku."


" Aku sudah membawa bahan-bahan untuk membuat ramuan, Valencia akan baik-baik saja, tenang saja. Percayalah pada ku" Arsya sama sekali tidak menanggapi ucapan tetua itu dia malah menatap sang kakak untuk menenangkan dia.


" Aku percaya pada mu."


" Tuan muda Lawrence." seru tetua itu menatap Arion dengan tidak percaya.

__ADS_1


" Diam, aku yang akan bertanggung jawab."


" Kau mencari petaka sendiri tuan muda." Tetua itu tidak ingin lagi mengingatkan dan hanya membiarkan mereka menyesali keputusan itu pada akhir nya, dia yakin hal itu.


Namun dia tidak tahu Arsya mampu mengobati kedua gadis itu, dan dia akan sangat menyesali segala pemikiran nya nanti.


" Aku akan ke ruang ramuan untuk membuat obat itu, sementara aku pergi tumbuk tanaman ini dan balurkan ke seluruh tubuh mereka." Arsya mengeluarkan hanya tanaman, itu seperti tanaman bunga tapi aneh nya tidak memiliki bunga di setiap tangkai nya.


Sebenarnya itu adalah tumbuhan bunga Higanbana meski bunga ini merupakan simbol perpisahan atau kematian, tapi banyak manfaat dari daun nya, hanya saja sangat sulit untuk menemukan tanaman ini tumbuh di wilayah pulau terbang. Dan seperti legenda bunga itu saat daun muncul bunga nya layu karena itulah tidak ada bunga di setiap tangkai nya.


Tetua dari serikat alkemis terlihat akan mengatakan sesuatu, tapi sebelum dia membuka mulut nya Arsya segera keluar dari ruangan itu tanpa menunggu siapapun, bahkan dia tidak menyapa kepala academy yang sedari tadi menatap nya penuh penasaran.


****


Aksa baru saja akan kembali ke perusahaan, namun sayang nya ada seseorang yang menghalangi jalan nya.


" Enyah."


" Aksa! lama tidak bertemu, seperti nya kita berjodoh bisa bertemu di tempat ini secara kebetulan. Ku dengar beberapa hari ini kau tidak ada di academy, aku sudah pergi mencari mu ke berbagai tempat, bahkan menanyakan nya pada semua teman mu. Tapi kau masih saja misterius, Namun akhir nya aku dapat bertemu dengan mu di sini..."


" Bagaimana kabar mu? Seperti nya academy banyak berubah setelah kedatangan murid-murid baru ya! Namun banyak rumor aneh tentang mu.. ahk, sudahlah itu semua pasti hanya rumor. Ngomong-ngomong pesta dansa sebentar lagi akan di laksanakan, bagaimana jika kau menjadi pasangan ku di pesta dansa nanti?"


Orang yang menghalangi Aksa adalah seorang gadis dengan wajah yang cukup cantik dan manis hanya saja tatapan nya begitu licik. Sedari tadi dia terus mengoceh tanpa peduli Aksa menanggapi nya ataupun tidak.


" Tidak tertarik." Jawab Aksa dingin dan cuek.


" Akh.. akhir nya kau menjawab ku juga, tentu saja aku sudah menduga jawaban mu ini, hanya saja sangat sulit untuk bisa mengobrol dengan mu berdua saja." Ujar nya sambil tersenyum dengan sangat manis.


Dia sangat senang Aksa menanggapi pertanyaan nya, meski jawaban dia tidak memuaskan tapi pria ini selalu menolak setiap gadis yang ingin mengajaknya ke pesta dansa, jadi dia sudah menduga jawaban nya ini. Lagi pula selama ini hanya dia perempuan satu-satu nya yang dapat dekat dengan Aksa dan mengobrol santai seperti saat ini, berbeda jika gadis lain nya. Karena itu dia sangat percaya diri bisa mendapatkan hati Aksa.

__ADS_1


Namun dia tidak tahu saja, semua itu karena dia sendiri perempuan tidak tahu malu, padahal Aksa sudah mengusirnya tapi seakan tidak jera wanita itu terus saja mendekati Aksa. Untung berbeda dengan perempuan lain yang akan selalu mendekati dia dan mencoba bersentuhan fisik, wanita ini masih menjaga jarak nya di jarak yang aman jadi dia biarkan saja, lagi pula Aksa tidak memiliki waktu untuk menghadapi parasit ini, kecuali jika wanita ini telah melewati garis bawah nya.


__ADS_2