Arsksa : Love And Magic

Arsksa : Love And Magic
123. Kesalahpahaman


__ADS_3

" Arsya" seseorang menepuk pundak nya membuat kesadaran nya kembali, dia menoleh ke samping saat itu dia melihat Arion sudah berada di sisi nya.


" Apa kalian sedang berantem?"


" Pria itu kunci dari kecelakaan yang terjadi pada ibu Heera" bukan nya menjawab Arsya malah berbicara hal yang lain.


" Tunggu! Maksud kamu? Pria yang Clara temui, dia..." Arion tidak lagi melanjutkan ucapan nya itu, mendapatkan tatapan lembut dari adik nya saja sudah membuktikan apa yang di pikirkan nya memang benar.


" Apa perubahan sikap Clara ada hubungan nya dengan pria itu?"


Ekspresi Arsya sedikit lesu " aku rasa nggak, aku juga belum tahu apa yang terjadi di malam itu sampai Heera bisa hilang kendali dan membunuh orang itu, aku belum memiliki kesempatan untuk membahas masalah itu dengan nya"


Arion menepuk kepala Arsya dengan lembut dia tersenyum manis dan berkata " Clara mungkin memiliki masalah yang tidak bisa dia bicarakan dengan mu. Kita bahas itu nanti, jika dia ingin mengatakan nya kakak yakin dia akan langsung bicara dengan mu"


" Ya, aku tahu."


" Sebaiknya kita melihat duel antara Aksa dan Harraz."


Arsya mengerutkan kening nya saat mendengar ucapan Arion. " duel? Aksa dan Harraz?"


" Ya, kakak akan menceritakan nya nanti. Ayo kita bergabung dengan teman-teman lain nya lebih dulu."


" Ya."


Interaksi antara keduanya sedari tadi di lihat oleh Valencia dan beberapa temen Arion, seperti Alvan dan Kenan. Mereka berdua sama sekali tidak melihat arena karena yakin Aksa akan memenangkan duel dengan mudah. Tapi saat melihat interaksi Arion dan Arsya yang begitu intim membuat mereka membuat satu kesimpulan.


Valencia yang melihat betapa lembut nya Arion memperlakukan Arsya membuat hati nya kecewa, ia merasa sedih saat kedua nya begitu dekat.


" Ekhem.. ada musim semi yang tumbuh dengan indah nya."


" Begitu menghangatkan hati teman kita ini"


Alvan dan Kenan saling melontarkan godaan untuk Arion, tapi Arion sendiri tidak mengerti dengan tingkah bodoh keduanya, ia hanya acuh dan mempersilahkan Arsya duduk dengan suara yang sangat lembut.

__ADS_1


" Cie, cie..." Ucap Kenan dengan terkekeh.


" Berhenti bersikap gila, kalian berdua ini berisik jangan mengganggu yang lain nya" seru Arion dengan jengah.


" Apa yang di lakukan Harraz hingga kak Aksa menuruti duel ini?" Pertanyaan Arsya membuat Kenan tidak lagi menggoda keduanya.


Kenan dengan malas mengatakan " dia itu pria yang bodoh, dia begitu berani menantang Aksa. Tenang saja duel ini sudah jelas pemenang nya. Di antara kami berlima kemampuan fisik Aksa lah yang paling kuat"


Dan benar saja tidak lama pengumuman hasil kemenangan Aksa di umumkan. Aksa yang ekspresi nya masih tenang dengan wajah datar dan dingin nya menatap Harraz dengan acuh, saat dia mengalihkan pandangan nya dan melihat ada Arsya diantara kerumunan orang yang menonton tanpa sadar bibir nya tertarik dan membentuk senyuman yang indah.


Harraz yang kalah, ekspresi wajah nya nampak suram dan jelek. Dia tidak menerima kekalahan ini dan diam-diam menyerang Aksa dengan sihir nya.


Arsya yang melihat gerakan aneh Harraz menyipitkan mata nya, ia pun menatap Harraz tidak senang saat mengetahui apa yang akan dia lakukan " kak Ray awas!!"


Mendengar teriakan dari Arsya dia pun mengerutkan kening nya, dan saat ada energi spiritual yang akan menyerang nya ia segera menangkis serangan itu dengan tangan nya.


" Hah... Sayang sekali kau berhasil mengalahkan ku, namun kau hanya beruntung saat ini!" Seru Harraz segera berbalik pergi saat pandangan semua orang mengarah pada nya.


Pengawas pertandingan tadi juga melihat apa yang Harraz lakukan, tapi dia maupun orang-orang di sana tidak berani bersuara mereka hanya bisa diam-diam pergi seakan tidak melihat pelanggaran itu. Meski aturan ada tapi identitas Harraz juga luar biasa orang-orang seperti mereka hanya cukup tidak mengetahui apa-apa untuk bisa tetap bertahan hidup.


Arsya langsung berlari menghampiri Aksa yang tangan nya saat ini sedang terluka akibat menangkis serangan tadi.


Harraz yang melihat wajah gadis itu semakin membuat nya muram, diam-diam dia telah membuat rencana untuk menghancurkan keduanya dalam satu kali bidikan.


" Awas saja kalian berdua" batin nya


" Kak Ray, kau baik-baik saja?" Tanya Arsya menatap nya dengan serius.


" Ya, aku tidak apa."


" CK, kau jangan meremehkan kemampuan Aksa, hanya segitu saja tidak akan membuat nya tumbang" seru Arion mencibir.


" Untuk merayakan kemenangan ini bagaimana kalau kita makan-makan." Seru Alvan

__ADS_1


" Setuju, tapi Arion yang harus mentraktir kita." Ujar Kenan dengan ide jahil nya


" Lah, Aksa yang menang mengapa harus aku yang mentraktir kalian. Enak sekali Aksa kalau begitu." Sahut Arion tidak setuju.


" Tentu saja kau yang harus mentraktir kami. Bukankah kau harus merayakan musim semi yang telah tumbuh di hati beku mu itu"


Apa yang Kenan katakan malah membuat Arion mengerutkan kening nya bingung.


" Jangan berpikir orang lain bisa mengerti bahasa planet mu itu Kenan" ujar Ivan sang kakak memutar bola mata nya malas mendengar ocehan adik nya yang hanya membuat orang lain bingung.


" CK, apa nya bahasa planet. Ucapan ku itu sudah jelas tahu."


" Emang apa yang Kenan maksud Van, perasaan aku tidak mendapatkan lotre apa-apa deh hari ini?"


" Mereka pikir kau dan gadis bernama Arsya itu sedang menjalin hubungan intim." Jawab Ivan acuh dan malas


" Benar sekali, kalian begitu mesra pasti sudah pacaran. Jadi kalian harus mentraktir kami hari ini!" Seru Kenan dengan puas tanpa menyadari ekspresi Aksa yang sudah menatap nya dengan dingin dan tajam.


" Apa itu benar?" Aksa bertanya dengan nada yang sangat dingin.


Dan dengan bodoh nya Kenan menjawab itu " tentu saja, aku berani yakin Arion dan Arsya sudah bersama"


" Hubungan kalian begitu intim ya."


Sebelum Arsya bisa menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi, Aksa pergi begitu saja meninggalkan tanda tanya di benak teman-teman nya.


" Kak Ray tunggu!" Sayang nya Aksa telah pergi dengan cepat.


Arsya menatap Arion dengan kesal, entah melihat Aksa yang pergi dengan marah membuat dia tidak ingin Aksa salah paham " kak Rion, kau mempunyai teman yang memiliki pemikiran yang luar biasa tak terduga. Ku harap apa yang di ucapkan nya itu tidak sampai terdengar oleh orang-orang. Apa lagi membuat rumor konyol, kau mengerti maksud ku kan!"


" Ya, aku akan menangani nya. Kau jangan cemas" setelah Arion mengatakan itu Arsya pergi meninggalkan mereka.


" Hah... Kenan, mengapa kau membuat Arsya marah!" Seru Arion mengertakkan gigi nya dengan kesal.

__ADS_1


" Hei... Apa-apaan kau ini, kapan aku melakukan sesuatu yang membuat gadis itu marah. Aku hanya mengatakan fakta saja, bukankah kalian tadi terlihat begitu dekat." Seru Kenan tidak ingin di salahkan.


" Iya, tapi semua itu tidak sama dengan imajinasi liar mu itu. Sudahlah malas berbicara dengan mu, sebaiknya jangan mengatakan hal bodoh tentang aku dan Arsya lagi mulai sekarang."


__ADS_2