
****
Sudah seminggu lama nya Heera menghilang seperti di telan bumi, tidak ada yang mengetahui keberadaan nya bahkan Arsya sekalipun.
Saat Arsya dan teman-teman nya sedang sarapan, Heera baru kembali ke asrama nya.
Kreeit..
Saat membuka pintu asrama Valencia dan yang lain nya menatap nya dengan perasaan penuh tanya, namun mereka urungkan untuk bertanya, saat itu Heera berjalan begitu saja mengacuhkan mereka semua.
" Heera tunggu!" Ujar Arsya yang merasa ada yang aneh dengan sikap sahabat nya itu
" Aku lelah sekarang. Nanti saja kalo mau bicara" balas nya dengan nada malas, ia bahkan tidak menoleh untuk melihat Arsya meski sebentar saja, dia malah pergi begitu saja ke kamar nya.
" Arsya apa kau dan Clara sedang berantem?" Tanya Naura penasaran
" Tidak"
" Mungkin Clara memang sedang lelah, jadi sebaiknya kita tidak mengganggu nya sementara waktu ini" ujar Valencia dengan bijak.
Bukan hanya Heera yang telah menghilang selama satu Minggu ini, nyata nya Aksa juga pergi entah kemana, hanya saja menurut Arion, Aksa selalu menghilang tiba-tiba dan muncul tanpa di duga hal itu sudah biasa, jadi teman-teman nya sama sekali tidak mencemaskan nya.
Harraz yang sudah kembali tiga hari yang lalu juga masih berpikir Aksa dan Arsya telah tiada, karena sikap sombong nya dia jarang bergaul dengan orang-orang yang kelas nya di bawah diri nya, jadi tentu saja dia tidak pernah melihat Arsya.
Tok tok tok
Clek
__ADS_1
" Ada apa?" Tanya Heera acuh saat melihat Arsya berada di depan pintu kamar nya.
" Ada yang ingin ku bahas dengan mu" ucap nya menatap wajah Heera dengan penuh selidik
" Ya sudah katakan saja di sini, aku sedang sibuk tidak punya banyak waktu" sahut Heera acuh
" Ada apa dengan mu Heera, kau menghilang tanpa mengabari ku lebih dulu. Kemana kau selama ini?" Tanya Arsya dengan raut wajah serius.
" CK, kau tidak perlu tahu. Lagi pula aku punya kehidupan ku sendiri, tidak perlu aku mengatakan semua yang ingin ku lakukan pada mu bukan... Ayolah Arsya, kau bukan seorang ratu yang setiap perkataan mu harus ku dengarkan. Jika tidak ada yang ingin kau bicarakan lagi, silahkan pergi aku masih punya urusan lain" seru Heera tajam dan acuh, ia bahkan terlihat malas untuk bertatap muka dengan Arsya. Sedari tadi dia bicara selalu melihat ke dalam kamar nya seperti ia memiliki sesuatu yang lebih penting dari pada berbicara dengan Arsya.
Brak
Heera menutup pintu kamar nya begitu saja tanpa menunggu Arsya mengatakan hal lain nya.
" Arsya!" Seru Valencia yang kebetulan melihat apa yang tadi terjadi.
" Apa sesuatu terjadi pada Clara?"
" Lupakan itu, apa kau sudah membuat desain senjata yang ingin kau buat?" Tanya Arsya mengalihkan pembicaraan, sedangkan untuk urusan Heera dia akan mencari tahu sendiri.
" Ya, tadi nya aku kemari ingin meminta pendapat Clara. Tapi ku rasa dia masih tidak ingin di ganggu oleh siapa pun" ujar Valencia sambil menatap pintu kamar Heera yang tertutup.
" Tunjukkan pada ku, aku ingin melihat nya juga" ucap nya
" Oke, ikut aku"
Valencia mengambil sketsa gambar senjata yang ia buat dan memperlihatkan nya pada Arsya.
__ADS_1
Sebuah gambar tongkat sihir pada umum nya terdapat dalam gambar sketsa tersebut, juga gambar sebuah cambuk yang terlihat indah dan elegan juga tercantum dalam gambar tersebut.
" Cambuk? Kau ingin membuat tongkat sihir mu bisa berubah menjadi cambuk?"
" Ya, lebih bagus jika cambuk itu bisa memanjang atau mengecil agar fleksibel saat menggunakan nya. Tapi aku tidak tahu apakah material yang ku gunakan akan menyatu atau tidak."
" Apakah buku magic materials ada apa mu?"
" Ya, Tunggu sebentar... Ini dia buku nya" Valencia mengambil buku itu di rak nya dan membawa buku itu kehadapan Arsya.
" Kau punya laptop? Jika ada bawa kemari!."
Tidak ada rugi nya dia membantu Valencia untuk menyelesaikan desain senjata sihir nya, anggap saja mengisi waktu luang nya yang kosong.
" Mm.." Valencia memberikan laptop nya pada Arsya meski masih bingung akan apa yang gadis itu lakukan.
Arsya mengambil laptop tersebut dan mengetik sesuatu di laptop itu, Valencia yang berada di samping nya hanya melihat saja. Tapi makin lama sebuah gambar kasar berbentuk tiga dimensi tercipta di layar laptop milik Valencia. Kejutan demi kejutan Valencia dapatkan, setiap kali Arsya jari-jari nya menari di atas keyboard dia menciptakan sesuatu yang baru yang membuat Valencia sendiri tidak bisa berkata-kata. Arsya mengambil buku tadi dan membolak-balik lembar demi lembar nya, setelah itu tangan nya kembali menari di atas papan keyboard. Sedangkan Valencia dia meraih buku itu dan membaca serta mencocokan segala material yang terdapat di dalam buku dan semakin lama semakin membuat nya terkejut.
" Apa kau yakin menggunakan material itu dan di gabung dengan material ini" ucap Valencia menunjuk pada bahan yang ia maksud.
" Ranting pohon kehidupan di gabungkan dengan air mata duyung mungkin akan ada penolakan dari keduanya jika disatukan. Tapi jika kau menyeimbangkan kekuatan keduanya, dari kedua bahan ini akan membuat senjata sihir mu sulit untuk di hancurkan, juga kekuatan nya akan sangat cocok dengan kemampuan yang kau miliki. Jadi kesimpulan nya jika kau menggabungkan kekuatan keduanya material ini dengan sihir mu, sebuah sihir baru mungkin akan tercipta" ujar Arsya menjelaskan secara singkat dan detail meski begitu tangan nya tidak berhenti mengetik.
" Dengan ranting pohon kehidupan juga setelah senjata sihir mu membentuk cambuk dia akan bisa kau atur panjang pendek dari tali cambuk nya, bahkan cambuk itu bisa menjadi setipis kain atau setajam pisau" lanjutnya menambahkan.
" Woaaahhh... Itu keren! Tapi dimana aku bisa mendapatkan kedua material langka itu." Ucap nya dengan bingung.
" Kau pasti memiliki cara untuk mendapatkan kedua bahan itu." Ucap Arsya tersenyum penuh arti.
__ADS_1
" Oke, sudah selesai. Kau bisa melihat nya, jika ada yang kurang bilang saja pada ku, atau kalo ada yang ingin kau tanyakan, katakan saja, tidak usah ragu" ucap Arsya sambil menyerahkan laptop itu dan berdiri lalu berjalan pergi dari kamar Valencia. Sedangkan Valencia tidak merespon nya dia masih bingung dengan arti dari senyuman yang Arsya berikan, tapi saat dia telah sadar Arsya telah menghilang dari kamar nya.
" CK, gambar ini bahkan lebih detail dari sketsa gambar ku. Bukan hanya itu karena ini gambar tiga dimensi membuat orang sangat mudah melihat bentuk asli senjata yang ingin ku ciptakan, tidak bahkan ini lebih indah dari apa yang ku bayangkan." Ucap Valencia berdecak kagum