
***
" Dimana kak Ray, dia menghilang begitu cepat" gumam Arsya dengan bingung.
Entah apa yang di rasakan nya sekarang, tapi dia merasa bersalah atas kesalahpahaman yang terjadi, ini semua karena mulut cerewet Kenan.
Sudah satu jam mencari tapi dia belum juga menemukan keberadaan Aksa, Aksa seperti menghilang di telan bumi. Ia pun pasrah dan memilih untuk kembali ke asrama nya, mungkin Aksa juga sudah kembali ke asrama nya atau berada di vila yang waktu itu dia kunjungi terakhir kali.
Tanpa Arsya ketahui sedari tadi Aksa telah melihat apa yang di lakukan nya, dia sengaja tidak muncul di hadapan gadis itu, entahlah dia masih tidak ingin mendengar fakta jika memang hubungan keduanya seperti apa yang Kenan katakan. Namun dia bukan pria yang akan menyerah begitu saja pada wanita yang di cintai nya, jika memang mereka memiliki hubungan intim dia rela untuk merebut Arsya dari Arion.
Tapi saat ini dia hanya ingin mengawasi Arsya dari jauh sebelum memutuskan apa rencana selanjutnya.
Arsya kembali ke kamar nya dengan perasaan tidak tenang, mengapa pria itu tidak ingin mendengarkan penjelasan nya dulu, dia langsung pergi begitu saja tanpa melihat nya.
" Huh, menyebalkan." Gumam Arsya dengan cemberut.
Sudah lama dia tidak peduli dengan segala emosi antar manusia, dia selalu menganggap semua itu khusus nya romansa cinta pria dan wanita adalah hal yang konyol dan merepotkan. Ia hanya tahu orang-orang yang menyayanginya akan dia balas dengan cara melindungi mereka sekuat tenaga. Namun dia tidak tahu jelas apa itu kasih sayang di dunia luar, sedari dulu yang dia tahu hanya ada perselisihan dan intrik licik untuk saling menjatuhkan satu sama lain. Dunia luar itu luas tapi juga banyak manusia yang memiliki sifat berbeda dan dia tidak pernah percaya akan sifat mereka yang penuh tipu daya.
" Apa yang terjadi sebenarnya, mengapa semua nya malah jadi begini" Arsya menutup wajah nya dengan kedua tangan nya.
Sejak kecil dia telah melihat apa yang tidak orang lihat, yaitu masa depan orang lain atau masa lalu mereka. Setiap bertemu dengan orang baru mata nya akan berubah dan kilasan bayangkan entah itu masa lalu mereka atau masa depan nya akan bisa terlihat oleh nya.
Saat dia masih kecil ia pernah menceritakan kemampuan khusus nya ini pada orang yang dia lihat masa depan nya, tapi orang itu tidak percaya dan menganggap nya hanya sedang bercanda atau lelucon anak kecil saja, lalu kejadian yang pernah ia lihat di kepala nya pun benar terjadi. Karena itu diapun menceritakan semua nya pada keluarga nya tapi ayah dan ibu nya hanya menganggap semua itu ilusi atau mimpi buruk nya saja, tidak ada yang benar-benar percaya pada nya. Hanya pada saat penculikan itu terjadi dan keluarga nya menemukan dia dalam kondisi terluka parah, mereka baru percaya akan kemampuan istimewa yang di miliki mata nya, karena sebelum penculikan terjadi ia juga pernah mengatakan dirinya akan di culik pada mereka.
Arsya bangkit dan berjalan lalu duduk di hadapan meja rias, di sana ada sebuah cermin besar yang terpasang. Arsya menutupi sebelah mata nya, lalu sebelah mata lain nya telah berubah menjadi ungu.
__ADS_1
" Hah..."
Ia menghela nafas perlahan dan mengatur kembali emosi nya agar tenang, lalu dia menutup mata dan saat perlahan dia membuka mata, warna mata nya telah kembali berwarna biru.
Ini salah satu alasan dia tidak bisa marah atau merasakan emosi lain nya, jika sampai dia marah kontrol kemampuan nya pada kekuatan mata nya akan melemah dan saat itu dia bisa menjadi pribadi yang tak terkendali dan menyakiti siapapun yang ada di sekitar nya tanpa tahu itu kawan atau lawan.
****
Arion berjalan keluar dari ruang kelas nya dengan wajah garang, dia berjalan dengan tergesa-gesa dan ada kemarahan dari raut wajahnya.
" Arion, tunggu dulu!"
Kenan dan Ivan menyusul Arion segera saat merasa pemuda itu sedang sangat marah besar. Namun mereka tidak lagi melihat Arion, pemuda itu telah berlari dengan cepat sampai mereka sulit mengejar nya.
" Apa apa dengan Rion, dia tidak seperti biasa nya!" Ucap Kenan dengan nada mengeluh.
" Sudahlah, cepat cari Arion. Atau melihat dari ekspresi nya siapapun yang membuat nya marah tidak akan berakhir baik."
" Kau benar kak."
Kenan dan Ivan kembali menyusul, meski mereka berdua tidak tahu apa yang membuat pemuda itu marah tapi mereka yakin semuanya tidak akan baik-baik saja. Selama ini Arion jarang menunjukkan kemarahan sebesar itu, tapi berbeda dengan saat ini.
" Itu Rion!" Tunjuk Kenan pada seorang pemuda yang seperti nya sedang bertanyalah pada seseorang tentang sesuatu hal.
Kenan dan Ivan pun segera berlari menghampiri Arion yang sedang di landa api amarah.
__ADS_1
Ivan berhasil memegang tangan Arion dan membuat nya berhenti, Arion menatap Ivan tidak senang. " Apa yang kau lakukan."
" Rion, apa masalah mu. Kenapa kau begitu marah, apa sesuatu yang besar telah terjadi?" Tanya Ivan dengan serius.
" Ini semua gara-gara Aksa, dia telah menipu Arsya ku yang lembut dan rapuh, dia juga berani memanfaatkan seorang gadis polos lalu melecehkan nya. Meski dia sahabat ku sekalipun jangan pikir aku akan mengampuni nya!" Seru Arion dengan geram menahan kemarahannya yang ingin segera ia lepaskan pada Aksa.
Berani sekali dia menyentuh adik nya di bawah hidung nya.
Ivan yang mendengarnya itu pun tanpa sadar melepaskan genggaman tangan nya. Awal nya Ivan maupun Kenan bingung mengapa tiba-tiba Arion marah. Tapi setelah mendengar perkataan nya mereka pun menjadi mengerti penyebab kemarahan Arion.
Kenan dan Ivan ingat saat di dalam kelas Harraz dan teman-teman nya membuat keributan dengan menunjukkan sebuah Poto yang di mana terlihat Aksa berada di atas tubuh Arsya, sehingga terlihat begitu ambigu dan membuat orang lain salah paham. Dan mereka juga telah mengatakan hal yang di lebih-lebihkan seperti Arsya dan Aksa telah melakukan hubungan intim tanpa tahu malu di desa orang lain, dan lain sebagainya. Hanya saja Harraz maupun teman-teman nya tidak mengatakan tentang Aksa dan Arsya yang dinikahkan secara paksa oleh warga desa, mereka malah memutar balikkan fakta dengan mengatakan saat telah di grebek oleh warga setempat Aksa malah bersikap acuh dan mengancam warga jika mereka melakukan apa yang membuat Aksa tidak senang, tim dari academy yang datang tidak akan membantu, karena tim itu berada di bawah perintah Aksa tentu saja semua orang yang mendengar nya percaya.
Namun Ivan maupun Kenan yang mendengar nya sama sekali tidak percaya, bagaimana pun mereka sangat mengenal Aksa mana mungkin pemuda itu melakukan itu. Dia lebih percaya jika Aksa sedang melakukan pendekatan dengan Arsya, namun cara nya itu memang cukup intim.
Hanya saja setelah itu Arion berdiri dari kursi nya dan pergi begitu saja dengan marah.
" Arsya ku? Seperti nya Arion memang menyukai Arsya, tapi sayang nya dia telah jadi milik Aksa." Ucap Kenan lesu.
" Tunggu! Dia akan mencari Aksa, jangan bilang dia ingin mengajak Aksa untuk berduel. CK, bodoh mengapa kau tidak menghentikan nya." Seru Ivan dengan kesal pada sang adik yang tidak tahu apa kesalahan nya.
" Kau yang bodoh kak... kenapa kau melepaskan nya seharusnya kau memegang tangan nya dengan erat tadi" sembur Kenan yang juga ikut kesal, ia juga memelototi Ivan sang kakak.
" Sudahlah, cepat susul Arion" seru Ivan menepuk pundak Kenan agar membuat nya cepat mengikuti langkah Arion, dia juga segera berlari mengejar Arion.
" Ya lord mengapa kau memberikan seorang kakak seperti dia" ratap kenan mengangkat kedua tangan nya dan menatap langit, seakan dia orang paling tidak beruntung memiliki kakak seorang Ivan.
__ADS_1
Jika Ivan melihat apa yang sedang adik nya lakukan, mungkin dia akan langsung memukul kepala adik nya dengan keras agar dia bisa berpikir dengan jernih.
" Ivan, woi.. tungguin napa!" Seru Kenan saat melihat Ivan telah menjauh, dia pun segera pergi mengikuti nya.