Arsksa : Love And Magic

Arsksa : Love And Magic
71. Berkunjung


__ADS_3

Setiap keluarga bangsawan utama memimpin satu negara, jika di ibaratkan pemimpin keluarga bangsawan itu adalah Raja atau presiden dari negara tersebut.


Keluarga Knight di negara A, keluarga Lawrence di negara M, keluarga Evans di negara D, keluarga Nixon di negara C, keluarga Davies di negara N, keluarga Florence di negara F, keluarga Rivera di negara S, keluarga Nelson di negara Z, keluarga Anderson di negara R, dan terakhir keluarga Garcia di negara G.


Selain negara-negara yang di pimpin oleh kesepuluh keluarga bangsawan utama tersebut ada juga negara dan pulau yang di pimpin oleh sebuah kerajaan, namun kekuatan nya masih jauh dari kelima keluarga bangsawan utama. Bukan hanya itu dari sekian banyak nya negara dan pulau terpencil yang ada, terdapat juga suatu wilayah yang bebas dan hanya di pimpin oleh seorang presiden atau wali kota.


Sama seperti pulau terbang, pulau yang dimana academy Blue Ocean berdiri ini tidak memiliki pemimpin dan hanya pulau yang memiliki kebebasan paling tinggi, tapi juga memiliki keamanan yang sangat ketat. Sebenarnya untuk ke pulau terbang siapa saja bebas datang hanya yang paling sulit adalah memiliki akses untuk pergi ke tempat-tempat yang begitu tertutup seperti academy Blue Ocean.


" Lady apa itu empat kesatria dan satu bintang harapan?" Tanya salah satu mengangkat tangan nya untuk bertanya.


Begitu banyak misteri di dunia ini yang begitu misterius dan belum terpecahkan, banyak para ahli dari berbagai tempat yang ingin memecahkan satu persatu misteri, namun mungkin misteri tentang empat kesatria satu satu bintang harapan tidak akan pernah terpecahkan.


" Hei, gadis miskin dari mana ini, sejarah tentang empat kesatria dan satu bintang harapan saja tidak tahu!" Cibir Zalfa menatap gadis itu dengan sinis.


" Diam, kalian sedang berada di kelas saya, kelas ini untuk belajar menjadi seorang nona bangsawan bukan untuk berbicara omong kosong, dan bersikap tidak sesuai aturan!" Ucap Lady Felice dengan dingin


" Empat kesatria dan satu bintang harapan adalah lima orang kesatria yang dulu memimpin orang-orang untuk melenyapkan sihir hitam di dunia, setelah sekian lama cerita ini pun hanya di anggap sebuah cerita pengantar tidur saja, tidak ada yang mempercayai nya, namun bagi seorang bangsawan kalian harus mempercayai cerita ini!" Lanjut nya tegas


" Lady, apakah mereka berlima masih hidup?" Tanya Heera setelah mengangkat tangan nya


" Tidak ada yang tahu keberadaan mereka, entah mereka masih hidup atau sudah tiada. Zaman semakin maju tapi sebagai orang-orang yang memiliki kemampuan istimewa kalian tidak boleh lengah sedikit pun!"


" Lady saya ijin bertanya!" Seru Arsya mengangkat tangan.


" Katakan."


" Benarkah sihir hitam telah lenyap di dunia ini, atau ada kemungkinan masih ada beberapa orang yang memiliki nya..."

__ADS_1


" Heh, gadis bodoh! apakah kau ingin mengatakan kelima kesatria tidak berhasil melenyapkan sihir hitam. Seperti nya kau meragukan sejarah yang ada!" Seru Elma sinis


" Aku tidak mengatakan itu, aku hanya ingin mengatakan segala kemungkinan itu ada nona Elma" ucap Arsya tersenyum tipis, namun senyuman nya seperti sindiran untuk Elma.


" Arsya itu nama mu bukan?"


" Benar Lady."


" Kau benar, di dunia ini segala sesuatu mungkin saja terjadi, karena itu academy Blue Ocean ini berdiri untuk dapat menghindari sesuatu yang buruk itu terjadi, kalian belajar di academy ini untuk di didik agar tidak menyalakan keistimewaan yang kalian miliki."


****


Setelah berpisah dengan Arsya, Aksa tidak kembali ke asrama nya melainkan pulang ke rumah kakek nya. Dia menggunakan pintu portal teleportasi yang ada di pusat kota pulau terbang, di sana memang terdapat sebuah pintu portal yang dapat di gunakan untuk pergi ke negara mana saja, hanya saja menggunakan portal tersebut harus membayar harga yang cukup mahal, di sana akan selalu ada yang menjaga portal jadi tidak akan ada orang yang menyelinap masuk.


Pintu portal yang ada di pusat kota pulau terbang terhubung dengan seluruh pusat kota yang ada hampir di seluruh negara, karena itu Aksa keluar dari dan muncul di pusat kota negara A.


" Hmm..." Aksa hanya membalas nya dengan anggukan ringan saja.


" Tuan muda mari masuk mobil!"


Aksa berjalan masuk ke dalam mobil yang sudah terparkir tidak jauh dari tempat nya berada.


" Liam bagaimana perkembangan tugas yang ku berikan?" Tanya Aksa acuh dan dingin.


" Ini tuan, semua nya sudah ada disini, silahkan tuan melihat nya" Liam memberikan sebuah amplop besar di dalam nya terdapat informasi yang telah Aksa minta cari tahu.


" Pasar gelap beberapa hari lagi akan mengadakan pelelangan di sebuah klub, di dalam sudah ada kartu VIP untuk mengikuti pelelangan itu dan juga daftar barang-barang yang akan di lelang di sana" ujar Liam menjelaskan

__ADS_1


" kerja bagus!" Aksa fokus melihat semua informasi yang telah anak buah nya ini dapatkan, melihat tuan nya terlihat begitu serius, Liam menunggu reaksi tuan nya dengan harap-harap cemas, tapi sedari tadi ekspresi tuan nya tidak berubah begitu datar dan dingin.


Satu jam kemudian mobil itu pun masuk ke sebuah gerbang yang menjulang tinggi, setelah melewati pintu gerbang akan di suguhkan pemandangan yang begitu megah indah, rumah yang ada di sana begitu besar dan megah bak istana dengan lapangan yang begitu luas, bahkan untuk sampai ke bangunan tersebut perlu beberapa menit menggunakan mobil.


Cit


Mobil berhenti di tempat parkir yang ada di sana, setelah mobil berhenti tidak lama Aksa keluar dari dalam mobil dengan gagah.


Para pengawal telah berjajar rapih dari gerbang depan sampai di depan pintu. Saat Aksa masuk ke kediaman setiap pengawal pun segera menunduk memberikan hormat pada nya, sedangkan Aksa sendiri hanya tetap berjalan tegap masuk kedalam tanpa mempedulikan para pengawal itu. Aura Aksa yang terasa begitu mendominasi membuat mereka gemetar ketakutan, setelah punggung Aksa menghilang mereka baru berdiri dengan tegak kembali.


" Tu-tuan muda, selamat datang!" Sapa seorang pelayan dengan gugup.


" Di mana pak tua itu berada?" Tanya nya dengan acuh


" Tuan muda, tuan tua berada di ruang baca"


" Baiklah"


Baru saja Aksa ingin berjalan menaiki tangga pelayan itu menghentikan nya.


" Ada apa?" Tanya Aksa tidak suka ada orang yang menghalangi jalan nya.


" Maaf tuan muda, tuan besar sedang bersama seorang tamu di ruang baca. Jika tuan muda datang beliau meminta anda untuk menunggu nya sebentar!" Seru nya mengingat pesan yang pernah tuan besar nya berikan.


" Aku mengerti, kau boleh pergi!" Aksa melanjutkan langkah nya kembali.


Rumah itu terdiri dari empat lantai dengan luas yang begitu besar. Ruang baca milik kakek Aksa terdapat di lantai kedua

__ADS_1


__ADS_2