
****
Hari ini entah matahari terbit dari mana hingga membuat Zalfa mengirim sebuah pesan dan isi pesan itu menunjukkan bahwa dia ingin bertemu dengan Heera.
Awal nya Heera berpikir untuk tidak datang menemuinya, lagi pula dia masih memiliki urusan lain yang lebih penting. Hanya saja dia penasaran akan apa yang ingin wanita berbisa itu bicarakan dengan nya.
" Ada apa?" Tanya Heera dengan acuh pada gadis di depan nya.
Ya, karena rasa penasaran nya membuat ia sekarang ada di sini saat ini.
" Clara akhir nya kau datang juga." Ucap nya tersenyum licik, tapi dia segera menyembunyikan senyum nya itu dibalik wajah polos dan tak berdosa nya.
" Clara, rencana kita telah berhasil."
" Rencana? Rencana apa?" Heera menaikkan sebelah alis nya dengan bingung, ia terlalu sibuk dengan pekerjaan nya, apa lagi ada masalah tak terduga yang sangat besar tiba-tiba muncul membuat dia bahkan lupa telah membuat kesepakatan dengan gadis ini, yang memang sedari awal Heera sama sekali tidak menanggapi semua itu dengan serius.
" Masa kau lupa, rencana untuk menghancurkan... Maksud ku rencana untuk membalas perbuatan jahat Arsya pada mu." Balas nya segera meralat ucapan nya yang salah, dia takut Clara curiga bahwa ia selama ini hanya memanfaatkan nya saja.
" Ya, lalu?"
" Rencana nya telah berubah tapi akhir nya lebih menghebohkan. Sekarang aku telah membantu mu untuk mengembalikan rumor itu pada nya."
Perkataan nya itu semakin membuat Heera heran, membalikkan apa dan rencana apa.
Dia memutar otak nya hingga sebuah ingatan muncul dari pikiran nya, ingatan di mana Zalfa telah berencana akan mempermalukan Arsya, lalu sekarang apa yang gadis bodoh ini telah lakukan sebenarnya.
Melihat reaksi Clara yang terdiam membuat dia berpikir Clara telah masuk dalam jebakan nya, ia juga tidak mungkin salah beberapa hari ini dia telah mengawasi Clara dan Arsya dan di lihat dari beberapa hari lalu hubungan mereka menjadi tidak baik, bisa di bilang hubungan mereka benar-benar buruk. Dia sangat senang saat rencana nya untuk menghancurkan hubungan kedua sahabat itu berhasil.
Zalfa semakin senang dan diam-diam tersenyum mencibir saat melihat seseorang yang berada di belakang Clara.
" Aku telah melakukan semua yang kau minta Clara, Sesuai rencana mu Arsya saat ini pasti akan sangat malu, rencana mu itu sungguh hebat. Sekarang gadis itu bahkan tidak akan berani lagi menunjukkan wajah nya di depan orang lain."
Heera mengerutkan kening semakin bingung, apa yang gadis ini bicarakan, kenapa tiba-tiba dia membicarakan sesuatu yang tidak dia mengerti. Semua nya adalah rencana orang ini sendiri, lalu mengapa dia bilang itu semua rencana nya.
Memangnya kapan dia bilang begitu?
Dasar gadis gila!
Apa otak gadis ini terbentur sesuatu sampai membuat dia amnesia, atau dia sedang kerasukan setan lalu lupa ingatan.
" Apa yang..."
__ADS_1
Zalfa tidak membiarkan Clara untuk bicara, atau rencana nya akan gagal.
" Benar sekali Clara, rencana mu untuk menghancurkan Arsya telah berhasil, namun aku hanya membantu mu saja, jadi aku mohon jangan melibatkan ku lagi setelah ini."
Tap
Tap
Tap
Langkah kaki terdengar dari belakang membuat Heera berbalik melihat ke belakang.
Arsya
Ya, yang berdiri di belakang nya adalah Arsya. Gadis itu berjalan ke arah Heera dan Zalfa dengan tenang.
Heera sekarang mengerti apa rencana Zalfa sebenarnya, namun gadis ini terlalu meremehkan hubungan nya dengan Arsya.
" Ara! Kau di..."
Plak
Hei ini bukan salah nya okey..
Dia sendiri tidak tahu apa yang gadis gila itu lakukan!
" Aku tidak tahu.. dengan membiarkan mu melakukan semau mu malah membuat mu melakukan hal yang bodoh, dan sekarang kau bersama dengan gadis ini." Ucap Arsya acuh dan malas.
Melihat apa yang terjadi di depan nya membuat Zalfa sangat senang, namun ia menyembunyikan ekspresi nya dengan sangat baik.
" Jadi maksud mu aku bodoh gitu." Seru Heera tak terima.
" Bukan aku yang mengatakan nya, kau sendiri yang bilang kau bodoh" balas nya acuh. Yang membuat Heera tidak bisa berkata-kata lagi.
" Maaf, namun semua itu adalah rencana Clara. Tapi kau juga salah Arsya, Clara telah bersama dengan tuan muda Arion tapi kau masih saja mencoba mendekati nya. Kau begitu tidak tahu diri. Mempunyai teman seperti mu hanya akan membawa sial." Seru Zalfa
Dia telah merencanakan semuanya dengan baik, dan dia sendiri yang membuat Arsya datang ke tempat ini.
" Siapa kau?" Arsya berbalik dan menatap orang di depan nya dengan bingung, dia mengerutkan kening nya menunjukkan betapa tidak kenal nya dia dengan gadis itu.
Zalfa seakan tersedak ludah nya sendiri, mereka telah bertemu berkali-kali tapi Arsya tidak mengenalnya. Dia sangat kesal mengetahui itu, ia yakin gadis ini hanya sedang berpura-pura saja, mana mungkin dia tidak mengingat nya.
__ADS_1
Meski kesal dia menahan kekesalan nya agar rencana nya berjalan lancar.
" Aku Zalfa, kau pasti ingat aku kan?" Ucap Zalfa tersenyum paksa.
" Zalfa? Siapa dia..." Balas Arsya acuh dan tidak mau repot untuk mengingat nya juga.
" Zalfa itu nama ku, dua hari yang lalu kita juga bertemu, kau menabrak ku saat itu." Zalfa mencoba mengingatkan nya akan kejadian dua hari yang lalu.
" Oh, itu kau ternyata."
" Ya, kau ingat juga ternyata. Hubungan mu dan Clara sedang tidak baik dan ini semua juga salah mu sendiri, seharusnya kau tidak menikung dan menjebak teman mu sendiri" dia sengaja berkata itu seperti dia yang paling baik di sana.
" Siapapun diri mu, aku tidak peduli. Namun rencana bodoh mu itu tidak akan berhasil... Heera apa kau yang telah membuat rencana, entah rencana apapun itu?" Tanya Arsya pada Heera dengan acuh
Ia sendiri tidak tahu apa yang mereka berdua rencanakan. Namun hanya sekilas lirikan saja ia bisa tahu Zalfa, gadis ini sangat licik.
" Gila aja, aku aja ga tau apa rencana yang dia bilang. Tapi Ara kenapa kau bisa ada di sini?" Itulah pertanyaan nya sedari tadi, tempat ini jarang di lewati oleh orang-orang jadi tidak mungkin semua nya hanya kebetulan saja.
" Kau bilang kau tidak bodoh, kalo tidak bodoh tidak mungkin kau tidak mengerti bukan." sungguh saat ini ia sangat malas untuk menjelaskan segala nya dengan rinci.
" CK, kau telah menampar pipi mulus ku ini, karena itu mungkin otak ku juga ikut bergeser jadi semua nya salah mu" sahut Heera yang tidak ingin di salahkan.
" Itu hukuman untuk mu yang bersikap sok pintar, Kin telah melaporkan apa yang seminggu lalu kau lakukan di negara D." Ujar Arsya menatap Heera dengan acuh namun juga seakan meminta penjelasan pada gadis itu.
Kin?
ah dia baru ingat dengan nama pria ini yang juga merupakan bawahan Arsya, dan sial nya tugas Kin memang untuk mencari tahu situasi yang terjadi di negara D.
Heera menggaruk kepala nya yang tidak gatal dengan bingung, padahal dia sudah melakukan segala cara agar Arsya tidak mengetahui apa yang ia lakukan, tapi ternyata dia terlalu meremehkan kemampuan Arsya " Jadi kau sudah mengetahui nya, aku tidak bermaksud menyembunyikan nya, hanya saja apa kau... Mengingat sesuatu tentang masalah itu?"
Heera bertanya pada Arsya dengan hati-hati.
" Mengingat? Apa yang perlu ku ingat?" Ucap Arsya menaikkan sebelah alis nya.
" Ah, itu... Zalfa mau pergi kemana kau!" Seru Heera saat melihat gadis itu akan pergi, sehingga dia segera memanggil nya untuk mengalihkan perhatian Arsya juga agar tidak terus bertanya.
Zalfa yang melihat perubahan suasana dari kedua gadis itu memiliki firasat buruk dan memilih untuk segera meninggalkan tempat itu, tapi ia tidak menyangka Clara dapat mengetahui kepergian nya.
" Clara bukankah kau sedang sangat marah dan membenci Arsya, tapi kenapa kau hanya diam saja setelah di tampar oleh gadis ****** ini!" Seru Zalfa memprovokasi keadaan.
Plak
__ADS_1