
***
Satu bulan kemudian semua nya berjalan seperti biasa, selama satu bulan ini Arsya dan yang lain nya belajar Elemen juga cara pengendalian dari setiap elemen tidak ada hal lain yang mereka pelajari selama satu bulan ini, guru mereka lebih memfokuskan pada pengendalian elemen, agar tidak tertinggal oleh kelas yang lain nya.
Dan saat ini juga adalah penentuan mereka dari magic Class dan Skyfall Class akan naik tingkat dan pindah ke kelas yang lebih tinggi atau tidak.
Jika pengendalian elemen mereka telah sampai pada level 3-4 mereka dinyatakan lolos dan bisa naik ke kelas pengendalian elemen lebih tinggi lagi, dan mempelajari sihir-sihir yang lebih sulit dan lebih hebat lagi.
Selama satu bulan ini juga Zalfa dan komplotan baru nya selalu mencari masalah dengan Arsya dan Heera, ia sekarang bukan hanya menargetkan Heera namun juga Arsya, Karena menurut nya ini semua karena Arsya, jika saja Arsya dulu tetap diam mungkin dia tidak akan mendapatkan hukuman setelah acara perburuan itu.
Hukuman yang ia dapatkan juga sangat berat yaitu membersihkan seluruh tempat yang ada di academy selama dua minggu, sihir nya pun di segel selama dua minggu hingga membuat nya tidak dapat menggunakan kekuatan nya, kedua orang tua nya di panggil karena masalah ini membuat ia di marahi habis-habisan oleh ayah nya karena itu juga ia juga hampir dikeluarkan dari academy ini, jika saja saat itu ayah dan ibu nya tidak memohon dan melakukan sesuatu yang membuat dia tidak di keluarkan dari academy ini.
Untung nya ia dan teman-teman nya tidak jadi di keluarkan, orang tua Darel dan Ezio pun tidak membesarkan masalah ini sehingga Zalfa dan teman teman nya masih bisa ada di tempat ini. Sebenarnya Zalfa telah lebih dulu menghasut ibu Darel dan Ezio dan mengatakan semua ini sebenarnya ulah Heera dan Arsya, namun dia dan teman-temannya hanya menjadi kambing hitam agar mereka berdua tidak di salah kan sehingga mereka pun melepaskan zalfa dan teman teman nya.
Awal nya orang itu Darel dan Ezio tidak mempercayai cerita zalfa, namun setelah mereka tahu identitas Arsya dan Heera yang hanya dari kalangan bawah, mereka menjadi yakin zalfa dan teman-teman nya hanya sedang di jebak agar kedua gadis bernama Arsya dan Clara itu bisa bersama putra-putra mereka.
Selama dalam masa hukuman Zalfa dan teman teman nya selalu berpikir dan membuat rencana untuk mencelakai Arsya dan Heera, tapi karena hukuman mereka, membuat mereka belum bisa menjalankan rencana untuk mencelakai keduanya tersebut.
Di sebuah lorong asrama Heera sedang terburu-buru, ia berlari tanpa melihat sekitar nya, ia berlari sambil menggerutu sepanjang jalan entah apa yang sedang ia gerutukan.
Bruk
Tanpa sengaja Heera menabrak seseorang, membuat nya terjatuh dan terduduk di lantai.
" Apa kau baik-baik saja" sebuah tangan terulur pada Heera bermaksud ingin membantu Heera untuk berdiri.
Tangan yang terulur itu adalah tangan dari seseorang yang tanpa sengaja ia tabrak.
Heera menangkis tangan orang itu dan berdiri sambil berkacak pinggang, dan menatap tajam orang di depan nya.
Terlihat seorang pemuda yang tampan menatap Heera dengan bingung dan heran.
" Siapa kau?" Tanya Heera
" Kau siapa?" Tanya kembali pemuda itu
" Kau yang siapa?" Tanya Heera kembali
" Aku siapa?" Ucap pemuda itu asal
" Kaauu... Dasar menyebalkan, kenapa kau menghalangi jalan ku, kalau jalan itu pake mata" omel Heera
" Aku tidak menghalangi jalan mu lihatlah jalan masih lebar.... Dan untuk mu dimana mana orang jalan itu pake kaki, melihat baru pake mata. Tidak ada orang yang jalan pake mata" seru pemuda itu
" Ya terserah akulah, mulut mulut ku, mau jalan pake kaki, pake hidung, pake mata ke bukan urusan mu" oceh Heera
" Dasar cewek aneh" ujar pemuda akan berlalu pergi, namun Heera menahan nya.
__ADS_1
" Heh tunggu, mau kabur kemana kau, bukan nya minta maaf sudah mau pergi aja, gak tanggung jawab banget sih jadi cowok" kesal Heera
" Hei cewek aneh, kau yang menabrakku, seharusnya kau yang minta maaf, minggir jangan menghalangi jalan ku" ujar pemuda itu
" Berhenti!!! Kenapa kau ada di sini, ini adalah asrama perempuan bukan pria... Jangan jangan..." Jeda Heera
" Jangan jangan apa?" Tanya pemuda itu menaikan alis nya.
" Jangan jangan kau kemari ingin berbuat mesum, dasar cowok mesum" hardik Heera
" Kauu..."
" Clara cepaat kita sudah telat" teriak seseorang dari arah depan
" Ia bentar" jawab Heera ikut berteriak
" Awas yah.... Berdoalah agar kita tidak lagi bertemu atau kau tidak akan ku biarkan selamat" ancam Heera sebelum pergi menyusul teman teman nya
" Dasar cewek aneh, hari ini aku sungguh sial bisa bertemu dengan nya" gumam pemuda itu sebelum pergi dari tempat itu.
***
Di sebuah kamar terdapat beberapa pemuda yang sedang berbincang-bincang santai sambil bercanda.
" Hei, rel aku tidak menyangka kita akan satu ruangan dengan para penerus keluarga bangsawan utama itu" bisik Ezio
" Mungkin saja kedua kamar itu kosong"
" Hei kalian berdua, kenapa kalian berbisik di sana, kemari ke sini ikut bergabung bersama kami, jangan takut kami tidak akan memakan kalian kok, benarkan teman teman" ujar seorang pemuda di antara tiga pemuda itu
" Hahaha.... Tuan Kenan bisa saja" ujar Ezio canggung
" Hei kita seperti nya masih seumuran, aku pun belum setua itu tidak perlu memanggil ku tuan, panggil saja nama ku Kenan, oke" ucap Kenan penuh penekanan
" ternyata mereka tidak buta" ucap seorang pemuda yang sama sekali tidak mengalihkan mata nya dari buku di tangan nya
" ya, emang mereka tidak buta. kedua mata mereka saja masih normal, kalo ngomong yang jelas napa Van" ucap Kenan bingung maksud pemuda itu.
" Van Van Van, aku ini kakak mu. yang sopan kalo ngomong" ucap nya sinis
" hanya beda satu tahun saja kali, Yon kau mengerti tidak!" ucap Kenan cemberut
" maksud saudara mu itu, mereka berdua tidak buta kau memang kelihatan tua kok" jawab pemuda lain nya dengan santai
" enak saja, aku ini cowo paling tampan dan kaya, paket komplit poko nya. enak saja di katai tua" ucap Kenan tidak terima
Darel dan Ezio yang melihat perdebatan ketiga nya hanya dapat tersenyum canggung, keduanya tidak tahu harus melakukan apa di dalam situasi seperti ini.
__ADS_1
" kalian berdua katakan apakah aku terlihat tua?"
" ti-tidak, kau tampan" jawab Ezio terbata
" Kau memang benar, aku ini tampan. sudahlah aku akan memperkenalkan kedua orang ini terlebih dahulu. Kalau si kutu buku ini kalian bisa memanggil nya Ivan, dan yang ini kalian tentu mengenal nya dia tuan Arion, bukan begitu tuan muda Arion" ucap kenan bercanda
Bruk
Arion memukul kepala Kenan cukup keras membuat Kenan mengaduh kesakitan.
" Aww, hei apaan main pukul aja, sakit tahu Rion"
" Bagus kalo sakit, aku tidak terlihat tua seperti mu, jangan dengarkan si kepala udang ini, kalian bisa memanggil ku Rion saja" ucap Arion acuh
" Ivan lihat teman mu tuh, dia sedang menganiaya ku" adu Kenan pada Ivan yang masih fokus pada buku nya.
" Panggil aku kakak" jawab Ivan tidak peduli
" Ck, hanya lewat satu tahun aja kali Van" ucap Kenan cemberut
Puk
" Tuh mulut harus nya yang di sekolahin, biar belajar sopan satun sama orang yang lebih tua" ujar Ivan setelah memukul mulut Kenan dengan buku yang di pegang nya
" Iya kakak Ivan tua" ledek Kenan menekankan kata 'tua'
" mampus" ledek Arion karena Ivan mendapatkan balasan setelah mengejek Kenan terlebih dahulu, sekarang bukan hanya dia yang katai tua dan orang yang pertama membahas nya.
" hah... seperti nya di kehidupan ku sebelumnya, aku memiliki banyak dosa sampai di kehidupan ini bisa memiliki adik seperti dia" ucap Ivan menghela nafas panjang seakan dia sedang meratapi nasib buruk nya itu.
" Siapa nama kalian, seperti nya kalian murid baru?" Tanya Arion tanpa mempedulikan perdebatan keduanya, dia yang sedikit lebih waras dari kedua orang itu. ingat hanya sedikit.
" Benar, nama ku Darel dan ini teman ku Ezio...mmm, Rion kami memang murid baru, satu bulan lalu kami masuk ke academy Blue Ocean ini, kami pikir kamar yang lain nya itu kamar kosong, ternyata kalian yang menghuni nya" jawab Darel
" Apakah hanya kalian bertiga atau masih ada yang lain nya, soal nya masih ada dua kamar kosong, itu memang kosong atau ada penghuni nya" tanya Ezio penasaran
" Wiiihh penghuni, sereem amet, kita ini manusia bukan dedemit ya, pake bahasa penghuni segala" seru Kenan ngegas
" Emang manusia itu bukan penghuni nan?" Tanya Arion
" Ya penghuni juga sih, hehehe" ujar Kenan cengengesan
" Bukan adik ku tuh" sahut Ivan
" Lah Van gimana sih kalo...."
Brak
__ADS_1