Arsksa : Love And Magic

Arsksa : Love And Magic
68. Perjanjian


__ADS_3

***


" Ini semua salah kak Ray, jika saja tidak menarik ku ke taman itu, kita tidak akan perlu mengantri begini" gerutu Arsya kesal.


" Maaf"


" Sudahlah, cepat selesaikan dengan cepat, setelah itu kakak harus mentraktir ku makan!" Ucap Arsya acuh


" Sesuai keinginan mu tuan putri" ejek Aksa


" Tau ah, kak Ray menyebalkan" Arsya mengalihkan tatapan nya dari Aksa dengan ekspresi yang terlihat sangat menggemaskan di mata Aksa.


" Meski begitu, aku tetap tampan bukan"


Baru saja Arsya ingin menjawab nya, namun suara dari salah satu guru menghentikan nya.


" Selanjutnya!"


Kontrak perjanjian di lakukan di ruangan kepala academy dan di awasi langsung oleh kepala academy agar tidak ada kecurangan.


Awal nya Aksa dan Arsya mengira semua itu masih tetap di lakukan di lapangan, tapi siapa sangka saat kembali kelapangan hanya ada beberapa orang saja, saat menanyakan pada guru ternyata dilakukan di di ruangan kepala academy. Hal itulah yang membuat Arsya kesal karena harus bolak-balik mengelilingi academy.


Aksa dan Arsya masuk keruangan tersebut dengan tenang, saat mereka masuk sudah ada kepala academy dengan di temani wakil kepala academy.


" Kalian berdua duduklah" ucap kepala academy santai.


" Terima kasih pak!"


" Jadi kalian berdua akan melakukan perjanjian ini?" Tanya kepala academy basa-basi saja.


" Seperti nya begitu" jawab Arsya asal


" Jawaban mu itu begitu sangat tidak meyakinkan nona Arsya"


" Anda sendiri yang salah pak, sudah tahu jawaban nya, masih saja berbasa-basi" sahut Arsya acuh


" Fftt.." Aksa yang sedari diam dengan raut wajah datar nya berubah memerah karena menahan tawanya mendengar jawaban Arsya yang begitu berani.


" Jangan tertawa" hardik Arsya menatap Aksa dengan kesal.


" Ekhem... siapa yang tertawa"


" Kak Ray lah siapa lagi"


" Aku tidak tertawa Kay..."


" Jangan bohong wajah kakak sudah menunjukkan semua nya"


" Memang nya kenapa dengan wajah ku!" Ucap Aksa mengernyitkan dahi nya bingung.


" Ekhem, bisakah kalian berdua fokus pada saya saja"

__ADS_1


" Sudahlah, ini kontrak perjanjian nya kalian tinggal tanda tangan, teteskan darah kalian dan salurkan sedikit energi kalian"


Aksa mengambil kertas itu dan membaca semua perjanjian yang tertulis di sana, Arsya yang juga ingin mengetahui isi nya segera mengambil nya dari tangan Aksa.


" Apa-apaan ini, mengapa isi perjanjian ini lebih banyak keuntungan nya pada pihak pertama di bandingkan pihak kedua. Ini nama nya tidak adil" seru Arsya tidak senang.


" Apakah isi perjanjian ini bisa di ubah?" Tanya Aksa dengan tenang.


" Kalian ingin mengubah perjanjian nya?" Kepala academy menaikkan sebelah alisnya.


" Ya" jawab Aksa yakin


" Jika kalian berdua sudah sama-sama setuju, tentu saja bisa di ubah"


" Seperti nya bapa sudah tidak merasa aneh lagi jika kami mengubah isi perjanjian ini?" Tanya Arsya menaikkan sebelah alis nya heran, melihat sikap nya yang begitu santai.


" Ya, sebelumnya sudah ada beberapa orang yang juga mengubah isi surat perjanjian nya" jawab nya santai.


" Hmm, aku ingin mengubah isi surat perjanjian nya, namun apakah bisa hanya bapa saja yang mengetahui nya" ucap Arsya melirik wakil kepala academy yang berada di samping kepala academy.


" Kau keluarlah!" Seru kepala academy


" Baik pak"


" Sekarang apa yang kalian inginkan?" Tanya nya serius.


" Mengubah perjanjian yang tidak adil ini, apa lagi" sahut Arsya acuh.


" Kamu saja yang buat" Aksa menggeser kertas itu ke hadapan Arsya.


" Kak Ray yakin? Aku bisa saja membuat perjanjian yang merugikan kakak loh!"


" Tidak apa" jawab Aksa singkat.


Begitu mudah nya, pikir nya


" Baiklah, kak Ray jangan sampai menyesal setelah ini!"


Arsya menulis setiap perjanjian nya dengan tenang dan serius.


" Ketiga nya apa ya.... Ah ya.."


" Ini sudaha selesai!" Arsya menyerahkan isi perjanjian itu pada Aksa. Aksa membaca dan mengangguk tanda setuju dengan semua isi perjanjian nya.


" Apakah tidak ada yang ingin kamu tambahan lagi?" Tanya Aksa


" Tidak ada, jika kak Ray ingin menambahkan silahkan saja!" Jawab Arsya mengangkat kedua bahu nya acuh.


" Tidak ada, ini sudah cukup!"


__ADS_1


Pihak pertama dan kedua memiliki kebebasan yang sama, tidak ada tuan atau bawahan, kedua nya setara bisa memberikan pendapat dan bisa menolak juga.


Pihak pertama, kedua, dan pihak ketiga sebagai saksi harus saling menjaga rahasia yang di miliki pihak pertama dan kedua apapun itu.


3 Setelah satu tahun jika Pihak pertama atau pihak kedua mengalami ketidakcocokan, kedua belah pihak bisa memutuskan perjanjian ini kapan pun juga.



" Tunggu mengapa disini ada nama bapa juga, bukankah perjanjian ini hanya saya kalian berdua?" Ujar kepala academy bingung mengapa dia juga harus menandatangani kontrak perjanjian ini.


Seharusnya surat untuk kontrak perjanjian biasanya hanya akan di tandatangani oleh kedua belah pihak saja, tidak ada pihak ketiga. Tapi lembar surat yang gadis itu tulis ada nama dia juga sebagai saksi.


" Bapa harus ikut menandatangani nya juga, bapa akan mengerti sebentar lagi, mengapa saya membuat perjanjian seperti ini!"


" Ini aku sudah menandatangani nya" ucap Aksa memberikan nya pada Arsya.


" Oh, iya aku belum menandatangani nya"


" Baiklah, semoga kalian tidak melakukan hal yang aneh" Ucap pak Rezvan yang hanya bisa menggelengkan kepala nya tidak berdaya


Setelah mereka bertiga menandatangani perjanjian tersebut, sekarang yang harus mereka lakukan adalah meneteskan darah di atas selembar kertas perjanjian itu.


Pertama adalah Aksa sebagai pihak pertama, dia mengambil jarum yang memang sudah di siapkan sebelum nya dan melukai jari nya saat darah itu menetes tepat di tempat tandatangan Aksa, betapa terkejut nya kepala academy saat melihat warna darah Aksa.


Sebelum nya sikap nya biasa saja, dan ia hanya acuh tak acuh menghadapi kenakalan kedua remaja ini, namun setelah melihat warna darah Aksa yang tidak seperti warna darah biasa nya, dia terkejut karena dia tahu arti dari warna itu.


Warna darah biasa nya berwarna merah segar, namun berbeda dengan darah Aksa meski warna nya terlihat tidak ada yang aneh tapi jika di perhatikan dengan teliti warna yang terlihat akan sedikit mengeluarkan warna keemasan.


Setelah Aksa selesai giliran Arsya, lagi-lagi kepala academy di buat terkejut oleh kedua anak muda ini, darah yang menetes sama seperti Aksa, rasa nya dia ingin muntah darah dan pingsan saat ini juga.


Sungguh dua orang monster!


Sekarang dia mengerti mengapa gadis keras kepala itu meminta nya untuk ikut dalam perjanjian konyol ini, jika sampai kedua orang ini ketahuan memiliki golongan darah emas akan sangat berbahaya.


Giok yang belum di poles belum terlihat keindahan nya, dan dia sebagai generasi tua tidak ingin giok-giok ini hancur sebelum di poles dengan benar.


Tanpa ragu kepala academy pun melukai tangan nya dan meneteskan darah disana, Arsya sama sekali tidak terkejut melihat itu, kepala academy adalah orang yang pintar setelah melihat nya dia pasti akan langsung mengerti.


Mungkin hanya Aksa yang diam-diam terkejut di lubuk hati nya, untung saja dia sangat pandai menyembunyikan emosi nya. Sebenarnya ia memang sudah menduga Arsya memiliki golongan darah yang sama dengan nya setelah dari rumah sakit itu, sebelum keluar dari rumah sakit dia meminta bawahan nya untuk menutupi segala hal tentang nya di rumah sakit itu, tapi siapa sangka dia menemukan fakta dia mengalami kekurangan darah sehingga gadis yang menolong nya mendonorkan darah nya, tidak ada yang tahu lebih baik dari diri nya sendiri tidak mudah mendonorkan darah pada nya.


Namun dulu dia memiliki sedikit keraguan akan dugaan nya ini, sekarang dia menjadi yakin memang gadis itulah yang mendonorkan darah nya untuk nya.


Bukankah itu berarti gadis itu juga dari keturunan bangsawan?


Pantas saja dia sangat sulit menemukan nya!


Namun dari keluarga mana dia berasal?


Dia bahkan sangat kesulitan hanya untuk mencari informasi tentang gadis yang di sukai nya ini.


Seperti nya memang harus dia sendiri yang mencari tahu!

__ADS_1


__ADS_2