Arsksa : Love And Magic

Arsksa : Love And Magic
111. Masuk Jurang


__ADS_3

Aksa dengan terampil mengemudikan mobil nya dengan kecepatan tinggi, cara dia mengemudi begitu memukau meski jalan berliku-liku tapi setiap belokan Aksa sama sekali tidak menurunkan kecepatan mobil nya, ia seakan seorang pembalap profesional.


Brum bruumm


Suara motor yang melaju dengan cepat terdengar begitu nyaring.


" Sekarang mereka menggunakan motor untuk mengejar kita.."


" Kay, apa kamu bisa mengendari mobil?" Tanya Aksa tanpa menatap wajah gadis itu.


" Ya, tentu saja" jawab nya ringan.


" Berganti posisilah dengan ku, biarkan mereka aku yang hadapi."


" Oke."


Arsya dan Aksa berganti posisi dengan sedikit usaha, Aksa mengeluarkan beberapa belati yang selalu di bawa nya untuk berjaga-jaga akan terjadi situasi yang sama seperti saat ini, ia segera melemparkan belati-belati itu ke pihak musuh dengan lemparan yang akurat.


" Akh..."


Dhuarr


Beberapa orang yang berhasil ia kenai terbunuh oleh belati nya, dan membuat motor mereka menghantam batu atau jatuh ke jurang lalu meledak.


" Kak Ray jangan gunakan kekuatan spiritual mu hanya untuk melawan mereka!" Seru Arsya yang mata nya masih fokus menatap jalanan.


" Oke."


Ada seorang pengendara motor yang berhasil menyusul mobil yang Arsya dan Aksa tumpangi, dan dia juga berhasil memecahkan kaca jendela depan mobil, tepat dimana Arsya sedang mengemudi.


Prangg


Crass..


Bugh


Arsya berhasil memukul orang itu sampai motor nya tertinggal jauh, namun tak ayal ada beberapa kaca jendela yang berhasil melukai kulit mulus nya saat tadi di pecahkan oleh orang itu.


" Kay kau tidak apa?" Seru Aksa cemas, ia sedang melumpuhkan beberapa pengendara motor dari pihak musuh nya yang lain sehingga membuat nya ceroboh akan kedatangan orang tadi.


" Tidak."


" Kak, di depan mereka telah menghadang jalan kita!" Seru Arsya


Sekitar 100 meter dari mereka ada banyak mobil yang sudah siap menghadang jalan mereka.


" Ck, Harraz begitu berusaha membunuh kita ternyata." Ucap Aksa berdecak kesal.

__ADS_1


" Kak Ray, aku punya rencana. Namun kau harus mempercayai ku untuk ini."


" Lakukan apapun yang kamu mau Kay, aku akan selalu mendukung mu."


" Baik, kalau kau sudah mengijinkan nya."


Saat sepuluh meter lagi mobil nya dari mobil-mobil yang mencegat nya, Arsya mengerem mobil nya hingga suara rem tersebut terdengar begitu nyaring. Namun saat hanya tinggal dua meter lagi ia segera menginjak gas dan kopling mobil nya dan melajukan mobil itu tepat ke arah menuju jurang.


Bruuuuumm...


Semua orang terkejut melihat itu, bagaimana tidak mereka tidak percaya orang itu berani melakukan bunuh diri dengan mengendarai mobil nya masuk kedalam jurang hanya untuk lepas dari kejaran mereka.


Dhuuaarr


Ledakan besar terjadi di bawah jurang, ledakan itu terjadi akibat mobil yang Aksa kendarai meledak.


****


Di salah satu celah tebing terdapat dua orang yang terluka cukup parah.


" Kay, bangun Kay..." Aksa mencoba menyadarkan Arsya yang pingsan, ia menyalurkan energi nya untuk mempercepat proses penyembuhan gadis itu.


Mata Arsya perlahan terbuka, pertama kali yang ia lihat wajah khawatir Aksa yang seakan takut kehilangan sesuatu yang paling berharga dalam hidup nya.


" Kak Ray" seru Arsya lirih


" Maafkan aku, ini semua karena ku... Jika saja kamu tidak bersama ku Harraz tidak akan..." Arsya menutup bibir Aksa dengan telapak tangan nya untuk meminta nya berhenti berbicara.


" Tidak perlu meminta maaf, Harraz sedari awal juga memang sudah mengincar ku"


" Kak, tubuh ku rasa nya sakit semua, jika kau memeluk ku seerat ini mungkin tulang-tulang ku akan remuk." ucap Arsya yang sedikit bercanda agar tidak membuat pria itu terlalu tegang.


" Hah.... Mana yang sakit, katakan pada mu bagian tubuh mana yang sakit, biarkan aku melihat nya" ujar nya dengan panik.


" Tidak apa, energi ku hanya terkuras karena menggunakan energi spiritual terlalu banyak."


" Kamu ini Kay, lihatlah tubuh mu penuh dengan luka, banyak juga pecahan kaca yang menancap di kulit mu, kita harus segera pergi ke rumah sakit untuk mengobati luka-luka mu ini..."


" Haha.... Kak apa tidak ada yang mengatakan nya pada mu, kau begitu cerewet seperti ibu-ibu kontrakan saja" ucap Arsya tertawa kecil melihat tingkah Aksa yang begitu sedang mengkhawatirkan nya.


Tak


" Kamu ini Kay, aku mencemaskan mu tapi kamu malah menertawakan ku" ucap Aksa mengetuk kening gadis itu dengan pelan.


" Iya maaf, sekarang sebaiknya kita mencari jalan keluar dari tempat ini."


" Kamu benar, jurang ini sangat tinggi satu satu nya jalan keluar hanya dengan terbang saja" ujar Aksa melihat ke sekeliling nya.

__ADS_1


Aksa menggendong tubuh Arsya dengan perlahan, Arsya menatap nya dengan tatapan bingung.


" Sekarang percayalah pada ku" ujar Aksa yang di angguki oleh Arsya.


Dari punggung Aksa tiba-tiba muncul sepasang sayap berwarna hitam, selama ini Aksa tidak pernah menunjukkan kekuatan nya ini pada siapapun, namun berbeda dengan Arsya menurut nya Arsya bisa di percaya dan dia juga terlihat bukan seperti gadis biasa.


Aksa terbang membawa Arsya di pelukan nya.


" Kamu seperti nya tidak terkejut melihat ku seperti ini?" Tanya Aksa dengan tenang.


" Untuk apa? Kak Ray juga tidak terkejut melihat keistimewaan mata ku'kan. Bukankah dunia ini penuh misteri" jawab Arsya tersenyum penuh arti, entah Aksa menyadari arti senyuman nya itu atau tidak.


" Kamu benar.... Untuk sekarang Harraz akan merasa bahagia saat mendengar berita kematian ku."


Aksa sedikit merasa lega karena saat itu ia meminta anak buah nya untuk mengirimkan mobil untuk perjalanan pulang nya, sedangkan motor yang dulu ia kenakan telah Harraz ambil secara paksa sebenarnya ia bisa saja merebutnya kembali tapi belum saat nya ia menunjukkan siapa diri nya sebenarnya.


" Ya, namun dia harus kecewa saat melihat kita masih hidup"


Aksa dan Arsya sama-sama menertawakan kebodohan Harraz.


Harraz terlalu bodoh sampai berpikir bisa begitu saja membunuh nya, bahkan dia sangat bodoh lagi saat berpikir karena sedang berada di bawah kekuasaan keluarga Davies membuat dia merasa sangat berkuasa sampai dia langsung mengirimkan banyak pembunuh bayaran dan anak buah nya untuk segera menghabisi nya.


****


Di kediaman Davies


Harraz tidak langsung kembali ke academy, ia sengaja kembali ke kediaman nya dengan alasan ingin mengajak teman-teman nya untuk melihat kediaman bangsawan Davies.


Semua teman-teman nya begitu senang saat di bawa ke kediaman bangsawan utama, yang memikirkan nya saja mereka tidak akan bisa.


Di ruangan yang begitu mewah seorang bawahan menghadap pada Harraz.


" Lapor tuan muda. Tuan muda pertama telah tewas, dia menjatuhkan mobil nya kedalam jurang dan tidak di temukan jasad keduanya." Ucap nya dengan sikap bertekuk lutut.


" Haha... Bagus, bagus. Akhir nya dia mati juga. Sekarang hanya akan ada satu pewaris tahta keluarga Davies." Ujar Harraz begitu senang saat mendengar berita kematian Aksa.


" Cari jasad Aksa sampai ketemu, aku tidak ingin sampai mendengar dia bangkit dari kematian, jika tidak kalian yang akan menerima akibat nya." Ujar nya tegas.


" Baik tuan muda."


" Oh, ya. Apa yang di lakukan orang-orang miskin itu sekarang."


" Mereka sedang berada di taman belakang tuan muda."


" Kau layani saja orang-orang bodoh itu."


" Baik tuan muda"

__ADS_1


__ADS_2