
***
Tanpa dia tahu di tempat yang cukup jauh berdiri Keysa, Kyra, Valencia, Naura, Elvira, Alvan, Arion, Darel, Ezio, Ivan dan Kenan sedang menyaksikan pertunjukan yang sedang Heera lakukan.
Awal nya para cowok tidak mengetahui masalah ini tapi pada saat itu Elvira pun menelpon Kenan dan mengabari masalah ini, untung saja mereka semua nya telah bertukar nomor handphone, jadi disini lah mereka sekarang.
Tanpa sadar Alvan tersenyum misterius saat mendengar pengakuan Heera.
" Gadis aneh kau semakin membuat ku tertarik, kau telah mengklaim diri ku milik mu, maka jangan salahkan aku setelah ini, kau harus jadi milik ku" batin Alvan penuh rencana.
" Yakk"
" Ada apa Keysa" tanya Valencia saat melihat gadis itu seperti sedang terkejut
" Ti-tidak ada" jawab Keysa gugup, ia kaget saat mendengar pikiran Alvan.
" Seperti nya mereka memang saling menyukai, semoga saja mereka bisa bersama" batin Keysa tersenyum tipis
" Dimana Arsya?" Tanya Arion, sedari tadi ia tidak melihat adik nya itu.
" Dia masih di kamar nya, entah apa yang sedang dia lakukan, Clara melarang kita untuk mengganggu nya" jawab Valencia dengan tenang.
" Oh" jawab Arion singkat yang membuat Valencia hanya bisa memutar bola mata nya malas.
" Apakah kita tidak akan membantu nya" tanya Ivan asal, meski dia bertanya begitu, tapi dia tidak benar-benar berniat membantu, hanya ingin bertanya saja, begitulah Ivan si kutu buku.
" Tidak biarkan saja dia masih bisa mengatasi nya sendiri" jawab Arion acuh
" Waaah Al pacar mu keren sekali, wajah nya terlihat bagaikan bidadari, tapi mulut nya bahkan lebih kejam dari iblis" seru Kenan menggelengkan kepala nya tidak percaya ada gadis yang begitu berbeda dengan penampilan nya sendiri.
" Diam" seru Alvan yang entah kenapa tidak suka mendengar Heera di puji pria lain
" Jadi benar mereka sudah berpacaran" batin Darel ragu
***
__ADS_1
Kembali ke tempat Heera berada
Elma, zalfa dan teman teman nya ingin menyerang Heera, tapi saat melihat seseorang di belakang Heera, Elma langsung berpura-pura jatuh karena di dorong oleh Heera.
" Auww... Clara aku hanya ingin memohon pada mu untuk jangan menganggu hubungan ku dengan Alvan, tapi kenapa kau malah mendorong ku" seru Elma dengan mata berkaca-kaca
" Elma apa kau baik-baik saja" seru salah satu temannya
" Dasar ****** tidak tahu diri" maki zalfa
" Siapa yang kalian sebut ******" ujar suara seseorang dari belakang Heera
" Al-Alvan kau disini" seru Elma pura pura terkejut melihat kedatangan nya, padahal dia sudah melihat keberadaan Alvan, karena itu dia membuat rencana itu, tapi sayang nya yang dia lawan sekarang adalah Heera.
" Tuan Alvan lihatlah wanita ****** ini dia dengan tega nya mendorong Elma" seru Zalfa licik
" Ya, aku melihat semua nya" seru Alvan
" Tuan Alvan pasti..."
" Aku telah melihat bagaimana kalian ingin menyerang kekasih ku" potong Alvan sarkas dan dingin
" Apa kamu baik baik saja sayang" seru Alvan sambil merangkul pinggang Heera dengan kencang.
" Berani sekali pria ini mencari kesempatan dalam kesempitan" batin Heera mencoba melepaskan rangkulan Alvan.
" Ia sayang, sayang apa dia benar tunangan mu?" Tanya Heera penuh penekanan sambil tersenyum paksa
" Siapa? Cewek itu! Aku tidak mengenal nya, hanya kau yang ada di hati ku, mana mungkin dia menjadi tunangan ku, hanya kau yang akan menjadi pasangan ku satu satu nya, tidak ada orang lain yang bisa menggantikan mu.." jawab Alvan santai dan tersenyum manis.
" manis juga mulut pria ini" batin Heera
" Apa jadi dia bukan tunangan tuan Alvan"
" Iya, tuan Alvan sendiri yang mengatakan nya, mana mungkin bohong"
__ADS_1
Bisik orang orang mulai mencemooh Elma dan yang lain nya.
" Sayang kenapa kamu membela nya, kedua keluarga kita telah memutuskan pertunangan kita, kenapa kamu tega melakukan ini pada ku" ujar Elma pura pura sedih sambil mengeluarkan air mata buaya nya
" Sialan kau wanita ******, karena mu Alvan kembali membela mu, awas saja kau akan menyesal nanti" batin Elma kesal.
" Aku tidak peduli... lagi pula jika bukan dia siapa lagi yang harus aku bela, dia kan pacar ku, tentu saja aku harus membela nya, bukan membela orang asing... Sayang ayo kita pergi dari sini" ujar Alvan sambil membawa Heera pergi.
***
Di sisi lain Arsya sedang berjalan menuju suatu tempat entah tempat apa yang ingin dia kunjungi.
Arsya berjalan dengan santai namun aneh nya jalan yang dia ambil itu buntu tanpa ada jalan lain di sana, yang terlihat di sana hanya ada sebuah Air terjun yang terlihat seperti Air terjun biasa saja, tidak ada yang khusus dan istimewa dengan air terjun itu. Tapi Arsya bisa merasakan ada suatu perasaan aneh di tempat itu.
Untuk sesaat Arsya berhenti di tempat nya dan melihat ke sekeliling nya.
" Tempat apa ini! Kenapa aku merasa ada yang sedang membutuhkan ku di tempat ini, tapi tidak ada siapapun disini. dan juga untuk apa aku di sini?" gumam Arsya bingung sendiri, mengapa dia bisa sampai di tempat antah berantah ini.
Sekali lagi dia melihat ke sekeliling, dia merasa ada yang aneh dengan air terjun yang ada di hadapan nya.
Dengan langkah pasti Arsya mencoba mendekati air terjun itu, ia melihat ke sekitar tempat yang berada dekat di pinggiran Air terjun, hanya ada semak belukar di sana tidak ada yang lain, apa lagi istimewa.
Arsya mencoba mendekati Air terjun dengan perlahan, ia mengulurkan tangan nya ke dalam air terjun, namun sesuatu yang mengejutkan terjadi, tangan nya seakan menembus air terjun itu, seakan ada sebuah dunia lain di dalam air terjun itu.
Arsya tiba-tiba saja memasuki Air terjun itu, tapi aneh nya ia bisa memasuki air terjun tanpa terhalang oleh apapun yang ada di balik air terjun, seakan Air terjun itu sebenarnya adalah sebuah pintu rahasia atau pintu penghubung ke suatu tempat.
Setelah masuk ke dalam air terjun tersebut, aneh nya pemandangan pun berubah sangat jauh dari yang ada di luar.
Di luar hanya terlihat seperti hutan yang tidak ada penghuni nya, sangat suram dan menyeramkan tidak mungkin ada satupun orang yang akan masuk ke hutan ini.
Awal nya setelah Arsya menyelesaikan pekerjaan nya ia hanya ingin berjalan-jalan, tidak di sangka ia akan pergi sampai sejauh ini.
Arsya tidak sengaja melihat sebuah hutan yang jarak nya seratus meter dari academy, bisa di katakan hutan ini berada di luar wilayah academy.
Setelah melihat hutan itu entah kenapa Arsya sangat tertarik untuk masuk ke dalam hutan, jiwa petualang nya seakan meronta-ronta.
__ADS_1
Dan sekarang disinilah dia berada, di dalam hutan atau lebih tepat nya di dalam air terjun yang ada di tengah hutan tersebut.