
" Ku pikir anda akan menolak ikut dalam perjanjian ini! Aku sangat takut memikirkan nya" Ucap Arsya pura-pura terkejut dengan apa yang di lihat nya.
" Gadis, mengapa aku malah merasa kau sudah dapat menduga hasil akhir nya ya" balas kepala academy acuh dan malas.
" Sekarang kalian bisa mengalirkan energi murni kalian pada kontrak perjanjian ini, pada tahap ini hanya kalian berdua yang boleh melakukan nya, tidak dengan saya. Meski begitu jika saya melanggar perjanjian itu, saya tetap akan mendapatkan hukuman nya, kalian mengerti!"
" Iya..."
Kedua nya memegang sisi lain kertas tersebut, mereka menutup mata dan mengalirkan energi murni di dalam tubuh ke sebuah selembar kertas yang mereka pegang.
Kertas yang di gunakan untuk membuat perjanjian bukanlah kertas biasa namun sebuah benda yang dapat menampung energi sihir.
Setelah mereka selesai menyalurkan energi murni, kertas yang tadi nya biasa saja mengeluarkan sinar emas untung nya tidak menyilaukan mata, tidak lama kertas itu dengan sendiri nya membelah diri dan menjadi dua, masing-masing satu lembar kertas terbang ke tangan Aksa dan Arsya.
" Baiklah sudah selesai, setelah ini kalian bisa mengambil misi atau mendapatkan misi khusus, semoga kalian beruntung!" Ucap pak Rezvan tersenyum manis sambil menopang tangan nya di dagu.
" Bapa seperti nya sedang mengusir kami!" Celetuk Arsya sambil berdiri dan berjalan keluar dari ruangan itu.
" Hah, dia memang sama dengan ayah nya itu keras kepala dan suka seenaknya... Tidak ku rasa gadis ini bahkan lebih keras kepala dari ayah nya... Tidak lama lagi seperti nya mereka berdua akan mengguncang academy dan seluruh dunia" gumam nya, melihat bakat kedua tentu nya dia mengharapkan yang terbaik untuk kedua murid nya itu.
****
Drrtt drrtt
Terdengar dering ponsel yang begitu nyaring.
" Kak Ray bisakah kau segera mematikan suara di handphone mu itu, berisik dan sangat menganggu!" Seru Arsya dengan kesal.
" Tapi Kay itu bukan suara dari handphone ku" jawab Aksa sambil memperlihatkan ponsel nya yang masih berwarna gelap yang artinya tidak ada satupun panggilan yang masuk di ponsel itu.
Tapi dari mana suara handphone itu!
" Kay, seperti nya itu suara handphone mu, coba kau lihat mungkin saja ada panggilan masuk" jika disini ada Kenan dan yang lain nya mungkin dia akan langsung meledek Aksa.
Gunung es telah mencair menjadi ice cream yang begitu manis, bagaimana bisa pemuda yang selama ini selalu irit bicara, sekarang berbicara panjang lebar bahkan Arsya bisa mengatakan Aksa sangat cerewet.
" Mana ad-a... Hehehe ternyata benar itu suara dari ponsel ku" cengir Arsya salah tingkah
Saat melihat handphone nya ternyata di sana tertera nama Valencia.
__ADS_1
Valencia : hallo Arsya, kamu dimana?
Arsya : ada apa Valencia, aku baru saja keluar dari ruang kepala academy!
Valencia : oh begitu....
.... : Valencia kau ini lama sekali, cepat minta dia kesini, atau kita akan terlambat
Suara Heera terdengar di seberang sana dengan nada yang kesal.
Heera : Araaa... Cepat kemari, kita akan terlambat sebentar lagi karena menunggu mu!
Teriakan Heera membuat Arsya segera menjauhkan handphone nya dari telinga.
" Kemana?" Tanya nya bingung, seperti nya dia tidak memiliki janji dengan siapapun hari ini.
Heera : Ya ampun Ra aku tahu kau sangat tidak menyukai kelas ini, tapi bisakah kau tidak sampai melupakan nya
.... : Biar aku saja yang bicara!
Valencia : malam ini ada kelas tata krama bangsawan untuk murid yang baru naik tingkatan, kita di wajibkan untuk ikut kelas ini!"
Tut Tut Tut
" Ada apa?" Tanya Aksa mengerutkan kening nya
" Seperti nya hari ini aku tidak bisa menagih janji kak Ray!"
" Tidak apa, nanti aku akan mentraktir mu hmm!"
" Baiklah aku pergi, kak Ray jangan sampai tersesat yah."
Senyum yang tadi menghiasi wajah Aksa seketika hilang setelah kepergian Arsya, dia kembali menjadi datar, acuh tak acuh dan dingin.
" Keluarlah!" Seru Aksa pelan namun terdengar sangat dingin begitu berbeda saat tadi bersama Arsya.
" Tuan" seseorang tiba-tiba keluar dari kegelapan, dan tanpa menoleh Aksa tahu siapa yang menyuruh orang ini memata-matai nya.
" Katakan, ada apa?" Tanya Aksa langsung pada intinya, dia tidak suka berbasa-basi.
__ADS_1
Glek
Mengapa ekspresi tuan muda berubah secepat kilat, baru saja ia tidak menyangka tuan muda nya bisa tersenyum tapi sekarang senyuman itu menghilang dan berganti dengan kedinginan tiada tara, pikir nya
" Tuan muda, tuan besar meminta anda untuk segera kembali, ada yang ingin Tuan besar bicarakan dengan anda!" Jawab orang itu dengan gugup
" Baik, kau boleh kembali" seru Aksa, meski nada nya acuh tak acuh tapi jelas sebenarnya dia sedang mengusir orang ini.
Aksa berjalan pergi tanpa mempedulikan orang yang ternyata suruhan kakek nya itu menjawab terlebih dahulu.
***
Di tempat lain
Arsya baru saja datang tapi sudah mendapatkan omelan dari teman-teman nya, dan dia hanya menanggapi nya dengan menutup telinga nya rapat-rapat.
" Kenapa kau terlambat, apa kau tahu kita bisa mendapatkan hukuman jika sampai telat!" Ucap Kyra kesal
" Ku dengar guru yang akan mengajari kita tata krama bangsawan adalah seorang yang sangat disiplin dan sangat tepat waktu, jika di hari pertama kita sampai terlambat, kita tidak akan bisa ikut dalam kelas ini lagi, dan yang lebih penting kita tidak akan bisa naik ke tingkat yang lebih tinggi jika nilai kelas ini sampai nol!" Oceh Elvira
" Benar, yang ada uang bulanan juga berkurang banyak, apalagi kelas ini memiliki nilai penting dalam kelulusan" ucap Naura menimpali.
" Ya benar, kita hanyalah orang-orang yang kebetulan memiliki keberuntungan masuk ke academy ini, jika sampai nama kita di blacklist dari kelas tata krama bangsawan, aku tidak tahu akan jadi apa aku nanti!" Seru Keysa sedih.
" Kau ini mengapa lama sekali, atau kau keasikan pacaran dengan kak Aksa membuat mu melupakan nya yah!" Valencia pun ikut mengoceh
" Stop! Jangan bicara seperti mereka, kepala ku sudah pusing mendengar ocehan mereka, jangan menambah nya lagi!" Seru Arsya segera menghentikan Heera yang terlihat akan bicara.
Mengetahui apa yang dipikirkan Arsya membuat Heera tersenyum mengejek, dia tahu sahabat nya ini paling tidak suka dengan sikap dan tata Krama bangsawan.
Entah sudah berapa kali Arsya sering kabur dari rumah nya hanya karena di minta belajar tata Krama bangsawan oleh bunda nya, bahkan ayah nya pun sering di marahi oleh bunda nya hanya karena selalu membela dan membebaskan nya. Dan sekarang seperti nya dia tidak bisa bebas dari pelajaran yang paling tidak di sukai nya ini.
" Ffftt.. aku tidak ingin mengatakan apa-apa, hanya saja waktu kita hanya tinggal tiga belas menit lagi" ucap Heera setelah berusaha menahan tawa nya akhir nya dia bisa mengatakan nya juga.
" Apaa! Lihatkan kita seperti nya akan terlambat."
" Matilah aku, Arsya...."
" Dengar bukan, kita tidak memiliki waktu lagi, lebih baik simpan tenaga kalian, dan ayo segera jalan" ucap Arsya mendorong teman-teman nya agar segera berjalan, atau mereka tidak akan berhenti mengoceh.
__ADS_1