
****
" Aw.."
Valencia terjatuh dari atas yang membuat bokong sakit.
" Cih, apa-apaan mereka ini. Kenapa tidak mengirim ku dengan cara baik-baik, untung nyawa ku tidak melayang" gerutu nya dengan kesal.
Valencia berdiri dan menepuk pakaian nya yang kotor sambil menggerutu dengan kesal, namun saat dia melihat ke atas tempat nya tadi jatuh, dia tidak sengaja melihat sesuatu yang bersinar.
" Apa itu?" Valencia menggerakkan leher nya ke kanan dan ke kiri untuk memastikan benda bersinar apa yang berada di salah satu cabang pohon.
Wsush
Tap
Valencia melompat untuk mengambil benda itu untung saja cabang pohon nya tidak terlalu tinggi jadi dia bisa menggapai nya dengan mudah.
" Potongan puzzle? Apa ini benda yang wanita itu katakan?" Gumam Valencia sambil memperhatikan potongan puzzle itu dan membolak-balik nya untuk memastikan tebakan nya itu benar atau salah.
Tapi Valencia tidak menyadari saat dia mengambil benda itu ada seseorang yang sedang mengawasi nya.
Wsush
Tap
" Hei itu milik ku!" Ujar Valencia kesal saat ada seseorang yang tiba-tiba muncul dan mengambil potongan puzzle itu dari tangan nya.
" Maaf nona sekarang ini milik ku, kau kejar aku jika menginginkan nya." Sahut pria itu tersenyum sinis pada Valencia, dan dia pun segera pergi meninggalkan gadis yang dia kira bodoh itu.
Bagaimana bisa ada gadis yang begitu bodoh dan tidak waspada seperti gadis ini, jadi jangan salahkan dia mengambil potongan puzzle ini. Lagi pula dia ingin masuk ke fraksi White Angels untuk bertemu dengan idola nya segera.
" Sialan." Valencia segera mengejarnya.
Namun sudah satu jam mengejar pria itu, Valencia malah kehilangan jejak nya, ini menjengkelkan karena pria itu ternyata memiliki elemen angin yang membuat gerakan nya secepat angin, sedangkan dia tidak bisa mengejar orang itu. Padahal seharusnya dia sudah mendapatkan satu potongan puzzle itu dan sisa mencari lima lain nya, sekarang malah hilang.
" Awas saja jika aku menemukan pria itu, akan ku bejek-bejek menjadi perkedel tubuh nya itu."
Saat ini pria itu mungkin sedang bersin dan menggigil ketakutan tanpa sebab.
__ADS_1
Valencia menghentak-hentakkan kaki nya dengan kesal ia juga menendang sebuah pohon saking kesal nya.
Dug.
" Aw aww.. kaki ku sakit."
" Aaahhkk..."
Bruk
Saat kaki kanan nya merasa kesakitan kaki kiri nya malah tidak sengaja menginjak sesuatu dan membuat nya jatuh ke lubang yang sangat dalam, dia bahkan tidak bisa melihat permukaan saking dalam nya lubang tersebut.
" Apa ini? Seperti nya jebakan yang telah seseorang gunakan untuk menjebak monster di hutan ini. Ah, hari ini sungguh bukan hari keberuntungan ku, lubang ini pun sangat dalam. Bagaimana cara ku keluar dari sini!" Gumam Valencia melihat ke atas tapi tidak ada apa-apa yang dapat dia lihat.
" Hei.. apa ada orang di sana, tolong aku siapapun!"
" Bodoh."
Di antara pepohonan ada dua orang yang sedang mengawasi Valencia, mereka bukan orang yang tadi mengambil potongan puzzle milik nya tapi orang yang sedari awal mengawasi Valencia bahkan saat ada seorang pria yang mengambil potongan puzzle yang dia temukan.
" Ah.. sayang sekali ku kira akan ada pertunjukan yang menarik di sini." Ujar salah satu dari mereka yang merupakan jenis seorang pria.
" Sudah ku bilang orang-orang seperti mereka hanyalah gadis bangsawan yang manja, dan selain itu tidak memiliki kelebihan lain. Hanya menyusahkan saja"
Setelah mengatakan itu wanita itu pun memilih pergi dari tempat itu dengan acuh.
" Hei.. tunggu aku!" Pria itu pun tidak memiliki alasan lain untuk tetap tinggal karena tidak ada pertunjukan jadi pergi saja.
Namun sayang nya mereka sama sekali tidak berniat membantu Valencia keluar dari lubang itu terlebih dahulu.
Yang mereka tidak tahu saat mereka pergi, Arsya baru tiba dan melihat kepergian mereka.
" Tolong.."
Saat mendengar suara lirih seseorang meminta tolong Arsya baru mengalihkan pandangan nya pada mereka dan mencari tempat suara itu berasal.
" Valencia!" Panggil Arsya pada seseorang yang terlihat terduduk di dalam sebuah lubang sedangkan tangan nya tidak bisa diam menggunakan ranting pohon dan mencoret-coret tanah, seperti seorang anak kecil yang sedang merajuk.
Saat mendengar nama nya di panggil Valencia langsung menatap ke atas, dia sangat senang saat melihat wajah Arsya di sana.
__ADS_1
" Arsya tolong aku!" Seru Valencia
" Tunggu sebentar.."
Arsya mencari sesuatu untuk membantu Valencia naik, tapi dia tidak menemukan tali atau benda apapun yang dapat membantu nya.
" Gunakan itu saja" batin Arsya saat melihat ada pohon yang jarak nya lumayan dekat dengan lubang di mana Valencia berada.
Arsya menaruh telapak tangan nya di pohon tersebut, ia memejamkan mata nya dan mengalirkan energi spiritual pada pohon tersebut. Seketika salah satu ranting pohon memanjang sampai ke tempat Valencia berada.
" Arsya terima kasih" seru Valencia yang sudah berhasil naik ke permukaan tanah dan segera memeluk teman nya itu dengan penuh semangat.
" Hmm.. untuk apa juga kau malah duduk di lubang itu, seperti nya kau begitu nyaman berada di dalam sana, apa seharusnya aku tidak membantu mu saja tadi." Seru Arsya acuh sambil melirik lubang besar tempat tadi Valencia terjebak.
" Enak aja, di sana tidak ada makanan mana bisa bersantai."
" Lalu kenapa kau tidak menggunakan kekuatan mu untuk naik."
Tak
Arsya menjitak jidat Valencia dengan gemas.
" Huh.. bukan nya aku tidak mau, kau tau bukan elemen yang ku miliki adalah elemen suara dan air. Sedangkan tidak ada air di sini yang bisa ku gunakan, dan aku sudah menggunakan elemen suara ku untuk meminta tolong tapi aku merasa ada yang memblokir kekuatan ku. Juga..." Jeda Valencia.
Valencia seperti sedang memikirkan sesuatu tapi saat ingin mengatakan nya pada Arsya dia sedikit ragu, bola mata nya seakan mengawasi sekeliling dia melihat ke kanan-kiri seakan sedang mencari sesuatu.
" Tidak ada siapapun di sini, mereka sudah pergi!" Seru Arsya saat sudah paham mengapa Valencia melakukan itu.
" Kau menyadari nya juga ada yang mengawasi kita" bisik Valencia karena takut masih ada orang yang mengawasi nya di kegelapan.
" Tidak, saat sampai di sini aku melihat mereka pergi" jawab Arsya dengan jujur.
" Sekarang ceritakan apa yang sebelumnya terjadi?"
" Awal nya aku menemukan satu potongan puzzle, tapi aku merasakan ada yang mengawasi ku jadi aku pun bertindak pura-pura tidak tahu keberadaan nya dan membiarkan orang itu muncul. Orang itu memang muncul dan mengambil potongan puzzle itu, hanya saja..." Valencia terdiam dan memikirkan apa yang sebelumnya terjadi.
Arsya menunggu Valencia melanjutkan ucapan nya dalam diam.
" Lalu?"
__ADS_1
" Namun saat aku akan menggunakan kekuatan ku untuk melawan orang itu, aku baru menyadari masih ada yang mengawasi ku dan aku juga tidak tahu apa yang mereka inginkan dari ku, jadi.."