Arsksa : Love And Magic

Arsksa : Love And Magic
43. Racun Dingin


__ADS_3

" Dulu aku pernah membaca tentang orang yang terkena racun dingin. Ketika kambuh... tubuh rasa nya seperti terjatuh ke sungai es, rasa sakit yang luar biasa sampai bisa kehilangan akal dan rasa nya sangat ingin bunuh diri saja agar dapat meringankan penderitaan itu" batin Arsya mengingat salah satu buku medis yang pernah dia baca sebelum nya.


" Pria ini! tidak hanya menahan rasa sakit yang luar biasa itu tanpa berkata apapun... Apakah dia adalah kura-kura ninja yang tahan terhadap berbagai penderitaan, atau dia pikir, dia memiliki tubuh sekuat baja" batin Arsya lagi, memikirkan ini entah kenapa membuat nya sangat kesal.


Entah kenapa jika mengingat bagaimana Aksa menahan semua rasa sakit nya ini, hati nya terasa sakit, dan dia sangat membenci perasaan yang tidak ia pahami ini.


" Kenapa kau mendekat! cepat pergi dari sini.." seru Aksa sambil menahan rasa dingin di tubuh nya.


" Aku hanya ingin membantu mu." jawab Arsya acuh tapi tak bisa ia pungkiri bahwa pemuda ini selalu membuat nya tidak bisa meninggalkan nya sendirian.


Mendengar jawaban Arsya, tanpa di ketahui Arsya, Aksa tersenyum misterius.


" Kau yakin ingin membantu ku" seru Aksa


" Tentu saja"


Aksa teringat ucapan dokter pribadinya waktu racun dingin itu kembali kambuh.


Flashback


Waktu itu saat Arsya membantu Aksa ke rumah sakit, dokter pribadi Aksa pun datang kesana untuk pengecekan lebih lanjut, dia tidak suka di sentuh oleh sembarang orang jadi memanggil dokter yang selama ini menangani nya.


" apakah kau minum obat penawar tanpa sepengetahuan ku, atau rumah sakit ini memberikan mu obat penawar racun?"


" Tidak" jawab Aksa datar


" mengapa kadar racun yang berada dalam tubuh mu saat ini bisa begitu rendah, bukankah saat racun itu kambuh kadar racun nya akan sangat dingin, bahkan lebih rendah daripada ketika aku memberi mu obat penawar" Ujar dokter itu heran


" setelah bertemu gadis kecil itu, tubuh ku terasa begitu lega, rasa nya tidak begitu menyakitkan lagi... ketika aku sadar juga tidak merasakan sakit seperti dulu lagi" batin Aksa


Flashback off


Arsya menyentuh pergelangan tangan Aksa untuk memeriksa nya lebih lanjut.


" Hanya dengan tersentuh oleh nya... Entah kenapa tubuh ku merasa jauh lebih rileks, namun apakah jika dia mendekat racun dingin ini tidak akan melukai nya!" batin Aksa


" Apa kamu sudah menyiapkan obat untuk menekan kadar racun nya?" Tanya Arsya


" sudah ku makan..." Jeda Aksa sambil menahan rasa dingin yang menusuk seluruh tubuh nya.


" Tapi juga tidak ada guna nya" lanjut Aksa pasrah


" selama bertahun-tahun, tidak peduli obat tradisional atau obat dokter, tidak ada obat yang bisa menyembuhkan racun ku" Ujar Aksa untuk mengatakan tidak ada obat penawar untuk nya lagi.


" Jika belum ada obat, apa yang kamu lakukan setiap kali racun di tubuh mu kambuh seperti ini?" Tanya Arsya begitu penasaran bagaimana pemuda ini bisa terlepas dari maut.


" menahan nya" jawab Aksa singkat


Setelah mengecek suhu tubuh Aksa di kening nya, Arsya ingin melepaskan tangan nya dari kepala Aksa, namun Aksa melarang nya.

__ADS_1


" Jangan lepaskan tangan mu" seru Aksa menahan tangan Arsya yang berada di kening nya.


" aku mau mengambil jarum perak untuk menekan kadar racun nya" ucap Arsya


" apa kamu yakin ingin membantu ku menekan kadar racun nya?" Tanya Aksa menatap Arsya dengan tidak yakin


" Ya"


" tidak perlu jarum perak, ada satu cara yang jauh lebih baik" ujar Aksa


" apa itu?" Tanya Arsya penasaran


" aaahhhh!!!"


Aksa menarik tangan Arsya hingga membuat Arsya terjatuh dan berbaring di kasur.


Aksa menahan tubuh Arsya untuk tidak bergerak.


" Kamu! Apa yang kamu lakukan?" Tanya Arsya


" membantu menawarkan racun.... Dengan menggunakan diri mu" seru Aksa mendominasi


Cups


" Uhk..."


Ia juga merasa Aksa memiliki aura yang sangat khusus yang dapat menekan kekuatan hingga ia tidak bisa menggunakan kekuatan nya untuk melawan Aksa.


" apa yang terjadi dengan tubuh ku, kenapa setiap dia mencium ku tubuh ku seakan merespon nya dengan baik, tidak... Tidak Arsya come on jangan sampai kau terbuai oleh nya" batin Arsya segera sadar dari pikiran bodoh nya itu.


" Jelas-jelas hanya tersentuh saja sudah bisa meringankan efek racun nya, seperti nya ada sihir khusus dalam diri nya yang bisa membuatku merasa lebih baik seperti ini, Rasa nya ingin melakukan lebih..." Batin Aksa, namun Aksa segera menghilangkan pikiran buruk itu, dia tidak mungkin merusak orang yang di cintai nya hanya untuk nafsu sesaat nya saja.


" Mmmm.... Menjauh lah dari ku" Arsya sekuat tenaga mendorong tubuh Aksa yang berada di atas tubuh nya.


" sudah ku bilang, aku sedang menekan kadar racun ku... Kalau tidak percaya, maka lihatlah sendiri" Ujar Aksa memberikan tangan nya pada Aksa


" Ah..."


" Racun dalam tubuh nya benar-benar berkurang drastis" batin Arsya bingung, dia tidak ingin mempercayai nya tapi bukti sudah di depan mata.


" apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Arsya penasaran dan bingung


" Aku juga tidak tahu, seperti nya selama kamu dekat dengan ku, racun dalam tubuh ku akan berkurang dengan sendiri nya" jawab Aksa sesuai data-data yang telah dia kumpulkan, hanya kesimpulan itulah yang pas untuk kejadian sekarang ini.


" jadi... Pengurangan kadar racun mu tergantung pada seberapa dekat kita berhubungan" ujar Arsya memicingkan mata nya.


" ya seperti nya begitu" jawab Aksa


" Heh... Jadi ini kenapa kau mengatakan suka pada ku, agar bisa menjadi obat penawar racun mu saja" seru Arsya menatap remeh Aksa

__ADS_1


Arsya berdiri dari tempat tidur dan pergi dari kamar Aksa dengan marah, entah kenapa dia sangat marah saat mengetahui bahwa semua nya hanya palsu.


" Tunggu Kay, bukan begitu maksud nya... Kayla" seru Aksa segera mengejar Arsya.


***


Di gazebo dekat danau, Arsya sedang duduk di sana sambil melihat ikan ikan yang sedang berenang.


" Untuk apa kau kemari" ucap Arsya acuh dan sinis


" Tentu saja menemani mu, lagi pula ini tempat ku, seharusnya aku yang bertanya pada mu bagaimana bisa kau sampai ke tempat ini" ujar Aksa yang baru saja menyusul Arsya.


" Tempat mu? Bagaimana bisa tempat yang ada di academy ini adalah tempat mu!" Seru Arsya


" Hutan ini telah keluar dari wilayah academy, dan wilayah ini telah menjadi milik ku, jadi tempat ini adalah milik ku" ujar Aksa


" Kalau begitu aku akan pergi dari sini" seru Arsya akan meninggalkan tempat itu, namun Aksa menahan tangan nya.


" Tunggu kay, kau mau kemana... Tempat ini meski terlihat sederhana tapi sebenarnya banyak misteri di tempat ini.... Kau tidak bisa keluar dari sini melalui jalan yang sama"


" Maksud mu Air terjun yang menjadi pintu aku masuk ke tempat ini, aku tidak bisa menggunakan Air terjun itu untuk keluar dari sini... Lalu dimana jalan keluar dari tempat ini?"


" Apa kau tidak ingin berkeliling melihat-lihat tempat ini, bukankah tempat ini indah... Aku khusus membuatkan taman dan yang lain nya untuk mu" ujar Aksa tersenyum manis.


" Heh... Jangan membual, kak Aksa tidak perlu lagi menipu ku dan berpura-pura menyukai ku, kita baru saja beberapa bulan lalu kenal, bagaimana mungkin dalam beberapa bulan itu tempat ini menjadi seperti ini" ujar Arsya menatap Aksa sinis.


" Bagaimana aku menjelaskan nya pada mu kay, sudah bertahun-tahun aku mencari mu!" batin Aksa sedih saat mengetahui ternyata gadis ini tidak mengenali nya, tapi dia tidak mempermasalahkan itu, yang penting sekarang dia telah menemukan gadis ini.


" Tentu saja, aku bisa dengan kemampuan ku apa yang tidak bisa ku lakukan" ujar bangga Aksa


" Katakan saja di mana jalan keluar nya" seru Arsya ketus


" Aku akan mengatakan nya, tapi apa yang akan kau berikan sebagai imbalan nya" goda Aksa


" Kau mengambil keuntungan dari ku tadi anggap saja sebagai balasan nya kau beritahu aku jalan keluar dari tempat ini" seru Arsya datar


" Untuk yang tadi aku pasti akan bertanggung jawab, jadi jangan lari dari ku, kau pun harus bertanggung jawab pada ku" ucap Aksa sombong


" jangan membual dasar buaya darat" seru Arsya kesal


" Hei wajah ku begitu tampan mana bisa di bandingkan dengan para buaya darat, dan aku pun serius dengan setiap ucapan ku pada mu" ujar Aksa yang tiba-tiba terlihat begitu serius di akhir kalimat nya.


" Tak tahu malu!" cibir Arsya


" Buktikanlah, aku tidak butuh janji manis namun nol tindakan nya" sahut Arsya acuh tak acuh


" Apa kau menantang ku?" seru Aksa menaikkan sebelah alis nya


" terserah kau menganggap nya apa"

__ADS_1


__ADS_2