
" Mengapa kau mencari organisasi itu?" Tanya Aksa langsung pada intinya karena dia tahu Arsya tidak suka hal-hal yang berbelit-belit.
" Kau sendiri mengapa mencari nya?" Arsya tidak langsung menjawab nya tapi mah berbalik bertanya.
Aksa menopang tangan nya sambil menatap gadis di depan nya, dia tersenyum tipis, sebelum menjawab...
" Aku tidak bisa mengatakan nya, yang mengetahui rahasia ku harus menjadi istri ku. Bagaimana apakah kau siap menjadi istri ku nona!" Goda Aksa mengedipkan sebelah mata nya.
Arsya tidak menganggap serius ucapan Aksa, ia pun berbicara." Orang-orang yang mencari organisasi misterius ini hanya untuk dua hal saja, yang pertama untuk bergabung dengan mereka, dan yang kedua untuk menghancurkan nya. Dan ku rasa kau tidak mungkin menjadi orang yang pertama"
" Apa tujuan mu sebenarnya" ucap Arsya yang ikut menatap Aksa dengan tenang.
" Hahaha..."
" Kenapa kau tertawa" Arsya memicingkan mata nya
" Dulu aku selalu berpikir siapa gadis yang menyelamatkan hidup ku itu, sampai dia bisa mendonorkan darah nya itu untuk ku.... Tapi seperti nya gadis itu memang bukan gadis biasa dia sangat istimewa dan luar biasa bukan!" Ucap Aksa tersenyum santai
" Jadi kau sudah mengetahui nya" ucap Arsya acuh, ia sama sekali terlihat tidak peduli dengan itu, atau dia memang sangat pandai menyembunyikan emosi nya.
" Aku tidak akan bertanya siapa kamu, dan apa identitas mu. Namun karena tujuan kita seperti nya sama, bukankah kita seharusnya bekerja sama!"
" Tuan muda! Seperti nya kau tidak membutuhkan bantuan ku... Di lihat dari seberapa hormat dan sopan nya tuan Tyson pada mu, kau mungkin memiliki hubungan erat dengan orang-orang itu!"
Apa yang Arsya katakan sebenarnya hanya tebakan nya saja karena di sendiri tidak mengerti dan mengetahui cara kerja Tyson dan orang-orang yang bekerja di pasar gelap.
Namun insting nya mengatakan ada sesuatu yang istimewa antara Aksa dan Tyson, instingnya tidak pernah salah. Dia bisa saja menggunakan kemampuan nya dalam membaca pikiran untuk mengetahui semua itu hanya saja itu tidak berhubungan dengan nya jadi dia pun tidak mempedulikan nya.
" Nona Azura begitu perhatian pada ku!"
" Katakan saja apa yang ingin kau ketahui!" Ucap Arsya acuh
" Untuk apa kau mencari organisasi itu?" Tanya Aksa dengan serius
" Kau tidak perlu tahu"
" Bukankah kau akan menjawab pertanyaan ku" ucap Aksa mengerutkan alis nya
" Kau bisa bertanya apapun yang kau mau, aku tidak pernah mengatakan akan menjawab setiap pertanyaan mu!" Jawab Arsya acuh, Aksa hanya dapat menggelengkan kepala nya mendengar jawaban nya itu.
" Golongan darah emas bukan golongan darah yang bisa di miliki oleh orang biasa, hanya keturunan bangsawan yang memiliki nya... Nona Arsyakayla Azura tidak perlu menjawab pertanyaan ku ini, hanya saja organisasi Black Angels bukan sebuah organisasi biasa jika kau ingin mencari nya tingkatkan dulu seluruh kemampuan dan keistimewaan mu, jangan bertindak sembrono melawan tanpa persiapan. Lagi pula golongan darah yang kita miliki sangat di incar oleh banyak organisasi untuk di jadikan penelitian.."
" Tuan Aksa Raymond sebenarnya saya ingin tahu bagaimana kau bisa mengenali ku dengan penampilan ku sekarang ini!" Ujar Arsya segera memotong perkataan Aksa.
" Itu mudah... Aku dapat mengenali mu karena mata indah mu ini!" Seru Aksa sambil menunjuk pada mata Arsya dengan santai seakan itu bukan masalah untuk nya.
Arsya sedikit tertegun mendengar jawaban Aksa.
__ADS_1
Ting tong
Mendengar suara bel berbunyi Aksa pun keluar untuk memeriksa nya.
" Ini sudah lewat jam makan malam, aku sudah memesan sesuatu kita makan bersama" seru Aksa sambil menunjukkan barang bawaan nya.
" Tidak perlu aku tidak lapa-r..." Sebelum Arsya melanjutkan perkataannya perut nya telah berbunyi.
Perut nya seperti nya lebih jujur dari mulut nya sendiri.
Aksa hanya tersenyum tipis tanpa banyak bicara diapun masuk ke dapur mengambil beberapa piring dan menyiapkan nya di meja makan.
" Ayo makan."
Arsya hanya mengangguk dan memakan hidangan itu dengan tenang.
" Jika ingin tidur pergilah ke lantai dua, kamu bisa tidur di kamar yang kedua." Ucap Aksa setelah menyelamatkan makanan nya.
" Apartemen ini...."
" Ini apartemen ku, kau bisa tidur dengan tenang."
" Temani aku berduel!" Seru Arsya tiba-tiba.
" Duel? Duel apa yang kau inginkan!"
" Tidak masalah, seni beladiri apa yang kau kuasai!" Sahut Aksa tanpa mempermasalahkan sedikit pun.
" Apapun, tapi memang nya disini ada tempat yang cocok untuk itu?"
" Tentu saja ada, ikuti aku!"
Aksa membawa Arsya ke atap apartemen, dimana di sana ia dapat melihat pemandangan yang begitu indah, mereka dapat melihat pegunungan, kau, dan hutan belantara. Apartemen milik Aksa sangat strategis sampai dapat melihat seluruh wilayah hanya berada di atas atap saja.
" Kau mencari tempat yang bagus!" Seru Arsya tersenyum acuh.
" Terima kasih pujian nya nona, namun tidak akan nyaman berolahraga dengan pakaian yang kau kenakan sekarang. Bagaimana jika kamu memakai pakaian olahraga ku terlebih dahulu." Tawar Aksa setelah melihat pakaian Arsya yang tidak cocok jika di pakai saat akan berolahraga.
" Jika tuan tidak keberatan!"
" Pergilah ke kamar ku, di kamar dengan pintu warna hitam" Arsya segera pergi menuruti tangga untuk berganti pakaian.
Sambil menunggu Arsya yang sedang berganti pakaian, Aksa pun sedikit melakukan pemanasan seperti push up dan lain nya.
" Aku sudah siap!" Seru Arsya yang membuat Aksa kagum saat melihat nya, namun dia segera menutupi nya dengan baik.
" Kay sebuah tantangan tidak akan seru jika tidak ada hadiah nya. Bagaimana jika kita bertaruh..."
__ADS_1
" tidak masalah, apa taruhan nya?"
" Jika berhasil menyentuh pakaian lawan, siapapun yang berhasil boleh memberikan satu pertanyaan, dan yang kalah harus menjawab nya dengan jujur. Bagaimana?"
" Aku setuju."
" Kau siap?"
" Hmm.."
Wsosh
Aksa sengaja membiarkan Arsya untuk menyerang terlebih dahulu, Aksa menghindari setiap serangan tersebut dengan mudah, tapi tetap saja Arsya berhasil pakaian Aksa.
" Aku menang! apa yang kau cari dari organisasi misterius itu?" Tanya Arsya menghentikan serangan nya.
Aksa tersenyum kecil sebelum ia mengatakan " Kesempatan"
Sebelum Arsya menanggapi jawaban tersebut, Aksa terlebih dahulu menyerang Arsya untung nya refleks nya sangat cepat hingga dapat menangkis serangan Aksa, tapi sayang serangan itu hanya tipuan saja, Aksa segera mengubah serangan nya dan berbalik menarik tangan Arsya sampai membuat gadis itu tertarik ke arah nya dan jatuh ke pelukan nya.
" Sekarang aku yang bertanya. Apa yang kamu suka dan kamu benci?"
Arsya tidak langsung menjawab pertanyaan Aksa, ia menggerakkan tubuh nya agar bisa lepas dari pelukan Aksa, namun kekuatan Aksa lebih besar dari nya.
" Kay jangan bergerak atau kau akan menyesalinya, jawab dulu pertanyaan ku baru aku melepaskan mu!"
" Dasar tuan pemaksa" batin Arsya mencoba untuk tetap sabar menghadapi sikap mendominasi yang di miliki Aksa.
" Tidak ada yang ku sukai, namun aku paling membenci pengkhianatan" jawab Arsya acuh, saat merasakan pegangan tangan Aksa sedikit mengendur, ia menggunakan kesempatan itu untuk melepaskan tangan Aksa dan memelintir tangan nya itu kebelakang.
Selama satu jam mereka saling menyerang dan mengajukan pertanyaan, pertarungan di antara mereka berdua juga berlangsung dengan hebat. Akhirnya mereka berhenti berduel dengan tubuh yang sudah penuh dengan keringat.
" Ternyata ilmu beladiri nona Arsya sangat hebat, sstt... Ini membuat ku bingung sebagai rekan mu apa yang harus ku ajarkan pada mu" desah Aksa pelan sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat sedang berpikir dengan keras.
" Ya, seperti nya aku yang harus mengajari mu banyak hal!" Ucap Arsya acuh namun perkataan nya juga hanya sebuah candaan saja.
" Oke, dengan senang hati aku akan belajar banyak hal dari nona cantik" goda Aksa dengan mengedipkan sebelah matanya.
" Kauu..." Kelakuan Aksa saat ini membuat Arsya sangat jengkel tapi tidak lama kedua nya langsung tertawa.
" Baiklah hentikan omong kosong ini, aku setuju bekerjasama dengan mu. Informasi apapun yang kau dapat tentang organisasi Black Angels kau akan mengatakan nya juga pada ku." Setelah pertarungan tadi kedua nya pun telah sama-sama setuju untuk bekerja sama.
" Tentu, kita sepakat!"
" Malam ini sangat dingin, pergilah ganti baju mu jangan sampai sakit!" Seru Aksa menatap Arsya dengan lembut meski tidak ada senyuman di bibir nya.
" Hmm.."
__ADS_1