Arsksa : Love And Magic

Arsksa : Love And Magic
154. Valencia Terluka Parah


__ADS_3

" Begini tadi nya saya akan mencari kamu, tapi kebetulan kamu kesini. Di dalam terdapat beberapa murid yang mengalami keracunan parah, mungkin kau bisa membuatkan ramuan penawar racun tingkat menengah untuk menyembuhkan mereka."


Dia adalah guru yang sama dengan saat dulu Arsya menangani salah satu tamu academy yang mengalami penyakit tiba-tiba, dan guru itu pikir hanya dengan ramuan tingkat menengah atau tinggi dengan kemurnian setidaknya 80% ke atas yang dapat mengobati mereka atau setidaknya menunda penyebaran racun sebelum mereka menemukan penawar racun yang cocok untuk kondisi mereka.


" Oh benar, Arsya. Kau adalah seorang alkemis aku yakin kau dapat menyembuhkan Valencia, kau periksalah dia sekarang." seru Arion yang suasana hati nya sedikit lega saat mengingat kemampuan sang adik.


" Aku akan memeriksa nya namun bisakah kau lepaskan pelukan mu ini, semua orang sedang menatap wajah konyol mu yang penuh dengan air mata dan ingus mu itu." kata Arsya dengan acuh tak acuh.


Setelah Arion melepaskan pelukan nya Arsya langsung berjalan ke dalam ruang medis tanpa mempedulikan Arion yang mengikuti nya dari belakang.


" Guru, dia masih muda kau yakin meminta bantuan nya. Seharusnya kita meminta bantuan serikat alkemis dalam masalah serius ini." Ujar seorang pria setengah baya yang merupakan seorang dokter mulai meragukan keputusan dari teman nya itu.


" Bisa atau tidak kita lihat saja nanti, aku sudah mengirim surat untuk meminta mereka mengirimkan orang ke mari, tapi mereka juga tidak bisa tiba dengan cepat, mereka akan tiba Dua-tiga hari lagi. Sebelum itu sebaiknya kita gunakan setiap ada harapan meski kecil untuk menyelamatkan mereka yang terluka."


" Kau benar."


Betapa terkejut nya Arsya melihat kondisi Valencia. Di ruangan itu terdapat empat orang yang terluka tapi yang paling parah hanya ada dua orang saja yaitu salah satu nya adalah Valencia dan satu lagi dia sendiri tidak mengenal nya. Tubuh kedua orang itu terlihat menghitam dengan tanda-tanda seperti keracunan tapi aura yang mengelilingi mereka terasa bukan seperti keracunan biasa itulah yang Arsya rasakan.


" Arsya!"


" Elvira, bagaimana kondisi mu?"


" Aku baik, tapi Valencia..."


" Valencia akan baik-baik saja, minumlah ini lebih dulu, pulihkan diri mu."


Elvira mengambil ramuan yang Arsya berikan dengan erat.


" Terima kasih."


Arsya memeriksa pergelangan tangan Valencia, awal nya semua terasa normal namun inilah yang membuat nya merasa aneh, Arsya merasa ada sesuatu yang aneh dengan kekuatan yang telah menyerang Valencia.


" Guru, selain mereka berdua yang terluka parah bisakah anda meminta yang lain nya bubar" ujar Arsya menyampaikan maksud nya dengan ekspresi serius dan tidak ingin di bantah.


" Tentu"

__ADS_1


" Kalian, selain dua orang yang terluka parah silahkan keluar dari ruangan ini, dan mereka yang terluka ringan dan belum mendapatkan pengobatan pergi ke ruangan lain"


" Baik guru."


Semua orang tanpa membantah keluar dari ruangan, meski sebagian dari mereka penasaran dengan identitas Arsya sebenarnya.


Semua orang bahkan Elvira sendiri pergi keluar, hanya Arion dan beberapa dokter yang menangani kasus itu dan guru serta Arsya yang tetap di dalam ruangan.


" Kau! Mengapa masih disini" ucap Arsya menatap tajam pada sang kakak.


" Aku akan tetap disini" jawab Arion dengan keras kepala.


Mereka pun yang berada di ruangan tidak ada yang berani mengusir seorang tuan muda Lawrence, mungkin hanya satu yang tidak takut, siapa lagi jika bukan Arsya.


Arsya di buat jengkel dengan tingkah kakak nya ini, ia pun menatap kesal kakak nya.


" Aku tidak keberatan menyerang mu setengah mati agar kau bisa tetap di sini" ucap Arsya dengan sinis.


Jelas maksud nya adalah jika kau masih ingin di sini dia akan dengan senang hati menyerang Arion sampai terluka parah, baru dia bisa tetap tinggal.


" Sebaiknya kau pergunakanlah otak mu dengan baik, bantu aku cari tahu makhluk yang menyerang kalian agar memudahkan ku mencari ramuan apa yang cocok untuk mengobati mereka"


Mendengar perkataan Arsya membuat Arion yang sedari tadi kalut akan kondisi Valencia menjadi tersadar akan sesuatu hal yang penting seperti apa yang adik nya katakan.


" Baiklah aku serahkan mereka pada mu. Aku dan teman-teman yang lain akan mencari tahu siapa makhluk-makhluk itu sebenarnya." Ucap Arion yang menyetujui usul dari Arsya.


Arion keluar ruangan tanpa memaksa agar tetap tinggal di ruangan tersebut. Semua orang menatap penasaran akan hubungan antara Arsya dan Arion hingga membuat gadis itu mampu mengusir seorang tuan muda dari keluarga bangsawan utama dengan cara halus dan mudah tanpa terlihat ada kebencian sedikit pun dari Arion.


" Dibanding melamun tidak jelas, jika ada salah satu dari kalian yang memiliki waktu luang tolong ambil sebaskom air hangat kemari" ucap Arsya pada siapapun yang berada di ruangan tersebut.


Mereka menatap guru ramuan lebih dulu sebelum salah satu dari dua dokter yang berada di sana menawarkan diri mengambil sebaskom air tersebut.


" Akan saya ambilkan."


Arsya menutup mata nya dan melepaskan kacamata, seketika warna mata nya berubah hijau. Saat mata nya berubah hijau hanya untuk dua hal yaitu menghipnotis orang atau melihat luka tersembunyi yang orang miliki.

__ADS_1


" Energi hitam" batin Arsya dengan heran.


" Arsya."


Mendengar panggilan itu Bola mata Arsya pun kembali seperti semula dan memakai kacamata nya.


" Apa kau tahu cara menangani penyakit mereka, guru sudah mengirim surat pada serikat alkemis, tapi mereka mungkin akan datang dalam waktu dua sampai tiga hari karena kata nya semua pembuat ramuan sedang tidak ada di tempat."


Bersamaan dengan itu Sebaskom air yang dia perlukan juga sudah datang.


" Selain guru aku tidak membutuhkan bantuan yang lain, tolong kalian keluar" ucap Arsya tanpa menjawab pertanyaan dari guru nya itu.


Saat sang guru menyetujui permintaan Arsya kedua dokter itu pun keluar dan memilih menangani orang lain yang sedang terluka.


Arsya mengeluarkan satu set jarum emas dan merendam nya di air hangat yang tadi di bawa.


" Jarum emas, apa kau akan melakukan akupuntur pada mereka?"


" Jika guru terus bertanya, silahkan ikut bersama mereka menunggu di luar." Ucap Arsya acuh tanpa menatap orang nya langsung.


Dia ingin mengatakan sesuatu tapi dia juga penasaran sejauh mana kemampuan murid nya ini, karena itu dia pun diam dan memilih mempercayai nya saja, entah kepercayaan dari mana yang dia miliki untuk gadis ini.


Arsya mengambil satu jarum emas dan dengan lihai dia menusukkan jarum itu ke titik vital lalu mengambil jarum perak yang lain dan terus melakukan itu sampai beberapa titik Meridian di tubuh Valencia tertutupi.


Setiap gerakan nya sangat cepat dan lihai seakan semua itu sudah menjadi makanan sehari-hari untuk nya.


" Akupunktur lima tangan dewa" seru guru tersebut


Dia pernah mendengar jurus akupuntur lima tangan dewa dimana melakukan akupuntur ini lebih sulit dari akupuntur biasa namun jika bisa menguasai nya maka dia akan menjadi seseorang yang dapat menyembuhkan dan membunuh hanya dengan sepotong jarum kecil. Dan selama ini tidak pernah ada yang bisa menguasai keterampilan tersebut, dia bahkan hanya pernah mendengarnya saja, tapi dia yakin keterampilan penggunaan jarum emas yang dia lihat adalah keterampilan yang melegedaris itu.


Setelah selesai dengan Valencia dia membiarkan jarum jarum emas itu masih menancap di tubuh Valencia, lalu Arsya pun mengeluarkan satu set jarum emas lain nya dan melakukan hal yang sama pada satu orang lain nya yang terluka parah.


" Dia bahkan memiliki dua set jarum emas, siapa sebenarnya gadis ini?"


Pertanyaan terus bermunculan tapi dia tidak berani menyuarakan apa yang ada di pikiran nya karena takut menganggu konsentrasi gadis itu.

__ADS_1


__ADS_2