Arsksa : Love And Magic

Arsksa : Love And Magic
105. Tragedi II


__ADS_3

Di sebuah rumah yang berada tidak jauh dari hutan terdapat sekelompok orang yang sedang berkumpul di luar rumah tersebut, rumah itu tampak sudah usang dan tidak terurus.


Itu adalah rumah yang sudah lama tidak di tempati dan jarang juga orang yang datang ke rumah tua itu, bukan hanya karena kondisi rumah itu yang sudah usang tapi karena tempat itu berada dekat di dalam hutan.


Saat kedatangan mereka, semua orang menatap ke arah Kirana dengan tajam, bahkan kepala desa sendiri menatap cucu nya itu dengan pandangan yang sulit di artikan.


" Kemari kau, dasar gadis bodoh!" Kepala desa terlihat sangat marah dan menarik paksa Kirana yang bersembunyi di belakang tubuh Arsya.


Bhug


Buhg


Setelah di tarik kepala desa langsung memukuli kirana dengan tongkat nya, terlihat jelas dari urat di kening nya yang tampak terlihat, dia sekarang sedang sangat marah.


Dug


" Arrrgghh... Kakek sakit!"


" Kakek, ku mohon, hentikan... Jangan pukul aku!"


" Aku aku tidak salah, dia yang melakukan nya bukan aku..."


" Ini bukan salah ku..."


" Aku tidak melakukan nya..."


Setiap pukulan yang di berikan kepala desa begitu keras, dan setiap jeritan yang keluar dari bibir gadis itu selalu mengatakan hampir perkataan yang sama.


" Dasar tidak tahu malu, mau di taruh dimana wajah ku ini, memiliki cucu yang begitu rendah dan malah menggoda seorang pria" dia adalah seorang kakek, dan sekarang hati nya sangat hancur dan kecewa saat cucu perempuan nya ini telah melakukan apa yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.


Meski kecewa akan tindakan cucu ia juga sangat menyayangi nya, hanya saja sebagai kepala desa, pemimpin desa tersebut tentu nya dia sangat malu dengan perbuatan cucu nya tersebut.


Di sana juga tidak ada yang berani menghentikan apa yang di lakukan oleh pria tua itu, semua orang hanya menonton nya dengan senang dan diam-diam mengejek serta menghina.

__ADS_1


Tap


" Sudah cukup!" Arsya yang sudah tahu garis besar dari kisah yang telah terjadi memutuskan untuk ikut campur dalam masalah ini. Dia berjalan dan menangkap tongkat yang akan kembali menghantam tumbuh lemah itu.


" Apa yang kau lakukan nona, lepaskan! Ini bukan urusan mu, sebaiknya kau dan suami hasil menggoda mu itu pergi dari sini!" Ujar kepala desa melampiaskan amarah nya dengan kata-kata kasar pada Arsya.


" Kau! Berani nya..."


" Kak hentikan!" Ucap Arsya pelan menatap Aksa dan menggelengkan kepala nya agar pria itu tidak memukul wajah kepala desa.


" Kepala desa anda mungkin melupakan satu fakta, bahwa suami ku lah yang telah menyelamatkan seluruh warga desa ini dari monster..." Arsya menghentikan perkataan sejenak dan menatap wajah kepala desa yang seperti nya menyadari kesalahan nya.


" Dan soal menggoda, mengapa kau hanya bertanya pada Kirana, bukankah pria itu juga bersalah. Tapi mengapa dia malah berdiri dengan tenang seakan dia tidak bersalah, apa desa ini telah melupakan fakta tanpa seorang wanita tidak akan ada yang melahirkan pria, seorang pria hanya bisa menghamili tapi yang melahirkan adalah seorang wanita itu pun dengan mempertaruhkan nyawa nya sendiri!" Saat Arsya mengatakan itu ia maju melangkah mendekati pria itu, pria yang sama yang dulu juga menjebaknya.


Mungkin ini sudah saat nya dia mulai membalaskan dendam nya sedikit demi sedikit pada orang-orang itu.


" Ja-jangan mend-ekat! A-aku tidak salah, wanita itu yang datang dan menggoda ku lebih dulu, mengapa kau menyalahkan ku" ucap nya cepat dan gugup, yang sampai membuat nya melangkah mundur ke belakang karena takut melihat tatapan gadis di depan nya yang terlihat sangat mengerikan dibandingkan dengan tatapan nya sebagai gadis polos.


" Kau tidak salah? sungguh menjijikkan. Aku heran bagaimana bajingan seperti mu bisa masih hidup di dunia ini, bukankah kau yang waktu itu mengatakan pada ku Aksa ingin bertemu dengan ku, tapi kau bahkan seakan tidak mengenali ku. Awal nya aku tidak ingin menggunakan ini, namun tangan ku akan kotor jika bersentuhan seinci saja dengan mu!" Seru Arsya dengan nada yang sarkasme.


Arsya menutup mata nya, dan dengan pelan membuka kaca mata nya. Entah mengapa apa yang gadis di depan nya lakukan malah semakin membuat nya takut padahal semua nya terlihat biasa saja.


" Ja-jangan mend-ekat!"


Saat Arsya membuka mata nya mata yang tadi berwarna biru langit, sekarang berubah menjadi hijau daun, terlihat indah tapi berbahaya.


" Katakan, apa yang kau lakukan pada Kirana? Ceritakan semua kejadian nya sedari awal, jangan sampai kau melewatkan sedikitpun, jika tidak, kau tidak akan selamat." Ucap nya dengan penuh makna.


" Baik." Seperti sebuah robot yang hanya mengikuti perintah tuan nya dalam sekejap pemuda itu terlihat sangat penurut dan tidak lagi memberontak seperti tadi, perubahan ini sangat mengejutkan banyak orang.


" Kirana tidaklah salah, di sini yang paling bersalah adalah aku, sudah lama aku mengincar Kirana, dia adalah perempuan paling cantik di desa ini, selain cantik dia begitu menggoda, namun dia sangat tertutup dan menjaga diri nya dengan baik, sampai malam ini pak tua itu meminta Kirana untuk kembali ke rumah nya sendirian saja, jadi saat itu aku menggunakan kesempatan ini, meski aku sudah mencoba merayu wanita sialan itu, dia tetap saja bersikeras menolak ku, membuat ku kesal sehingga meminta bantuan teman-teman ku untuk menangkap nya agar aku dan teman-teman bisa menikmati tubuh nya dengan puas."


Setiap perkataan nya membuat wajah kepala desa semakin suram dan hitam, bukan hanya kepala desa ekspresi teman-teman yang pemuda itu katakan juga memucat.

__ADS_1


" Katakan semua nama teman-teman mu yang telah membantu mu melakukan hal menjijikkan itu?" Tanya Arsya lagi, tapi ekspresi wajahnya sekarang seperti sedang menahan kekesalan.


" Dia adalah Fariq, Hasbi, dan Jimmy."


Orang-orang yang di tunjuk oleh pemuda itu langsung bersembunyi dan membantah nya.


" Tidak, dia bohong. Hey, kau... Kau pasti yang telah mencuci otak teman kami'kan!" Tuduh nya pada Arsya, namun Arsya hanya menanggapi nya dengan acuh.


" Jawab pertanyaan ku sekali lagi, apakah Kirana telah menggoda mu?"


" Tidak."


" Apa kau telah menyentuhnya?"


Mendengar pertanyaan tidak terduga dari mulut Arsya membuat semua orang menatap nya dengan bingung, bagaimana pun pertanyaan nya itu sangat sensitif dan juga tidak pantas. Tapi Arsya malah menanyakan nya dengan santai.


" Tidak, sebelum aku menyentuh nya wanita sialan itu lebih dulu memukul ku dan melarikan diri." Jawab nya dengan tatapan yang begitu kosong.


" Hentikan, dasar wanita pengganggu akan ku pukul kau!"


Wsosh


Dugh


Ada seorang pemuda yang berlari menyerang Arsya, tapi dengan lambaian tangan Aksa orang itu seketika terlempar hingga pingsan.


" Lakukan saja jika kalian berani!" Suara nya bagai musim dingin yang menyirami kepala mereka, terasa begitu dingin dan menusuk.


" Satu pertanyaan lagi, katakan kau yang telah menjebak ku di malam itu, siapa orang yang meminta mu melakukan itu?" Tanya Arsya.


" Benar, ada seseorang yang meminta ku untuk membuat mu keluar, setelah kau keluar dari kamar mu mereka baru bisa melancarkan aksi nya, dan mereka juga meminta ku untuk memanggil para warga. Orang itu adalah..."


" Ada apa ini! Mengapa kalian berkumpul di tempat ini?"

__ADS_1


__ADS_2