
****
Heera, Alvan dan tuan besar Evans sedang berdiskusi tentang masalah penculikan yang terjadi di negara D juga tentang senjata yang sebelumnya Heera tawaran sebagai ganti dari dia diijinkan untuk ikut dalam penyelidikan yang terjadi.
" Seperti yang Alvan katakan, kau adalah wanita yang jenius. Semua senjata ini lebih canggih dan unik dari senjata yang pernah paman temukan" seru ayah Alvan dengan kagum sedangkan tangan nya sedang sibuk memperhatikan senjata yang Heera bawa.
" Paman terlalu memuji, aku hanya merancang nya saja. Sedangkan yang membuat desain nya bukanlah diri ku" jawab Heera dengan tenang.
" Hahaha... Kau terlalu merendah nak, namun teman mu itu memiliki ide yang sangat kreatif. Jika bisa kapan-kapan kau juga bawa saja dia, aku juga ingin mengenal jenius satu nya lagi."
" Akan ku sampaikan pada dia, namun aku tidak janji soal nya teman ku, dia orang yang tidak suka di ganggu."
Mereka bisa akrab dengan cepat, bahkan seakan tidak lagi memandang tua dan muda seakan mereka berada di generasi yang sama. Alvan yang melihat nya bahkan cukup kagum pada Heera, dia sangat tahu ayah nya sangat sulit untuk akrab dengan orang lain, tapi Heera dengan mudah bergaul dengan ayah nya.
" Kalian akrab dengan begitu cepat, jika aku tidak melihat umur kalian mungkin aku akan berpikir kalian adalah teman dekat yang sudah lama tidak bertemu" ejek Alvan.
" Kau ini cemburu pada ayah mu sendiri" sindir ayah Alvan pada putra nya itu dengan sinis.
" Ck, siapa yang cemburu, untuk apa juga aku cemburu" elak Alvan menoleh ke arah lain.
Dia dapat tahu putra nya memiliki perasaan pada gadis ini, hanya saja melihat situasi nya seperti nya hubungan keduanya tidak berjalan baik.
" Heh, tapi tatapan mu itu seakan butuh di manja dari nak Clara."
" Ayah jangan bercanda, ka-kasus.. ya kasus penculikan kita harus menangkap mereka agar tidak meresahkan warga." Ucap Alvan mengalihkan pembicaraan.
" Oh ya.. tentang kasus itu sebenarnya aku menemukan beberapa informasi, hanya saja tempat yang ku duga markas mereka terlihat sangat aneh. Coba lihat ini!" Heera mengeluarkan iPad dan menunjukkan sesuatu pada kedua orang itu.
" Apa kau yakin markas mereka berada di tempat ini?" Tanya Alvan bingung, dia sudah hampir menyelusuri sebagian desa yang mungkin saja menjadi tempat persembunyian para penjahat itu tapi tempat yang Heera tunjukkan malah di luar pikiran nya.
" Ya, informasi yang ku miliki sangat akurat. Mereka juga bukan menculik orang sembarangan tapi mencari sesuatu yang lain dari anak-anak itu."
" Menurut mu apa yang mereka cari Nak Clara."
__ADS_1
" Sebenarnya jika kalian memperhatikan persamaan dari semua orang yang telah menghilang memiliki satu persamaan yaitu mereka lahir tepat pada saat bulan purnama."
" Benarkah?" Alvan dan ayah nya memeriksa kembali berkas-berkas dan dokumen yang mereka kumpulkan sebelumnya dan benar saja perkataan Heera.
" Jadi apa tujuan mereka dengan menculik orang-orang yang lahir di malam bulan purnama?"
" Aku pun tidak yakin dengan tujuan mereka, namun dugaan ku sekarang mereka ingin melakukan eksperimen." Hanya itu yang Heera pikirkan saat ini, apa lagi mengingat penculikan yang terjadi pada nya dulu juga ingin di jadikan bahan eksperimen untuk membuat sesuatu yang berbahaya.
" Tapi kota ini termasuk kota yang paling aman di antara kota lain di negara ini. Jadi tidak mungkin para penjahat ini bisa masuk ke dalam kota dimana penjagaan nya sangat ketat."
" Apa yang Alvan katakan benar nak, apa lagi kota Y adalah kota yang unik, berbeda dengan kota biasa pada umum nya."
" Lalu bagaimana jika ada orang dalam yang membantu aksi mereka, coba kalian pikirkan setelah mencari keberbagai tempat bahkan meski kalian membolak-balik negara ini tapi informasi para penculik itu yang kalian dapatkan hanya sedikit saja, jejak mereka juga sulit untuk di dapatkan.." ujar Heera memberikan pertanyaan yang membuat mereka berdua seketika sadar.
" Maksud mu... Ada pengkhianat di antara para petinggi negara"
****
" Masuk."
" Katakan."
" Tuan, kondisi di academy seperti nya sedang terjadi masalah. Selama dua hari ini kepala academy diam-diam mengumpulkan para guru untuk menyelidiki hutan yang berada di wilayah kekuasaan keluarga Davies, menurut laporan ini berhubungan dengan misi yang tuan muda Lawrence ambil, lalu ..." Liam ragu untuk mengatakan semua informasi apalagi informasi selanjutnya berhubungan dengan wanita milik tuan nya.
" lanjutkan."
" Setelah membantu menyembuhkan nona Valencia, nyonya muda pergi entah kemana. Kepergian nya tidak ada yang mengetahui, tapi orang kita tidak sengaja mendengar pembicaraan kepala academy dengan bawahan nya... "
Sampai sini saja Liam sudah merasakan aura ruangan itu yang semakin menurun, serta aura membunuh yang Aksa keluarkan.
" Mereka mengatakan nyonya muda pergi menuju hutan penyihir untuk mencari bahan obat yang di perlukan untuk mengobati nona Valencia."
Brak
__ADS_1
Liam melonjak kaget, tapi dia lebih terkejut saat tidak melihat Aksa di tempat duduk nya. Seperti nya Aksa menggunakan kemampuan teleportasi nya untuk pergi.
****
Aksa tiba di depan hutan penyihir dengan kemampuan teleportasi nya, ia tidak bisa langsung menggunakan kemampuan teleportasi nya untuk langsung masuk kedalam hutan karena hutan penyihir memiliki mekanisme yang sangat unik dan membuat orang-orang tidak bebas menggunakan kekuatan mereka.
Baru saja dia akan melangkah masuk ke dalam hutan sudah ada seorang gadis dengan tubuh penuh darah dan pakaian yang compang camping berjalan keluar dari hutan tersebut.
Aksa mengenal gadis itu, karena itu dia tidak jadi untuk pergi ke dalam hutan karena orang yang ingin dia cari sudah keluar dengan selamat, dia sangat bersyukur akan hal itu.
" Aksa, mengapa kau berada di sin-i." Belum dia melanjutkan ucapan nya tubuh nya pun ambruk dan akan terjatuh jika saja Aksa tidak segera datang dan menopangnya.
Sudah satu jam Aksa dan Arsya berada di luar hutan penyihir, saat ini Aksa sedang mencoba menyalurkan energi spiritual nya untuk menstabilkan kondisi Arsya, seperti nya gadis itu terlalu banyak menghabiskan energi nya.
" Terima kasih."
" Tapi kenapa kau berada di tempat ini, bukankah kau bilang akan memerlukan waktu lama untuk mengurus perusahaan keluarga Knight."
" Setelah keluar dari tempat berbahaya itu, seperti nya Arsya semakin cerewet."
" Ck, siapa yang kau Katai cerewet, aku hanya bertanya saja" sewot Arsya dengan kesal.
" Jika aku bilang, aku hanya kebetulan lewat, apakah istri ku ini akan percaya."
" Tentu saja tidak, kau pikir aku ini bodoh apa."
" Oke, aku akan menjawab pertanyaan istri ku ini. Salah satu bawahan ku yang di tempatkan untuk mengawasi academy Blue Ocean melaporkan kondisi yang terjadi pada Arion, dan dia juga tidak sengaja mengetahui kau berada di sini, jadi aku pun ke sini." Jawab nya yang tidak sepenuhnya bohong, namun ada beberapa yang berbeda dari kenyataan.
" Aku akan mengantarmu ke academy lebih dulu, setelah itu baru kembali kembali mengurus masalah di perusahaan."
" Tidak perlu, aku bisa kembali sendiri. Sebaiknya kau segera kembali, jangan menunda pekerjaan."
" Tidak perlu pikirkan itu, ayo aku antar" ucap Aksa tegas tanpa ingin di bantah lagi.
__ADS_1