Arsksa : Love And Magic

Arsksa : Love And Magic
65. Penolakan Arion dan Aksa


__ADS_3

Di antara para murid Phoenix Class ada seseorang yang menatap kelompok Aksa dengan tajam terutama Aksa sendiri yang di tatap oleh orang itu dengan penuh permusuhan, orang itu tidak lain dan tidak bukan adalah Harraz. Harraz begitu tidak suka saat melihat orang-orang lebih memperhatikan Aksa, ia semakin membenci Aksa.


" Aaahhh tuan muda Harraz tidak kalah tampan.."


" Ku dengar tuan muda Harraz dan Aksa saudara tiri.."


" Tetap saja Aksa lebih tampan dari nya..."


" Tidak tuan muda Harraz lebih tampan, siapa Aksa dia hanyalah anak haram!"


" husst.. diam jangan sampai mereka mendengar nya!" tegur teman nya.


Harraz begitu suka saat semua orang memujinya, dia berjalan dengan sombong nya, dia semakin percaya diri dan sombong saat ada yang menghina Aksa, dia benar benar merasa di atas angin. namun tetap saja banyak juga yang memuji ketampanan Aksa yang memang di luar ekspektasi hal itu tentu membuat Harraz sangat kesal dan semakin membenci Aksa.


" Baiklah semua nya telah berkumpul. Tanpa berlama-lama lagi kalian boleh memilih rekan satu tim yang ingin kalian ajak entah itu dari kelas menengah atau kelas atas, kalian bebas memilih dan kalian juga di ijinkan untuk menolaknya jika tidak ingin satu tim dengan orang yang memilih kalian, kalian paham" ujar pak guru menjelaskan semua nya dengan sesingkat mungkin.


" paham pak.."


Para murid pun mulai berjalan ke arah orang yang ingin mereka jadikan rekan satu tim nya, mungkin yang paling antusias hari ini adalah murid Blossom Class dan Astro Class, berbeda dengan murid-murid Phoenix Class yang masih santai dan ingin melihat situasi nya terlebuh dahulu, tentu saja mereka juga menghitung untung dan rugi meski tidak semua nya juga.


Terlihat ada dua orang gadis yang sedang berjalan mendekati tempat Aksa dan Arion.


" Per-misi" ucap seorang gadis dengan malu-malu.


Aksa maupun Arion tidak menghiraukan gadis itu, mungkin mereka bahkan tidak menganggap ada keberadaan kedua gadis tersebut. Kedua nya malah asik berbincang, entah apa yang mereka bicarakan hingga begitu fokus.


" Sa, Yon" Alvan menyegol tangan Arion untuk menarik perhatian keduanya.


Mau tidak mau Arion dan Aksa menatap Alvan dalam diam sambil menaikkan sebelah alis nya seperti berkata 'apa?'.


" Hey kalian jangan melihat ku, lihat di depan kalian ada dua gadis cantik yang ingin berbicara dengan kalian, tapi kalian berdua malah fokus mengobrol!" Seru Alvan acuh sambil menunjuk kedua gadis itu dengan lirikan mata nya.


" Ada kalian? Ada apa kalian kemari!" Arion berbicara santai seakan dia tidak tahu tujuan kedatangan kedua gadis itu.


Melihat itu Alvan dan Kenan hanya dapat menepuk kening nya saja.


" Hey apakah ada yang salah dengan otak Rion. Sudah tahu hari ini pemilihan tim tapi dia bertanya seakan tidak mengetahui nya saja" ucap Kenan berbisik pada telinga Alvan dengan kesal


" Kau seperti tidak tahu kulkas lima pintu itu saja, tujuan nya kemarikan memang untuk arsya, karena itu gadis lain tidak akan ada di mata nya sama sekali. Namun kedua gadis itu harus bersyukur...." Bisik Alvan sambil tersenyum misterius


" Apa nya bersyukur, nada bicara nya saja begitu dingin" bisik Kenan sambil melirik Arion

__ADS_1


" Arion lebih baik dibandingkan Aksa yang bahkan tidak melirik kedua gadis itu sama sekali" bukan Alvan yang menjawab melainkan Ivan yang terdengar sangat acuh, dia bahkan tidak melihat ke arah Aksa sedikit pun untuk memastikan ucapan nya itu benar atau tidak, dia hanya fokus pada buku di tangan nya, namun dia berkata seakan sangat yakin itulah yang terjadi.


Mendengar itu Kenan langsung menatap Alvan yang di jawab hanya dengan anggukan singkat oleh nya, diapun segera melihat ke arah Aksa dimana pemuda itu memang sedang berdiri di samping Arion namun berbeda dengan Arion yang menatap kedua gadis di depan nya, pandangan Aksa malah terlihat seperti sedang melihat ke arah lain.


" Itu... nama ku mulan, tuan muda Arion bisa-bisakah aku menjadi partner mu?" Tanya nya dengan wajah merona malu


" Kau ingin menjadi partner ku, lalu dia!" Arion menatap gadis satu nya lagi.


" Ah... dia teman ku nama nya Lia"


" Tuan muda ak-u kesini ingin mendapatkan kesempatan untuk bisa menjadi rekan kak Aksa" ucap nya malu-malu sambil beberapa kali melirik ke arah Aksa.


" Nama mu Mulan bukan?" Tanya Arion acuh


" Benar"


" kau tidak bisa menjadi partner ku, aku telah memiliki seseorang yang ingin ku jadikan rekan satu tim ku, kalian bisa pergi dan mencari orang lain." Ucap Arion acuh tak acuh tanpa peduli dengan perasaan kedua gadis itu.


" Yon apakah kau tidak terlalu kejam pada gadis itu!" entah Kenan sedang mengasihani gadis itu atau malah sedang mengejek Arion karena ekspresi wajah nya sekarang sedang tersenyum mencibir Arion, membuat Arion yang melihat nya sangat jengkel.


Kejam! mungkin itu tidak terlalu cocok dengan apa yang baru saja Arion lakukan, menurut Arion mengusir mereka secara baik-baik adalah sebuah kemurahan hati nya pada kedua gadis itu. jika itu Aksa entah apa yang akan pemuda itu lakukan saat sedang marah.


" Kau akan tahu nanti!"


" Oke, gadis-gadis cantik kalian lebih baik pergi dari sini sebelum kedua gunung es ini meletus" seru Kenan dengan ceringan tak berdosa nya


" Van! kau pernah tidak memakan daging manusia" ucap Arion pada Alvan, ekspresi nya di buat seserius mungkin.


" Ya, tidaklah" Alvan hanya menjawab nya dengan polos, meski dia sendiri bingung untuk apa Arion menanyakan hal itu.


Bukankah sangat menjijikkan memakan daging manusia, memang nya dia kanibal, makhluk pemakan segala nya.


" Kalau begitu kebetulan sekali ada Kenan di sini!" Ucap Arion santai, yang semakin membuat Alvan bingung, tapi lama-lama dia juga menyadari apa tujuan Arion mengatakan itu sebenarnya.


" Aku!" Dengan wajah bingung Kenan menunjuk diri nya sendiri


" Iya, aku ingin memasak sesuatu menggunakan daging manusia, kau harus bangga Ken karena untuk pertama kali nya aku memasak itupun.... Kau yang ku masak" ucap Arion acuh tak acuh namun senyum tipis tersenyum di wajah nya. ekspresi nya pun di buat seserius mungkin seakan dia benar-benar ingin memasak Kenan, melihat itu tanpa sadar Kenan memeluk tubuh nya sendiri.


" Bego, enak saja mana mau aku di masak oleh mu, apa lagi jadi santapan bocah ini" ucap Kenan sambil menatap Alvan bergidik


" Yey, anda pikir saya mau makan daging anda yang alot dan penuh lemak itu, ih saya sih ogah yah!" Seru Alvan menatap Kenan jijik.

__ADS_1


Mereka sama sekali tidak peduli dengan kedua gadis yang masih setia berdiri di hadapan Arion dan Aksa.


" Kak Aksa!" Panggil gadis bernama Lia itu dengan malu-malu, membuat perhatian ketiga cowok tampan itu teralihkan.


" Kalian belum pergi!" Ucap Arion heran sambil menaikkan sebelah alis nya. ia kira kedua gadis itu sudah lama pergi, seperti nya dia memang kurang memperhatikan sekitar nya.


" Belum, kak Aksa belum menjawab tawaran ku!" Ucap Lia tersenyum sangat manis dan pipi nya tersipu merah melihat wajah Aksa yang sangat tampan.


" Lebih baik kalian segera pergi sebelum terkena amukan nya. Dia sama sekali tidak suka di ganggu, kalian salah jika mencari nya" ucap Arion sambil melirik Aksa dengan ekor mata nya.


" Tidak aku ingin tetap disini, aku ingin kak Aksa sendiri yang menjawab pertanyaan ku!" Seru Lian kekeh, dia sudah di buat terpesona oleh wajah tampan Aksa saat pertama kali melihat nya, saat itu dia sudah memutuskan untuk menjadi rekan pemuda tampan ini.


" Apa kau tuli! Arion telah mengatakan nya. Segera enyah dari hadapan ku!" Seru Aksa dengan nada yang begitu dingin dan wajah datar nya, tatapan nya pun terlihat sangat tajam saat dia menatap gadis bernama Lia itu.


" Maaf kak, ayo Mulan kita pergi..." ucap Lia ketakutan melatih tatapan mata Aksa yang sangat tajam, keberanian nya yang sudah ia kumpulkan hilang seketika saat di tatap oleh Aksa.


" Cih, hanya anak haram saja masih belagu, aku yakin tidak akan ada yang ingin menjadi rekan nya" ucap Mulan sebelum pergi karena di tarik oleh Lia.


" Bagaimana bro! apa kau tidak marah setelah di ejek oleh gadis itu?" Entah Arion benar-benar niat untuk bertanya atau tidak karena nada bicara nya saja seakan bukan bertanya tapi hanya asal ucap saja.


" Hanya lalat pengganggu untuk apa di tanggapi" balas Aksa acuh tak acuh


" Wisss keren dah teman ku ini, Aksa panutan ku!" Seru Kenan mulai heboh.


" Iyalah aku lebih keren dari mu, iyakan Ken" tanya Aksa menaikkan sebelah alis nya dengan jahil.


" Tentu saja, eh kok ada yang salah... Sialan kau Sa, tetap saja aku yang lebih keren dan paling tampan di dunia ini" ucap Kenan narsis namun hanya di tanggapi acuh oleh Aksa.


" Hahaha..." Melihat itu Arion, Alvan dan Ivan hanya dapat menggelengkan kepala nya melihat tingkah Kenan yang begitu besar kepala.


Dari jauh Harraz yang melihat kedekatan Aksa dengan Arion dan teman-teman nya yang lain membuat nya mengepalkan tangan nya dengan erat, apa lagi saat dia melihat mereka tertawa bahagia, ini sangat membuat nya kesal dan jengkel.


seharusnya dia yang berada di posisi Aksa sekarang.


Bagaimana mungkin Aksa bisa berteman dengan para tuan muda dari bangsawan utama?


Dia bahkan masih bisa tertawa bahagia setelah ayah nya mengusir nya!


Ia sangat tidak terima itu, semua yang dimiliki Aksa seharusnya menjadi milik nya, pikir nya


" Awas saja, Aksa! akan ku buat kau menderita" batin Harraz

__ADS_1


__ADS_2