Arsksa : Love And Magic

Arsksa : Love And Magic
131. Identitas Clara


__ADS_3

" Ekhem... Jangan bilang kalian sudah melakukan nya!" Seru Heera dengan ambigu sambil menggerakkan jari telunjuk nya membentuk gerakan yang ambigu.


" Hah melakukan apa?" Memang pada dasar nya Arsya adalah gadis yang polos jadi ia tidak mengerti apa yang Heera maksud sebenarnya.


" CK, gadis ini. Tentu saja hubungan intim antara suami istri" ucap Kenan lebih frontal.


Arsya yang mendengar nya membuat kedua pipi nya sedikit memerah, tapi ia mencoba untuk tetap bersikap tenang dan acuh.


" Ekhem... Kak, bisakah kau membantuku!" Seru Arsya pada Arion.


" Apa? Jika kau ingin mengakhiri hubungan kalian mungkin akan sedikit sulit tapi tidak mustahil, kakak akan..."


Arsya langsung memotong ucapan nya itu." Bukan itu, hanya saja aku ingin kakak jangan mengatakan nya lebih dulu pada ayah dan bunda. Aku sendiri akan menjelaskan semua nya pada mereka saat bertemu dengan mereka nanti. Bisakah kau berjanji untuk tidak mengatakan nya pada mereka lebih dulu"


" Arsya mengapa kau meminta hal yang sulit. Aku sudah mengenal Aksa sangat lama, setidaknya aku bisa percaya dia tidak akan berani selingkuh dari mu karena selama bertahun-tahun kami tidak pernah melihat dia dekat dengan wanita satupun. Dan melihat sikap nya sekarang juga dia mungkin akan bersikap baik pada mu, hanya saja sampai sekarang kakak bahkan tidak pernah tahu kehidupan pribadi nya. Yang kakak tahu dia adalah salah satu putra dari kepala keluarga Davies. Jika dia ingin memperebutkan tahta kepemimpinan keluarga Davies, kakak tidak mau kau ikut terlibat Sya." Ucap Arion dengan tegas.


" Tenang saja, aku tidak menginginkan tahta yang sudah merenggut nyawa ibu ku. Mungkin hanya akan ada balas dendam pada keluarga itu di masa mendatang, tapi aku janji akan selalu melindungi Arsya, jika Arsya tidak ingin terlibat tentu aku juga tidak akan melibatkan nya dengan aksi balas dendam ku. Aku hanya butuh dia selalu di samping ku, percayalah pada ku saat air mata Arsya jatuh karena ku kau bisa membunuh ku." Ucap Aksa dengan dingin dan tegas tidak ada rasa takut dalam tatapan nya hanya keyakinan yang mendarah daging.


Mereka terutama Arion tertegun mendengar jawaban Aksa, mereka memang baru tahu latar belakang Aksa yang merupakan putra dari kepala keluarga Davies, mereka juga tidak mempermasalahkan itu. Tapi mereka baru tahu jika ibu Aksa meninggal gara-gara keluarga itu yang bahkan membuat pria ini memiliki dendam yang sangat besar.


Sebenarnya bagaimana kehidupan nya di masa lalu, sampai membuat tatapan mata nya begitu gelap dengan rasa kebencian yang begitu dalam.


" Kak Rion, aku tidak pernah memutuskan sesuatu dengan gegabah. Aku sudah tahu konsekuensi dari tindakan ku itu, kami sekarang sudah menikah sudah sepantasnya aku akan selalu ada bersama nya entah itu untuk membalaskan dendam nya atau untuk merayakan suatu kebahagiaan. Kau tenang saja, di saat Aksa mengkhianati ku saat itu juga aku akan meninggalkan nya tanpa belas kasih."


" Kakak tentu nya tahu prinsip keluarga kita tentang pernikahan kan!" Lanjut Arsya untuk meyakinkan.


" Oke, jika itu sudah menjadi keputusan mu. Tenang saja untuk seterusnya kakak mu ini akan mengawasi Aksa dan tidak membiarkan satupun gadis yang mendekati nya!"


" Uhuk..." Arsya yang tadi berdiri dengan tegak menjadi oleng dan tiba-tiba memuntahkan darah, wajah nya juga sudah sangat pucat. Untung saja Aksa di belakang nya membantu menopang tubuh nya kalo tidak dia mungkin akan terjatuh.


" Kay! Ada apa dengan mu?" Tanya Aksa dengan cemas.


Melihat kondisi Arsya yang tidak terduga Heera pun mendekat dan memeriksa pergelangan tangan nya.

__ADS_1


" Energi di tubuh Ara terasa kacau, seperti nya dia menggunakan kekuatan terlalu banyak untuk memecahkan perisai yang kalian buat!" Seru Heera dengan serius.


" Kay.."


" Adik!"


" Aku baik-baik saja, hanya saja kekuatan ku memang tidak seimbang belakang ini" apa yang dia katakan memang benar, setelah mimpi tentang bunga Higanbana dan mimpi lain yang setiap malam ini mengganggu nya membuat kekuatan di tubuh nya sedikit terganggu, lalu perisai yang Aksa buat juga sangat kuat dan memiliki unsur elemen bayangan membuat dia harus menggunakan kekuatan besar untuk bisa menghancurkan nya.


Orang lain hanya dapat melihat proses nya dengan mudah tapi tidak ada yang tahu setelah itu sebenarnya dia telah terluka parah, dia hanya menggunakan energi nya untuk memperlambat luka nya tapi siapa sangka luka nya terlalu parah sampai ia tidak bisa lagi menahan nya.


" Maafkan aku" seru Aksa dengan sedih dan kecewa pada diri nya sendiri, ia mengingat saat menciptakan perisai pelindung ia menggunakan sedikit elemen bayangan nya, hanya dia yang paling paham akan kekuatan elemen bayangan nya dimana elemen bayangan adalah elemen kehancuran.


Heera mencoba untuk menyalurkan energi spiritual nya tapi energi milik dia di tolak oleh tubuh Arsya.


" Tubuh Ara menolak energi ku" keluh Heera


Wajah Arsya semakin pucat membuat mereka semakin mencemaskan nya.


Perlahan wajah pucat nya kembali normal, ia juga tidak lagi merasa kesakitan seperti sebelumnya. Arsya mengambil sebuah ramuan penyembuh dan meminum nya untuk segera memulihkan energi nya.


" Thanks kak" ucap Arsya dengan tulus.


" Maafkan aku" ucap Aksa menundukkan kepala nya dengan rasa bersalah.


" Ini bukan salah mu, kali ini aku terlalu ceroboh"


" Heera!" Panggil Arsya yang langsung membuat gadis itu tegang, dia merasakan firasat buruk setelah melihat tatapan nya itu.


" Ada a-apa?"


" Tidak ada, kita bahas itu nanti" ujar nya


" Ada yang masih aku bingung kan?" Ucap Elvira tiba-tiba membuka perhatian mereka teralihkan pada nya kecuali Aksa yang tatapan nya hanya tertuju pada Arsya saja.

__ADS_1


" Apa itu?" Tanya Kenan dengan kepo


" Jika Arsya Merupakan putri bangsawan Lawrence, lalu apakah Clara kakak ipar Arsya. Bukankah kalian sangat dekat, dan Clara dengan Arion juga begitu sangat dekat, tidak mungkin dia adik kak Arion juga' kan?" Tanya nya dengan tampang polos


" mata mu Elvira, enak aja kau pasangkan aku yang cantik ini dengan muka kulkas empat pintu seperti dia. Aku masih ingin hidup tenang dan memiliki suami yang bisa membuat ku bahagia sentosa. Aku tidak berminat dengan nya" cerocos Heera tanpa henti


" Dih, kau pikir aku juga mau punya cewek tomboy dan kasar seperti mu. Aku si ogah" Arion juga tak kalah menyindir.


" Lalu apa hubungan kalian, bukankah kalian juga terlihat dekat?" Pertanyaan ini tanpa sadar keluar dari mulut Valencia


" Arsya dan Clara telah bersahabat sejak kecil, jadi aku juga sudah menganggap nya sebagai adik ku juga" jawab Arion dengan santai, lagi pula menurutnya itu hanya pertanyaan biasa.


" Sahabat? Kata sahabat adalah kata yang paling sulit di percaya di dalam lingkungan bangsawan" komentar Ivan dengan acuh.


" Apa itu berarti Clara adalah anak dari bawahan keluarga Lawrence, sehingga kalian bisa bersama karena kalian telah tinggal bersama." Ucap Kenan dengan asal, tapi ucapan itu ternyata di angguki oleh yang lainnya.


" Enak aja, Kalian pikir kesetiaan ku itu mudah di dapatkan." Ucap Heera dengan kesal.


Melihat wajah penasaran yang tercetak jelas di wajah semua orang membuat Arsya pun mengatakan nya juga " Heera adalah putri satu satu keluarga bangsawan Nixon, Jadi mana mungkin dia adalah bawahan keluarga Lawrence."


" Keluarga bangsawan Nixon"


" Ya" sahut Arsya sambil menganggukkan kepala nya pelan untuk meyakinkan mereka.


" Pembicaraan kita sudah selesai bukan. Heera ikut dengan ku, ada yang ingin ku bicarakan dengan mu" ekspresi wajah Arsya terlihat sangat serius membuat Heera mengikuti nya tanpa berani menatap nya.


" Kay, kau masih terluka. Lebih baik beristirahat saja!" Seru Aksa


" Aku tidak apa, malam ini kita akan bertemu dengan kakek kak Ray, jadi aku ingin mengajak Heera untuk membantu ku bersiap saja. Jangan khawatir" ucap nya meyakinkan.


Seketika mereka merasa aura di sekitar nya berubah berbunga-bunga.


" Kak Rion, bantu Valencia kembali ke asrama nya, ini semua juga salah mu. Kalian juga jangan lupa mengobati luka-luka kalian."

__ADS_1


__ADS_2