
***
Keesokan hari nya
Arsya, Heera dan para murid Blossom Class dan Astro Class sudah berada di sebuah lapangan yang besar, mereka telah berbaris dengan rapi.
" Selamat pagi anak-anak.." sapa seorang guru, dia adalah seorang pria yang usianya 40 tahunan.
" Pagi pak.." jawab para murid serempak
" Baiklah saya tidak perlu menjelaskan lagi untuk apa kalian berada di sini bukan, langsung saja selama satu minggu ini saya yang akan mengawasi pelatihan kalian. Di Minggu kedua kalian akan memilih senior yang ada di tingkat Phoenix Class untuk menjadi rekan kalian, mereka juga yang akan melatih kalian, namun keberuntungan berada di tangan kalian sendiri apakah mereka menerima kalian jadi rekan atau tidak. Ini juga menjadi kesempatan yang bagus bagi kalian yang dari kalangan biasa untuk dapat terpilih oleh para bangsawan dan mengubah hidup kalian. Baiklah kita mulai saja sekarang, tetap semangat" ujar nya sambil tersenyum dan menganggat tangan nya untuk menyemangati para murid nya.
Pelatihan ini memang sengaja di lakukan dengan peraturan yang cukup unik, kepala academy yang telah membuat peraturan ini, ini di lakukan untuk menguji potensi para murid, juga agar mereka yang dari kalangan bawah dapat memiliki kehidupan yang lebih cerah. Kenapa bisa begitu! Karena dengan cara ini para bangsawan yang ingin merekrut para jenius akan dengan mudah melihat potensi nya secara langsung, atau jika ada murid yang tidak ingin mengikuti keluarga yang merekrut nya tidak akan mengalami masalah yang besar karena kepala academy sendiri yang akan memastikan keamanan nya.
Jika itu terjadi di luar academy hanya akan ada dua pilihan, tunduk atau mati karena itu banyak rakyat biasa yang memiliki kemampuan istimewa yang ingin masuk ke academy.
Orang-orang kepercayaan dari setiap pemimpin keluarga bangsawan utama yang sekarang juga dulu nya adalah rekan mereka sendiri jadi tidak heran mereka begitu saling mengerti.
" Sekarang kalian lari keliling lapangan 100 putaran, push-up 100 kali, sit-up 100 kali, Jalan jongkok 100 putaran, ingat tanpa menggunakan kemampuan istimewa kalian!!"
" Yah, pak banyak sekali, kami mana kuat!"
" Pak, mana bisa begitu!"
" Benar yang ada kami tidak akan bisa berjalan lagi!"
" Jika kalian merasa pelatihan saya begitu berat, silahkan tinggalkan lapangan ini dan jangan mengikuti pelajaran saya lagi!" Ucap guru itu dengan acuh.
Mendengar itu mereka langsung terdiam, bagaimana mungkin mereka melepaskan kesempatan untuk dapat bersama idola mereka atau menjadi anggota bangsawan.
" Lihatlah mereka bersepuluh langsung menjalankan perintah saya, tidak seperti kalian yang bisa nya mengeluh dan nol dalam bertindak" ujar nya sambil menunjuk sepuluh orang yang mulai berlari mengelilingi lapangan.
Tujuh dari sepuluh orang adalah Arsya dan kawan-kawannya, sedangkan tiga orang lain adalah orang-orang yang bekerja keras.
Arsya dan Heera menjalankan tugas yang diperintahkan oleh guru dengan santai tanpa merasa kelelahan, berbeda dengan yang lain nya yang sudah terengah-engah pada putaran kelima.
" Arsya, Clara apa kalian tidak merasa lelah... Hosh, hosh... baru lima putaran saja rasa nya aku tidak kuat lagi!" Seru Valencia
" Tidak, hanya baru lima putaran" jawab Arsya acuh
" Teman-teman kalian harus kuat, kalian pasti bisa, tenang saja aku dan Ara akan menemani kalian!" Seru Heera ceria, entah dia sedang menyemangati teman-teman nya atau malah sedang mengejek.
" Mata mu! Tulang-tulang ku rasa nya mau patah" keluh Naura kesal
" Clara lapangan ini luas nya 100 meter, apa menurut mu kita dapat menyelesaikan seratus putaran!" Keluh Elvira
__ADS_1
" Mungkin sebentar lagi jantung ku akan melompat keluar saking lelah nya" ucap nyeleneh Keysa
" Keysa sayang ku mana ada jantung yang keluar hanya karena kelelahan hah..." Ketus Elvira mulai sewot akibat ia juga kelelahan yang membuat mood nya buruk.
" Ya kan kemungkinan bisa saja terjadi.." ucap Keysa polos
" Ya terserah apa kata mu saja"
" Jangan berdebat, lebih baik cepat selesai tugas ini!" Ucap Kyra dingin
" Kalian ini jika terus mengobrol kapan selesai nya" ucap Arsya malas, teman-teman nya ini sangat malas jika berurusan dengan olahraga.
Arsya mempercepat langkah nya yang di ikuti Heera di samping nya, melihat itu teman-teman nya pun berusaha menyusul mereka.
" Arsya, Clara tunggu kami!!"
***
Di banyak nya kerumunan para murid yang berlari mengelilingi lapangan, ada beberapa kelompok orang yang menatap kelompok Arsya dengan penuh permusuhan.
" Bukankah itu kelompok gadis cupu itu?" Tunjuk seseorang dari kelompok itu
" Ya, gadis yang pandai sekali menggoda. Aku heran dengan wajah jelek nya itu bagaimana membuat kak Aksa dan kak Rion dua prince es yang sangat sulit di dekati begitu perhatian pada nya"
" Dia mungkin menggunakan sihir hitam untuk membuat mereka menyukai nya."
" Apa?"
" Kata nya! ternyata Aksa hanya seorang anak haram dari keluarga Davies."
" Jika itu benar, si cupu itu memang serasi jika bersama nya"
" tapi tetap saja wajah Aksa sangat tampan, meski dia hanya anak haram tapi pesona nya tidak bisa di bantah, mana pantas dia bersama seorang gadis culun!"
" kau benar juga."
" Lihatlah wajah Arsya dan Clara sungguh membuat orang kesal!"
" Kau benar!"
Di tempat lain juga ada seorang gadis yang menatap Heera penuh kebencian.
" Cih, hanya seorang gadis miskin saja begitu berani ingin merebut pria ku, aku tidak akan biarkan kau bersama nya, dia milik ku. Kita lihat apakah dia masih mau dengan seorang gadis suka nya menggoda banyak pria." gumam nya penuh kecemburuan.
Beberapa pemuda juga menatap kelompok Arsya.
__ADS_1
" Lihatlah dewi ku, dia begitu cantik"
" Benar mereka cantik sekali, sayang nya ada satu orang yang tidak cocok masuk kelompok Dewi Clara"
" Huh.. gadis itu hanya ingin ikut populer saja"
" Sudah lebih baik kalian lanjutkan berlari, apa kalian tidak malu dengan para gadis itu" ujar seorang pemuda
***
Di tempat Arsya
" Sepertinya begitu banyak orang yang ngefans sama kita!" Canda Heera
" Mereka hanya bisa bicara, tapi begitu bodoh, mereka berpikir tidak pernah menggunakan otak, biarkan saja" jawab Arsya acuh, dia sangat malas berurusan dengan para penggosip yang ada tidak akan selesai-selesai masalah nya.
" Ra jika soal menjatuhkan mental orang lain kau memang ahli nya!" Ucap Heera dengan nada mengejek
Sejak kecil mereka berlatih dengan metode militer, sehingga mereka sangat terlatih layaknya seorang tentara, tentu saja apa yang di bicarakan orang lain mereka mendengarnya, meski pun jarak nya cukup jauh dari mereka.
" Rumor tentang kau dan Aksa semakin menyebar, apa lagi rumor Aksa yang sebagai anak haram, entah siapa yang menyebarkannya!"
" Siapa lagi jika bukan pemuda gila itu" ucap Arsya acuh
" Harraz maksud mu, tapi benar juga sih, dia tidak akan berani lagi berurusan dengan Aksa secara langsung setelah tahu identitas teman-teman nya, namun dengan kekuasaan keluarga Davies dia masih bisa membuat rumor ini menyebar, pemuda itu seperti nya menargetkan mu juga!" Ucap Heera mengingat pemuda aneh itu.
" Jika dia tidak lagi sayang dengan nyawa nya, maka aku akan dengan senang hati menyambut nya" seru Arsya sambil menyeringai kecil.
" Lalu apa yang akan kau lakukan?" Tanya Heera yang di tanggapi oleh Arsya dengan mengangkat sebelah alis nya seperti berkata, 'apa maksud mu'
" Tentang rumor Aksa, apa kau tidak pergi pada nya dan menghibur nya atau mungkin menghilangkan rumor itu, kau tidak mencemaskan pemuda itu?"
" Aku tidak mengerti maksud mu, untuk apa aku menghibur dia" ucap Arsya mempercepat lari nya, melihat itu Heera pun ikut mempercepat langkah nya.
" Aku sudah lama bersama mu, kau tidak pernah bersikap seperti ini pada orang lain selain orang terdekat mu, aku tahu sebenarnya kau selalu peduli pada Aksa bukan!" Ujar Heera tersenyum menggoda.
" Jangan ngaco, Heera seperti nya kau sangat santai akhir-akhir ini, setelah pelatihan ini kau rakit beberapa senjata, desain nya akan aku kirimkan nanti pada mu, selesaikan dengan cepat!" Seru Arsya acuh tanpa mempedulikan tanggapan dari Heera.
Seketika Heera langsung berhenti berlari.
" Seharusnya aku tidak menanyakan nya, aku baru saja mempunyai waktu bersantai, tapi sekarang dia telah memberikan tugas baru pada ku, waktu santai ku selamat tinggal!" batin Heera sedih, namun dia juga tidak benar-benar sedih, merakit senjata adalah sesuatu yang sangat dia sukai, jadi tidak masalah untuk nya.
" Clara kenapa kau berhenti, apa kau lelah?" Tanya Naura
" Hei kau malah melamun, apa kau sedang melamunkan Alvan yang kemari dengan kuda putih nya" ujar Elvira menggoda
__ADS_1
" Dih, siapa juga yang melamunkan cowok aneh bin mesum itu!" Ujar Heera bergidik lalu pergi meninggalkan mereka.
" Sudahlah, lakukan saja apa yang dia perintahkan sebelum menambah pekerjaan ku... Meski begitu aku tahu kau memang peduli pada nya Ara, aku tidak pernah melihat mu yang seperti ini!" Gumam Heera tersenyum licik.