Arsksa : Love And Magic

Arsksa : Love And Magic
85. Apa Bicaramu Gagap?


__ADS_3

" Kepala academy menetapkan sebuah misi untuk membunuh monster yang meneror suatu desa terpencil, dan mungkin saja kau akan mendapatkan bahan yang di butuhkan dengan senjata sihir yang akan di buat di sana." Ujar Aksa segera menjelaskan sedikit tentang misi itu.


" Apa kau ingin aku ikut dalam misi ini?" Tanya Arsya tidak percaya, misi yang di berikan langsung oleh kepala academy pasti adalah sebuah misi yang penting, jarang murid-murid yang mendapatkan kepercayaan pak Rezvan dan di minta oleh dia untuk melakukan misi secara khusus.


Misi yang di berikan kepala academy tentu nya bukan misi sembarangan yang ada di tempat pengambilan misi, hadiah yang diberikan pun lebih besar, namun bahaya nya juga jauh lebih besar.


" Aku sudah memasukkan mu dalam daftar nama, tentu nya sebagai rekan ku kau juga harus ikut dalam misi ini." Ucap Aksa acuh, ia sengaja mengatakan itu agar Arsya tergerak untuk ikut bersama nya.


" Ini memang kebetulan, meski aku telah mencari-cari ke berbagai tempat tapi bahan yang ku butuhkan untuk membuat senjata sihir yang ku inginkan belum juga dapat" batin Arsya, melihat Arsya yang terdiam tanpa menjawab perkataan nya, jelas ia tahu gadis itu telah terpengaruh.


Aksa hanya diam sambil menunggu, sampai gadis itu mengatakan, " Oke, di desa mana?"


" Desa terpencil yang ada di wilayah negara N" jawab Aksa acuh


" Negara N apakah tidak masalah..." Ucap Arsya ragu, ia ingat dulu Aksa di kejar-kejar oleh sekelompok orang jika tidak salah ingat tempat itu tidak jauh dari perbatasan negara N, bisa ia simpulkan orang-orang yang mengejar Aksa adalah suruhan dari keluarga Davies.


" Apakah kamu sedang mengkhawatirkan ku" ucap Aksa tersenyum menggoda.


" Si-siapa yang mengkhawatirkan mu." Arsya memalingkan wajah nya untuk menghindari tatapan Aksa.


" Senang Kay begitu khawatir pada ku.... Tenang saja mereka tidak akan berani membunuh ku karena ini tugas yang kepala academy berikan dan juga Harraz menjadi ketua tim ini, jika dia melakukan tindakan bodoh itu, dialah yang akan disalahkan." Jelas Aksa.


" Sudah ku bilang siapa juga yang khawatir pada mu" meski berkata begitu, senyum Arsya tetap saja muncul saat mendengar nya.


***


Perpustakaan besar yang ada di academy Blue Ocean terlihat begitu banyak orang sampai rasanya sesak. Academy Blue Ocean memiliki dua perpustakaan, yang pertama perpustakaan biasa yang hanya berisi buku-buku biasa serta buku sihir tingkat rendah, serta di samping nya merupakan tempat pengambilan misi. Sedangkan lokasi perpustakaan kedua berada di atas awan, perpustakaan kedua memiliki banyak buku yang menjelaskan tentang sihir, setiap kemampuan yang dimiliki oleh setiap orang serta sejarah dunia, untuk pergi ke perpustakaan kedua harus menunjukkan bukti dengan jelas apa keperluan nya datang ke sana, tidak sembarang orang bisa datang apalagi tanpa ada tujuan yang jelas.


Di banyak nya orang yang sedang mencari buku di pojok di mana puluhan rak berjejer rapih dan ribuan buku tersusun dengan rapih, terdapat seorang gadis yang baru saja ingin mengambil sebuah buku di atas rak, namun posisi buku itu sangat jauh dari jangkauan nya, ia sudah melompat-lompat untuk bisa meraih buku itu tapi buku itu tidak juga ia dapatkan.

__ADS_1


Saat tangan nya sulit menggapai buku itu sebuah tangan lain meraih buku itu dengan mudah, membuat keduanya saling bertatapan.


" Tubuh mu ini sangat pendek sampai buku setinggi ini saja tidak bisa kau raih!" Seru pemuda dari pemilik tangan tersebut.


" Ma-maaf kak Ken. B-buku itu.." gadis itu segera menundukkan kepala nya dengan malu.


" Hmm... Bentuk senjata sihir. Kau mencari buku ini untuk membuat senjata sihir?" Tanya Kenan sambil membolak-balikan buku di tangan nya.


" Be-benar."


" Keysa oh Keysa.... Apa bicara mu gagap?" Kenan memicingkan mata nya menatap gadis di depan nya dengan serius


" Ti-tidak.." jawab Keysa cepat.


Kenan memajukan wajah nya untuk melihat wajah Keysa lebih dekat lagi, membuat gadis itu mundur tanpa sadar saking gugup nya.


" Tapi bicara mu masih saja ga-gagap." Ucap Kenan menirukan gaya bicara Keysa yang sedang berbicara gagap.


" Apa kau tidak menginginkan buku ini lagi atau aku harus membuang nya."


Mendengar itu Keysa langsung mengambil buku itu dengan cepat dan memeluk buku itu dengan erat.


" B-buku adalah jendela ilmu. Kak Ken tidak boleh membuang nya." Seru Keysa.


" Hahaha..." Kenan langsung tertawa saat mendengar jawaban konyol dari gadis di depan nya.


" Gadis kecil ternyata kau begitu polos, buku ini berada di perpustakaan academy itu artinya ini milik academy mana mungkin aku berani membuang nya." Ucap Kenan setelah puas tertawa.


" Tapi dengan identitas mu itu bisa saja terjadi." Gumam Keysa dengan pelan namun Kenan masih saja bisa mendengar nya.

__ADS_1


" Dasar bodoh, bahkan dengan identitas ku. Aku tidak akan berani melakukan itu, setiap buku yang berada di perpustakaan ini hampir semua nya tidak bisa di temukan di tempat lain, jika aku membuang nya yang ada bukan kepala academy lagi yang memenggal kepala ku tapi ayah ku sendiri."


" Bukan begitu maksud ku." Ucap Keysa cepat sambil menggerakkan sebelah tangan nya dan menggerakkan nya kemanan dan ke kiri dengan cepat.


" Oke, aku mengerti maksud mu. Ayo ikut aku." Ucap Kenan sambil menarik tangan Keysa, tapi gadis itu tidak juga menggerakkan kaki nya membuat Kenan ikut berhenti dan berbalik padanya.


" Ada apa?" Kenan menaikkan sebelah alis nya untuk bertanya.


" K-kita mau kemana?" Tanya Keysa dengan gugup


" Aku akan membawa mu ke laut dan menjadikan mu santapan hiu, mau." Mendengar itu Keysa dengan cepat menggelengkan kepala nya.


Kenan tadi hanya bercanda saja tapi melihat wajah Keysa yang terlihat ketakutan ia juga merasa bersalah, entah ia harus menangis atau tertawa.


Ayolah ia hanya bercanda!


Apakah gadis ini benar-benar menganggap perkataan nya serius.


" Hei, kau ini benar-benar bodoh yah.. aku ini pemuda yang tampan dan baik hati mana mungkin akan membuang seorang wanita apalagi menjadikan nya santapan hiu, aku masih memiliki hati nurani yang seluas samudera..." Ucap Kenan mulai melantur kemana-mana.


Keysa memberanikan diri untuk bertanya. " Lalu, kakak akan membawa ku kemana?"


" Keysa yang cantik manis dan polos aku kesini sengaja mencari mu, bukankah kita sekarang sudah menjadi rekan. Sebagai rekan mu tentu nya aku harus membantu mu! Bukankah kau sedang mempersiapkan diri untuk membuat senjata sihir mu sendiri.." ucap Kenan dengan pelan.


" Jadi kak Ken akan membantu ku." Ucap Keysa tanpa sadar tersenyum senang.


" Tentu saja bukankah aku adalah pemuda yang sangat baik." Ucap Kenan tidak lupa memuji diri nya sendiri.


Keysa sangat senang mendengar itu, sedari awal ia masuk kedalam perpustakaan ia tidak tahu harus melakukan apa, ia tidak pernah tahu sesuatu tentang senjata sihir menyentuh senjata biasa saja dia belum pernah, apalagi sekarang harus membuat senjata sihir. Karena itu ia sangat senang saat mendengar Kenan akan membantu nya, meski saat awal Kenan meminta nya menjadi rekan ia juga bingung.

__ADS_1


" Ayo, tunggu apalagi!" Seru Kenan segera menarik tangan nya.


__ADS_2