Arsksa : Love And Magic

Arsksa : Love And Magic
181. Hari Terakhir Perburuan


__ADS_3

****


Hari ini hari terakhir perburuan jadi banyak orang yang di kirim berpisah pasti akan bertemu di titik mereka akan keluar.


" Arsya, ini potongan puzzle yang sebelumnya ku temukan, aku tidak tertarik masuk ke dalam fraksi itu jadi ku berikan pada mu saja." Kata Darren, tujuan nya bukan fraksi itu meski kata nya orang-orang yang masuk ke dalam fraksi White Angels akan menjadi orang-orang yang berkemampuan hebat tapi ketua organisasi itu terlalu misterius, dia tidak menyukai itu.


" Sekarang kita sudah memiliki tiga puzzle, tersisa tiga lagi, kita harus mencari nya kemana?" 


Perburuan akan segera berakhir sore nanti, dan mereka tidak mungkin terus menelusuri area hutan untuk menemukan nya yang ada mereka akan terlambat juga, akan percuma menemukan potongan puzzle yang tersisa jika mereka di diskualifikasi dari perburuan.


" Kita langsung saja menuju titik berkumpul, cepat atau lambat mereka yang memiliki potongan puzzle tersisa akan muncul, lagi pula mencari ke berbagai tempat juga belum tentu menemukan nya." Kata Arsya dengan tenang yang di setujui yang lain nya.


Pergi ke tempat lain juga akan menghambat perjalanan mereka, jadi lebih baik mengikuti rencana Arsya saja.


" Keysa kemarilah."


Arsya membisikkan sesuatu di telinga Keysa, Keysa mengangguk mengerti dengan apa yang Arsya katakan.


" Lakukan sekarang."


" Oke."


" Apa yang ingin kalian lakukan?" Tanya Valencia penasaran.


" Kau akan mengetahui nya nanti!" Seru Arsya tersenyum tipis yang malah menambah penasaran mereka.


Setelah tiga jam berjalan mereka akhir nya sampai di perbatasan yang merupakan jalan keluar hutan monster dengan dunia luar. Perjalanan mereka sedikit terhambat karena ada beberapa monster yang menghadang tapi tidak ada di antara mereka yang terluka, mereka bahkan masih bisa bercanda tertawa.


Di sana telah banyak orang yang datang sebagian dari mereka berwajah lesu dan masam seperti nya mereka tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, jumlah mereka juga lebih sedikit dari pertama masuk ke dalam hutan monster, seperti nya sebagian besar dari mereka memilih menyerah dari awal.


Waktu berjalan dengan cepat, namun masih ada setengah hari sebelum perburuan selesai.


Dhuaar


Di tengah kericuhan orang-orang yang sedang bercanda dan mengobrol, sekelompok orang datang mengacau dan membuat salah satu pohon hancur oleh serangan salah satu dari mereka.


" Siapa di antara kalian yang bernama Arsya!" Seru seorang pria diantara kelompok itu yang hampir sebagian dari mereka adalah seorang wanita.

__ADS_1


Terdapat enam orang dengan dua orang pria dan empat wanita yang mengikuti kedua pria itu.


" Siapa mereka?" Bisik Valencia dengan heran.


" Arsya apa kau mengenal mereka, mengapa dia mencari mu" bisik nya pada Arsya.


" Apa kau lihat dua pria itu, mereka di sebut juga duo handsome. Meski kepopuleran mereka tidak sebanding dengan five prince, tapi mereka di sebut dua pemuda paling tampan dan berbakat dari angkatan murid baru. Latar belakang mereka juga tidak rendah." Ujar Kyra dengan tenang.


" Yang dia katakan benar, saat ini mereka satu kelas dengan ku dan sering bersikap sombong dan angkuh. Banyak wanita yang tergila-gila dengan kedua orang itu, membuat para pemuda sangat jengkel." Ucap Ezio dengan kesal saat melihat wajah kedua orang itu.


" Heh.. ternyata bukan kalian berdua yang menjadi duo pria tampan baru, ternyata malah mereka." Ejek Valencia 


" Kau ini, aku dan Darren tentu sama-sama populer tapi kami berdua tidak tebar pesona pada semua wanita seperti dua orang itu, kami bahkan memilih bertindak rendah hati. Berbeda dengan mereka yang setiap waktu memamerkan kekuatan nya." Cibir Ezio dengan kesal


" Memang nya kalian tidak tahu siapa mereka."


" Apakah penting, aku tidak mengenal mereka, dan tidak perlu mengenal mereka." Ucap Arsya dengan nada malas.


" Kau benar, hanya dua pemuda bodoh itu saja untuk apa kita harus mengenal mereka" seru Valencia ikut-ikutan, yang juga di angguki oleh Keysa.


" Kalian selama ini berada di planet mana sampai rumor-rumor yang berada di academy tidak kalian ketahui." Ucap Ezio tak habis pikir.


" Hei, apa kalian tuli cepat katakan siapa yang bernama Arsya di sini!" Seru pria itu sekali lagi dengan nada yang semakin marah.


" Arsya!" Seru Keysa dengan takut sambil memegang tangan Arsya dengan erat.


" Tenanglah, bukankah kau sudah membunuh banyak monster, jika mereka macam-macam tinggal hajar saja." Ucap Arsya menenangkan Keysa yang seperti sedang ketakutan.


Mendengar penghiburan dari Arsya, Keysa pun tidak lagi memegang tangan Arsya, tapi dia memilih menunduk dan tidak melihat wajah kedua orang itu.


" Wah bukankah mereka berdua itu adalah duo handsome."


" Mereka tampan sekali, jika aku tidak bisa mendapatkan satu dari five prince, satu dari mereka saja cukup. aku rela melakukan apapun untuk mendapatkan satu dari mereka."


" Mimpi saja kau!"


" Ngomong-ngomong siapa orang yang bernama Arsya yang mereka cari-cari itu, seperti nya dia telah menyinggung kedua pria itu."

__ADS_1


" Arsya? aku seperti nya pernah mendengar nama itu!"


Saat mereka sedang berbincang Arsya dan teman-teman nya berjalan ke depan menuju kelompok itu.


Saat itulah semua orang baru mengingat wajah Arsya, beberapa hari ini alan di adakan pesta dan sudah cukup lama rumor tentang Arsya terlupakan, tapi sekarang beberapa dari mereka mengingatnya kembali.


" Bukankah itu gadis culun yang dulu di rumorkan naik ke atas tempat tidur salah satu dari five prince."


" Benar, itu dia.. kata nya dia juga yang menggoda tuan muda Lawrence."


" Apa lagi yang akan dia lakukan, sungguh tidak tahu malu."


" Sekarang aku ingat nama dia adalah Arsya. Jadi dia yang di cari kedua pemuda itu, sungguh sihir apa yang dia gunakan untuk memikat banyak pria tampan, padahal penampilan nya saja sungguh.. eerr jelek."


" Aku Arsya, ada perlu apa kau mencari ku?" Tanya Arsya acuh tak acuh.


" jadi kau yang bernama Arsya, ternyata hanya seorang gadis cupu saja.."


" Kau memiliki tiga potongan puzzle bukan, berikan pada ku, maka akan kami ampuni nyawa mu dan teman-teman mu itu!" Seru pemuda itu dengan nada sombong.


Valencia, Kyra, Darren maupun Ezio saling berpandangan dengan bingung, bagaimana sekelompok orang ini mengetahui nya.


Bukankah hanya mereka berenam saja yang tahu tentang itu!


Atau apakah ada seseorang yang memata-matai mereka sedari awal.


Pernyataan muncul di benak mereka, tapi masih belum juga menemukan jawaban nya.


" Kalian menginginkan tiga potongan puzzle ini juga percuma, jika tidak memiliki yang tersisa. Jadi untuk apa aku memberikan nya pada kalian!" Seru Arsya dengan nada sangat malas.


" Percuma atau tidak itu urusan kami, lagi pula kami telah memiliki dua potongan lain, jika di tambah tiga milik kalian, mudah saja menemukan satu lainnya."


Dia tidak tahu saja Arsya memiliki empat potongan puzzle, namun satu lagi memang belum dia bicarakan dengan teman-teman nya.


" Oh jadi kau memiliki yang tersisa, bagus sekali" ucap Arsya tersenyum penuh arti.


Namun di mata pemuda itu gadis di depan nya sedang ketakutan, dan tidak lama juga akan menyerah dan memberikan apa yang dia inginkan, seperti sebelumnya dia mendapat potongan puzzle yang dia miliki. Bukankah para wanita tidak akan tahan melihat pesona milik nya, mereka pasti akan dengan sukarela melempar tubuh sendiri untuk bisa dekat dengan nya.

__ADS_1


Jika saja Aksa ada di sana dan mengetahui apa yang pemuda itu pikiran mungkin dia akan memukul pemuda itu hingga wajah nya berubah menjadi babi.


" Kalo begitu bukankah lebih baik kalian saja yang memberikan benda itu pada kami" lanjut Arsya yang tersenyum semakin lebar.


__ADS_2