
Saat mereka berdua sedang berbincang, sebuah suara langkah kaki yang terdengar sedang tergesa-gesa mendekat dan membuka pintu ruangan tersebut dengan keras.
Brak
" pak Galen, Gawat!" Seru orang itu tanpa melihat sekitar nya lebih dulu.
Guru yang nama lengkap nya Galen Abel sekarang sedang mengerutkan kening nya dengan tidak senang, tapi saat melihat wajah panik dari orang itu ia pun tidak jadi menyemburkan amarah nya.
" Apa yang terjadi?"
Dia mengatur nafas nya yang terengah-engah dengan susah payah, keringat membanjiri wajahnya.
" Guru, Professor Sakha Tiba-tiba saja mengalami kejang-kejang, kami sudah memanggil dokter tapi tidak ada yang bisa menangani nya. Aku kemari untuk mencari tahu apakah guru mempunyai ramuan untuk mengobati nya"
Mendengar itu raut wajah nya langsung berubah, tentu saja dia sangat mengenal siapa itu Professor Sakha Bisa di bilang orang ini adalah seseorang yang memiliki pengaruh besar di bidang penelitian ilmiah. Kemampuan nya dalam membuat ramuan bahkan lebih tinggi dari nya.
" Apa!! Cepat bawa aku ke sana."
" Oke."
Saat dia akan pergi, ia baru ingat tentang Arsya yang telah membuat ramuan pemulihan dengan kemurnian tinggi, jadi dua pun mengajak nya.
" Murid, kau juga ikut dengan kami."
Arsya masih memiliki waktu luang jadi ia pun mengiyakan " mm..."
Mereka telah sampai di ruang kesehatan, di sana ada sebuah tempat tidur yang di atas nya seorang pria paruh baya seusia 70 tahunan sedang terbaring lemas, tubuh nya terlihat sedang kejang-kejang. Di samping nya juga terdapat lima sampai enam orang yang mengelilingi tempat tidur nya, bisa di katakan tiga dari mereka adalah dokter dan sisa nya adalah guru.
__ADS_1
" Kalian menyingkir ke samping biar aku melihat kondisi nya!" Seru guru itu.
Semua orang langsung menuruti perkataan nya itu dan membiarkan nya memeriksa.
Dia mengulurkan tangan nya untuk memeriksa nadi serta tekanan jantung nya, setelah beberapa detik diapun mencoba menggunakan energi spiritual untuk memeriksa nya lebih dalam, tapi terdapat penolakan dari tubuh pria tua itu membuat wajah nya memucat.
Melihat ekspresi guru itu yang pucat pasi, membuat seorang pemuda yang berdiri di samping tempat tidur pria tua itu ikut ketakutan, pemuda itu pun bertanya " Ada apa? Apakah kakek ku baik-baik saja?
" Kondisi profesor sangat serius, dia mengalami kejang-kejang tapi suhu tubuh nya tidak panas malah terasa dingin. Lalu saat aku mencoba menyalurkan energi spiritual pada nya ada penolakan dari tubuh nya. Aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi." Jawabnya dengan lesu.
" Apa! Gak, nggak mungkin kalian pasti bohong. Kakek ku tadi sehat-sehat saja, tapi setelah kemari kondisi nya malah seperti ini. Cepat panggil dokter atau ahli ramuan terbaik kemari biarkan mereka memeriksa nya." Serunya dengan histeris.
" Percuma saja, dalam waktu beberapa menit dia akan meninggal." Bukan guru Galen yang menjawab nya melainkan Arsya yang sedari tadi diam.
" Kau! Tahu apa kau, berani sekali mengatakan hal buruk pada kakek ku." Ucap nya tidak terima.
" Jangan membual anak muda, kami para dokter saja tidak bisa melakukan apapun, bahkan guru ramuan terbaik di academy ini juga tidak bisa berbuat apa-apa. Lalu apa yang bisa gadis kecil seperti mu lakukan" seru seorang dokter dengan sinis.
Pemuda itu yang mendengar nya juga setuju, ia tidak bisa membiarkan kakek nya di rawat oleh sembarang orang.
" Cepat kalian panggil seseorang dari asosiasi ramuan kemari, mereka pasti bisa membantu."
" Itu percuma saja, waktu nya tidak akan sempat hanya untuk memanggil orang dari asosiasi ramuan, meski mereka hebat dalam pengobatan sekalipun. Jika pasien telah berada dalam batas nya, mereka pun tidak akan bisa membantu banyak" ujar guru Galen
" Lalu apa yang harus ku lakukan, siapapun cepat sembuhkan kakek ku. Aku akan memberikan imbalan apapun bagi siapapun yang menyembuhkan nya.. hiks" dia terduduk lemas tak berdaya, ia pun menangis dengan pilu, dia telah mempelajari ilmu pengobatan tradisional tapi keahlian nya bisa dikatakan masih seorang pemula.
" Guru, berdirilah biar aku yang memeriksa." Meski ragu tapi melihat kepercayaan diri dari gadis ini membuat nya entah kenapa merasa harus mempercayai nya, ia pun berdiri dari duduknya dan mempersilahkan gadis itu memeriksa ulang.
__ADS_1
Pemuda itu sekarang tidak lagi bicara, tatapan nya kosong dan bingung. Namun saat melihat gadis itu mulai memeriksa tatapan nya kembali pulih dia, hanya saja dia tidak berniat untuk menghentikan nya jika memang gadis muda ini bisa membantu kakeknya sembuh ia akan sangat berterimakasih. Meski harapan nya kecil tapi melihat tatapan penuh percaya diri dari gadis itu membuat nya sedikit mempunyai harapan.
Arsya yang sedang memeriksa kondisi pria tua itu mengerutkan kening nya beberapa kali. Setelah memeriksa kondisi nya, Tangan nya dengan terampil bergerak dan menotok beberapa titik akupuntur, tidak lama kondisi pria itu sedikit membaik, perlahan kejang nya pun berhenti.
" Adakah dari kalian yang memiliki jarum perak?" Tanya nya dengan serius.
" A-ada satu, ini milik kakek ku. Apa kau akan menggunakan nya untuk pengobatan?" Tanya pemuda itu dengan cepat dan masih linglung.
" Ya, berikan itu pada ku."
Pemuda itu pun mengambil sebuah kotak yang berisi beberapa jarum perak di dalam nya dan memberikan kotak itu pada Arsya dengan ragu.
" Apa.. kau bisa menggunakan nya?" Tanya nya ragu.
Setelah dunia berkembang semakin lama ilmu pengobatan tradisional juga ikut menurun, salah satu nya pengobatan menggunakan jarum perak, di dunia ini hanya ada beberapa orang yang dapat menggunakan nya dan mereka kebanyakan orang-orang yang sudah sepuh salah satu nya adalah kakek nya. Karena itu dia ragu wanita ini bisa menggunakan nya dengan benar.
Arsya tidak menjawab, dia mengeluarkan beberapa jarum perak, saat itulah mereka dapat melihat jenius sesungguhnya. Dengan cepat dan akurat Arsya menusukkan beberapa jarum perak ke titik-titik akupuntur seperti di perut kepala dan tangan.
Setelah beberapa detik dia pun melepaskan satu persatu jarum perak tersebut dari tubuh pria tua itu, perlahan wajah dan warna kulit pria tua itu tidak lagi pucat seperti sebelumnya bahkan sudah ada rona merah yang menandakan dia mulai pulih.
Arsya menyalurkan sedikit energi spiritual nya untuk mempercepat pemulihan nya, dapat dilihat warna aura berwarna hijau yang menyelimuti tubuh pria itu, seakan sedang mengisi energi kehidupan yang terkuras.
" Kondisi nya tidak lagi dalam bahaya, tapi dia memerlukan ramuan penyembuhan dengan kemurnian di atas 90% jika ingin sadar. Bahan-bahan ku untuk membuat ramuan itu telah habis, jika kau bisa memberikan bahan-bahan itu, aku akan segera membuat ramuan penyembuh nya" ujar Arsya dengan acuh, dia bahkan tidak perlu repot untuk melihat wajah pemuda itu, bahkan ia tidak peduli dengan ekspresi tercengang di wajah orang-orang yang berada di ruangan tersebut.
" Ah.. ya, a-aku akan segera menyiapkan bahan nya sekarang juga" guru Galen Lebih dulu berekspresi dan segera melangkah untuk menyiapkan semua bahan nya, tidak sulit mendapatkan bahan-bahan itu di gudang penyimpanan academy.
Dengan ragu pemuda itu memeriksa pergelangan tangan kakek nya, ia pun menjadi tertegun. Meski kemampuan nya bisa di bilang masih pemula tapi untuk memeriksa kondisi nya sekarang di juga dapat memahami nya. Kondisi kakek nya benar-benar telah membaik, ini kabar yang luar biasa.
__ADS_1