Arsksa : Love And Magic

Arsksa : Love And Magic
56. Apakah Hanya Teman?


__ADS_3

" ternyata kamu begitu peduli pada ku!" Ucap Aksa sambil tersenyum menatap Arsya dengan tatapan lembut.


" Peduli atau tidak apa beda nya... aku hanya kebetulan ingin ke tempat ini dan tidak sengaja melihat mu saja, apa salah nya mengobati luka teman!" Seru Arsya acuh, dia mencoba untuk tetap fokus mengobati luka Aksa tanpa mempedulikan apa yang sedang Aksa lakukan.


" Apakah hanya teman?" Tanya Aksa kecewa.


" Ada apa dengan mu! Apakah kau perlu ke rumah sakit? Memang nya ada hubungan apa lagi di antar kita selain teman" ucap Arsya acuh


" Benar juga..." Ucap Aksa


" Namun suatu hari nanti kamu akan menjadi istri ku" lanjut nya di dalam hati, sambil tersenyum tipis.


" Apa kamu mengatakan sesuatu?" Ucap Arsya polos


" Ah, tidak" jawab Aksa cepat


" Apa kamu tidak menjauhi ku?" Tanya Aksa, sebenarnya ini yang sedari tadi ingin ia tanyakan pada Arsya.


" Untuk apa?" Arsya bertanya balik dengan acuh


" Kamu pasti sudah mendengar nya bukan!"


" Anak haram yang di katakan pemuda itu!" Seru Arsya acuh


" Ya"


" Lalu?" Arsya terlihat sangat acuh dan malas.


" Kamu tidak takut semua orang menjauhi mu karena dekat dengan ku Kay?" Tanya Aksa acuh tak acuh, namun hati nya sangat menantikan jawaban apa yang akan di berikan oleh gadis di depan nya.


" Tuan muda Aksa saat kamu menyatakan cinta pada ku, apakah kamu tidak takut akan ada yang mengejek mu karena menyukai seorang gadis cupu?" Bukan menjawab Arsya malah bertanya balik.


" Nona Arsya aku tidak peduli dengan apa yang mereka katakan, ini hidup ku bukan hidup mereka, dan yang ku inginkan hanya kamu seorang yang akan menjadi pendamping ku" jawab nya acuh, tatapan nya menyiratkan kesungguhan nya.


" Kau telah menjawab pertanyaan mu sendiri tuan... Lagi pula kita tidak sedekat itu untuk saling peduli" seru Arsya acuh


" Bukankah kita sudah berteman?"


" Ya.."


" Sekarang mungkin hanya teman, namun aku pasti akan membuat mu merasa aku penting dalam hidup mu" goda Aksa

__ADS_1


" Tuan jangan membual, jika nanti kau jatuh rasa nya akan sangat sakit" ucap Arsya namun tak ayal ia pun tersenyum tipis


" Jika rasa sakit itu kamu yang memberikan nya, aku akan dengan senang hati menerima nya, asalkan aku dapat melihat senyum mu setelah itu" Aksa kembali menggoda Arsya.


" Tuan seperti nya kau tidak pantas mendapatkan julukan prince es, kau bahkan lebih pantas di sebut raja gombal" ucap Arsya tersenyum sinis.


" Hanya untuk mu" jawab Aksa tersenyum menggoda.


Blush


Arsya menjadi salah tingkah setelah terus-menerus di goda oleh Aksa, pipi nya bahkan sedikit memerah, namun ia tetap mencoba menyembunyikan nya dengan wajah datar nya.


***


Keesokan hari nya


Berita tentang havika dan teman nya Benita yang di keluarkan dari academy telah menggemparkan seluruh siswa dan guru. Apa lagi di tambah pengumuman tentang Pak Bahr guru yang mengajar di Phoenix Class di turunkan pangkat nya membuat semua orang bertanya tanya apa yang terjadi dengan mereka.


" Bagaimana ini bisa terjadi, bukan hanya Havika dan Benita yang dikeluarkan dari academy tanpa alasan, bahkan kekuatan mereka telah di segel dan pak Bahr yang merupakan ayah havika di turunkan pangkat nya!"


" Wakil academy yang membuat pengumuman ini bahkan tidak memberikan penjelasan sedikitpun tentang ini!"


" Sangat aneh.."


Sekelompok gadis sedang berkumpul mereka juga sedang membicarakan masalah yang terjadi.


" Deolinda bukankah seharusnya gadis cupu itu yang di keluarkan, tapi kenapa malah Havika?"


" Seperti nya gadis itu sangat beruntung!" Ucap temannya


" Tidak dia tidak beruntung, tapi pasti ia telah menggoda salah satu tuan muda dari keluarga bangsawan utama sehingga membiarkan nya tetap tinggal, karena itu Havika dan Benita lah yang di keluarkan bukan gadis cupu itu.." Jawab Deolinda


" Kau benar Deolinda, kita harus berhati-hati atau nanti kita yang akan di keluarkan dari academy ini, aku tidak rela berpisah dari semua fasilitas yang ada di academy ini. Namun bukankah kemarin kau menantang gadis itu dan teman-teman!" Ucap temannya


" Kau benar, saat itu aku pikir dia yang akan di keluarkan namun aku tidak pernah menduga orang yang berada di belakang nya bisa membantu nya" ujar Deolinda


" Meski begitu gadis itu bersama teman-teman nya itu tetap saja tidak lebih dari seorang ****** yang suka menggoda pria kaya!" Ucap nya penuh hinaan


***


Di tempat lain

__ADS_1


Kepala academy dan wakil academy sedang berbincang di ruangan kepala academy. Mereka berdua sedang membahas masalah yang sama seperti yang lain nya.


" pak Rezvan, kenapa nona Arsya tidak ingin agar semua orang tahu apa kesalahan ketiga orang itu, bukankah kesalahan ketiga nya sudah sangat fatal." Tanya pak Efendi


" Kau tidak mengerti gadis itu, bahkan diri ku sendiri tidak mengerti jalan pikiran nya. Namun dia pasti sudah memikirkan nya dengan baik.." jawab pak Rezvan


" Tapi bukankah dengan nona Arsya meminta kita untuk tidak mengumumkan kesalahan mereka, membuat berbagai rumor yang menyalahkan nya bahkan ada beberapa rumor tidak enak tentang nya!" Ujar pak Efendi


" Meski saya hanya bertemu dengan nya sebentar, saya bisa melihat dia adalah gadis yang cerdas dan penuh perhitungan. Lagi pula gadis itu mungkin tidak ingin sampai identitas nya terbongkar oleh semua orang karena masalah ini" jawab kepala academy dengan tenang sambil tersenyum tipis.


" apa yang anda katakan benar pak, nona Arsya dan nona Clara begitu berbeda dengan anak-anak bangsawan lain nya yang selalu ingin terlihat paling menonjol di depan publik"


***


Para guru mulai merasa cemas dan gelisah dengan apa yang terjadi pada pak Barh, mereka sedang mencari cara untuk mendapatkan alasan dari kejadian yang mengejutkan itu, satu persatu guru mencari kepala academy dan wakil kepala academy untuk segera mengadakan rapat dan memberikan alasan yang jelas pada mereka, begitu pun dengan pak Barh sendiri.


para guru telah berada di ruang rapat untuk membahas masalah itu, mereka sekarang hanya sedang menunggu kedatangan kepala academy dan wakil kepala academy saja.


" pak! para guru sedang menunggu kita di ruang rapat, apakah kita akan ke sana?"


baru saja pak Rezvan ingin berbicara tapi sebuah pesan masuk ke handphone nya, setelah membaca pesan singkat itu pak Rezvan tersenyum penuh arti.


" tentu saja kita akan pergi, bukankah kita harus mengatakan penyebab masalah nya!"


" tapi pak, bukankah.." pak Efendi baru saja ingin berbicara tapi segera di potong oleh pak Rezvan.


" gadis itu yang menginginkan nya." hanya dengan kalimat itu saja, pak Efendi sudah mengerti apa yang sedang di bicarakan pak Rezvan.


ruangan yang tapi berisik dengan perbincangan orang-orang menjadi senyap dan sunyi, setelah kedatangan dua orang kedalam ruangan tersebut.


" kepala academy, wakil kepala academy!" seru salah satu dari para guru.


" hmm, kalian seperti nya sedang membahas sesuatu" ucap pak Rezvan pura-pura tidak tahu dengan apa yang sedang mereka bahas.


" itu pak.." pak Barh sangat malu saat pak Rezvan memotong ucapan nya.


" saya tidak memiliki banyak waktu untuk berbicara omong kosong pak Barh, silahkan anda dan semua guru yang ada di sini lihat sendiri berkas-berkas ini!" ucap pak Rezvan tenang, setelah mengatakan itu pak Efendi membagikan sebuah berkas-berkas pada semua guru yang ada di sana, termasuk pada pak Barh..


semua guru termasuk pak Barh terkejut dengan isi berkas-berkas itu, tidak ada di antara mereka yang ingin berbicara atau protes karena semua bukti nya sudah sangat jelas, bahkan pak Barh semakin menunduk malu saat semua yang dia lakukan telah terbongkar.


berkas-berkas itu berisi informasi penggelapan dana, dan masih banyak pelanggaran lain yang di lakukan oleh pak Barh tanpa sepengetahuan orang lain, dengan semua bukti itu sudah seharusnya dia di keluarkan, tapi dia hanya di turunkan tingkat nya saja itu sudah lebih baik.

__ADS_1


" mengapa kalian diam saja, jika ada yang ingin bertanya, silahkan tanyakan saja. wajah kalian tidak perlu sepucat itu!"


tidak ada yang menjawab, itu karena sebagian dari mereka juga ada yang melakukan hal yang sama seperti pak Barh, dan mereka takut jika masalah ini dilanjutkan mereka akan segera ketahuan.


__ADS_2