Arsksa : Love And Magic

Arsksa : Love And Magic
137. Negara A


__ADS_3

****


Berbeda dengan kondisi yang ada di academy Blue Ocean, Arsya dan Aksa baru saja tiba di negara A. Saat keduanya sampai sudah ada sebuah mobil Mercedes-Benz berwarna hitam yang menjemput



Gambar hanya pemanis


Seorang pria paruh baya keluar dari mobil tersebut dan menyapa Aksa dengan sopan " Tuan muda, tuan besar meminta ku untuk menjemput mu"


" Hm" hanya itu jawaban Aksa


Aksa segera membuka pintu belakang mobil dan membiarkan Arsya masuk lebih dulu sebelum dirinya ikut masuk, Arsya sendiri hanya diam dan duduk dengan tenang. Namun berbeda dengan sang sopir, dia terlihat sangat terkejut melihat apa yang terjadi di depan nya, semua orang di kediaman utama tahu tuan muda mereka sangat tidak suka berdekatan dengan seorang wanita tapi sekarang tuan muda nya membukakan pintu mobil untuk seorang wanita.


" Pak, jalan"


" Ah ya tuan muda, maaf kan saya." Ucap nya yang kembali tersadar dari lamunan nya.


Dia langsung masuk ke dalam mobil dan mengendarai mobil itu menuju pusat kota dimana kediaman utama keluarga Knight berada.


" Kay, aku punya sesuatu untuk mu." Aksa merogoh saku celana nya dan mengeluarkan sebuah kotak berukuran kecil, jika di lihat dari luar itu seperti sebuah kotak perhiasan.


Aksa membuka kotak itu yang memang isi nya adalah sebuah perhiasan, Arsya pun meraih perhiasan tersebut yang ternyata adalah sebuah kalung dengan liontin yang sangat indah.



Gambar Kalung


" Berlian ini bukankah.."


" Apa yang kamu pikirkan benar, itu adalah berlian yang sebelumnya di lelang, aku sengaja membeli nya untuk membuat kalung ini. Kalung ini akan sangat cantik jika dikenakan oleh mu."


" Aku sudah memiliki kalung" ucap nya lirih sambil memperlihatkan sebuah kalung yang ia gunakan yang liontin kalung tersebut merupakan sebuah cincin yang memiliki desain sangat unik.


" Bukankah bandul kalung yang kamu kenakan itu sebuah cincin? Mengapa kau tidak menggunakan cincin itu di jari mu saja!" Tanya Aksa.

__ADS_1


" Ya, aku sudah lama menjadikan nya bandul kalung ku... aku sendiri tidak tahu cincin siapa ini" Arsya mengucapkan kalimat akhir nya dengan lirih namun Aksa yang memang memiliki pendengaran yang tajam dapat mendengarnya dengan jelas.


" Mm.. bisakah kamu memakai cincin itu di jari mu dan memakai kalung ini di leher mu?" Tanya Aksa dengan hati-hati takut menyinggung perasaan gadis nya.


Pak sopir yang sedari tadi mendengarkan percakapan keduanya kembali di buat terkejut melihat ekspresi lembut tuan muda nya saat berbicara dan membujuk seorang gadis.


Ini sungguh luar biasa!


Ia bahkan merasa langit begitu cerah hari ini..


Untuk sejenak Arsya terdiam sebelum ia mengangguk menyetujui apa yang Aksa minta.


" Oke."


Arsya melepaskan kalung yang di kenakan nya.


" Tolong pasangkan itu." Ucap nya singkat, tapi Aksa langsung mengerti apa maksud perkataan nya itu.


" Oke." Aksa dengan perlahan dan hati-hati memasangkan kalung tersebut di leher putih mulus Arsya.


Benar saja kalung itu tampak sangat indah dan cantik saat di kenakan oleh Arsya, kalung itu seperti tercipta hanya untuk Arsya seorang. Kalung yang Aksa berikan memang terlihat sederhana tapi sangat elegan dan menawan, jangan salah penampilan kadang dapat menipu, kalung itu jika di jual dapat mencapai miliaran rupiah.


" Cantik."


" Kalung ini memang cantik" ucap Arsya yang menyentuh kalung yang terpasang di leher nya.


" Bukan kalung nya, tapi orang yang memakai nya jauh lebih cantik." Goda Aksa


Blush


Pipi Arsya merah merona mendengar pujian pria di depannya, tapi ia coba untuk tetap tenang ia juga sedang menenangkan hati nya yang terus saja ingin lari maraton.


" Berikan cincin itu pada ku, biarkan aku yang memasangnya di jari mu." Seru aksa kembali


" Ah.. b-baik, ini.."

__ADS_1


Setelah menerima cincin tersebut ia pun memasangkan nya di jari manis gadis itu.


Arsya sedikit terkejut melihat cincin itu telah berada di jari manis nya dengan tenang dan damai, bukan apa.. hanya saja dia sendiri telah lama menyadari cincin yang selama ini berada di tangan nya bukanlah cincin biasa melainkan sebuah benda yang memiliki aura energi magic yang cukup kuat. Dan ukuran cincin tersebut juga lumayan besar tidak akan cocok dengan tangan mungil nya hanya saja sekarang cincin itu seakan menyusut dan menyesuaikan dengan ukuran jari tangan nya.


" Terima kasih" Arsya langsung menarik tangan nya dari genggaman Aksa saat merasakan perubahan pada cincin tersebut, bukan kenapa, tapi dia tidak mau sampai Aksa mengetahui tentang keanehan cincin yang dikenakan nya.


Sebenarnya dia tidak bermaksud menyembunyikan itu hanya saja dia sendiri tidak tahu asal usul dari cincin tersebut, yang semakin kesini ia yakin cincin tersebut memiliki rahasia yang tersembunyi, Karena itu ia harus menyelediki sendiri untuk mengetahui nya.


Aksa sendiri tidak merasa ada yang aneh dengan reaksi Arsya, karena itu ia hanya membiarkan dan memilih menyenderkan kepala nya di kursi.


" Pak, kalo ada toko kue di depan tolong berhenti sebentar!" Seru Arsya pada sang sopir, namun sopir itu tidak langsung menjawabnya, ia malah menoleh menatap Aksa untuk meminta persetujuan nya.


Setelah melihat Aksa mengangguk singkat, dia baru menjawab " baik nona. Di depan nanti akan ada toko kue yang sangat populer di kalangan bangsawan di negara A ini, nona mungkin akan menyukai kue buatan toko itu."


" Oke, pergi ke sana"


Beberapa menit kemudian setelah melewati beberapa belokan mobil itupun berhenti di sebuah toko roti, yang memang ia dapat melihat banyak nya pengunjung yang datang silih berganti.


" Tunggu sebentar." Ucap nya pada Aksa, Aksa hanya mengangguk sebagai jawaban.


Arsya keluar mobil dan terlihat sedang memilih beberapa kue, setelah menunggu lama akhirnya Arsya kembali dengan menenteng dua kotak yang isi nya tentu saja kue dari toko tersebut.


" Pak, lanjutkan perjalanan." Ucap nya setelah duduk dengan nyaman.


" Emm.. ka menurut mu kakek mu akan menyukai kue yang ku bawa tidak ya?" Arsya bertanya dengan posisi menghadap Aksa dan kepalanya ia miringkan sedikit.


Di mata Aksa ekspresi Arsya saat ini terlihat sangat menggemaskan membuat nya ingin sekali mencubit nya.


" Apa kamu sengaja membeli semua kue itu untuk bertemu kakek?" Tanya Aksa dengan lembut yang di jawab anggukan dari gadis itu.


Aksa yang tidak tahan lagi dan mencubit pipi Arsya dengan gemas.


" Kau tidak perlu membawa apapun, cukup melihat kehadiran mu saja Kakek ku akan sangat senang."


" Mana bisa begitu!"

__ADS_1


" Tentu saja bisa, kakek tua itu selalu mencemaskan diriku, dan berpikir aku ini suka pria, saat dia tahu aku akan membawamu, tulang tua nya bahkan sudah kembali muda" ujar Aksa dengan candaan nyeleneh nya.


" Ck, kau ini Ka.. mana ada yang begitu,"


__ADS_2