
Di lapangan latihan tembak terlihat seorang pria dengan kemeja yang di lipat sampai siku, dengan celana jins, gaya nya begitu elegan layak nya seorang bangsawan, aura nya begitu dingin dan mendominasi. Pria itu sedang memegang pistol di tangan nya.
Jika berada di tempat itu jelas dia sedang melakukan latihan tembak.
Gaya nya begitu tenang dan elegan tapi riak di mata begitu sulit untuk di tebak, sebelah tangan nya di masukkan ke dalam saku celana sedangkan sebelah nya lagi memegang pistol yang di arahkan ke papan target di depan nya. Postur tubuh nya terlihat seperti penembak profesional.
Dor
Dor
Aksa menembak dua kali berturut-turut dan kedua tembakan nya tepat di tengah papan target.
Saat dia akan memasukkan peluru kembali ke dalam pistol, sebuah bayangan muncul dan meninju nya tanpa memberikan dia kesempatan untuk menghindar, membuat nya terjatuh tersungkur. Aksa dengan marah menatap orang yang telah berani memukulnya.
" Arion! Ku harap kau tahu apa yang baru saja kau lakukan." Suara dalam dan dingin membuat siapapun akan gemetar ketakutan, namun tidak dengan Arion saat ini dia sangat marah dengan rumor yang Harraz sebarkan.
" Berani sekali kau menjebak Arsya ku!" Arion memukul Aksa dengan brutal.
Namun Aksa tidak tinggal diam dia menahan serangan Arion dan balas menangkis serta menyerang Arion, sambil bertanya untuk mencaritahu apa yang sebenarnya terjadi, hingga membuat pria itu marah besar.
Hati Aksa terasa terbakar saat Arion memanggil Arsya yang sekarang sudah menjadi istri nya dengan intim.
" Berani nya kau menyentuh Arsya ku."
" Arsya mu..." Aksa menyentuh sudut bibir nya yang berdarah menatap Arion dengan mencibir.
" Arsyakayla adalah milik ku, dia akan menjadi milik Aksa. Dia bukan Arsya mu dia Arsya nya Aksa." Seru Aksa dengan tegas dan ekspresi dingin tidak berubah dari wajah nya.
Ivan dan Kenan sampai di buat terbengong dengan pernyataan Aksa tersebut, Kenan baru saja berhasil menyusul kedua orang ini tapi siapa sangka dia malah mendengar sesuatu yang sangat mengejutkan. Dimana seorang pria dingin tak tersentuh seperti Aksa telah menyatakan diri nya ingin memiliki seorang gadis yang sekarang sedang di perebutkan bersama Arion.
Kedua nya sama sekali tidak menyangka kedua pria yang sulit di sentuh meski pun oleh gadis-gadis cantik yang selama ini mendekati mereka, tapi kedua pria dingin itu malah menyukai satu gadis yang sama yaitu Arsya. Padahal jika Kenan pikir gadis-gadis yang mengejar kedua teman nya itu lebih cantik dari gadis berkacamata besar itu.
" Dunia seperti nya akan kiamat, mengapa mereka harus memperebutkan satu orang gadis yang sama. Apa istimewa nya gadis itu." Ucap Kenan dengan nada mengeluh.
" Kamu nanya." Sahut Ivan acuh yang mendapatkan pelototan dari Kenan.
Saudara nya ini selalu membalas ucapan orang lain dengan tajam, tidak bisakah menjawab ucapan nya itu baik-baik, jangan langsung menjatuhkan mental nya begitu saja.
__ADS_1
" CK, apa?" Ucap Ivan menatap Kenan santai saat merasakan tatapan adik nya itu pada nya.
" Hehe... Tidak ada, kakak ku yang baik, bagaimana jika kau ke sana dan hentikan pertikaian kawan kita itu" ucap nya nyengir agar tak mendapatkan pukulan dari sang kakak.
" Kau gila, aku bisa mati jika ikut campur, kekuatan mereka berdua lebih besar dari ku."
" Ya, kau tidak akan mati, mungkin hanya akan sedikit babak-belur tapi aku akan senang jika melihat nya" gumam Kenan dengan pelan.
" Apa yang kau bilang tadi!" Seru Ivan menatap tajam sang adik.
" Gak, aku ga bilang apa-apa. Kaka mungkin salah denger."
" Kalo kau begitu mencemaskan mereka berdua, mengapa tidak kau saja yang pergi, sana!" ucap Ivan acuh
" Gak deh, aku juga masih sayang nyawa ku." Balas Kenan cengar-cengir ga jelas.
Mereka berdua sangat tahu di antara kelima orang di antara mereka yang memiliki kekuatan fisik yang kuat adalah Aksa dan Arion, sedangkan kemampuan sihir Arion juga sangat tinggi, dan kemampuan sihir Aksa begitu misterius tapi bisa di katakan kedua nya seimbang untuk saat ini. Meski begitu jika di bandingkan dengan Alvan, Ivan dan Kenan mereka bertiga masih kalah jauh.
Jika ada Alvan mereka bertiga bisa melawan kedua orang itu bersama, mungkin masih bisa menghentikan pertarungan mereka tapi sekarang Alvan sedang tidak ada di academy entah dia sedang berada dimana saat ini. Lalu mereka juga tidak berani mencoba menghentikan Arion karena saat Arion sedang marah akan sangat sulit meredakan emosi nya jika mereka tetap mencoba menghentikan Arion yang ada mereka kena imbas nya juga.
" Kau mengancam ku! bagaimana jika aku tidak ingin melepaskan nya. Apapun yang terjadi Kayla adalah milik ku sekarang, sebaiknya kau saja yang menyerah. Jika kau masih tidak ingin menyerah, aku tidak keberatan untuk bertarung dengan mu dan kita lihat siapa yang lebih pantas untuk berada di sisi Kayla."
Mana mungkin dia akan rela melepaskan istri yang baru saja ia dapatkan pergi ke pelukan pria lain, ia saja belum mendapatkan hati gadis itu, dan sekarang Arion datang dan meminta nya melepaskan Arsya mana mungkin dia akan melakukan itu. Dia juga bingung dengan hubungan antara Arsya dan Arion, sebenarnya apa hubungan yang mereka miliki sampai Arion ingin merebut gadis nya.
Awal nya ia pikir Arion mencintai Arsya seperti dia mencintai nya, tapi dari tatapan Arion dia bukan melihat tatapan itu yang dia lihat hanya kasih sayang seorang Kaka pada adik nya di mata Arion.
Apa mungkin Arsya adalah adik Arion?
Ia pernah memiliki pemikiran yang seperti itu, hanya saja bawahan nya tidak mendapatkan informasi jelas tentang gadis nya itu. Awal nya dia ingin mencari informasi sendiri, tapi Harraz akhir-akhir ini selalu membuat masalah pada nya membuat dia harus menyelesaikan masalah lain lebih dulu.
" Oke, kita akan bertarung dengan kekuatan penuh bukan hanya dengan kekuatan fisik saja, bagaimana?"
Tentu saja Aksa paham maksud perkataan Arion, yang dia maksud jelas dia ingin bertarung dengan kemampuan sihir juga.
" Tidak masalah."
" Namun tempat ini masih milik academy, akan sangat merepotkan jika kita bertarung di sini" ujar Arion.
__ADS_1
" Hutan di belakang academy sangat luas, kita bisa pergi dan bertarung di sana" lanjut Arion.
" Tidak masalah, kita pergi ke sana." Ucap Aksa dingin.
Aksa mendekati Arion dan memegangi bahu nya, mereka berdua pun menghilang dari tempat itu hanya dalam hitungan detik.
" Hei tunggu! Kalian mau pergi kemana" teriak Kenan terkejut.
" Van, kenapa mereka pergi."
" CK bodoh, apa kau tuli Arion sudah bilang mereka akan pergi ke hutan belakang academy."
" Hah... Untuk apa mereka pergi ke sana?" Ucap Kenan lemot.
" Piknik."
" Hah.. piknik?"
" Ya ampun kenapa aku mendapatkan adik seperti dia, ya lord jika boleh, tukar saja adik ku ini, aku ikhlas."
" Enak aja, kau akan menyesal kalo adik mu di ganti, kau tidak akan lagi mendapatkan adik yang tampan dan imut seperti ku." Ucap Kenan narsis.
" Imut... Yang ada amit-amit. Mereka tentu nya akan melanjutkan pertarungan tadi, kau pikir mereka akan pergi piknik setelah tadi saling adu tinju."
Ivan rasa nya harus mempunyai stok kesabaran yang tinggi untuk menghadapi sikap absurd dari adik nya ini.
" Oh.."
Bagaimana tidak kesal sudah bicara panjang kali lebar tapi Kenan hanya menyahutnya dengan oh saja.
" Kenan, kau pergi dan cari Valencia atau Arsya minta dia untuk datang ke tempat pertarungan Aksa dan Arion." Pinta Ivan
" Kenapa harus Valencia, bukankah yang menjadi alasan mereka bertengkar itu Arsya, ya?" Tanya Kenan bingung.
" Turuti aja apa yang ku bilang jangan banyak bertanya bodoh, aku akan pergi menyusul mereka lebih dulu. Kau cepat bawa salah satu dari gadis itu." Tanpa menunggu jawaban dari adiknya dia langsung pergi meninggalkan nya.
" Hei tunggu... CK, dasar kakak menyebalkan."
__ADS_1