Arsksa : Love And Magic

Arsksa : Love And Magic
147. Kau Pikir Priaku Sama Seperti Priamu


__ADS_3

" Aku akan mengganti uang mu setelah ibu ku mengembalikan uang saku ku"


" Baiklah."


" Hahaha... Aku sudah tidak tahan lagi Key, wanita ini ternyata sangat bodoh." Seru Kenan tertawa dengan sangat bahagia, bahkan membuat ia memegangi perut nya akibat terlalu bersemangat.


" Cuih... Kau tidak perlu menertawakan kami, kekasih ku hanya sedang di hukum oleh keluarga nya, tapi identitas nya tetap nyata berbeda dengan kalian yang begitu miskin, aku yakin kalian tidak akan bisa membayar satu pun barang yang ada di toko ini."


" Benarkah.. nona manis, apa kau sudah menjumlah total semua barang yang wanita ku beli?" Kenan sama sekali tidak menghiraukan wanita itu dan hanya menanggapi nya seperti angin lalu.


Sedangkan wanita itu terlihat sangat kesal, ia kesal karena ada seorang pria tampan yang membela saudara tiri nya ini, padahal ia lebih segala dari wanita kampung itu.


Leta, Entah kepercayaan dari mana yang kau dapatkan.


" Mohon tunggu sebentar tuan, manager sendiri yang akan menangani nya." Jawab salah seorang pelayan yang membantu nona kusir dengan sopan.


" Ya terserah, minta saja dia cepat datang aku tidak memiliki banyak waktu."


Tidak lama seorang pria paruh baya datang tergopoh-gopoh, dan saat melihat wajah Kenan ia semakin mempercepat lari nya.


" Tuan muda..."


" Kau manager di toko ini?" Tanya Kenan dengan ekspresi polos tanpa merasa bersalah sedikitpun telah memotong omongan pria paruh baya tersebut yang tidak lain adalah manager toko tersebut.


" Benar tuan, apakah ada yang bisa saya bantu?" Tanya nya sopan dan terlihat begitu menghormati Kenan.


Pelayan yang tadi melayani wanita bodoh dan kekasih nya itu gemetar ketakutan melihat sikap hormat dari sang manager, saat ia melihat pemuda itu tidak mampu membayar dan hanya mencari alasan ia sudah yakin ada yang salah dan firasat nya semakin kuat setelah melihat perlakuan yang berbeda pada pria yang pernah ia hina itu.


" Tidak ada, cepat kau sebutkan saja nota barang yang ingin ku beli."


" Baik, tunggu sebentar tuan... Cepat mana nota pembelian milik tuan ini!"


" Ini manager." Pelayan yang sedari tadi melayani Keysa dan Kenan dengan baik memberikan sebuah nota pembelian.


" Total semua nya seharga 35 miliar, saya akan memberikan anda diskon karena telah memborong hampir semua stok barang di toko kami untuk satu Minggu ke depan, jadi anda hanya cukup membayar 30 miliar saja." Ucap manager toko tersebut dengan tenang


Tapi wanita bodoh itu dengan pacar nya, dan tentu nya Keysa juga sangat tercengang saat mendengar harga yang begitu fantastis.


Bukankah uang itu bisa ia gunakan untuk membeli bahan-bahan yang ia perlukan dalam membuat senjata sihir, pikir Keysa tak habis pikir.


Sedangkan kedua orang bodoh itu masih berpikir Kenan tidak akan mampu membayar semua uang itu dan hanya akan berakhir mempermalukan dirinya sendiri.

__ADS_1


mereka akan sangat menantikan itu.


Pelayan itu pun berpikir hal yang sama, lagi pula di lihat dari pakaian Kenan dan Keysa mereka berdua tidak terlihat memakai barang yang bermerk.


Namun dia tidak tahu saja Kenan memang sering melakukan itu saat akan berpergian keluar, ia melakukan itu karena memang lebih nyaman dan juga tidak mau orang lain memandang nya hanya dari barang-barang yang dia kenakan saja. Tapi sebenarnya meski pakaian yang dia kenakan terlihat begitu sederhana, jika dilihat dengan teliti bahan yang dia gunakan adalah kain berkualitas.


" Kau gunakan saja kartu ini." Sahut Kenan dengan santai mengeluarkan sebuah kartu berwarna hitam dengan di pinggir nya ada seperti benang berwarna silver yang menunjukkan identitas nya tidaklah biasa.


" Heh.. berpura-pura saja terus." Cibir wanita itu dengan bodoh nya.


Tapi berbeda dengan sang pria yang terlihat mengenali black card itu.


" Diamlah bodoh.. apa kau tahu itu adalah black card hanya ada beberapa di setiap negara juga dunia." Bisik pria itu dengan kesal.


Wanita itu tertegun saat mendengar pacarnya yang menurutnya sangat mustahil. Sejujurnya ia sendiri belum pernah melihat bagaimana rupa sebuah black card tapi ia selalu mendengar nya dari teman-teman nya, karena itu ia sama sekali tidak menyadari kartu apa yang Kenan keluarkan.


" Apa black card? Tidak mungkin pria miskin ini memiliki kartu yang begitu langka itu." Ujar nya tidak percaya dan hanya mempermalukan dirinya sendiri.


" Kau pikir, pria ku sama seperti pria mu yang mengaku sebagai seorang keturunan besar tapi tidak mampu membayar barang-barang di toko ini"


" Kau..."


" Nona, jika kau tidak ingin mempermalukan diri mu lebih banyak lagi, lebih baik diam dan jauhkan tangan kotor mu itu dari wanita ku" seru Kenan sambil menghempas tangan wanita itu yang akan dia gunakan untuk menampar Keysa tapi berhasil Kenan tahan. Kenan juga mengelap tangan nya seperti dia telah menyentuh sesuatu yang sangat kotor.


" Cih, lagi pula barang-barang disini tidak ada yang bagus. Sayang ayo kita pergi saja dari toko sialan ini!"


" Eh, kalian mau pergi kemana. Nona kepala mu tidak terbentur dan gegar otak bukan, kau tidak mungkin melupakan perjanjian kita." Kenan segera menghadang mereka saat akan melarikan diri.


" Karena kau kalah, sebaiknya kau melakukan sesuai kesepakatan kita." Lanjut nya.


" Kau.."


" Atau tuan muda kedua Rivera Ingin manager toko ini menghubungi keluarga bangsawan... Rivera. Ku dengar toko ini memiliki hubungan baik dengan keluarga bangsawan yang satu itu, kita lihat apakah mereka akan membela mu atau bahkan tidak mengenalimu." Ucap Kenan tersenyum konyol


Namun berbeda dengan pria itu yang langsung gemetar ketakutan, jika benar manager toko ini memiliki kontak salah satu keluarga bangsawan utama pemimpin negara S, Maka bisa di pastikan sandiwara nya akan berakhir.


" Oke, aku akan melakukan seperti taruhan kita. Tapi awas saja kau telah mencari masalah dengan orang yang salah."


Wanita itu ingin protes tapi segera di tarik paksa oleh pria nya, mereka pun berjongkok dan melakukan apa yang Kenan inginkan.


" Cepat katakan Kenan yang paling tampan di dunia, katakan dengan lebih keras!" Seru nya dengan jahil.

__ADS_1


Meski mereka kesal, tapi mereka tetap melakukan apa yang Kenan inginkan.


" Kenan yang paling tampan di dunia."


" Katakan lebih keras lagi!"


" Awas kalo kalian berani berdiri sampai pintu keluar."


Di sepanjang jalan banyak orang yang melihat dan memvideokan mereka dan memposting nya di internet, tentu hal ini membuat mereka berdua sangat malu. Dan untuk beberapa Minggu mungkin tidak akan berani keluar menunjukkan wajah nya.


" Manager! Aku tidak tahu toko ini sekarang memiliki pelayanan yang begitu buruk." Ucap Kenan tiba-tiba, dan jelas perkataan nya itu mengarah pada pelayan yang tadi bersikap congkak di hadapan nya.


Pelayan itu pun yang mendengar nya langsung gemetar ketakutan, ternyata apa yang dia khawatir terjadi juga, ia juga tidak menyangka dua orang yang berpenampilan sederhana malah memiliki sebuah black card yang sangat sulit di miliki oleh orang sembarangan. Sedangkan dua orang yang berpakaian mewah yang ia pikir sangat kaya malah tidak membayar satupun barang di toko ini.


" Tuan muda tolong ampuni saya, saya tidak tahu kalau tuan bukan orang biasa!"


" Jadi maksud mu jika aku hanya orang biasa kau bisa melakukan itu sesuka hati. Ck, toko ini benar-benar memiliki pelayan yang begitu buruk." Desah Kenan dengan kesal saat mendengar ocehan pelayan itu.


Mendengar perkataan Kenan membuat wajah pelayan itu semakin pucat dan tubuh nya gemetar ketakutan, apa lagi saat melihat wajah manager toko yang begitu suram.


" Kau hari ini juga di pecat dari sini, cepat pergi dari toko ku"


" Tuan mohon maafkan saya, tolong berikan saya satu kesempatan lagi."


Keysa yang melihat nya mengerutkan kening dan merasa kasihan pada pelayan itu tapi sebelum mengeluarkan pendapatnya, Kenan sudah lebih dulu menariknya keluar dari toko tersebut.


" Manager ku mohon berikan aku satu kesempatan lagi." mohon pelayan itu sambil menangis.


" hah.. aku bisa saja memberikan mu kesempatan, namun saat ini kau melawan orang yang salah. Apa kau tau, pemuda itu adalah tuan muda Rivera. aku tidak bisa membantu sekarang."


" apa, selesai.. aku sudah berakhir"


Dia tidak menyangka untuk menjilat seseorang yang dia pikir seorang dari keluarga Rivera, malah berakhir dengan melawan keluarga Rivera yang sebenarnya.


" Kenan, apa yang kau lakukan, berhenti menarik tangan ku."


" Hah... Aku tau kau pasti merasa kasihan dan ingin membiarkan pelayan itu, tapi kau harus ingat jangan terlalu baik, atau kebaikan mu itu hanya akan dimanfaatkan oleh orang lain." Ucap Kenan tegas saat melihat gadis itu ingin membantah.


Perkataan Kenan sebenarnya memang benar, bahkan dia sendiri sudah merasakan nya sendiri karena kebaikan ibu nya yang menolong wanita asing, dan sekarang wanita itu dengan tidak tahu diri nya malah merebut suami dari orang yang pernah menolong nya.


Kenan masih mengoceh tentang segala hal sedangkan Keysa yang sudah lelah saat mendengarkan nya memilih untuk pergi meninggalkan pria itu, menurut nya masih ada hal penting yang harus ia lakukan dibandingkan dengan mendengar ocehan Kenan.

__ADS_1


" Hei kau mau pergi kemana!"


" Tunggu aku."


__ADS_2