
" Ada apa pak Efendi memanggil ku?" Tanya nya santai seakan yang ada di depan nya adalah teman nya bukan guru nya.
" begini Aksa di desa Amabi yang berada di negara N terdapat seekor monster yang meneror desa itu, kepala desa meminta academy untuk mengirimkan bantuan untuk mencari tahu monster apa yang menyerang desa mereka, jika bisa kepala desa Amabi meminta bantuan untuk mengalahkan monster tersebut. Tujuan ku memanggil mu untuk menjadi salah satu orang dari orang-orang yang akan academy ajukan untuk menyelesaikan misi ini, apakah kau bersedia?" Tanya pak Efendi dengan tenang, ia menjelaskan segala kejadian yang telah terjadi di desa tersebut dengan baik tanpa ada yang di lebih-lebih kan oleh nya.
" Berapa orang?" Tanya Aksa to the point
" Hah?" Untuk sejenak pak Efendi dan orang-orang yang berada di ruangan itu tidak mengerti dengan apa yang Aksa tanyakan. Meski pak Efendi tidak merasa aneh dengan sifat irit bicara nya Aksa tapi kadang dia juga merasa bingung jika pemuda itu sudah berbicara, lagi pula sangat jarang kedua nya untuk mengobrol bersama.
" Ekhem... Akan ada lima orang dan semua nya telah berada di sini, salah satu nya adalah kamu..." Sebelum pak Efendi melanjutkan perkataannya telah terlebih dahulu di potong oleh Aksa.
" Lima orang? Hanya dengan empat orang yang bodoh dan lemah ini anda yakin bisa mengalahkan monster itu bahkan meminta ku untuk bergabung, anda bercanda pak!" Nada Aksa terdengar dingin dan acuh. Namun di mata keempat orang itu apa lagi Harraz Aksa sedang mengejek dan meremehkan mereka. Tentu hal itu membuat Harraz semakin kesal dengan Aksa.
" Aksa kau semakin keterlaluan, sikap mu ini begitu sombong!" Ujar Harraz dengan sinis yang juga di setujui oleh tiga orang lain nya mereka juka tidak senang mendengar perkataan Aksa, mereka pikir Aksa terlalu sombong.
" Apa yang di katakan tuan Harraz itu benar, kami juga tidak membutuhkan bantuan mu!" Ucap orang itu menatap Aksa dengan tidak senang.
" Baguslah, aku juga tidak suka bekerja sama dengan seekor anjing...." Balas Aksa acuh seakan di depan nya memang bukan manusia.
"Kau...."
__ADS_1
"Diam! Ini perintah dari kepala akademi sendiri, siapa kalian yang berhak memutuskan ikut atau tidak nya dalam misi ini." Ucap pak Efendi dengan marah yang membuat keempat orang itu terdiam tanpa bisa membantahnya, berbeda dengan Aksa yang malah berjalan memdekati pak Efendi dengan tenang sikapnya bahkan sangat acuh tak acuh.
" Aku tidak bisa bekerja sama dengan mereka tapi jika ini permintaan dari kepala academy aku akan ikut dalam misi ini dengan satu syarat." Seru Aksa santai, ia bahkan masih bisa duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut dengan tenang tanpa mempedulikan ekspresi orang-orang itu yang menganggap sikap nya begitu angkuh dan sombong.
Mereka pikir sikap Aksa terlalu berani dan sekarang mereka yakin pak Efendi akan sangat marah pada nya, mana mungkin pak Efendi akan menyetujui persyaratan nya, yang ada Aksa akan mendapatkan kemarahan nya.
Dulu hampir semua orang takut pada Aksa tapi mereka juga selalu mencoba mendekati nya agar bisa menjadi populer jika bisa berteman dengan nya, tapi setelah kedatangan Harraz semua nya berubah, Harraz selalu diam-diam mencoba mencemari nama baik Aksa, sampai akhir nya banyak orang yang membenci Aksa bahkan ada yang menghina nya di belakang nya atau pun di depan nya, apa lagi dengan status Aksa yang sekarang semua orang tahu bahwa dia hanyalah seorang anak haram.
Mereka sudah tidak sabar melihat Aksa di marahi tapi apa yang terjadi tidak sama dengan apa yang mereka pikirkan.
" Katakan apa syarat nya?" Tanya pak Efendi dengan sabar.
" Tidak masalah, siapa mereka?"
" Dia rekan ku, dan satu lagi pak Efendi bisa meminta salah satu murid Phoenix Class untuk bergabung!" Seru Aksa tidak peduli siapa orang itu, ia hanya berpikir ini kesempatan untuk Arsya ikut dalam misi, saat dalam misi juga Arsya bisa sekaligus mencari bahan-bahan yang dia butuhkan untuk membuat senjata sihir.
" Tidak masalah, sekarang kalian sendiri yang putuskan siapa ketua dalam tim ini!" Sahut pak Efendi yang mendapatkan tatapan tidak percaya dari yang lainnya, tapi tidak ada yang berani berkomentar.
" Pak saya rasa tuan Harraz lebih cocok untuk menjadi ketua dalam misi ini." Ujar seseorang
__ADS_1
" Oh kenapa aku harus menyetujui nya.." ucap pak Efendi dengan acuh
" Tentu saja itu karena Harraz adalah tuan muda Davies, misi ini juga berada di negara N sehingga Harraz akan lebih cocok dalam menjalankan misi ini dibandingkan orang lain" ujar seorang wanita yang sedari tadi bergelayut manja di lengan Harraz, dia adalah kekasih Harraz.
" Selly jangan bicara begitu, bukan hanya aku yang berasal dari negara N, bagaimana pun juga Aksa adalah anak keluarga Davies.." ucap Harraz dengan lembut, dia sekarang sedang berperan menjadi tokoh protagonis pria yang baik dan lembut, yang membuat dua orang lain yang mendengar nya merasa kasihan.
Mungkin hanya Aksa dan pak Efendi yang tidak terlalu menganggap serius sikap Harraz, Aksa bahkan diam-diam mencibir tingkah Harraz yang begitu munafik, sangat di sayangkan Harraz tidak menjadi artis, jika dia menjadi seorang artis mungkin dia bisa menjadi aktor yang hebat.
" Tuan muda Harraz kau terlalu baik, dia hanyalah anak dari perusak hubungan orang saja, untuk apa di pedulikan" seru salah satu orang.
" Benar, dia hanya..."
Aksa yang mendengar nya sudah mengepalkan kedua tangan nya dengan erat, kedua orang itu pun seketika terdiam saat mendapatkan tatapan tajam dari Aksa, meski mereka mendukung Harraz nyatanya tatapan Aksa begitu menakutkan.
" Jadi bagaimana pendapat mu Aksa?" Tanya pak Efendi yang mencoba mencairkan suasana sebelum hal yang tidak diinginkan terjadi.
" Tidak masalah, namun aku tidak bekerja pada siapapun!" Setelah mengatakan itu ia langsung pergi ke luar tanpa pamit terlebih dahulu.
" Cih, dia sombong sekali!" Seru orang itu saat melihat Aksa yang keluar begitu saja.
__ADS_1
" Sudahlah, sikap Aksa memang begitu!" Ucap Harraz suara nya terdengar lembut.