
" Kau terlihat begitu sibuk sekali, ya!"
" Monish, Kau kesini.. baguslah bantu aku menyebarkan undangan pada setiap murid baru."
" Hei, enak aja.. kau suruh yang lain saja jangan diri ku. Lagi pula aku kemari untuk menyampaikan pesan dari ketua."
" Ck, bantu teman sedikit kenapa sih. Katakan apa yang ketua perintahkan sekarang?"
" Dia ingin kau merekrut gadis ini masuk dalam fraksi kita." Dia pun mengeluarkan sebuah foto seorang gadis dari saku nya.
Wanita itu melihat foto tersebut, dan saat membalikkan ada sebuah nama yang tertera di sana.
" Valencia Olina Nelson "
" Seorang gadis keturunan bangsawan Nelson."
" Ketua seperti nya ingin membuat sekumpulan orang-orang bodoh ini di bawah kendali nya." Lanjut nya mencibir.
" Kau tidak perlu mengetahui nya, namun kita harus membuat para pemimpin bangsawan utama selanjutnya tunduk pada organisasi kita. Dan kau harus ingat segera urus pria bernama Aksa itu atau ketua akan meminta orang lain segera menyingkirkan nya." sahut Monish dengan acuh dan tatapan peringatan.
" Jangan coba-coba berani menyentuhnya, dia pria ku... Aku pastikan dia akan segera menjadi bagian salah satu dari kita. Kau tenang aja!"
" Kau begitu yakin, ku dengar pria itu sekarang sedang dekat dengan salah satu murid baru." Ejek pria itu
" Heh... Wanita bodoh mana yang berani merebut pria milik Adresia Chayra Fayyola. Akan ku pastikan dia berakhir sama dengan wanita-wanita yang dulu menggoda Aksa" ucap nya menyeringai kejam.
Melihat senyuman wanita di samping nya, dia hanya menggelengkan kepala tak habis pikir dengan para pria yang mengidolakan nya " Kau memang wanita kejam, entah apa yang di lihat pria-pria yang begitu mengidolakan mu. Mungkin hanya Aksa dan teman-teman nya yang waras, sampai mereka tidak tertarik sedikit pun pada mu.."
" Diam kau bodoh." Ucap nya menatap pria itu dengan sinis.
***
Seorang gadis sedang berjalan dengan raut muka yang terlihat kesal. Sedangkan di belakang nya ada seorang pria yang terus mengikuti nya, dengan senyum yang begitu menawan ia perlihatkan pada setiap orang yang di temui nya di jalan.
Bugh
Gadis itu berhenti mendadak membuat pria yang mengikutinya menabrak punggung gadis itu.
" Aww... Keysa kalo berhenti itu bilang-bilang dong!" Seru pria itu dengan kesal.
" Kau yang apa-apaan, kenapa mengikuti ku terus.." ujar Keysa dengan kesal.
__ADS_1
" Ini kan hari Minggu tentu saja aku ingin menikmati waktu libur ku dengan santai, dan karena aku tidak punya tujuan lalu kau pun akan pergi sekalian aja aku ikut dengan mu."
" Tapi tuan muda Rivera Yang terhormat, aku kemari bukan untuk berlibur seperti diri mu, aku pun tak memiliki begitu banyak waktu luang seperti mu. Jadi, jika kau ingin berlibur silahkan pergi sendiri saja." Ucapnya jengkel
" Emang nya kau mau kemana? Kita sekarang bahkan berada di negara S Yang merupakan wilayah kekuasaan keluarga ku, jadi aku bebas mau pergi kemanapun dan kau tidak bisa melarang ku Key."
" Ck, ini memang negara kekuasaan keluarga Rivera, Karena itu kau bebas pergi kemanapun, kalo gitu pergi saja sana." Ketus Keysa, setelah itu ia kembali melanjutkan langkah nya.
Tanpa mempedulikan sindiran dari Keysa, Kenan terus mengikuti langkah gadis itu, entah kenapa dia di buat penasaran dengan gadis yang dulu terlihat begitu cupu dan polos ini, ia merasa sekarang gadis ini semakin cerewet saja.
Keysa sendiri hanya cuek aja melihat kelakuan absurd Kenan.
Saat ini dia berada di pusat perbelanjaan, ia masuk ke dalam toko pakaian dengan di ikuti Kenan di belakang nya, pria itu sudah seperti ekor saja yang mengikuti Keysa tanpa protes.
" Oh ternyata kau ingin membeli pakaian.. wanita memang sama saja, sangat suka berbelanja." Ucap nya manggut-manggut sambil mengedarkan pandangan nya ke sekeliling dimana begitu banyak nya pakaian wanita yang berjejer rapih di toko tersebut.
" Aku ingin mengunjungi ibu ku, karena itu aku mampir ke toko pakaian untuk membeli beberapa pakaian untuk ibu ku!" Seru nya dengan jujur
" Selamat datang di toko kami, apa yang bisa saya bantu nona, tuan. Silahkan kalian melihat lihat, pakaian yang ada di toko kami merupakan pakaian yang di impor dari luar negeri."
" Terima kasih, saya akan melihat lihat sendiri."
" Baik, jika nona membutuhkan bantuan silahkan panggil saya atau pelayan lain nya."
Saat berkeliling ia berhenti di depan sebuah gaun berwarna merah muda yang tampak anggun dan cantik. Keysa menatap gaun itu dengan tatapan terpesona.
" Apa nona menginginkan gaun ini?"
" Tidak." Meski menjawab tidak tapi tatapan nya tidak lepas dari gaun tersebut.
" Biarkan dia mencoba gaun nya." Ucap Kenan enteng yang malah mendapatkan pelototan dari Keysa.
" Apa? kau menyukainya kan. Ya, sudah coba saja, kalo cocok beli aja, repot amat.." sahut Kenan santuy.
" Gaun ini akan sangat cocok di kenakan oleh mu nona, silahkan anda coba saja!" Sahut pelayan yang sedari tadi mengikuti mereka.
Pelayan itu pun memberikan gaun itu pada Keysa dan meminta nya untuk mencoba memakainya.
" Sayang aku ingin gaun ini!"
Seorang gadis tiba-tiba merebut gaun yang baru saja akan Keysa coba, melihat itu Kenan sangat tidak senang.
__ADS_1
" Maaf nona gaun ini telah menjadi milik nona ini, anda bisa memilih gaun lain nya." Ujar pelayan di samping Keysa dengan sopan dan sikap profesional.
" Sayang, pokok nya aku mau gaun yang ini" rengek wanita itu pada sang kekasih yang berada di samping nya.
" Tenang saja, gaun ini akan menjadi milik mu."
" Kau dengar kekasih ku ingin gaun ini, minta saja wanita ini mencari gaun lain."
" Bukan nya kau harus mengajarkan sopan santun pada wanita mu, berani sekali kalian ingin merebut barang milik wanita ku."
Keysa terdiam mendengar ucapan Kenan yang membuat nya bingung, tapi pikiran nya itu langsung lenyap saat melihat siapa wanita di depan nya.
" Maaf tuan, nona ini yang lebih dulu memilih."
" Ken sudahlah biarkan saja."
" Oh, ternyata itu kau. Keysa... Ku pikir siapa wanita yang berani merebut barang milik ku ternyata hanya seorang anak desa."
" Keysa! Lama tidak bertemu." Ucap wanita itu dengan sinis
" Hmm." Keysa hanya acuh menanggapi wanita angkuh itu.
" Ken, ayo kita pergi saja." Keysa menarik tangan
" Tunggu dulu! Keysa mau pergi kemana kau.. oh, atau jangan-jangan kau tidak memiliki uang untuk membeli gaun yang ada di toko ini. Aku memang lupa bukankah setelah di usir ayah mu, kau dan ibu mu hidup miskin."
" Ck, kasihan sekali. Kau kemari pasti hanya ingin melihat lihat saja tanpa berniat membeli, lagi pula dapat uang dari mana jika kau bisa membeli satu pakaian di toko ini."
Wanita itu terus berusaha memojokkan Keysa dan menjelek-jelekkan nya, bahkan dengan angkuh ia merangkul tangan pria yang merupakan kekasih nya dan memandang Kenan dengan arogan.
" Dan asal kau tahu saja pria yang di samping ku ini, dia adalah tuan muda kedua Rivera, sedangkan pria di samping mu itu dia pasti hanya orang kaya biasa, tidak bisa di bandingkan dengan kekasih ku ini."
Pria yang dibanggakan oleh wanita itu semakin membusungkan dada dengan bangga, seakan yang wanita itu katakan benar adanya.
Perkataan mereka malah di sambut tatapan bingung dari Keysa, dan cibiran dari Kenan. Keysa menatap Kenan seakan berkata 'kau memiliki saudara lain selain Ivan'.
" Enak saja, punya saudara satu aja udah kayak balok es berjalan, apa lagi punya saudara lain." Bisik Kenan agar tidak ada yang mendengar suara nya.
" Kenapa, kalian tidak percaya?"
" Tidak."
__ADS_1
" Ya."
Kenan dan Keysa menjawab bersama, tapi dengan jawaban yang berbeda, kali Kenan tentu saja tidak terima ada orang yang mengaku sebagai dirinya, tapi Keysa berpikir mengiyakan saja biar urusan nya berakhir dengan cepat.