Arsksa : Love And Magic

Arsksa : Love And Magic
33. Terkejut


__ADS_3

Sreet


Saat ia akan sampai ke kelas nya tiba-tiba sebuah tangan menariknya, dan membuat ia terjepit antara tembok dan orang itu.


" Sampai kapan kau akan berpura-pura tidak mengenal ku gadis kecil" sahut pria yang memojokkan Arsya ke tembok.


" Apa maksud mu? Aku tidak mengerti" jawab Arsya dingin sambil memalingkan wajah nya dari pemuda itu.


" Kau adalah milik ku, tidak ada seorang pun pria yang boleh mendekati mu" seru pria itu tegas tanpa ingin di bantah


" Kau bukan siapa siapa ku, jadi kau tidak bisa mengatur ku" jawab Arsya acuh


" Benarkah?"


Mata pria itu terus menatap Arsya yang tidak melihat nya sama sekali, ia memperhatikan wajah Arsya sangat lekat meski warna wajah asli nya di tutupi oleh pewarna coklat yang menutupi kulit putih nya, tapi kecantikan nya tetap membuat dia terpesona, ia menatap mata hidung, yang terakhir bibir gadis di depan nya yang sangat menggoda.


glek


Jantung nya terasa sangat berdebar-debar saat berada di dekat gadis ini, tenggorokan nya terasa kering melihat bibir mungilnya yang begitu menggoda nya.


deg deg deg


jantung Arsya pun terasa berdegup kencang, seakan dia telah melakukan maraton, dia sendiri tidak tahu mengapa jantung nya terus saja berdegup kencang seperti sekarang ini.


" seperti nya aku harus memeriksa kondisi jantung ku, pasti ada yang salah dengan ku" batin Arsya bingung dengan perasaan yang sedang ia rasakan sendiri.


Cup


Pria itu mencium Arsya membuat Arsya mendorong tubuh nya dengan kuat untuk menjauh dari nya.


" Kauu! mengapa kau melakukan ini Aksa" tanya Arsya marah


" Karena kau milik ku, dan aku hanya milik mu" seru Aksa mengklaim nya.


Aksa! ya pemuda itu adalah Aksa, ia sangat marah saat melihat Arsya di dekati pria lain, hingga ia mencari cara untuk dapat bertemu hanya berdua saja dengan Arsya.


Aksa kembali mendekatkan bibir nya pada bibir Arsya sampai bibir mereka bersentuhan Aksa tidak tinggal diam dia mulai ******* bibir yang begitu membuat nya tergoda sedari tadi.


" Achh.."


Karena Arsya tidak membalas lumatannya, Aksa pun menggigit bibir Arsya hingga membuat nya membuka mulut nya, membuat Aksa lebih mudah masuk kedalam mulut Arsya dan mengabsen seluruh gigi gadis itu.


Arsya awal nya memberontak dan ingin melepaskan tautan bibir mereka, tapi tubuh nya seakan menolak dan ingin menikmati permainan bibir Aksa, ia tidak mampu menolak perlahan lahan ia pun di buat terhanyut dalam permainan yang Aksa buat.


seperti nya tubuh nya lebih jujur dari mulut nya.


Terdengar suara erangan dari mulut kedua nya, Arsya sampai menutup mata nya menikmati permainan bibir Aksa.


Sedangkan Aksa seperti tidak ingin melepaskan momen langka ini, sebelah tangan nya ia gunakan untuk memeluk tubuh Arsya, dan sebelah nya lagi ia gunakan untuk menekan kepala Arsya untuk semakin mempererat ******* mereka.

__ADS_1


" Hosh... Hosh... Hosh"


" Bernafas lah" ucap Aksa


Setelah Aksa melepaskan tautan bibir mereka, Arsya dengan cepat menghirup udara sebanyak banyak nya.


Aksa mengusap bibir Arsya yang basah akibat ciuman panas mereka dengan ibu jari nya dengan lembut.


" Apa kau begitu sangat menikmati nya sampai tidak dapat bernafas" ujar Aksa


" Kau..." Arsya ingin menampar wajah Aksa namun Aksa menahan nya, karena tenaga seorang pria lebih besar dibandingkan wanita membuat Arsya tidak dapat memukul wajah Aksa.


Arsya sekarang menatap tajam Aksa, dia juga tidak habis pikir dengan diri nya sendiri, bagaimana dia bisa melakukan hal yang begitu memalukan seperti ini. seharusnya sedari awal dia telah mendorong dan menampar wajah pria yang begitu kurang ajar ini, tapi mengapa dia malah terhanyut oleh permainan nya, membuat dia marah pada diri nya sendiri yang memberikan kesempatan pria itu malakukan hal memalukan seperti tadi.


Aksa dengan lembut menuntun tangan Arsya yang ingin gadis itu gunakan untuk menamparnya ke wajah nya, Aksa pun mengusap usap wajah nya dengan tangan Arsya yang terasa lembut.


" Jangan tinggalkan aku?" ucap Aksa lirih, perkataan nya terdengar sangat lesu dan sedih seperti ada beban berat yang sedang dia tanggung.


Arsya menarik tangan nya dengan kasar dan mendorong tubuh Aksa ke belakang.


" Ku harap kita tidak pernah bertemu lagi" ucap Arsya dingin sebelum pergi dari sana.


" Apa aku sudah sangat keterlaluan pada nya!" gumam Aksa mengusap rambut nya dengan kasar.


" mungkin aku harus meminta maaf pada nya nanti" batin nya


" Namun mau bagaimana lagi, Kucing nakal ku sungguh sangat manis. membuat banyak lebah yang mengerumuni nya" senyum Aksa sambil melihat punggung Arsya yang semakin menjauh.


BAM!


Arsya sekarang sedang berada di kamar mandi, ia membasuh wajah nya dan memukul tembok kamar mandi karena kesal.


" Kenapa? Kenapa aku tidak dapat membunuh nya"


" Kenapa aku sampai menikmati ciuman itu"


" Sial sedari awal aku bertemu dengan nya, hati ku seperti tidak ingin melihat nya terluka, aku sangat benci diri ku yang begitu lemah ini!"


Pertanyaan itu terus ada dalam pikiran Arsya.


" Namun mengapa tadi ekspresi nya begitu murung... tidak Arsya jangan memikirkan pemuda itu lagi, stop Arsya dia hanya pemuda gila saja, berhenti memikirkan nya!" gumam Arsya sambil menggeleng-gelengkan kepala nya untuk segera mengusir bayangan wajah Aksa yang seperti menghantui nya.


Drrtt drrtt drrt


Arsya mengambil handphone nya dan mengangkat panggilan itu.


" Halo Ara... Kau dimana, bukankah aku sudah mengirim mu pesan untuk segera pergi ke kantin, cepat kemari para cowok yang akan mentraktir kita" ujar Heera dari ujung telepon


" Aku segera ke sana" jawab Arsya sebelum mematikan telepon nya.

__ADS_1


" Di sana pasti ada dia, tapi bukan Arsya jika menghindari masalah, sudahlah lebih baik hadapi saja" gumam Arsya pelan


***


Sudah satu Minggu mereka belajar di kelas baru mereka, Arsya juga telah masuk kelas tambahan kelas pembuat ramuan bersama Keysa, Elvira memilih kelas mantra dan jimat, Valencia kelas seni, Naura kelas otomotif, Kyra kelas IT dan Heera kelas pembuat senjata.


Banyak kesibukan yang mereka lakukan masing-masing, membuat mereka jarang berkumpul kecuali saat berada di asrama.


Namun kadang mereka pun saling berbagi cerita tentang kesibukan mereka masing-masing.


Mereka pun kadang pergi makan ke kantin bersama dengan anak anak cowok juga, tapi Arsya jarang datang karena kesibukan nya akhir akhir ini.


kelompok Arsya dan kelompok Aksa pun semakin akrab, banyak juga orang yang merasa iri melihat kedatangan mereka.


" Aksa kemana saja kau?" Tanya Arion yang melihat Aksa baru saja datang, padahal mereka telah mencari kemana mana keberadaan pemuda itu, namun tidak menemukan nya dimana pun, tapi sekarang dia tiba tiba saja datang.


" Menemui kucing nakal" jawab Aksa seadanya sambil tersenyum misterius.


Aksa duduk di dekat Arion, masih terdapat senyum di bibir nya, ia masih membayangkan ciuman nya dengan Arsya, rasa manis bibir gadis itu terasa masih menempel di bibir nya.


Ada beberapa gadis yang di buat terpesona melihat senyuman Aksa yang sangat langka dan tidak pernah terlihat sedikit pun.


" Ahkk... pangeran es ku tersenyum pada ku"


" Dia tersenyum pada ku"


" Dihh, kalian ke pd an, dia itu tersenyum hanya untuk ku"


Mendengar seruan para gadis, Aksa mengubah wajah nya kembali datar, membuat para gadis kecewa karena tidak bisa melihat senyuman Aksa yang begitu langka.


" Lah tadi aku gak salah lihat bukan, Aksa tadi tersenyum!" ujar Alvan yang juga ikut terkejut


" Kesambet apaan tuh teman mu Al" tanya Heera, jika begini saja mereka berdua dapat akur


" Tunggu tunggu, sejak kapan Aksa memelihara kucing" seru Kenan bingung


" Entah" jawab Ezio


" Mungkin dia lagi cari suasana baru" jawab Darel


" Aksa kau tidak lagi sakit bukan?" Tanya Arion curiga


" Tidak" jawab Aksa datar + dingin


" Lah kembali lagi dia ke wajah gunung es nya"


" Oh, ya. Arsya dimana? Dia jadikan kesini?" Tanya Arion mencari keberadaan adik nya itu


" Tenang saja aku sudah menghubungi nya tadi" jawab Heera

__ADS_1


" Baguslah"


" Kita pesan duluan saja sambil menunggu dia!" ucap Heera


__ADS_2