
" Hei ada apa dengan suasana sekarang, Kenapa rasa nya punggung ku terasa sangat dingin" bisik Kenan
" Ada perang antara tembok berjalan dan kulkas empat pintu" ujar Alvan ikut berbisik
" Apa kau menyukai Arsya?" Ucap Arion to the point
" Uhuk-uhuk" Arsya batuk batuk mendengar pertanyaan kakak nya yang begitu terus terang
" Minum ini"
" Minumlah"
Ucap Arion dan Aksa bersamaan sambil menyodorkan air minum.
Arsya mengambil air pemberian kakak nya, Aksa pun tidak mempermasalahkan nya.
" Apa kau baik-baik saja" tanya Aksa cemas
" Hmm"
" Apa maksud pertanyaan mu?" Tanya Arsya menatap tajam Arion
" Biarkan dia menjawab nya terlebih dahulu" jawab Arion
" tapi..."
" dia yang harus menjawab nya bukan kamu" potong Arion tegas, membuat Arsya memanyunkan bibir nya karena kesal.
" tidak..." Jeda Aksa
Arion telah menatap tajam Aksa, sedangkan Arsya entah kenapa hati nya merasa kecewa mendengar jawaban Aksa.
Bukankah itu yang dia harapkan, tapi mengapa hati nya sakit mendengar itu. pikir nya
" Aku tidak hanya menyukai nya, tapi sangat mencintai nya" lanjut Aksa yakin dan tegas tanpa ragu sedikitpun
" Byurrr"
Kenan sampai menyembuhkan minuman yang baru saja di minum nya setelah mendengar pernyataan Aksa. Ivan, Alvan, Darel dan semua orang pun yang mendengarnya begitu terkejut sampai mulut mereka menganga karena tidak percaya.
Untung saja suasana kantin tidak ramai cuma ada satu dua orang yang ada di sana itupun jarak nya sangat jauh dari tempat Arsya dan yang lain nya makan. meski begitu masih ada saja satu dua orang yang mendengar nya, dan Arsya yakin setelah ini akan ada kehebohan karena berita ini.
Sedangkan Ezio merasa kecewa karena Aksa pun ternyata menyukai gadis yang berhasil mencuri perhatian nya.
" Kau bilang apa?" Tanya Arion memastikan
" Aku sangat mencintai nya" jawab Aksa kembali dengan sangat yakin dan tegas.
" Omong kosong apa yang kau katakan!" Seru Arsya tak kalah terkejut nya.
" Lalu bagaimana perasaan mu pada nya Rion?" Tanpa mendengarkan ucapan Arsya, Aksa memilih bertanya pada Arion.
" pertanyaan bodoh darimana itu!" batin Arsya menatap tajam Aksa
" Aku sangat menyayangi nya, dia adalah nyawa ku" jawab Arion menatap Aksa dengan sengit
" sialan Arion. dia malah memperkeruh situasi... awas saja nanti!" batin Arsya menggerutu dengan kesal.
" Terserah apa yang kalian ucapkan, aku pergi" ujar Arsya kesal dan pergi dari kantin itu.
__ADS_1
Aksa melihat kepergian Arsya pun pergi menyusulnya, Arion juga ingin menyusul Arsya dan Aksa namun segera di hentikan oleh Heera.
" Tunggu kak!"
" Kenapa kau menghentikan ku Clara?"
" Biarkan mereka pergi" ucap Heera
" Tapi..."
" Kak Rion, biarkan Ara yang memutuskan sendiri, kita tidak bisa terus ikut campur urusan nya, kau sendiri tahu Ara sangat tidak menyukai nya"
" Tapi aku tidak ingin Arsya ku sampai terluka"
" Aksa adalah teman mu, coba pikirkan apakah dia adalah tipe cowok yang suka mempermainkan sebuah perasaan"
" Dia memang tidak seperti itu, namun Aksa sangat misterius dan aku pun sebagai teman nya sulit menebak isi pikiran nya"
" Percayalah mereka akan baik baik saja.... Ara bukan lagi anak kecil kak" ujar Heera
" hah... baiklah, untuk sekarang aku akan membiarkan Aksa mengejar Arsya namun tidak untuk nanti" jawab Arion acuh
" Hei apa yang kalian bicarakan, kenapa kau melarang Arion mengejar orang yang di sukai nya?" Tanya Alvan mengernyitkan kening nya bingung
" Kau ingin terjadi perang dingin antara kedua teman mu?" Ucap Heera kesal
" Ya, tidak sih" jawab Alvan yang membenarkan perkataan Heera.
Byurr
" Ini untuk seorang ****** yang berani mendekati tunangan orang lain" tiba-tiba ada seseorang yang menyiram air kopi pada Heera yang sedang lengah.
" Siapa kau! berani sekali menumpahkan kopi pada ku." seru Heera kesal dan menatap tajam orang itu.
Kyra, Keysa, dan Valencia membantu membersihkan wajah Heera dengan tisu.
Sedangkan Naura dan Elvira telah berdiri dan menatap tajam orang yang telah berani membuat masalah pada teman mereka.
" gadis itu yang telah menyiram sup panas pada Inara, membuat Inara sekarang masih di rumah sakit" ujar seorang gadis di samping gadis yang baru saja menyiram secangkir kopi pada Heera.
" Elma apa apaan ini?" Seru Alvan kesal
" Sayang, dia telah berani menggoda mu, aku hanya memberinya pelajaran saja" ucap seorang gadis yang di panggil Elma, dia segera bersikap manja pada Alvan.
" Lepaskan tangan mu dari ku" Alvan dengan kasar melepaskan rangkulan gadis bernama Elma itu
" Sayang, aku ini tunangan mu, gadis itu juga sudah berani menyiram sup panas pada teman ku" ucap Elma tetap berusaha menggoda Alvan
" Apa dia tunangan mu?" Tanya Heera, ada sedikit rasa kecewa saat ia mengatakan nya, entah kenapa ia merasa kecewa mengetahui bahwa gadis itu ternyata tunangan Alvan. Namun dia segera menepis pikiran bodoh nya itu, mana mungkin perasaan itu datang tiba-tiba pada nya.
" Iya"
" Bukan"
Elma dan Alvan menjawab nya bersamaan.
" Alvan, iihh kamu kenapa jawab bukan sih, aku kan tunangan kamu" ujar Elma manja
" Dih, siapa juga yang mau tunangan dengan mu" jawab Alvan acuh
__ADS_1
" Kau kan tahu keluarga kita sudah menjodohkan mu dengan ku, jadi mau tidak mau kau tetaplah tunangan ku" jawab Elma kembali meraih tangan Alvan dan bermanja pada nya tapi setiap kali gadis itu melakukan itu Alvan selalu segera menepis nya dengan kasar.
" Nenek ku yang menjodohkan kita, tapi mana mungkin aku mau dengan mu yang wajah nya saja seperti memakai topeng" sindir Alvan
" Clara ayo" Alvan menarik tangan Clara
" Kemana?" Tanya Clara bingung
" Membersihkan rambut mu yang lengket karena kopi" seru Alvan tanpa mempedulikan rengekan manja dari Elma
" Heh berani sekali kau mau pergi dari sini" ujar Elma sambil menarik rambut Heera
" Elma lepaskan tangan mu dari nya" seru Alvan
Sedangkan Heera sendiri tidak menunjukkan kesakitan sedikit pun saat rambut nya di tarik, bibir nya malah menyeringai, tanpa orang lain ketahui.
" kau dengar bukan, kak Alvan itu pacar nya Clara. cepat lepaskan teman ku bodoh!" seru Elvira yang ikut kesal melihat nya.
" benar sekali, Alvan saja tidak mengakui mu mengapa kau begitu keras kepala, cepat lepaskan dia!" seru Kyra yang juga ikut-ikutan kesal, dia mencoba melepaskan tangan gadis itu dari rambut Heera.
" Elma, aku akan meminta nenek ku untuk membatalkan perjodohan konyol itu. sekarang lepaskan Clara, kau tidak ada hak mengatur ku!" sarkas Alvan mencengkeram erat tangan Elma sampai Elma mengerang kesakitan, namun meski begitu dia masih saja tidak melepaskan genggaman nya dari rambut Heera. apa lagi setelah mendengar perkataan Alvan semakin membuat nya marah.
" Kenapa kamu membela nya Al, dia bukan siapa siapa kamu!" ucap Elma tetap bersikap manja meski dia sangat marah tapi dia tidak ingin Alvan semakin menjauh dari nya bahkan dia semakin mengeratkan genggaman tangan nya dari rambut Heera agar gadis itu menjerit kesakitan.
" Dia pacar ku" tegas Alvan
Pernyataan Alvan mengejutkan semua orang termasuk Elma, yang lebih terkejut tentu saja Heera, ia tidak mengharapkan hal seperti ini akan terjadi.
" Apa drama kalian sudah selesai" seru Heera setelah sadar dari lamunan nya
Heera menarik tangan Elma yang berada di belakang rambut nya, ia memelintir tangan itu dengan gerakan yang sangat cepat.
" Arrrrggghhh.... Lepaskan tangan ku" seru Elma kesakitan
" Kau bisa menganggu siapapun, tapi ingat jangan pernah berani kau berbuat masalah dengan ku, aku tidak peduli siapapun kau dan apapun kau, berani membuat masalah dengan ku, artinya kau pun berani menanggung akibat nya" seru Heera penuh penekanan
" Kau.... Aku adalah tunangan dari Alvan keluarga bangsawan utama ke tiga, kau akan menanggung akibat nya jika berani menyentuh ku" seru Elma sombong
" iiihhh takuuutt.... Apa kau pikir aku akan mengatakan itu! Kau pikir aku akan takut pada cewek manja, muka kayak ondel-ondel lagi, tuh muka apa tepung saji putih amat mba" Sindir Heera sambil menguatkan pegangan nya.
" Arrgghhhh.... Lepaskan tangan ku"
" muka nya udah kayak badut yang ada di pasar malam aja Clar... hahaha" ejek Naura
" benar, masih aja sombong, padahal udah di buang sama Alvan juga!" cibir Valencia
Teman-teman Heera maupun Alvan silih berganti mengejek Elma, membuat Elma sangat malu, setelah Heera melepaskan genggaman tangan nya, Elma segera pergi dengan malu di ikuti teman-teman nya.
" Menarik" Alvan menarik ujung bibirnya melihat ke bar bar an Heera, ia tidak pernah menduga Heera seberani itu.
Namun sebelum Elma pergi jauh Heera menyusul nya dan kembali menarik nya.
" arrgghhhh..."
" apa yang kau lakukan!" seru teman Elma marah
Heera tidak peduli dengan ocehan orang-orang itu, dia mengambil minuman yang ada di meja nya dan menumpahkan nya di atas kepala Elma.
" Ahkk.... Kauuu"
__ADS_1
" Jangan pernah berani membuat masalah dengan ku... Kau tidak pantas" ujar Heera mendorong Elma sampai terjatuh
Heera pun berjalan pergi dari sini, Alvan berlari menyusul Heera yang sudah pergi jauh tanpa mempedulikan Elma yang terjatuh