
" apa yang akan kita lakukan?" tanya Keysa dengan tubuh sedikit gemetar
" Keysa, dengarkan aku! jika kau ingin hidup.. sekarang kau harus mengerahkan seluruh kemampuan mu dan membunuh para serigala itu sebanyak mungkin. tapi jika tidak bisa, kaulah yang akan mati, ingatlah orang-orang yang kau sayangi masih menunggu mu di rumah. dunia ini sangat kejam hanya ada dua pilihan membunuh atau di bunuh. kau harus membuat keputusan sendiri." ujar Arsya menatap Keysa yang kebetulan berada di samping nya dengan sorot mata tenang dan tajam.
perkataan Arsya bukan hanya di dengar oleh Keysa tapi juga oleh yang lain nya, mereka yang mendengar membuat darah di tubuh mereka mendidih dan bersemangat untuk bertarung, seakan ada sebuah sihir pemikat hanya oleh beberapa kalimat nya saja.
" aku mengerti Sya."
" bagus, kalian lawan mereka. serahkan raja serigala itu pada ku."
setelah mengatakan itu Arsya menghilang dari tempat itu menggunakan teleportasi, Darren dan Ezio terkejut melihat itu tapi segera teralihkan oleh ucapan Valencia.
" biarkan raja nya urusan Arsya, kita selesaikan yang di sini dengan cepat."
" tapi bagaimana dengan Arsya, dia tidak mungkin bisa melawan raja serigala sendirian!" seru Ezio dengan khawatir.
" maka dari itu jangan banyak bicara dan segera bunuh serigala serigala ini agar kita bisa segera menyusul Arsya"
" ggrrr.."
cetar..
" auu.."
Keysa saat ini tanpa ragu melawan para serigala dengan cambuk nya, apa yang Arsya ucapkan memang benar, dia tidak bisa mati di sini ibu nya masih di rumah menunggu kepulangan dia. juga dia masih belum membalas dendam pada ayah dan orang-orang yang membuat dia dan ibu nya menderita.
jika dia lemah sekarang, bagaimana nanti dia akan melawan orang-orang licik itu, dia juga tidak ingin menjadi beban bagi teman-teman nya.
Kyra dan Valencia saling melirik setelah melihat keganasan Keysa, dan mereka berdua pun tersenyum lega. dengan ini Keysa di masa depan akan semakin kuat lagi, dan tidak akan merasa takut.
Kyra yang merupakan petarung jarak dekat pun bergerak dengan cepat dan langsung melukai leher serigala itu sampai mati.
begitu pun dengan Darren dan Ezio yang dengan gagah berani membunuh para serigala itu. sedangkan Valencia diam mengawasi mereka dan melihat takut-takut ada serigala yang menerkam teman-teman nya di tempat yang tidak mereka lihat, dengan itu dia akan lebih mudah membantu.
" aaauuu.."
Auman kesakitan dari para serigala dapat terdengar di hutan yang memang begitu gelap, juga merupakan pertanda mereka meminta bantuan.
__ADS_1
" tutup telinga kalian dengan energi spiritual." seru Valencia, yang segera di lakukan oleh mereka
" elemen suara, suara Malaikat kematian."
Oooooww..
aaaaaaooo..
suara yang melengking dan sangat menyakitkan di telinga para serigala itu membuat, monster-monster serigala yang berada di dekat mereka segera mundur tapi tidak benar-benar pergi hanya menjaga jarak saja.
" seraang mereka!" seru Valencia setelah dia membuat telinga serigala-serigala itu berdengung, mungkin sekarang gerakan serigala-serigala 3 terganggu dengan rasa sakit yang telinga mereka terima. dengan ini juga mereka yang ingin memanggil kawanan serigala lainnya dapat terpatahkan oleh elemen suara milik Valencia.
" kerja bagus, Cia." seru Kyra tersenyum senang dan segera kembali melawan para serigala yang terlihat kesakitan itu, bukan hanya dia tapi yang lain nya juga ikut bergerak.
****
saat ini Arsya telah muncul di belakang tubuh seekor serigala besar yang ukuran nya jauh lebih besar dari monster-monster serigala yang sebelumnya dia temui. bahkan ukuran serigala di depan nya lebih besar dari seekor gajah dewasa.
sedangkan raja serigala sendiri sama sekali tidak menyadari keberadaan Arsya yang sudah berdiri di belakangnya, dia hanya fokus melihat pertarungan antara bawahan nya dan manusia-manusia itu. lalu saat bawahan nya tinggal sedikit dia pun segera memanggil yang lain.
Tak
Baru saat inilah monster raja serigala dapat merasakan keberadaan seorang manusia di belakang nya, dia pun segera berbalik dan menatap manusia di depan nya dengan waspada.
" aaauuu.."
raja serigala memanggil bawahan agar datang membantu nya, apalagi dia dapat merasakan energi tidak biasa dari tubuh manusia di depan nya.
Arsya mengerutkan kening nya sambil menatap serigala di depan nya seakan sedang menyelidik.
monster binatang memiliki kecerdasan yang hampir mendekati manusia apa lagi raja nya, tapi mengapa monster di depan nya dia merasa begitu bodoh, pikir nya
" percuma saja, penggilan suara mu tidak akan dapat terdengar oleh kawanan mu itu" ucap Arsya nada suara nya terdengar malas.
bagaimana tidak malas, dia sudah sangat lelah dan mengantuk, tapi saat masuk ke dalam hutan monster yang dia temui hanya monster-monster saja, bahkan tidak ada waktu untuk beristirahat sebentar. jika keluar dari sini dia akan memilih segera tidur di kasur nya yang empuk.
raja serigala terlihat kebingungan, tapi setelah mendengar ucapan manusia di depan nya, dia pun menatap ganas Arsya.
__ADS_1
memang benar raja dari para monster memiliki kecerdasan yang hampir mendekati manusia, jadi tentu saja dia akan memahami ucapan nya itu.
" kami hanya numpang lewat saja, jadi bisakah kau membiarkan kami lewat, atau mungkin akan banyak anak buah mu yang mati sia-sia!" seru Arsya dengan tenang.
Yang pernah Arsya baca adalah serigala bukan hanya binatang yang suka hidup berkelompok tapi juga salah satu binatang yang sangat setia kawan, jadi raja serigala mana mungkin akan mengorbankan banyak rakyat nya hanya untuk mengalahkan mereka, bukankah membiarkan mereka pergi akan lebih baik.
tapi aneh nya raja serigala sama sekali tidak menggubris nya, dan malah menerjang Arsya dengan kecepatan yang melebihi angin.
wsush
untung saja Arsya dapat menghindari serangan itu, lalu cakaran pun datang dan hampir mengenai pipi Arsya, tapi Arsya dengan cepat dapat berpindah tempat.
" hah.. seperti nya tidak bisa menggunakan cara baik-baik. baiklah kita gunakan cara yang kasar."
Arsya menyiapkan kuda-kuda dan bersiap untuk menyerang serigala bodoh ini. senjata sihir nya pun dalam sekejap sudah berubah menjadi pedang berwarna biru merah yang terlihat sangat menawan tapi mengerikan di saat bersamaan.
Arsya menggenggam pedang itu dengan erat, dan segera bergerak dengan kecepatan cahaya menyerang raja serigala yang juga menerjangnya.
Slash
Slash
meski bulu serigala itu sangat keras tapi dengan senjata milik nya Arsya dapat memberikan luka dalam pada raja serigala.
" Ggrrr.."
raja serigala menggeram dengan marah juga menahan sakit di tubuh nya.
dari dalam mulut raja serigala muncul gumpalan energi spiritual yang membentuk sebuah api yang sangat besar.
wsush
lalu api yang besar dan bulat sebesar bola basket itu meluncur dengan bebas ke arah Arsya.
wsosh
boom
__ADS_1
terjadi ledakan yang cukup besar, tapi Arsya terlihat baik-baik saja, dengan posisi tangan yang masih memegang pedang, dan pedang itu tepat di depan wajahnya juga ada dinding pelindung yang terbuat dari elemen api di hadapan nya, itulah yang menahan serangan dahsyat dari raja serigala jika tidak dia akan berakhir dengan luka parah.
" uhuk..". Arsya menyeburkan sedikit darah dari mulut nya dan mengusap darah itu dengan kasar.