Arsksa : Love And Magic

Arsksa : Love And Magic
67. Jadilah Rekan Ku!


__ADS_3

" Aku tidak bisa menyarankan Clara untuk menjadi rekan mu, karena dia sudah memutuskan untuk menjadi rekan tuan muda Alvan!"


" Kapan aku mengatakan akan menjadi rekan Alvan?" Tanya Heera menekankan setiap kalimat nya, dan tersenyum paksa pada Arsya.


" Hari ini, saat ini, menit ini dan detik ini juga kau sudah memutuskan nya... Bukankah begitu!" Arsya menatap Heera acuh


" Sial, dia menjebak ku lagi" batin Heera mau kesal tapi tidak bisa.


" Ekhem... Aku sebenarnya tidak tertarik sedikit pun menjadikan gadis bar-bar itu rekan ku, hanya saja jika dia begitu menginginkan nya, aku tidak bisa menolak permintaan nya itu" seru Alvan yang terlihat seakan dia terpaksa menyetujui nya.


" Hei, apa-apaan dengan ekspresi mu itu, aku sih ogah jadi rekan mu, lebih baik cari yang lain saja!"


" Dih, aku juga terpaksa menerima mu!"


" Jangan pikir aku mau jadi rekan mu!"


" Hei-hei sudahlah kalian jangan bertengkar, menurut ku Arsya benar kalian cocok jika bersama!" Ucap Kyra, ia sudah bosan melihat pertengkaran tikus dan kucing ini.


" Dengar bukan mereka saja setuju dengan ucapan ku itu... Sudahlah kau tidak perlu repot mencari orang lain, kau bersama dia saja!" Ucap Arsya santai


" Oh kau sengaja yah" cibir Heera


" Tidak, bukankah kalian pacaran jadi bagus dong kalo bisa terus bersama" ucap Arsya acuh tak acuh.


" Sialan si Ara ngapain bahas itu lagi sih." Batin Heera


" Kalau begitu kamu juga harus nya menjadi rekan Aksa saja, bukankah Aksa begitu menyukai mu... Kasihan dia selalu di gantung perasaan nya!" Heera tidak mau kalah dia kembali mengejek Arsya.


" Untuk menjadi rekan ku itu tidak akan mudah... Dia harus benar-benar pantas, jika tidak, lupakan saja... Aku tidak memerlukan rekan!" Jawab Arsya santai, namun malah membuat Heera semakin kesal.


Kenapa sahabat nya ini bisa saja menjawab ucapan nya!


" Ucapan mu itu seperti nya mengundang banyak perhatian orang-orang"


" Mereka saja yang terlalu kepo dan selalu ingin ikut campur urusan orang lain, tanpa tahu orang yang banyak tahu umur nya sangat pendek" ucap Arsya pelan dan acuh.

__ADS_1


" Cih gadis itu sombong sekali!"


" Dasar rakyat jelata.."


" Berani sekali dia bicara seperti itu, dasar cupu."


Setelah five prince berkumpul bersama kelompok Arsya membuat tempat itu sunyi dan menatap Arsya dn teman-teman nya dengan berbagai tatapan ada yang iri, cemburu, kesal dan lain nya.


" Ak..."


Arsya yang ingin kembali berbicara segera terhenti saat ada sebuah tangan yang tiba-tiba saja menarik nya pergi, dan tangan itu tidak lain tidak bukan milik Aksa.


Aksa membawa Arsya pergi dari kerumunan, langkah nya terlihat gagah dan berwibawa. Arsya sendiri yang entah mau di tarik kemana oleh Aksa menatap pemuda itu dengan bingung.


" Eh hey, kau mau membawa ku kemana?" Tanya Arsya yang berusaha melepaskan genggaman tangan Aksa.


" Kau akan tahu nanti!" Hanya kalimat itu yang keluar dari mulut irit bicara nya pemuda itu, setelah itu Aksa tidak lagi menjawab semua pertanyaan nya.


" Hei, ini sudah jauh dari lapangan. Sebenarnya kau mau membawa ku kemana!"


Aksa berhenti di sebuah taman yang memang sering kedua nya datangi, taman yang menjadi saksi bisu kebersamaan kedua nya, Aksa dengan lembut membuat Arsya duduk di salah satu kursi taman.


" Kak Ray kenapa kau membawa ku kemari?"


" Jadilah rekan ku!" Hanya kalimat itu yang keluar dari mulut Aksa, bukan penjelasan kenapa dia membawa nya ke taman ini, atau jawaban dari pertanyaan nya.


" Hah?" Arsya sempat terkejut mendengar perkataan Aksa tersebut.


" Kak apa kau menganggap serius ucapan Heera?" Ucap Arsya menatap Aksa sambil memiringkan kepala nya.


" Tidak!"


" Lah, lalu mengapa kau tiba-tiba malah mengajak ku menjadi rekan mu, lagi pula ku lihat bukankah kau seperti nya tidak tertarik sedikit pun untuk dekat dengan orang lain, dan...."


" Ini bukan karena teman mu itu, dari awal tujuan ku datang kesana memang karena mu... Dan juga hanya menginginkan kau yang menjadi rekan ku, bukan orang lain... Jangan terus membahas orang lain, bisakah kau menjawab nya?"

__ADS_1


" Apa?" Ucap Arsya asal, dia sebenarnya tidak menyangka pemuda itu akan benar-benar mengajak nya, padahal dia kira pemuda itu hanya asal bicara karena sedang bercanda.


" Maukah kamu jadi rekan ku?" ucap Aksa menekankan setiap perkataan nya, dengan gemas dia juga mencubit kedua pipi Arsya itu.


" Aduuhh, sakit tahu kak.."


" Ah maaf, tapi seperti nya pewarna kulit mu menempel di tangan ku" kedua tangan Aksa berubah menjadi coklat setelah tadi mencubit pipi Arsya.


" Ini juga karena ulah kakak sendiri!" Ucap Arsya kesal


" Dan untuk mu Kak, jika kau melakukan ini hanya karena ingin berterimakasih pada ku karena dulu pernah menolong mu, atau karena ingin menjadikan ku obat penawar mu, maaf aku tidak tertarik!" Ucap Arsya acuh


" bagaimana agar kau percaya pada ku Kay, aku melakukan ini bukan karena kau orang yang dulu pernah menolong ku, atau karena kau adalah obat penawar untuk racun itu, aku tidak tertarik dengan semua itu... Aku tulus ingin kamu menjadi rekan ku!" Ujar Aksa lembut, sifat dingin nya seakan lenyap begitu saja


" Baiklah aku mau jadi rekan mu, hanya saja aku memiliki beberapa syarat, jika kau menerima syarat itu baru aku setuju dengan tawaran mu itu!" Ucap Arsya santai.


" Deal, aku menyetujui semua syarat nya" ucap Aksa tanpa mendengar terlebih dahulu apa syarat dari Arsya, tentu saja hal itu membuat gadis itu terkejut.


" A-apa, kau menyetujui nya, aku bahkan belum mengatakan apa syarat nya"


" Tidak masalah, apapun itu aku akan menyetujui nya, asalkan tidak berhubungan dengan pria lain" ucap Aksa acuh


" Cih, dasar tuan pemaksa" ucap Arsya sinis, namun dia juga tersenyum tipis saat mendengar nya.


" Syarat yang pertama aku suka kebebasan, jadi kak Ray tidak bisa mengekang ku, biarkan aku melakukan apapun yang ku mau tidak ada yang boleh melarang nya. Kedua, Aku ingin kak Ray bisa membantu ku dalam segala keadaan, atau bisa di katakan aku akan memanfaatkan kakak. Dan untuk yang ketiga, aku akan mengatakan nya nanti!"


" Bagaimana! apa kakak berubah pikiran setelah mendengar persyaratan ku ini?" Arsya menaikkan sebelah alisnya menunggu jawaban Aksa.


" Tidak masalah aku menyetujui nya. Jika kau yang memanfaatkan ku, maka lakukanlah sesuka mu, dan aku akan menunggu syarat ketiga mu" ucap Aska acuh, yang membuat Arsya takjub dengan pemuda di depan nya yang malah dengan senang hati di manfaatkan oleh nya.


" Baguslah kalau begitu, ayo kita kembali ke lapangan untuk melakukan kontrak perjanjian!" Ajak Arsya


Kontrak perjanjian adalah sebuah perjanjian antara dua orang agar saling mendapatkan keuntungan satu sama lain saat membentuk tim, kontrak ini memiliki kekuatan sihir, siapapun yang melanggar akan mendapatkan hukuman nya.


" Hmm.."

__ADS_1


__ADS_2