Arsksa : Love And Magic

Arsksa : Love And Magic
166. Ruang Rahasia


__ADS_3

" Ya, pantas saja saya tidak melihat anak-anak, padahal saya kemari ingin menemui anak-anak."


" Anda seperti nya sangat menyukai anak-anak, saya tidak tahu anda akan datang hari ini, jika tau mungkin tidak akan membiarkan anak-anak bermain keluar."


Sedangkan saat ini Heera sedang menyelinap melewati jalan pintu belakang, ternyata banyak penjaga yang berjaga di belakang gedung, untung saja melakukan penyelinapan seperti ini sudah biasa dia lakukan dulu bersama Arsya, jadi dengan mudah dia mengelabui orang-orang itu, dan masuk ke dalam tanpa ketahuan.


" Tempat ini di jaga sangat ketat oleh orang-orang, sebenarnya hal besar apa yang ingin mereka sembunyikan. Ku harap Alvan dapat menahan orang itu lebih lama lagi."


Heera menyelusuri setiap lorong dan ruangan dengan hati-hati, tapi tempat itu tampak sangat tenang dan sangat sunyi. Namun hal inilah yang malah membuat Heera bingung, bagi tempat seperti panti asuhan yang di tempati banyak nya anak kecil pasti akan banyak mainan, atau hal-hal lain yang berhubungan dengan anak-anak, tapi setiap ruangan yang dia datangi malah terlihat sangat rapih seakan belum pernah di tempati.


" Ini aneh, tempat ini terlihat kecil di luar, tapi dalam nya sangat luas, sebenarnya dimana mereka menyembunyikan bukti itu, juga di mana anak-anak yang sudah mereka culik. Andai ada Arsya di sini, mungkin akan mudah menemukan mereka.. tidak, aku tidak bisa terus bergantung pada nya, dia juga memiliki hal lain yang harus di lakukan" 


Heera segera menggeleng kepala nya dan membuang jauh-jauh pikiran tentang dia yang membutuhkan bantuan dari Arsya.


Dari tempat atau ruangan lain Heera merasa tertarik pada satu ruangan, ruangan itu terlihat sama seperti ruangan lain nya, namun terdapat formasi pelindung di sekeliling kamar tersebut.


Bukankah itu aneh!


Heera menyeringai setelah menemukan hal yang menarik, Heera melakukan gerakan tangan dan melafalkan mantra sihir.


" Tubuh keras namun berubah menjadi seperti air, dan tak terlihat seperti angin."


Dari dulu dia ingin mencoba sihir baru yang baru saja dia pelajari, dan baru sekarang dia mendapatkan kesempatan untuk mencoba nya.


Bukankah menarik..


Hanya dia yang berpikir itu menarik, tapi bagi orang lain mungkin tidak, mereka tidak akan mempertaruhkan sesuatu yang baru saja mereka pelajari tanpa pernah di lakukan sebelumnya karena itu sangat berbahaya. jika ketahuan semua nya akan berakhir.


Dengan sihir ini tubuh nya dapat menembus apapun bahkan formasi pelindung sekalipun tanpa di ketahui. Namun dia juga hanya dapat melakukan sihir ini satu kali dalam seminggu saja karena pengaturan energi spiritual yang digunakan dalam menggunakan sihir ini sangat rumit.

__ADS_1


" Syukurlah kali ini percobaan ku berhasil, jika gagal bisa gawat." Gumam Heera


Heera melihat sekitar kamar itu, sekilas tidak ada yang aneh, tapi tumpukan dokumen di atas meja membuat nya penasaran. Tentu dia tidak akan ragu membaca itu semua. Seketika dia terkejut karena semua dokumen itu merupakan berkas bukti kejahatan orang-orang ini selama di negara D, ternyata mereka telah melakukan kejahatan sejak 2 tahun lalu, hanya saja karena ada hal yang mendesak mereka harus mempercepat proses jadi membutuhkan lebih banyak anak-anak.


" Lalu di mana anak-anak itu berada, aku seperti menemukan jalan buntu di tempat ini. Tapi mana mungkin mereka bisa mengeluarkan anak-anak tanpa sepengetahuan bawahan keluarga Evans, apa lagi saat ini penjagaan di negara ini semakin di perketat. Itu berarti anak-anak masih ada di tempat ini."


Setelah memasukkan semua bukti ke dalam saku ruang nya, Heera mulai memikirkan semua kemungkinan yang ada.


" Clara apa kau sudah selesai, cepatlah aku tidak akan bisa menahan orang ini lebih lama lagi atau dia akan curiga." Suara Alvan terdengar lirih di telinga nya.


" Diamlah, aku sedang berpikir dan tetap tahan orang itu!" Seru Heera pada microphone di telinga nya.


" CK merepotkan, sudah satu jam berkeliling tapi tidak ada tempat yang ku temukan untuk orang-orang itu menyembunyikan anak-anak yang menghilang."


Heera sangat kesal saat ini, jika bisa ia ingin membalikkan seluruh gedung ini dan melihat apa ada tempat lain yang bisa mereka gunakan untuk menyembunyikan anak-anak itu.


" Saat dulu aku dan Arsya di culik, orang-orang itu menempatkan semua anak-anak di sebuah gudang tua. Tapi di kota ini seperti nya tidak ada gudang tua, jadi tidak mungkin mereka menempatkan nya di tempat seperti itu."


Tiba-tiba mata Heera bersinar cerah saat mengingat satu kalimat yang sering Arsya ucapkan.


" Benar mungkin saja di sini ada ruang bawah tanah atau ruang rahasia, dan aku yakin mekanisme nya ada di kamar nya sendiri agar tidak ada yang curiga." 


Heera berseru senang saat mendapatkan apa yang dia butuhkan.


Namun masalah nya waktu juga tidak berpihak padanya, jadi dia harus segera menemukan tempat itu. Heera segera menggeledah seluruh isi kamar sampai ke kamar mandi tapi tidak juga menemukan nya.


Kreeit


Merasa pintu kamar akan di buka dari luar oleh seseorang, Heera pun segera bersembunyi kedalam lemari, namun siapa sangka saat bersembunyi dia tanpa sengaja menekan sebuah tombol lalu terjatuh ke sebuah ruangan yang aneh.

__ADS_1


Bruk


" Ahk.. Ruangan apa ini?" 


Heera terlihat bingung dengan apa yang berada di sekeliling nya, dia pun membuka pintu yang berada di depan nya.


Betapa terkejut nya dia setelah membuka pintu tersebut, Heera dapat melihat banyak anak kecil yang kepala nya di tutupi sebuah helm seperti helm untuk main game.


" Adik kecil apa kau baik-baik saja?"


" Siapa nama mu?"


Heera memberikan banyak pertanyaan tapi anak-anak itu pikiran nya seakan kosong dan tidak mendengar apapun atau menjawab satu pun pertanyaan nya juga, hal itu membuat Heera penasaran dengan apa yang mereka lihat jadi dia pun mencoba menggunakan helm itu.


Deg


Rasa marah yang bergejolak itulah yang dia rasakan saat ini, Heera sangat terkejut saat melihat di helm itu terdapat hologram di mana mereka melakukan pembunuhan dari membunuh teman, keluarga bahkan diri mereka sendiri.


Betapa kejam nya mereka pada anak-anak kecil ini.


" Orang-orang biadab, mereka benar-benar ingin menggunakan anak-anak sebagai mesin pembunuh."


Dengan perasaan kesal Heera pun menghancurkan seluruh teknologi yang ada di sana, dan bersamaan dengan itu alarm tanda berbahaya pun terdengar.


" Clara apa yang kau lakukan, orang itu seperti nya sangat terburu-buru, dia segera meminta ku keluar dan pergi dengan cepat." Suara Alvan terdengar di microphone di telinga nya.


" Kau cepatlah masuk ke dalam ruang bawah tanah, aku akan mengirimkan koordinat nya. Kau akan terkejut dengan apa yang ku temukan di sini."


Anak-anak kecil yang tadi terdiam dan dengan tatapan kosong, saat ini mereka menatap Heera dengan tatapan membunuh dan mereka pun menyerukan satu kata yang sama yaitu.

__ADS_1


" Bunuh penyusup."


" Bunuh penyusup."


__ADS_2