
Para monster serigala yang melihat dua kawanan nya berhasil di kalahkan segera lebih beringas dan menatap mereka dengan sorot ingin membunuh.
" uhuk."
" Keysa!" seru Kyra menopang tubuh Keysa yang akan terjatuh.
" aku tak apa, mereka hanya bawahan nya saja, tidak jauh dari kita ada monster raja serigala yang mengawasi pergerakan kita" ucap Keysa sambil mengusap darah dari bibir nya.
" apa?"
" bagaimana kekuatan nya?" tanya ..
" aku tidak bisa melihat dengan jelas, tapi kekuatan nya sangat mengerikan. yang paling penting juga dia dapat memanggil kawanan serigala lain nya. melawan dia sama saja dengan bunuh diri, tapi melarikan diri dari nya juga akan sangat sulit" ujar Keysa dengan serius.
" ckckck, baru aja masuk tapi sudah diambang Kematian. jadi jalan satu-satunya kita harus menggunakan jimat teleportasi itu!" seru Ezio dengan nada kesal.
" apakah tidak ada cara lain." gumam Darren
" seperti nya ada!" seru Keysa dengan ragu.
" bagaimana?"
" saat tadi aku menggunakan kemampuan ku, aku juga merasakan aura Arsya dan Valencia di dekat sini. jika kita menggabungkan kekuatan kita mungkin raja serigala bisa kita kalahkan, tapi kemungkinan hanya 60% dan itupun jika kita tidak membiarkan raja serigala memanggil kawanan serigala nya." seru Keysa meski dia sendiri tidak yakin 100% dapat mengalahkan raja serigala dengan tambahan dua orang, tapi setidaknya mereka mencoba, dibanding di teleportasi keluar begitu saja tanpa berusaha lebih dulu.
" kau yakin akan berhasil, bahkan tingkat keberhasilan nya hanya 60% saja, yang ada kita malah mati di sini."
" cih, gaya mu saja yang sok keren, tapi nyata nya kau hanya seorang pecundang" inilah mulut pedas Kyra saat sudah kesal.
" heh.. enak saja, aku bukan seorang pecundang."
" tenanglah Ezio, apa yang mereka katakan ada benarnya juga. kita tidak bisa menyerah begitu saja sebelum mencoba semampu kita. jika memang sudah mencoba dan masih kalah baru gunakan benda itu untuk keluar dari sini." ujar Darren
" ck, oke aku ikut saja." seru nya dengan acuh
" jadi apa rencana kita?"
" kalahkan semua serigala ini lebih dulu, atau mencari celah dan segera pergi ke arah di mana Arsya dan Valencia berada." itulah dua pilihan yang Kyra berikan dan mereka yang harus memilih akan mengambil ide yang mana.
__ADS_1
" untuk mengalahkan mereka semua hanya akan menguras tenaga kita, mengalahkan raja serigala harus kita utamakan, jadi kita harus mencari celah lalu pergi secepat mungkin dari sini." ujar Darren
" Keysa, berada di arah mana mereka berdua?" tanya Darren lagi
" arah barat tepat nya arah jam dua."
" oke, kami berdua akan membuka jalan, Kyra dan Keysa kalian pergi lebih dulu setelah kami beri aba-aba."
" ya, kami mengerti."
tidak ada yang protes dengan rencana itu, lagipula saat ini hidup mereka di pertaruhan jadi jika terus keras kepala yang ada mereka akan mati sia-sia.
" Ezio, matikan api nya."
" oke"
wsush
seketika api yang mengelilingi mereka pun lenyap dan para monster serigala lebih mudah lagi menjangkau mereka, namun aneh nya monster-monster itu seakan sedang menunggu sesuatu. meski begitu mereka bersyukur dengan begitu akan lebih mudah melarikan diri dari hewan-hewan buas iniΒ
Darren mengeluarkan senjata sihir nya yang berupa sebuah pedang putih yang bilah pedangnya sangat berkilau, namun terlihat sangat tajam.
" sekarang."
Keysa dan Kyra pun segera berlari ke arah di mana Darren telah membuka jalan bagi mereka, di belakang mereka juga dua pria itu mengikuti sambil melawan beberapa serigala yang mengejar mereka.
" Keysa, apa masih lama!" seru Ezio dari belakang.
Entah kenapa serigala-serigala itu dia merasa semakin bertambah bukannya berkurang hal ini membuat nya menjadi gemetar ketakutan.
" beberapa meter lagi kita akan dapat melihat mereka" jawab Keysa sambil terus berlari.
" lihat itu mereka" seru ezio dengan senang.
ekspresi senang mereka tidak bertahan lama dan terganti dengan ekspresi tercengang, di mana ternyata saat ini Valencia dan Arsya juga sedang di kelilingi oleh puluhan serigala.
mereka yang tadi merasa masih ada kemungkinan untuk mengalahkan raja serigala kembali pesimis karena serigala-serigala itu tidak berhenti datang.
__ADS_1
jadi bagaimana mereka bisa membuat raja serigala keluar dari tempat persembunyiannya sendiri, sedangkan jika mereka melawan puluhan serigala ini yang ada energi spiritual mereka akan habis sebelum melawan raja serigala.
" Keysa, Kyra, dan kalian berdua juga kenapa bisa bersama?" tanya Valencia dengan tenang seakan dia saat ini tidak sedang menghadapi puluhan serigala di hadapan nya.
" berhenti bicara, kalahkan serigala-serigala ini lebih dulu. lalu bicara!" seru Arsya mengingatkan Valencia yang seperti nya sudah lupa jika dia sedang bertarung.
" oh iya, aku lupa. ah.. awas saja kalian serigala-serigala jelek, akan ku kuliti kalian dan daging kalian akan ku bakar." seru Valencia dengan bersemangat, bahkan melupakan pertanyaan yang tidak di jawab oleh empat orang yang baru datang itu.
" seperti nya kalian berdua sibuk di sini, cuma kami juga sedang di kejar monster serigala!" ujar Darren yang tidak lama suara lolongan serigala dari kejauhan terdengar mulai mendekatkan, dan dari arah mereka berempat datang para serigala yang mengejar mereka.
" aaauuu.."
Ternyata para serigala itu cepat juga bisa menyusul.
" ada raja serigala yang menggerakkan mereka, meski membunuh mereka. raja serigala akan kembali memanggil kawanan nya!" kata Keysa
" maksud mu kita sedang berada di kawasan kekuasaan para serigala-serigala ini" tebak Valencia yang seperti nya benar melihat banyak nya serigala di kawasan tempat mereka berada apalagi dengan adanya raja serigala sudah membenarkan tebakan nya itu.
Mendengar perkataan Valencia seketika mereka juga tersadar akan hal itu.
Arsya sendiri sebenarnya sudah mengetahui hal ini, Namun dia tidak tahu apa yang sebenarnya sedang monster raja serigala itu incar dari mereka.
Itulah yang sedang dia pikirkan.
jika pun para serigala ini tidak menyukai keberadaan mereka di wilayah kekuasaan nya itu memang hal wajar. hanya saja seperti nya perburuan kali ini bukanlah perburuan biasa, jika tidak bagaimana para peserta ini malah di kirim ke tempat-tempat yang dapat membahayakan nyawa mereka sendiri.
sebenarnya Arsya memiliki satu tebakan di hati nya, hanya saja bukan waktu nya untuk menjelaskan ini pada mereka.
" kalian cepat membentuk lingkaran!" seru Arsya mengembalikan kesadaran mereka yang sedang kalut.
" ya."
Aura kepemimpinan yang keluar dari Arsya membuat mereka tanpa sadar mengikuti perintah nya dan sangat mempercayai nya.
" Keysa keluarkan senjata mu, kalian pun sama." kata Arsya dengan tegas
Mereka pun mengeluarkan senjata sihir masing-masing. Keysa mengeluarkan senjata sihir yang sudah membentuk sebuah cambuk, Darren sebuah pedang, ezio sebuah senapan, Kyra sendiri mengganti bentuk senjata nya menjadi sebuah belati. sedangkan Valencia masih berbentuk tongkat sihir dan Arsya membentuk sebuah busur yang memang sebelum kedatangan mereka berempat dia sudah menggunakan nya.
__ADS_1
" apa yang akan kita lakukan?" tanya Keysa dengan tubuh sedikit gemetar.
Arsya sendiri tahu selama ini diantara teman-teman nya Keysa lah yang jarang sekali membunuh jadi wajar saja melihat dia ketakutan seperti itu.