
****
" Arsya, bahan apa yang masih kamu perlukan. Kakak akan segera mencari nya?"
" tidak perlu, ada tugas lain yang lebih penting untuk mu. Selain mengawasi kondisi Valencia tolong selidiki makhluk itu." Ucap Arsya dengan nada pelan agar tidak ada yang mendengar perbincangan mereka.
Arsya bukan nya tidak percaya dengan pihak academy, apapun kemungkinan nya bisa saja terjadi, karena itu lebih baik meminta Arion menyelidiki di balik bayangan, sedangkan biarkan pihak academy menyelidiki di hadapan semua orang. Sebelum mencari kepala academy dia sudah merencanakan ini agar orang-orang itu tidak waspada terhadap Arion dan hal ini akan memudahkan bagi nya untuk menyelidiki mereka.
Arion sendiri sangat mengerti apa yang adik nya inginkan.
" Oke, tapi kau tetap jaga diri mu baik-baik jangan sampai terluka atau ayah akan mencincang tubuh ku dan memberikan nya ke buaya."
" Itu urusan mu" balas Arsya acuh dan pergi begitu saja meninggalkan kakak nya yang kesal mendengar jawaban nya.
Meski Arion sendiri tahu adik nya hanya bercanda saja.
" Ck, padahal aku belum memukul kepala nya tapi dia sudah pergi begitu saja."
Saat berjalan Arsya merasakan kepala nya yang tadi sakit semakin bertambah, bahkan mata nya terasa berkunang-kunang.
" Ck, seperti nya aku harus berlatih lagi mengendalikan energi spiritual ku" batin Arsya yang semakin lama pikiran nya tidak berada di tempat.
Merasa tubuh nya semakin lemah, tubuh Arsya pun terhuyung dan akan jatuh, namun ada seseorang menahan tubuh nya hingga punggung nya tidak merasakan sakit. Saat tahu ada seorang pria yang membantunya, Arsya mencoba tidak peduli dengan rasa sakit yang menyerang kepala nya dan segera berdiri.
" Nona apa kau baik-baik saja, perlukan aku membawa mu ke ruang kesehatan?" Tanya pria itu sambil tersenyum manis, bagi setiap wanita yang melihat senyuman pria itu akan langsung menjerit saking terpesona nya apa lagi wajah pria itu cukup tampan juga.
__ADS_1
Hanya saja Arsya malah merasa risih dengan tatapan para wanita yang mengarah pada nya seakan mereka berkata
'wanita itu beruntung sekali di bantu oleh seorang pria tampan dan menawan seperti pria itu'
Banyak juga yang menatap nya sinis seakan arti tatapan itu adalah 'berani sekali wanita seperti nya dekat dengan pangeran kita'
" Terima kasih tuan, saya permisi." Ucap Arsya menunduk sopan dan segera pergi dari tempat itu.
" Menarik!" Gumam pria itu tersenyum tipis.
Setelah di tempat sepi Arsya mengeluarkan beberapa ramuan dan langsung meminum nya seperti air biasa, jika para tetua tahu Arsya meminum ramuan tingkat tinggi seperti minum air biasa mereka akan muntah darah.
Setelah meditasi selama satu jam akhir nya Arsya membuka mata nya dengan kondisi yang kembali pulih tidak lagi merasakan pusing di kepala nya.
Pantas saja makhluk itu menjadi salah satu momok paling menakutkan saat perang melawan para penyihir hitam. Entah kekacauan apa yang akan terjadi semisalnya makhluk itu kembali merajalela.
" Semoga saja kak Arion dapat menyelidiki mereka, aku tidak bisa meminta bantuan Heera untuk saat ini."
Saat ini Heera sedang sibuk menyelidiki kasus penculikan di wilayah kekuasaan keluarga Evans, jadi dia tidak bisa meminta bantuan nya, sedangkan bawahan nya telah ia kerahkan untuk mencari keberadaan sisa-sisa organisme Black Angels Dan Arsya juga tidak memiliki waktu untuk memikirkan hal lain, setiap detik nya sangat berharga bagi Valencia, dia harus menemukan semua bahan untuk membuat penawar nya sesegera mungkin.
" Aku harus pergi ke hutan penyihir untuk mencari bahan tersisa dimana semua bahan itu hanya tumbuh di hutan penyihir" batin nya
Hutan penyihir berbeda dengan hutan pada umum nya, bahkan hutan penyihir tidak termasuk wilayah dari negara manapun, bisa di bilang hutan penyihir adalah wilayah netral. Meski wilayah netral tidak ada orang yang ingin pergi ke tempat itu, banyak rumor buruk tentang hutan itu tapi banyak juga harta Karun di dalam nya, hanya saja tidak ada yang ingin mempertaruhkan nyawa mereka hanya untuk harta Karun yang belum tentu adanya.
Seperti nama nya hutan penyihir dulu nya adalah tempat tinggal para penyihir hitam berkumpul, sekarang meski para penyihir hitam dan sihir hitam telah musnah namun hutan itu memiliki banyak jebakan. Banyak orang yang pernah pergi ke tempat itu tidak pernah kembali lagi, entah mereka masih hidup atau sudah tiada.
__ADS_1
Setelah berteleportasi saat ini Arsya berada di depan sebuah hutan yang rimbun dan gelap gulita, namun meski sudah melihat pemandangan hutan yang begitu mengerikan tidak membuat Arsya takut.
Arsya beristirahat sebentar untuk memulihkan energi spiritual nya lebih dulu sebelum memasuki hutan, karena energi nya banyak terkuras setelah menggunakan teleportasi dengan jarak yang begitu jauh.
Sesaat akan masuk ke dalam hutan penyihir seorang pria tua datang dan menghentikan nya.
" Nona kau mau pergi kemana?"
Arsya hanya diam tanpa berniat menjawab pertanyaan nya.
" Jika kau berniat masuk ke dalam hutan itu, lebih baik urungkan saja. Banyak orang yang masuk ke dalam sana tidak pernah keluar lagi, kau masih muda, hidup mu pun masih panjang, sebaiknya jangan menyia-nyiakan nyawa mu sendiri anak muda."
" Aku tahu tuan, hanya saja apa yang ku butuhkan hanya ada di dalam hutan itu saja, aku harus pergi ke sana bagaimana pun juga. Terima kasih atas nasihat nya." Arsya menundukkan kepala nya sebentar untuk memberi hormat lalu pergi meninggalkan pria tua itu.
" Anak muda ini sangat keras kepala, entah apa yang akan terjadi di sana. Semoga saja dia bisa keluar hidup-hidup." Gumam pria tua itu sebelum menghilang dari tempat itu tanpa jejak seakan dia tidak pernah muncul di sana.
Arsya yang telah memasuki bagian pertama hutan penyihir dapat merasakan aura hitam yang menyelimuti seluruh hutan tersebut.
Semakin kedalam aura nya semakin suram, entah Arsya tidak tahu sudah berapa lama dan sedalam apa dia masuk ke hutan tersebut. Sepanjang kakinya melangkah, akan selalu ada monster-monster berbagai jenis menghalangi jalan nya. Keringat membanjiri Arsya dan rasa lelah dapat Arsya rasakan tapi ekspresi nya masih terlihat tenang tanpa beban.
Tubuh nya yang terasa begitu letih rasa nya ingin beristirahat, aura di hutan itu seakan menyedot aura milik nya hingga terjadi bentrokan yang membuat tubuh nya lebih cepat lelah. Pakaian di tubuh nya pun sudah lengket oleh keringat dan kotor karena terkena darah monster-monster yang telah ia habisi. Jika orang-orang di academy melihat penampilan nya sekarang mungkin akan menjerit histeris dan pingsan karena penampilan nya begitu sangat kacau. Namun tak akan pernah ada yang menduga juga bagaimana tubuh yang terlihat rapuh dan perlu perlindungan dapat menghabisi banyak monster mengerikan.
" Sial, aku tidak bisa beristirahat sekarang.. hutan ini sangat gelap aku bahkan tidak bisa menghitung berapa lama aku berada di sini, sedangkan waktu berlalu dengan cepat. Jika tidak segera menemukan tanaman itu akan sangat gawat untuk Valencia, dia tidak bisa menunggu lebih lama lagi." Gumam Arsya sambil menatap nyalang monster-monster yang mulai menghalangi jalan nya.
Sungguh tubuh nya sangat lelah, dan tekanan dominasi oleh energi sihir hitam di hutan ini membuatnya tidak bisa mengeluarkan kekuatan secara maksimal. Setiap kali bertarung, Arsya akan membagi kekuatan nya sebagai sihir serangan dan sihir pertahanan sekaligus, seharusnya mudah bagi Arsya melakukan itu jika saja aura sihir hitam di hutan itu tidak mengikis jiwa nya juga. Bertarung sambil mempertahankan kewarasan nya sungguh sangat melelahkan.
__ADS_1