Arsksa : Love And Magic

Arsksa : Love And Magic
13. Penampilan Baru


__ADS_3

" Jadi apa keputusan mu de?" Tanya Arion


" Aku akan ke sana... Namun bukan sebagai Putri keluarga Lawrence" ucap Arsya acuh


" Lah lalu kamu mau jadi apa..... berubah jadi power ranger atau berubah jadi Ultraman, atau berubah jadi Boboiboy kuasa tiga" seru Arion asal sambil memperagakan beberapa adegan dari film film yang ia sebutkan


Bruk


Sebuah bantal mengenai tepat kepala Arion, sedangkan yang menjadi pelaku nya hanya acuh tak acuh, siapa lagi pelaku nya jika bukan Arsya.


" Hei de, kenapa kamu melempar bantal pada wajah kakak mu ini, bagaimana kalau wajah ku ini ada yang lecet, ketampanan ku bisa berkurang" ucap Arion narsis


" apa rumah ini tidak ada kaca" tanya Arsya asal


" Tentu saja ada!" jawab Arion yakin


" Kalo gitu lebih baik kakak ngaca, muka jelek kayak gitu aja di bilang tampan" cibir Arsya


" De kamu sungguh jaahhat" ucap Arion cemberut


" Kalian ini sudah besar masih saja ribut kayak anak kecil" seru bunda Allegra yang baru saja keluar dari dapur


" Arsya duluan tuh bund" adu Arion pada bunda nya


" kakak nya saja yang lebay bund" balas Arsya acuh


" Tuh kan bund! Dia terus saja membully ku" adu kembali Arion pada bunda Allegra


" Ayah" seru Arsya singkat, namun ayah Aziel langsung merespon nya dengan baik


" Sudah, sudah jangan berantem, ini juga salah mu Rion selalu saja mengganggu adik mu" ujar Ayah Aziel membela Arsya


" Bela aja terus, bela terus... Ayah memang selalu saja membela nya tidak pernah membela ku" ucap Arion pura pura merajuk


" Dia kan memang putri kesayangan ayah" seru Arion penuh penekanan


" Tentu saja princess ku selalu benar" seru ayah Aziel bangga

__ADS_1


" Sudah sudah, kamu juga bukan nya melerai kedua anak mu, malah ikut berdebat dengan mereka hmm" ujar bunda Allegra pura pura marah


" Maaf sayang, Rion duluan yang memulai nya" bela ayah Aziel


" Sabar Rion sabar, kamu mungkin bukan anak nya, ayah mu selalu saja menyalahkan diri mu, sungguh kami sangat kasihan sekali" ucap Arion dengan ekspresi yang di buat semenyedihkan mungkin.


" Ayah mendengarnya Arion!" seru ayah Aziel


" Bagus kalau ayah mendengarnya" jawab Arion acuh


" Ayah kami menemukan dia dimana?" Tanya Arsya dengan muka yang serius


" Entah ayah tidak sengaja menemukan nya di jalanan" jawab ayah Aziel dengan muka yang juga ikut serius


" Ku kira ayah menemukan nya di kolong jembatan, ekspresi nya sekarang sungguh sangat menyedihkan" seru Arsya acuh dan malas.


" Ayaaah, Arsya... Jika mengejek ku kalian selalu saja kompak" kesal Arion


" Kamu juga Arsya, bercanda mu itu tidak pantas dengan ekspresi wajah mu yang datar itu" lanjut Arion, yang hanya di tanggapi acuh oleh Arsya.


" Lihat lah hanya bunda yang mendukung ku, bunda kamu yang terbaik, aku sayang pada mu" seru Arion senang


" kasihan kenapa bunda" tanya Arsya yang lebih peka maksud bunda nya


" Tentu saja kasihan.... Wajah nya sudah jelek, sekarang semakin jelek setelah kalian mengejeknya" lanjut bunda Allegra dengan santai nya


Sudah jatuh tertimpa pohon, eh tangga maksud nya, itulah yang di rasakan oleh Arion sekarang, bunda nya telah menerbangkan nya ke atas awan dan dia juga yang menjatuhkan nya dalam sekejap, ia kira bunda nya benar benar membela nya, ternyata eh ternyata dia juga ikut membully nya.


Sungguh kasihan diri mu Arion, pikir nya


" Terserah kalian, lebih baik aku melanjutkan permainan ku, di bandingkan ikut berdebat dengan kalian, dan tidak akan ada yang membela ku juga" kesal Arion, setelah itu ia mengambil stik vs dan melanjutkan permainan nya


" Ayah! minta kepala academy untuk mengundang ku seperti cara mereka mengundang para warga biasa yang memiliki kemampuan istimewa" pinta Arsya serius


" Kamu yakin ingin masuk dengan jalur itu nak?" tanya bunda Allegra


" Yakin bunda"

__ADS_1


" De kalau kamu ikut jalur itu, kakak tidak bisa memperkenalkan mu sebagai adik ku dong" protes Arion


" Tentu saja, aku tidak ingin menjadi perisai mu dan berhadapan dengan gadis-gadis yang menggilai mu!" jawab Arsya malas


" kamu harus nya bangga mempunyai kakak yang tampan karena itu banyak gadis yang mengantri dan mengejar ku!" seru Arion dengan sikap sombong nya.


" apanya yang bangga, yang ada aku malu. kata nya tampan tapi masih saja jomblo itu artinya kamu tidak laku kak!" ucap Arsya tepat sasaran membuat Arion tidak mampu membalas lagi karena itulah fakta nya.


***


Academy Blue Ocean Atau sering juga di sebut academy sihir, di sana setiap orang memiliki kekuatan istimewa masing-masing, seperti bisa mengendalikan elemen, berbicara dengan binatang, transportasi, membaca pikiran seseorang, dan masih banyak lagi.


Academy ini berdiri di pulau terbang, di tengah perbatasan antara lima keluarga bangsawan, keluarga Knight, Davies, Lawrence, Nixon, dan Evans, pulau ini berada di atas lautan yang membentang luas karena itu dia diberi nama Blue Ocean yang artinya laut biru.


Academy sihir sama dengan universitas tempat kuliah para manusia biasa, di tempat itu pun akan ada tingkatan antar kelas, dan pengajaran yang ada universitas biasa, hanya saja mereka pun akan di ajarkan mengendalikan kekuatan yang ada pada diri mereka, setiap tingkatan yang ada di academy memiliki seragam untuk mengetahui tingkatan class mereka.


Sekarang terdapat banyak orang yang sedang berkumpul di suatu tempat, orang orang ini adalah mereka yang telah terpilih untuk memasuki academy. Tempat mereka berada sekarang tepat berada di tengah hutan dan ada sebuah danau yang membuat pemandangan di tempat itu terlihat sangat indah.


Di salah satu pohon besar ada seorang gadis yang dengan malas nya bersandar di temani teman nya yang sedang menatap gadis itu dengan sangat terkejut.


" Hei... Ra, ini benar kamu bukan" ucap Heera ragu


Ya, gadis yang bersandar di pohon itu adalah Arsya, di samping nya ada Heera yang sedang memperhatikan penampilan Arsya yang tidak seperti biasa nya.


Bagaimana tidak, penampilan Arsya menurut nya sangat aneh, dengan baju dari kalangan bawah yang ia kenakan, warna kulit Arsya yang sangat putih dan bersih pun berubah kecoklatan, dengan kaca mata bulat dan tebal Arsya kenakan, rambut nya di kepang dua.


" Kau tidak kesurupan penunggu hutan ini kan!" ucap Heera asal


" Untuk apa kamu di sini?" Tanya Arsya acuh


" Tentu saja mengikuti mu... Tante Allegra mengatakan pada ku, kamu akan masuk academy dengan jalur lain, dan aku segera meminta ayah ku untuk melakukan nya juga... Hebat bukan diri ku" seru Heera bangga sambil membusungkan tubuh nya.


" Kecilkan suara mu.... Atau pergilah dari sini" ucap Arsya acuh


" Ups... Hehehe, aku kan cuma bercanda, maaf-maaf lagi pula tidak banyak orang yang ada di dekat sini.... Oh yah, bagaimana reaksi kak Rion melihat penampilan baru mu ini" bisik Heera


Mendengar pertanyaan Heera membuat Arsya mengingat kembali kejadian pagi tadi sebelum ia berangkat ke tempat ini, keluarga nya sangat terkejut dengan penampilan baru nya.

__ADS_1


__ADS_2