Arsksa : Love And Magic

Arsksa : Love And Magic
38. Arion?


__ADS_3

***


" Hah akhir nya selesai juga... Kelas seni hari ini untung nya tidak begitu lama" seru Valencia senang


" Bukankah itu kak Arion kenapa dia sendirian saja?" Tanya Valencia pada diri nya sendiri


Ia melihat seorang pemuda yang sedang duduk di kursi taman sendirian saja, ia yakin dari postur tubuh nya pemuda itu adalah Arion.


Karena hari yang sudah gelap taman itupun sangat sunyi dan sepi, hanya ada pemuda itu saja yang duduk sendirian.


" Mata ku tidak ada masalah bukan, untuk apa dia duduk sendirian malam malam begini?" Seru Valencia lagi


" Jangan jangan dia setan lagi, bukankah malam malam begini hantu hantu pada suka reuni, mungkin saja teman teman hantu nya tidak mengajak nya, jadi dia hanya sendirian, iihh kok aku jadi merinding gini ya..." Valencia ingin berbalik dan pergi


" lihat tidak ya, lebih baik pergi aja deh, takut juga malam-malam gini... tapi penasaran juga, ayolah Valencia jangan takut!" gumam Valencia sambil berjalan maju dan mundur, entah apa yang dia inginkan.


Dia ingin pergi dari sana, namun ia urungkan niat nya untuk pergi, dia maju selangkah demi selangkah ke arah orang itu dengan perlahan-lahan, ia ingin memastikan apakah dia benar orang atau dedemit.


Merasakan ada seseorang di belakang nya Arion pun membalikkan kepala nya untuk melihat.


" Kenapa kau berjalan mengendap-endap seperti itu" ujar Arion mengagetkan Valencia


" Eh kodok beranak kuda" ceplos Valencia, dia langsung menutup mulut nya sendiri karena malu.


" Emang sejak kapan kodok bisa beranak kuda!" Seru Arion heran dengan gadis ini


" Cih, aku kan cuma refleks karena kaget" ucap Valencia kesal


" Ckckck, ternyata itu benar kau Arion ku kira setan yang lupa jalan pulang" lanjut Valencia marah marah.


" Enak saja wajah tampan dan rupawan seperti ku ini kau anggap setan, apa mata mu punya kelainan" ujar Arion dengan sombong nya dia menanggapi perkataan Valencia itu.


" Cih, ke pd an, muka pas pas an kayak gitu aja di sebut tampan" jawab Valencia acuh tak acuh, namun di dalam hati nya dia harus mengakui pemuda itu memang tampan.

__ADS_1


" heh muka ku ini sangat sangat tampan ya, seperti nya mata mu saja perlu di periksa" sewot Arion


" Enak saja mata ku sangat sehat... Mmm, tapi jika di lihat lihat kau memang tampan..." Jeda Valencia


" Benar bukan, sudah ku katakan aku ini pemuda yang sangat tampan kau saja langsung terpesona oleh ketampanan ku ini" ucap Arion dengan percaya diri nya.


" Ya kau memang tampan, kau terlihat sangat tampan saat di lihat oleh orang yang buta" lanjut Valencia dengan ekspresi yang di buat seserius mungkin.


" Benar bukan aku ini tampan saat di lihat oleh orang yang bu..." Arion menatap tajam Valencia saat tahu dia sedang di permainkan.


" Kenapa berhenti, apakah ada yang salah dengan ucapan ku" tanya Valencia polos


" Heh, kau pikir bagaimana bisa orang buta dapat melihat" kesal Arion


" Bukankah itu benar, aku bahkan akan menyebut mu pria paling tampan di dunia ini jika mata ku buta" ujar Valencia dengan ekspresi serius, namun terlihat sangat menjengkelkan di mata Arion


" apa maksud mu semua orang yang menyebut ku tampan mereka semua buta" seru Arion kesal


" Itu kau yang mengatakan nya sendiri, bukan aku" jawab Valencia acuh


" Apa yang sedang kau lakukan duduk sendirian di sini?" Tanya Valencia melihat ke sekitar nya yang sudah sepi karena sudah larut malam.


" Mencari angin segar" ucap Arion asal


" Apakah ada sangkutan nya dengan masalah di kantin? sampai-sampai membuat tuan muda Arion duduk sendirian, ku pikir hantu yang sedang galau" ucap Valencia menatap sinis Arion.


" Tidak, dan nona Valencia tolong berhenti menganggap ku hantu, aku ini manusia dengan wajah yang tampan, bukan makhluk sejenis itu" jawab Arion tersenyum paksa


" Seperti nya! jika kau benar benar menyukai Arsya, kau harus berjuang sangat keras, Arsya bukan gadis yang mudah" ujar Valencia yang tidak menggubris perkataan Arion itu


" Seperti nya kalian sudah sangat akrab" seru Arion penasaran sedekat apa gadis ini dengan adik nya itu.


" Mungkin, yang ku tahu meski dia bersikap dingin dan selalu terlihat tidak peduli dengan orang di sekitar nya tapi sebenarnya dia gadis yang sangat baik" ujar Valencia

__ADS_1


" Jangan menilai nya terlalu jauh, gadis itu sulit di atur, dan selalu menantang maut, dia sangat sangat keras kepala" ujar Arion mengingat sifat keras kepala adik nya itu, membuat nya sendiri tidak habis pikir.


" Kelihatan nya kau sangat mengenal Arsya, tapi melihat mu membicarakan tentang kejelekan nya, kau tidak terlihat menyukai nya sebagai seorang pria pada wanita" ujar Valencia menatap Arion sambil menopangkan tangan nya di dagu.


" Nona Valencia seperti nya kau salah paham pada ku, aku tidak pernah mengatakan menyukai Arsya sebagai seorang pria pada wanita" jawab Arion tersenyum tipis


" Tapi kau berkata kau menyayangi Arsya pada Aksa saat di kantin, kau bahkan berkata Arsya adalah nyawa mu" ucap Valencia acuh


" Kalian seperti nya benar benar menyalah artikan ucapan ku, aku menyayangi nya tapi tidak ada rasa suka antara pria dan wanita pada nya" ujar Arion berdiri dari duduknya


" Kalau begitu kami salah paham pada mu... Hei tunggu kau mau kemana" Valencia segera berdiri dan mengejar arion


" Hmm... Sudah malam, kembali ke asrama apa lagi" seru Arion


" Hei tunggu, apa kau akan meninggalkan seorang gadis sendirian sa...aahhkkk" saat Valencia ingin mengejar Arion, tidak sengaja ia menyandung sesuatu dan hampir saja ia akan terjatuh.


Saat Valencia sudah sangat yakin akan terjatuh ke tanah ia pun menutup mata nya rapat karena takut, tapi sudah lama ia menunggu ia tidak merasakan sakit sedikit pun.


" Sampai kapan kau akan menutup mata mu" ujar Arion


Mendengar ada suara Arion perlahan-lahan Valencia pun membuka matanya. setelah matanya terbuka mata Arion dan Valencia saling menatap, mereka seperti enggan mengalihkan perhatian mereka satu sama lain.


" Mata nya sangat indah" batin Arion


" Kenapa dia terlihat sangat tampan" batin Valencia


" Ekhem... sampai kapan kau akan terus memandangi ku, aku tahu aku ini tampan" seru Arion setelah sadar dari lamunan nya.


" Ahk... Ahk si-apa juga yang memandangi mu, aku hanya melihat ada sesuatu di wajah mu" ujar Valencia sambil berdiri


" Wajah? Ada apa dengan wajah ku" Arion mengusap wajah nya sendiri tapi tidak ada apapun di wajah nya.


" Wajah mu, wajah mu seperti seekor keledai... Wlee" Valencia meleletkan lidah nya pada Arion setelah itu berlari pergi meninggalkan Arion.

__ADS_1


" Gadis itu berani sekali mempermainkan ku... Awas saja jika bertemu dengan ku lagi" gumam Arion namun bibir nya tersenyum indah.


__ADS_2