Arsksa : Love And Magic

Arsksa : Love And Magic
27. Alvan


__ADS_3

Brak


Sebelum Kenan menyelesaikan ucapan nya, pintu ruangan itu di banting dari luar.


" Cih menyebalkan, ini semua karena cewek aneh itu" gerutu seorang pemuda yang baru saja masuk


" Lah kau kenapa Al? sakit jiwa yah tuh anak! ditanya bukan nya menjawab, eh main nyelonong aja" seru Kenan kesal melihat teman nya yang baru datang berjalan melewati nya tanpa menjawab pertanyaan nya.


" Ada apa Al" tanya Ivan, entah dia serius bertanya atau tidak karena mata nya hanya fokus pada buku yang ia pegang tanpa melihat orang yang dia sapa.


" Haaah.... hari ini hari paling sial dalam hidup ku Yon" ucap pemuda itu setelah menghempaskan tubuh nya ke sofa


" ada apa emang? ada yang merampok mu atau kau memang sudah gila" Tanya Arion asal ceplos


" dia emang sudah gila baru datang udah marah marah ga jelas" ejek Kenan santai


" kalian yang gila, punya teman kenapa kayak gini semua sih, bukan nya menghibur teman nya yang lagi kena musibah, ini malah sebaliknya" ucap pemuda itu sinis


" musibah? kenapa, uang jajan mu di potong, atau kau di usir dari rumah?" tanya Kenan terlihat sangat antusias, seakan dia sangat menantikan hari ini.


bruk


" sialan kau Kenan, kau saja yang di usir sana hush, hush" ucap pemuda itu kesal setelah melemparkan bantal yang ada di sofa.


" Kau tahu Yon, nenek ku menjodohkan ku dengan salah satu gadis dari keluarga bangsawan tingkat tinggi, dan gadis itu menyuruh ku untuk menumui nya di asrama nya hari ini, sungguh gadis itu terlalu manja dan kekanakan, dia sama sekali bukan tipe ku sedikit pun, tapi aku tidak tahu bagaimana cara untuk membatalkan pertunangan yang bahkan tidak ku ketahui sama sekali" cerita nya lesu berbicara pada Arion yang memang sedang duduk di samping nya, dia sama sekali tidak ingin mengubris perkataan Kenan yang tidak bermutu sama sekali.


" Alvan cantik ga cewek nya" ucap kenan yang sudah tahu teman nya itu tidak ingin di ganggu oleh nya, tapi tetap saja dia berulah. baru saja, baru saja pemuda yang bernama Alvan itu menahan emosi nya agar tidak memukul kepala nya itu, tapi ya begitulah Kenan tidak bisa hanya diam saja dan membiarkan teman-teman nya tenang.


" Cantik dimana nya, yang ada tuh muka kaya di pasangin topeng aja, make up nya beeehh tebal banget kayak semua make up yang ada di toko di gunakan oleh nya" kesal Alvan sambil bergidik agar Kenan tidak lagi terus bertanya.


Jika Kenan terus berbicara yang ada dia tambah kesal.


" Tapi, bukan itu masalah nya, tadi itu aku ketemu cewek aneh, dia yang nabrak eh dia sendiri yang marah marah" kesal Alvan saat mengingat kejadian tabrakan nya bersama Heera.


Ternyata yang tadi bertabrakan dengan Heera itu Alvan


" Cantikan mana tunangan mu atau cewek yang bertabrakan dengan mu Al?" Tanya Kenan

__ADS_1


" Ya lebih cantikan tuh cewek aneh lah. dan ingat ini dia bukan tunangan ku, ogah punya tunangan kayak dia" jawab Alvan jujur, tanpa tahu Kenan sekarang sedang tersenyum aneh saat melihat Alvan memuji seorang gadis dan malah menjelekkan tunangan nya sendiri, meski status tunangan hanya karena sebuah perjodohan saja.


" Waaah akhir nya ada juga yang bisa membuat seorang Alvan Kanav Evans memuji seorang gadis" seru Kenan heboh


" seperti nya akan terjadi sejarah baru!" seru Ivan


" sejarah baru? maksud mu!" tanya Alvan bingung membuat semua orang juga menatap nya bingung menunggu jawaban dari sang kutu buku itu.


" tentu saja sejarah dimana seorang Alvan akan melepas masa jomblo nya" ucap Ivan santai dan acuh


" kau benar Van, saat memuji cewek tadi wajah Alvan merah merona" Arion ikut-ikutan ngejek Alvan


" wah bakal ada yang patah hati berjamaah nih kayak nya" seru Kenan menambahkan bumbu pelengkap.


" Sialan kalian! Kenan, Arion, Ivan" seru Alvan sambil melemparkan bantal yang ada di sofa pada ketiga nya, namun dapat di hindari dengan mudah oleh Arion, Kenan, dan Ivan. dia tidak berminat menganggu Arion dan Ivan lagi karena itu dia hanya terus mengejar Kenan saja.


Mengapa Ivan dan Arion tidak bisa dia ganggu, itu karena saat mereka berdua marah terlihat sangat mengerikan.


" Bukankah kalian menanyakan siapa yang menempati dua kamar yang masih terkunci itu, nih anak salah satu nya" ujar Arion yang masih waras


" Ekhem kenalin nama ku Alvan kalian bisa memanggil ku Alvan, siapa nama kalian?" Tanya Alvan berhenti bercanda dengan Kenan


" Kau bisa memanggil ku Ezio, dan yang di sebelah ku nama nya Darel"


" Ohh, Darel dan Ezio, semoga kita bisa jadi teman seruangan yang baik yah"


" Bukankah hari ini ada pengujian untuk kelas magic Class dan Skyfall Class untuk naik tingkat, apakah kalian tidak mengikuti nya?" Tanya Ivan


" Kami sudah mengikuti nya. tadi pagi pagi sekali, sekarang kami berada di tingkat Astro Class" ucap Darel


" Waah selamat untuk kalian... Ku dengar murid murid di kelas Astro Class pada cantik cantik loh" ujar Kenan


" Van dia benar adik mu, kok aku meragukan nya ya" ujar Alvan


" Entah, aku tidak mengenal nya" jawab Ivan acuh


" CK kalian jahaaaattt, kau Van kakak yang durhaka" seru Kenan mendramatisir

__ADS_1


" Yang ada kamu adik durhana, dimana ada nama nya kakak durhaka" sahut Ivan malas


" Ada, itu barusan kata ku" ucap Kenan tidak mau kalah.


" Dimana Aksa? Apa dia belum datang!" Tanya Alvan menghentikan perdebatan Ivan dan Kenan.


" Sudahlah jangan pikirkan dia, sudah tidak heran lagi kalo dia tiba-tiba hilang dan muncul tiba-tiba" ucap Arion


" Benar tuh, Aksa udah kayak jelangkung aja, datang ga di jemput pulang gak di antar" seru Kenan


" Yeehh bunglon, yang ada itu mah sih maling bukan jelangkung" seru Alvan


" Jelangkung" kekeh Kenan


" Maling"


" Benar kata Al kadal, itu sih maling... Coba deh pikir emang ada maling yang di undang dulu, terus pulang nya diantar gitu" ucap Ivan yang malah ikut-ikutan.


" Mana ada maling di undang terus di antar pulang lagi" ucap Ezio bingung


Ezio orang nya mudah akrab dan bergaul jadi dia mudah menyesuaikan diri berbicara dengan Arion dan yang lain nya.


" Nanti deh aku posting di internet...." Ucap Arion


" Posting apaan Rion?" Tanya Darel bingung


Semua orang pun menatap Arion dengan serius.


" Ya posting gini.... Ekhem, untuk kalian yang mau maling di rumah keluarga Rivera, Kenan Luthfi Rivera secara khusus mengundang kalian semua, saya Kenan Luthfi Rivera akan mengantar kalian para maling dengan suka cita... Salam manis Kenan Luthfi Rivera" ucap Arion dengan ekspresi seserius mungkin.


" Eh kadal yang ada uang jajan ku selama satu tahun dan semua fasilitas yang di berikan papi dan mami ku di sita oleh mereka... Kau mau melihat teman mu yang tampan ini kesusahan tanpa uang" ucap Kenan


Arion, Alvan, dan Ivan saling melirik sebelum dengan kompak nya berseru" Emang kami pikirin"


" Huhuhu kalian jahat, gak ada yang peduli lagi sama adek yang tampan ini"


" iuuhh.... Jijik Ken, denger nya aja udah mau muntah" ucap Ivan tanpa perasaan.

__ADS_1


__ADS_2