
****
Flashback on
Ia merasa sedari tadi ada yang sedang mengikuti nya, namun ia sama sekali tidak melihat orang yang mencurigakan.
Saat pintu hotel terbuka yang muncul adalah seorang pria berperut buncit, dengan wajah yang amat sangat menjijikkan menurut nya saat mata pria itu menatap nya tak berkedip seakan dia ingin segera menerkamnya saat itu juga. Pria itu usia nya lebih tua dari ayah nya sendiri saat dia tersenyum, senyum itu terasa sangat memuakkan. Jika bukan karena misi nya mana mau dia menemui pria hidung belang ini.
" Menjijikkan, seperti nya aku harus mandi kembang tujuh rupa di tujuh sumur yang berbeda dengan menggunakan tujuh sabun yang sangat wangi setelah dari sini" batin nya tapi bibir ranum nya masih saja menampilkan senyuman yang menawan dan memikat hati
" Kau akhir nya datang juga, ayo masuk." Pria berperut buncit itu merangkul pundak Heera dengan mesra.
Setelah pintu di tutupi ia melepaskan rangkulan pria itu dengan jijik tapi wajah nya malah menunjukkan sebaliknya, ia tersenyum manis, dan berjalan mengelilingi ruangan itu dengan santai. Saat pria itu akan kembali memeluk nya dia menghindari nya dengan elegan seakan ia tidak melihat perilaku pria itu, ia melihat sekeliling nya dengan tenang untuk mencari tahu apakah ada kamera tersembunyi atau tidak di ruangan itu, setelah memastikan tidak ada satu pun kamera tersembunyi ia baru merasa tenang.
" Sayang, ayolah datang ke pelukan ku. Aku akan membuat mu melayang dan merasakan surga dunia!" Seru pria itu dengan tidak sabar.
Melihat kecantikan di depan nya bagian bawah nya telah menegang, dia pun cepat melepaskan dasi dan kemeja yang di kenakan nya.
" Surga dunia pala mu peang, yang ada aku merasa jijik saat kau menyentuh ku. Iuh... Sangat menjijikkan."
Tapi tentu saja itu semua hanya perkataan nya dalam hati, ia tidak mungkin mengucapkan nya atau misi nya akan gagal saat itu juga.
" Tuan tampan." Saat mengatakan ini ia rasa nya sangat ingin muntah, tapi harus ia telan kembali.
Sedangkan pria jelek ini malah senyum-senyum ga jelas mendapatkan pujian dari nya.
" Ya, cantik."
Uek...
Sungguh saat itu juga Heera ingin muntah dan memukul wajah pria itu yang begitu menjijikkan.
Heera berjalan memutari tubuh pria itu dengan pose yang begitu menggoda, jari-jari lentik nya ia taruh di pundak pria itu seperti sedang menggoda nya. " kau sungguh sangat hebat, tapi aku tidak bisa melayani mu sekarang."
Nada bicara nya terdengar sedih dan kecewa, ia pun berhenti dengan tingkah menggoda nya dan berganti dengan penampilan yang terlihat sedih dan ketakutan.
__ADS_1
" Aku harus pergi sekarang." Pria itu segera menangkap tangan Heera untuk menghentikan nya, pria itu langsung membanting Heera ke kasur dan dia berada di atas tubuh nya.
" Sayang, ada apa dengan mu... Apa kau mempunyai masalah, tenang saja jika kau berhasil memuaskan ku hari ini aku akan menambahkan bonus untuk mu" pria itu akan mencium bibir Heera dengan tidak sabar tapi Heera berhasil menghindar.
" Bukan begitu" ucap nya terdengar tak berdaya.
Heera mendorong pria itu untuk menjauh dari tubuh nya, lalu ia segera duduk di ujung kasur lainnya.
" Kak, aku dengar kau adalah pria yang hebat, saat perjalanan kemari aku tidak sengaja berebut benda yang ternyata diinginkan oleh putri Nixon Aku juga tidak menyangka kalo dia dari keluarga bangsawan Nixon. Padahal ini bukan negara nya, tapi dia sangat marah pada ku saat itu dan ingin membuat perhitungan dengan ku, namun karena ini bukan di negara nya aku masih aman. Hanya saja jika aku keluar dari negara ini, mungkin... Hiks... Hiks dia pasti akan membunuh ku, padahal hanya karena aku menginginkan tas yang sama dengan nya." Nada suara nya terdengar sangat sedih tapi tidak ada yang tahu isi hati nya.
" Hohoho... Seperti nya aku sangat berbakat menjadi aktor, bahkan aktris papan atas di luaran sana akan kalah dengan akting hebat ku ini" batin nya yang begitu berbeda dengan ekspresi nya sekarang yang terlihat begitu sedih.
" Keluarga Nixon Lagi"
" Lagi, maksud kakak apa?" Tanya nya dengan kebingungan.
" Kau tenang saja sayang, wanita itu tidak akan bisa menyentuhmu."
" Benarkah?"
" Apa, jangan bilang kakak yang membunuh nyonya besar Nixon, Tapi bukankah dia meninggal karena kecelakaan?" Tanya nya dengan ekspresi heran.
Tapi tangan nya sudah terkepal kuat, hati nya sangat sakit saat tahu dengan jelas kematian ibu nya bukan karena kecelakaan seperti apa yang telah ia duga.
" Tentu saja bukan, mereka saja yang terlalu bodoh. Awal nya sasaran bos bukan hanya nyonya Nixon saja, tapi juga nyonya besar Lawrence, tapi siapa sangka wanita itu malah bisa lolos. Jadi kau tenang saja, membunuh gadis kecil itu sangat mudah bagi ku."
" Memang nya kau ingin melakukan apa pada nya? Bagaimana jika gagal?"
" Tentu membawanya kehadapan ku lalu memperkosa nya, tubuh nya itu pasti akan sangat indah jika ku mainkan, setelah itu baru ku bunuh dia. Kau tidak perlu cemas sayang aku tak mungkin gagal, jika pun tidak bisa akan ada bos ku yang akan membantu ku."
" Bos? Siapa bos mu?"
" Ah... Sayang temani aku bermain sekarang juga, aku sudah tidak tahan lagi." Untung saja dia segera sadar tepat waktu, ia di larang membahas orang di balik kegelapan atau ia akan mati saat itu juga, tapi ini semua bukan salah nya wanita ini begitu cantik membuat nya tanpa sadar banyak mengungkapkan rahasia
Seperti nya setelah puas bermain ia harus membunuh wanita ini.
__ADS_1
" Lalu bagaimana cara mu membunuh nyonya Nixon" Heera sama sekali tidak menanggapi perkataan pria itu.
" Sayang, kau tidak perlu tahu... Saat melihat wajah cantik nyonya Nixon Aku awal nya ingin bermain sebentar dengan nya dan membuat nya menggila di bawah permainan ku, tapi wanita ****** itu malah memilih bunuh diri sebelum aku bisa menyentuh nya."
Plak
Heera sudah tidak tahan lagi, sedari tadi dia sudah menahan rasa jijik, dan rasa gatal nya saat ingin memukul kepala pria bodoh ini. Dan sekarang batas kesabaran nya sudah sangat tipis, ia sangat marah mendengar perkataan menjijikkan yang keluar dari mulut nya untuk ibunda tercinta nya. Ia akan masih bisa sabar jika ia yang di hina tapi pria ini malah berani mengatai ibu yang sangat ia hormati
Sungguh cari mati!
" ******! Berani sekali kau menampar wajah ku." Seru nya terkejut dana menatap tajam gadis itu.
Pria itu menghampiri Heera dan mencekik leher Heera dengan kejam.
" Kau yang berani sekali menyentuh ku dengan tangan kotor mu itu!" Seru Heera dingin dan menatap pria itu dengan nyalang.
Ekspresi nya sekarang berubah 180°, wanita cantik yang tadi terlihat begitu imut dan menggoda sekarang malah terlihat galak dan kejam.
" ****** sialan, aku bisa saja membunuh mu dengan mudah sekarang. Namun aku akan mengampuni mu jika permainan mu di atas ranjang memuaskan ku" seru nya menyeringai.
Namun saat dia akan menyeret tubuh Heera ke atas kasur tangan pria itu di genggam dengan erat oleh Heera, yang membuat pria itu merasa kesakitan di pergelangan tangan nya.
" Berani sekali kau menghina ibu ku!"
Bruk
Heera memelintir tangan pria itu dan menendang bagian ************ pria itu dengan keras hingga membuat nya menjerit kesakitan.
" Aaarrgh.."
" ****** sialan... Berani sekali kau menendang aset masa depan ku!" Teriak nya dengan marah namun hanya di tanggapi acuh oleh Heera.
" Beritahu aku siapa bos di belakang mu?"
" Siapa kau sebenarnya ******?" Tanya nya saat merasakan ada yang aneh, dan ia baru menyadari wanita di depan nya bukan orang biasa.
__ADS_1