
" Waktu tinggal setengah jam lagi, namun seperti nya kita tidak akan bisa keluar dari sini, melihat seberapa parah luka mereka" seru Heera yang baru saja selesai membersihkan diri nya dan melihat kondisi Ezio dan Darel yang terluka sangat parah.
" Arsya kau mau kemana?" Tanya Keysa
Namun Arsya sama sekali tidak peduli ia tetap melakukan aktivitas nya, ia mengambil beberapa tanaman yang ada di sana dan di tumbuk dengan benda seadanya.
" Berikan pada luka mereka" ucap Arsya
Yang di buat Arsya ternyata obat tradisional yang di buat dengan bahan bahan tanaman herbal, kebetulan di hutan itu juga terdapat beberapa tanaman untuk mengobati luka luar, meski begitu banyak juga tanaman beracun di hutan tersebut.
" Sssttt... Pelan pelan Clara, ini sakit tahu" protes Ezio
" Diam, ini juga sedang di obati....kaya gini aja udah cengeng ke cewek, manja amet dah jadi cowok" sewot Heera pedas
" Eh kau cupu... Makasih udah nyelamatin aku... Aaaww, sakit Clar" ucap Ezio, Heera menekan luka Ezio saat pemuda masih saja dengan mulut lemes nya
" Makanya kalo mau ngucapin makasih itu yang benar dia itu punya nama, nama nya Arsya oke" Heera menekankan setiap ucapan nya.
" Iya iya sorry... Makasih yah Arsya"
" Tidak butuh... Aku tidak membantu mu, kucing itu yang ingin menyerang ku... Siapapun yang menyerang ku kematian lah yang mereka dapatkan" seru Arsya sambil memasukkan jasad kedua harimau itu kedalam saku ruang nya.
" meski begitu, bisakah kau berhenti menyebut seekor harimau sebagai seekor kucing. itu terasa sangat aneh" ucap Darel canggung
" tidak bisa, apa yang salah dengan sebutan itu" ucap Arsya acuh
" oke, terserah kau sajalah" ucap Darel bingung harus mengatakan apa lagi.
" Bagaimana ini seperti nya di sini tidak ada sinyal, kita tidak bisa menghubungi yang lain untuk membantu kita" ujar Darel yang sedang mencari sinyal di handphone nya
" Heh kau gila, ini hutan syetan mana ada di dalam hutan ada sinyal, Ck... Kalian ternyata tidak ada yang pintar, keduanya sama sama bodoh pantes aja kalian bisa lengket kayak perangko" umpat Heera kesal
" Maaf Clara, aku kira..."
" Makanya jangan bisa nya kira kira aja mikir tuh pake otak, jangan jangan saat antrian pengambilan otak kalian pada bolos yah... Makanya jadi bodoh kayak gini" potong Heera
" Jangan mengomeli mereka terus, mereka akan semakin bodoh mendengar ocehan mu" ucap Arsya malas
" Kita harus kembali" seru Arsya
" Baiklah, Keysa papah Darel... Aku akan memapah si anak mami" seru Heera
" Heh aku bukan anak mami yah"
" Aku tidak mengatakan nya, kau yang mengatakan nya"
" Kau... Sudahlah, kenapa tidak biarkan Arsya saja yang memapah ku dan kau papah Darel"
" Tidak, tidak... Arsya alergi bersentuhan dengan pria bodoh seperti mu" ujar Heera acuh dan sinis
***
Di luar hutan Miss Calista dan pak Hanan sedang berbincang santai.
__ADS_1
Satu persatu murid murid mulai keluar dari dalam hutan, kelompok Zalfa pun keluar dengan keringat di dahi mereka.
" Zalfa kau yakin tidak akan melaporkan kejadian di hutan pada guru"
" Hust diamlah, apa kau ingin kita di hukum karena meninggalkan mereka, lagi pula bukankah bagus dengan itu Clara yang so cantik itu juga akan ikut mati di terkam harimau" ujar Zalfa
" Tapikan di sana ada Darel dan Ezio, bagaimana jika mereka tidak selamat"
" Bagus dong... Mereka sendiri yang so jual mahal saat kita deketin, lagi pula cowok tampan bukan hanya ada mereka saja, ku dengar satu bulan lagi kelas kelas yang lebih tinggi dari Skyfall Class akan kembali masuk, saat itu pasti akan banyak cowok tampan bahkan lebih kaya dari kedua cowok itu, kita kan cantik, para cowok bangsawan itu akan mudah jatuh ke pelukan kita" ujar zalfa percaya diri
" Hahaha kau benar"
" Kalian di sana!! Apa yang sedang kalian tertawakan"
" Ahk tidak ada guru" ucap teman zalfa dengan gugup
" awas jika kalian sedang membicarakan kami yah, akan bapak hukum kalian!" ancam oaja Hanan
" ma-mana mungkin kami berani pak"
" kenapa kamu terlihat gugup begitu?" tanya Miss Calista curiga
" ihk ibu terlalu curiga deh, kami tadi cuma sedang bergosip, biasa cewe gitu Bu" ucap zalfa ngeles
" baguslah, tapi jangan panggil saya Bu lagi, emang saya ibu kamu, panggil saya Miss, oke." ucap Miss Calista menekankan kata 'Miss'.
" baik Miss.."
" Apakah semua sudah kembali?" Tanya pak Hanan
" pak, kelompok kak Darel belum juga keluar" ucap seorang gadis
" Hah, pasti ketiga cewek itu membuat susah kak Darel dan kak Ezio"
" Benar, aku juga melihat di kelompok itu ada dua cewek cupu, mereka pasti hanya numpang nama saja"
" Diam" seru Miss Calista
" Jika dalam waktu lima menit lagi mereka tidak keluar, kami akan mencari mereka..."
" Itu tidak perlu guru" seru seseorang yang baru saja keluar, dia adalah Heera dan yang lain nya.
" Darel, Ezio ada apa dengan kalian, kenapa sampai terluka begitu" tanya pak Hanan yang langsung mendekati mereka
" Coba jelaskan pada kami apa yang terjadi dengan kalian?" Tanya Miss Calista
" Sekelompok orang berlari ke arah kami, di kejar harimau, bertarung, kalah, terluka" ujar Arsya singkat
" Hah?" Bingung kedua guru juga yang lain nya
" apa yang dia katakan.."
" entah"
__ADS_1
" cih, dia sedang mencari alasan saja. kak Darel dan kak Ezio terluka pasti karena mereka bertiga."
" kau benar"
Heera hanya dapat tepuk jidat mendengarkan penjelasan Arsya yang begitu singkat dan padat. Ezio dan Darel pun sampai menganga mendengar ucapan Arsya.
" Ahk... Guru maksud nya adalah ada kelompok lain yang tiba-tiba berlari ke arah kami, ternyata mereka sedang di kejar harimau, Darel dan Ezio membantu dan bertarung, namun mereka kalah sehingga terluka seperti ini" Jelas Heera
" Oh seperti itu, syukurlah... Lalu dimana kelompok yang kalian tolong? Kalian kok bisa selamat dari harimau itu? Kalian..."
" Stopp Miss, kalo Tanya itu satu satu. Mulut aja punya satu lah Miss tanya lebih dari satu. Pertama kami bisa selamat yah karena kami sudah selamat dan itu semua karena diri ku yang cantik ini, juga kelompok itu telah melarikan diri saat kami sedang mati matian menyelamatkan nyawa kami sendiri" ucap Heera mulai berdrama sambil melirik zalfa dan kelompok nya
" Berani sekali mereka melarikan diri saat melihat teman nya hampir meregang nyawa" ujar pak Hanan marah
" Sekarang dimana mereka?" tanya nya
" Arah timur, jam tiga, mereka yang ingin melarikan diri" ujar Arsya
Pak Hanan dan Miss Calista pun mengikuti arah yang di sebutkan Arsya, di sana hanya ada satu kelompok yang ingin pergi dari tempat itu secara diam-diam.
Sedangkan di tempat zalfa, Zalfa dan yang lain nya sudah pucat pasi saat tatapan semua orang terarah pada mereka.
" Zalfa, jadi kelompok mu yang telah membahayakan nyawa murid lain"
" Pak mereka bohong, bukan kami yang dua harimau itu kejar, mereka... Mereka pasti tidak suka dengan kami sehingga memfitnah kami, lagi pula tidak ada bukti nya" bela zalfa
" Dua harimau? dari mana kalian yakin ada dua harimau yang menyerang kami? kami bahkan tidak menyebutkan jumlah harimau itu." Tanya Arsya
" Itu, itu bukan kah Clara yang mengatakan nya sendiri" ucap zalfa gugup dan takut
" Aku? Kapan? Seperti nya aku tidak pernah bilang harimau itu ada dua ekor" ucap Heera polos
" Kalian, kalian menjebak ku... kalian pasti bohong jika memang kalian melawan dua harimau itu, bagaimana sekarang kalian masih bisa selamat, bu-bukan nya Ezio dan Darel sudah tidak bisa melawan mereka lagi" ceplos Zalfa tanpa sengaja, ia pun langsung menutup mulut nya setelah menyadari kesalahan nya
" Kau meminta bukti? Itulah bukti nya" ucap Arsya skakmat
" dari mana kau tahu, Darel dan Ezio tidak bisa lagi melawan kedua harimau itu?" tanya Heera sengaja
" hanya orang yang berada di tempat kejadian yang mengetahui nya" ucap Arsya sengaja
" Kalian harus percaya pada ku, mereka memfitnah ku, mereka..."
" Stopp... Pertandingan ini di batalkan, bagi murid yang terluka pergi ke ruang kesehatan, dan untuk Zalfa dan kelompok nya ikut kami" ujar Miss Calista
" Yah kita tidak dapat hadiah dong"
" Ini semua karena Zalfa dan kelompok nya"
" Ia... Dasar tidak tahu diri, sudah di tolong eh dia nya gak tahu terima kasih"
Para murid pun mulai mencibir dan menyalahkan Zalfa dan kelompok nya.
Semua orang ada yang kembali ke asrama mereka, ada pula yang memilih ke ruang kesehatan. Mereka pergi keruang kesehatan pun dengan alasan yang beragam ada yang memang karena terluka ada juga yang hanya ingin melihat Darel dan Ezio.
__ADS_1