
****
Di meja makan
Walaupun berada di meja makan sekalipun dan berada di ruangan yang sama tapi ruangan itu telah di sekat atau dipisahkan oleh kain tipis, yang menjadi pemisah antara tempat laki-laki dan perempuan.
Aksa dan para pria lain nya duduk di sebelah kanan, sedangkan para wanita berada di sebelah kiri, awal nya peraturan di desa ini tidak memperbolehkan para wanita makan bersama, mereka hanya bisa makan jika para pria sudah makan, namun karena perbedaan ini membuat Arsya angkat bicara.
" Kepala desa sungguh pemimpin yang bijaksana, seorang tamu pun di perlakukan sama rata seperti warga mu sendiri. Sayang nya saya bukan warga mu, hidup saya pun jauh dari desa ini, sehingga membuat ku tidak terbiasa dengan peraturan ini, saya juga bukan wanita yang akan tunduk pada perintah pria. Kepala desa begitu bijaksana sekira nya dapat menemukan solusi dari kebingungan ku ini!" Ujar nya dengan santai seakan apa yang baru saja di bicarakan nya bukan hal yang penting.
Namun tidak bagi yang mendengarnya, ucapan Arsya sebenarnya memiliki arti lain 'sebagai pemimpin yang bijaksana seharusnya tahu cara memperlakukan tamu itu bagaimana, bagaimana kau bisa memperlakukan tamu dengan cara yang begitu mengekang, dia berasal dari kota bukan desa yang peraturan nya meminta wanita tunduk pada pria, di luar desa ini wanita bisa memutuskan apa yang dia inginkan atau tidak, tamu adalah Raja bagaimana seorang pemimpin memperlakukan raja dengan begitu tidak hormat' kira-kira seperti itulah maksud sebenarnya dari perkataan Arsya itu.
Perkataan nya jelas membuat kepala desa terdiam.
" Anak muda sekarang begitu bebas dan tidak terkekang, ia bahkan tidak menghormati tuan rumah...." Ucap nya seakan tidak menyangka
" Maafkan saya nak, saya kira kau ingin menghormati peraturan yang ada di desa kami ini, sehingga ingin merasakan nya sendiri, tidak di sangka..." Ia tidak melanjutkan perkataan nya itu untuk membuat gadis itu merasa bersalah tapi siapa sangka jawaban Arsya malah membuat nya terpojok.
" Menghormati? Siapa yang harus di hormati dan siapa yang harus menghormati, tentu sebagai tuan rumah anda mengetahui nya. Dan maafkan saya yang masih muda ini ingin melarat perkataan kepala desa, tujuan kami kemari untuk mencoba menyelamatkan desa ini, bukan untuk berwisata!" Perkataan nya ini sangat menohok hati kepala desa.
__ADS_1
Ia tidak menyangka gadis yang di kira baik dan lugu ini mengeluarkan kata-kata yang begitu tajam dan lugas, perkataan gadis ini bahkan membuat ia kesulitan untuk menjawabnya, saat menghadapi tuan muda Davies saja ia dapat memenangkan nya dengan mudah, tapi gadis ini sungguh sulit di atasi, di sini ialah pihak yang kalah.
" Kau benar nak, mana mungkin kami memperlakukan tamu dengan begitu buruk.. Kirana cepat siapkan satu meja makan lagi di sebelah kiri dan siapkan pembatas di keduanya, apakah begini sudah cukup nak" ujar nya yang ingin kembali membalikkan situasi jika gadis ini dengan gigih ingin satu meja dengan mereka, tapi jawaban nya sangat di luar dugaan.
" Tidak ada, begitu saja sudah cukup"
Ia hidup sudah 70 tahunan lebih berbagai orang telah ia hadapi, dan dengan muda ia dapat melihat karakter orang itu, sebenarnya kepala desa juga memiliki sedikit kelebihan, kelebihan nya yaitu ia bisa melihat karakter lawan bicara nya dengan mudah, tapi baru kali ini ia sulit melihat karakter yang di miliki oleh gadis yang penampilan nya terlihat sangat baik tapi mulut nya begitu tajam.
Karena perdebatan ini jugalah situasi saat ini ada.
" Bisakah kau katakan situasi desa saat ini?" Tanya Aksa langsung pada inti nya, ia sungguh tak ingin berbasa-basi.
Ekspresi wajah nya yang sangat dingin dan datar tanpa sadar membuat kepala desa yang menatapnya merasa sedikit ketakutan di ujung hati nya, seakan pemuda di depan nya sangat berbahaya, salah sedikit saja dia bicara, ia akan terkena sial. Namun ia mencoba menenangkan diri nya, dan segera menyangkal pemikiran nya itu, ia pikir tidak mungkin pemuda itu memiliki aura seorang Raja.
Aksa sama sekali tidak menyentuh makanan nya, bahkan ia tidak sedikitpun meminum minuman di depan nya, ekspresi nya tetap datar dan dingin. Ia hanya duduk dan melipat tangan nya di dada dan memejamkan mata nya, postur tubuh nya sekarang terlihat menawan seakan seorang Raja lah yang sedang duduk di sana. Berbeda dengan Aksa, Arsya malah makan semua hidangan yang di sajikan dengan lahap.
" Nak apa kau tidak menyukai semua hidangan ini?" Tanya kepala desa dengan nada sedikit tidak senang, karena ia berpikir Aksa saat ini tidak menghormati nya sebagai tuan rumah.
Namun Aksa sama sekali tidak bergeming, ia tidak tertarik untuk menjawab pertanyaan nya itu, ia masih asik dengan posisi nya itu.
__ADS_1
" Sudahlah pak, dia memang seperti itu sangat sombong dan angkuh, dia mana mungkin mau makan hidangan yang sederhana ini." Ucap seseorang yang begitu membenci Aksa.
" Jika kepala desa begitu ingin menjamu kami bahkan tidak lagi peduli dengan kondisi desa ini, terus saja bertanya pada nya. tapi lebih baik jangan berharap ia menjawab nya." Bukan Aksa yang menjawab melainkan Arsya, meski ia tidak tahu mengapa Aksa tidak menyentuh makanan nya, tapi ia juga tahu saat ini yang paling penting mengetahui kondisi yang sebenarnya yang sudah terjadi di desa ini agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, bukan nya malah menunda-nunda untuk hal yang tidak penting.
Mendengar pernyataan itu kepala desa langsung terdiam, karena apa yang gadis itu katakan ada benar nya, saat ini yang paling penting menghabisi monster tersebut.
Kepala desa berhenti makan, ia pun mulai menjelaskan kejadian dari awal sampai sekarang bagaimana monster itu muncul dan membuat para warga ketakutan.
Awal nya desa ini sangat tenang dan aman, namun kemunculan seekor monster yang bentuknya menyerupai ular berkepala banyak yang tinggal di danau dan danau tersebut merupakan tempat sumber mata air penduduk desa tersebut. Karena kemunculan monster tersebut membuat penduduk desa kekurangan air, mereka hanya bisa menunggu sumber mata air dari hujan yang turun.
Desa itu adalah desa yang masih menerapkan tradisi lama sehingga tidak ada sumur atau pompa air. Para penduduk desa masih mencari makan dan minum dari alam, entah itu berburu atau memetik buah-buahan.
Tapi karena kemunculan monster tersebut yang membuat warga desa takut untuk pergi ke hutan, sudah banyak warga desa yang nekat pergi ke dalam hutan karena desa sudah kekurangan bahan pangan, namun mereka semua telah di habisi dan di makan hidup-hidup oleh monster tersebut. Setelah hari itu tidak ada lagi satupun warga yang berani mendekati hutan. Untuk meringankan masalah warga nya kepala desa hanya bisa membeli bahan-bahan makanan dari kota atau desa terdekat, namun jika terus begini anggaran desa akan semakin menipis sehingga kepala desa meminta bantuan pada academy Blue Ocean untuk menyingkirkan monster tersebut selamanya.
Sebenarnya bukan kali ini saja kepala desa memanggil orang-orang yang memiliki sihir untuk mengusir monster di dalam hutan, sudah lebih dari tiga kali tapi tidak ada yang berhasil, mereka selalu berakhir dengan kegagalan dan dengan berbagai alasan ada yang meminta bayaran yang sangat mahal ada pula yang melarikan diri setelah bertemu dengan monster tersebut, karena itu pula kepala desa tidak memiliki harapan besar pada anak muda yang datang dari academy Blue Ocean, namun ia sedikit berharap pemuda-pemuda ini benar-benar bisa melakukan nya, semua orang yang ia panggil mereka hanya berasal dari perguruan tingkat rendah atau hanya sekedar bermain-main saja, mungkin academy Blue Ocean berbeda, pikir nya.
Kepala desa menceritakan semua nya dengan detail tentang di mana titik monster itu berada sampai bentuk dan kemampuan yang di miliki oleh monster ular tersebut.
" Ukuran monster itu panjang nya sekitar 17 meter, dengan kulit yang sangat keras bahkan lebih keras dari besi." Ucapnya mengakhiri cerita nya tersebut.
__ADS_1
" Saya mengerti penjelasan anda, kami akan mengeceknya besok pagi untuk mencari tahu informasi lebih lanjut tentang monster itu!" Ujar Harraz mencoba agar terlihat lebih baik dari yang lain nya
" Baiklah, hari masih sore. Jika kalian ingin berkeliling desa ini saya akan meminta salah satu warga desa untuk menjadi pemandu."