Arsksa : Love And Magic

Arsksa : Love And Magic
164. Senjata sihir milik Arsya


__ADS_3

Arsya mengeluarkan semua benda yang di perlukan untuk membuat senjata milik nya, terdapat inti jiwa monster tingkat tinggi, mutiara laut barat, batang pohon kehidupan berusia sepuluh ribu tahun, tanah dari hutan penyihir, batu meteorit yang ia dapatkan dari bantuan sang ayah, juga sisik monster ular yang dulu Aksa kalahkan.


Dengan semua benda ini dia baru dapat membuat senjata sihir yang dia inginkan, teknik dalam membuat senjata sihir milik nya juga berbeda dengan orang lain.


Arsya tidak perlu repot mencari cara menyalakan api, dengan mudah dia menjentikkan jari dan dapat mengeluarkan api dari jari tangan nya dan memasukkan ke bawah kuali itu, menunggu sampai kuali mendidih.


Karena api yang dia gunakan adalah api dari energi spiritual milik nya sendiri hal itu membuat kuali itu cepat mendidih dan suhu panas nya pun dapat dia kendalikan dengan mudah, setelah itu Arsya memasukkan satu persatu bahan ke dalam kuali dan membiarkan semua bahan itu menyatu. Karena takut terjadi ledakan Arsya menyelimuti kuali itu dengan formasi pelindung.


Boom


Boom


Terdengar ledakan terendam dari dalam kuali jelas itu semua karena semua bahan yang Arsya gunakan saling berlawanan, seharusnya saat memurnikan suatu senjata sihir haruslah saling melengkapi agar tidak gagal, hanya saja berbeda dengan Arsya.


Entah eksperimen apa yang akan dia lakukan!


Jika orang lain melihat proses yang dia lakukan dalam membuat senjata sihir saat ini mungkin orang lain akan menyebutnya gila.


" Apa itu?" Guru yang berada di luar terkejut saat mendengar ledakan terendam di salah satu ruangan.


" Bukankah itu tempat dimana Arsya berada, apa yang gadis itu lakukan sampai terdengar suara ledakan seperti itu.."


" Tidak mungkin dia gagal bukan."


Meski khawatir dia tidak bisa masuk dan menganggu konsentrasi seseorang yang sedang membuat senjata sihir.


Sementara yang di khawatirkan malah sedang santai menatap kuali di depan nya. Setelah tidak terdengar ledakan lagi, baru lah dia mulai masuk ke tahap berikut nya. Tahap inilah yang paling sulit di antara tahap lain dalam memurnikan senjata sihir, karena di tahap ini adalah penentuan bagi senjata yang di buat akan berhasil atau gagal.


Di tahap ini pemilik harus menyalurkan energi spiritual dari elemen yang di miliki nya, juga membayangkan bentuk yang ingin di ciptakan oleh si pembuat. Terdengar sederhana tapi nyata nya sangat sulit jika tidak hati-hati.


Sebenarnya di zaman yang serba canggih ini ada cara mudah yaitu membuat cetakan dari setiap senjata sihir yang akan di buat, tapi penggunaan sihir nya kadang memiliki batas tertentu jika di buat dengan cara begitu, dan saat senjata sihir itu sudah berkontrak dengan tuan nya maka mereka hanya dapat mengeluarkan sihir tingkat tinggi menggunakan senjata sihir milik nya saja, tanpa perantara senjata sihir akan sulit bagi dia untuk mengeluarkan sihir nya. Namun keunggulan nya juga cukup besar yaitu dapat mengeluarkan energi spiritual yang lebih besar dari yang di miliki oleh tubuh.


Namun senjata sihir yang Arsya akan ciptakan berbeda, dia pernah membaca salah satu buku di perpustakaan keluarga Lawrence tentang satu cara unik dalam menciptakan senjata sihir, sayang nya ini hanya berlaku bagi dia yang memiliki elemen alam, karena elemen alam lebih unik dan sulit menyatukan satu benda dengan lain saat ingin menciptakan senjata sihir milik dia sendiri.


" Setelah semua bahan dari lima elemen berbeda tercampur, aku hanya cukup menyalurkan energi spiritual masing-masing elemen."


Arsya menciptakan gerakan tangan lalu dari tangan nya muncul api.


" Api berkobar, dan angin membuat nya tambah besar, tanah dan pepohonan yang di bakar oleh api, di padamkan oleh air..." Setiap elemen yang dia sebutkan, maka elemen itulah yang di gunakan untuk di salurkan pada kuali di depan nya.

__ADS_1


Apa yang Arsya lakukan bahkan mempengaruhi ruangan ini yang kadang terasa begitu panas lalu angin berhembus kencang, tanah yang dipijak nya memanas lalu mendingin dengan sendiri nya.


Kuali itupun yang tadi tenang mulai bergetar lalu beberapa menit kemudian sesuatu keluar dari dalam kuali. Cairan yang berada di dalam kuali keluar dan mulai membentuk sesuatu. Meski begitu Arsya sama sekali tidak berhenti menyalurkan energi spiritual nya karena saat-saat inilah begitu penting.


Dengan teknik yang Arsya milik perlahan dia membuat segala jenis senjata yang dia inginkan. seperti belati, pedang, cambuk, busur, pistol, bahkan senapan. Setelah membentuk senjata yang dia inginkan, barulah dia membentuk sebuah tongkat sihir untuk menyamarkan nya.


Seharusnya Senjata sihir hanya akan memiliki satu bentuk utama saja tanpa bisa di rubah ke bentuk yang lain. Namun itu hanya berlaku bagi mereka yang berpikiran kolot tanpa mau berinovasi sendiri.


Sret


Arsya melukai jari tangan nya dan membuat darah emas milik nya bercampur dengan tongkat sihir yang di buat, lalu menggabungkan segala jenis senjata yang sebelum nya sudah dia buat.


" Menggunakan teknik ini ternyata menguras banyak sekali energi spiritual ku."


Wajah Arsya sudah terlihat pucat hanya untuk membuat senjata itu saja.


" Gawat."


Boom


Terjadi ledakan, bahkan karena Arsya yang telat menyadari nya ledakan itu terdengar keras sampai keluar tidak sempat untuk Arsya merendam ledakan yang terjadi.


" Arsya!"


" Asap apa ini.."


Wsush


" Guru."


" Saya tadi mendengar ledakan yang cukup besar dari sini, karena takut terjadi sesuatu pada mu saya pun kemari, ada apa ini?"


" Tidak apa guru, senjata milik ku telah selesai di buat jadi terjadi ledakan seperti tadi."


Wsush


Arsya mengulurkan tangan nya dan sebuah tongkat sihir yang indah berukuran sedang dan berbentuk seperti bunga Higanbana dengan sebuah kristal kecil di atas nya telah berada di tangan dia.


__ADS_1


" Apa itu senjata yang baru saja kau buat?"


" Ya guru."


" Apa kau sudah berkontrak dengan nya."


" Iya."


" Hah... Senjata yang kau buat dengan susah payah ini.. sayang sekali hanya berada di tingkat rendah."


Ya, senjata sihir yang telah Arsya buat memang di tingkat rendah. Dan hal ini yang guru itu sayangkan. Karena merasa teman-teman Arsya yang lain seperti Clara, Valencia, Kyra, Keysa, Naura dan Elvira berhasil menciptakan senjata sihir tingkat tinggi.


Setiap orang memang memiliki bakat yang berbeda, pikir nya.


" Baiklah, selamat atas senjata yang telah kamu miliki. Sekarang kau telah resmi menjadi seorang penyihir sesungguhnya."


" Terima kasih guru."


Sudahlah, mungkin ini memang takdir gadis ini.


" Sebelum kamu kembali, bereskan dulu tempat ini"


" Oke."


Guru itu pergi dengan perasaan yang cukup kecewa.


Berbeda dengan sang guru beda juga dengan suasana hati Arsya, Arsya malah sangat senang mendapatkan apa yang dia inginkan. melihat senjata sihir di tangan nya dia tersenyum puas.


Senjata itu memang hanya di tingkat rendah, tapi guru itu tidak tahu semakin tinggi level diri nya dengan sendiri nya senjata sihir milik nya ini juga akan semakin meningkat, karena itu tingkatan senjata sihir milik nya sebenarnya tak terbatas.


Dengan pikiran nya Arsya membuat senjata sihir itu berubah bentuk menjadi anting berbentuk bintang dan bulan, dan hanya ada satu saja, lalu memasukkan nya ke dalam sebuah kotak sebelum dimasukkan ke saku ruang milik nya.


Arsya membereskan tempat yang sudah ia kacaukan itu baru pergi dari sana.


" Guru."


" Sudah selesai?"


" Ya."

__ADS_1


" Kau boleh pergi."



__ADS_2