Arsksa : Love And Magic

Arsksa : Love And Magic
36. Kesal


__ADS_3

***


Arsya terus berjalan tanpa mempedulikan Aksa yang mengikuti nya di belakang.


Arsya berjalan pergi menuju taman yang sepi, ia sering ke taman ini karena tidak begitu banyak orang orang yang sering ke sana, taman ini sangat sepi sangat cocok dengan nya yang tidak menyukai keramaian.


" Tunggu!" cegah Aksa memegang tangan Arsya


" Aku serius dengan perkataan ku itu" ujar Aksa tegas ekspresi wajah nya terlihat sangat serius.


" Aku tidak peduli" jawab Arsya acuh dan segera melepaskan genggaman tangan Aksa


" Kenapa? Apa karena Rion? Apa perlu aku membunuh nya agar kau menatap ku!" Seru Aksa kesal, namun dia tidak benar-benar serius dengan perkataan nya itu, bagaimana pun Arion itu teman nya, mana mungkin dia berniat seperti itu. mu-ngkin tidak sekarang!..


" Berani kau menyakiti nya, kau akan langsung berhadapan dengan ku" seru Arsya menatap tajam Aksa


" Jadi benar itu karena Rion, apa kau juga menyukai nya" seru Aksa meraih kembali tangan Arsya dan semakin mengeratkan pegangan tangan nya.


" Bukan urusan mu" jawab Arsya sambil menahan rasa panas di tangan nya akibat genggaman tangan Aksa yang sangat erat.


" Kau menyakiti ku" sahut Arsya berusaha melepaskan genggaman tangan Aksa


" Ahk... Maaf" Aksa dengan cepat melepaskan genggaman nya dan melihat tangan Arsya yang memerah


" Ta-tangan mu memerah apa sakit, maafkan aku" ucap Aksa merasa bersalah


" Tidak perlu" Arsya menangkis tangan Aksa yang ingin menyentuh tangan nya lagi dan lagi.


Namun Aksa masih tetap berusaha melihat tangan Arsya, dengan lembut Aksa menuntun Arsya ke kursi yang berada di taman itu.


" Apakah kau masih membawa perlengkapan medis" tanya Aksa


" Masih"


" Berikan pada ku"


" Tidak perlu"


" Berikan!" ucap Aksa tegas, dan entah kenapa Arsya tidak bisa menolaknya.


Arsya mengeluarkan kotak P3K dari tas ruang nya dan memberikan nya pada Aksa.


Aksa pun mengobati luka di tangan Arsya dengan lembut.


" Apakah sakit" tanya Aksa tak tega, ia merasa bersalah karena menyakiti tangan gadis yang dia cintai.


" Tidak" jawab Arsya datar


" Kamu tahu awal nya aku tidak ingin memberitahukan perasaan ku di depan umum, namun melihat Arion yang begitu perhatian pada mu membuat ku tidak suka" ujar Aksa pelan, ekspresi wajah nya saat ini terlihat menggemaskan di mata Arsya.

__ADS_1


" uch, apa-apaan dengan ekspresi nya itu, mengapa terlihat menggemaskan sekali... tidak-tidak sadar Arsya dia itu cowok mesum bin brengsek, jangan sampai tertipu wajah licik nya itu" batin Arsya langsung memalingkan wajah nya.


Sebenarnya Aksa tidak berniat secepat itu mengungkapkan perasaan nya karena takut orang orang suruhan ayah nya yang terus mengikuti nya akan mencelakai Arsya, dia sangat takut karena sekarang Arsya adalah kelemahan terbesar nya.


Tapi dia tidak ingin gadis pertama yang telah mencuri hati nya, sampai meninggalkan nya, seperti ibu nya.


" Bukan urusan ku" jawab Arsya acuh


" Arsyakayla itu nama mu bukan?" Ucap Aksa


" Kayla, aku akan memanggil mu dengan panggilan itu, bolehkan!" meski Arsya tidak menanggapi ucapan nya, Aksa tetap berbicara


***


Heera berjalan sambil mengumpat seseorang di sepanjang jalan nya.


" Sial berani sekali dia membuat rambut ku yang indah ini lengket karena kopi"


" Ckckck, sekarang rambut ku ini menjadi jelek"


" Dia tidak tahu apa! Aku ini Clara Qiana Heera tidak bisa dibandingkan dengan gadis seperti nya"


Bagaimana bisa seorang putri tunggal keluarga Nixon bisa di hina seperti ini hanya oleh seorang gadis dari keluarga bangsawan biasa, akan sangat memalukan jika orang-orang sampai mendengar nya.


" Enak saja dia ingin membandingkan ku dengan nya, tidak lihat apa wajah ku sangat cantik, sedangkan dia sangat jelek, wajah nya saja seperti badut"


Alvan yang sedari tadi mengikuti Heera di samping nya, hanya memperhatikan gadis itu yang berjalan dengan kesal.


Heera tiba-tiba berhenti berjalan dan berbalik kebelakang membuat Alvan yang berjalan di belakang nya menabrak nya.


" Aww" seru Alvan dan Heera bersamaan karena dahi mereka yang berbenturan.


Alvan yang begitu fokus dengan Heera membuat nya tidak menyadari Heera berhenti berjalan.


" Kau, kenapa kau mengikuti ku?" Tanya Heera kesal sambil memegangi dahi nya yang sakit akibat bertabrakan dengan Alvan.


" Aku hanya ingin membantu mu" jawab Alvan


" Heh membantu ku, kau bantu saja tunangan tercinta mu itu" sindir Heera


" Siapa juga yang mau bertunangan dengan gadis gila itu" ujar Alvan acuh dan sinis


" Kaulah, masa aku!" seru Heera malas


" Dihh, bukan kemauan ku juga bertunangan dengan nya" jawab Alvan acuh


" Tapi tetap saja kau tunangan nya gadis badut itu" seru Heera kesal


" Gadis badut? Bagus juga sebutan nya" ujar Alvan tersenyum

__ADS_1


" Cihh menyebalkan, jangan mencari kesempatan dalam kesempitan ya!" seru Heera semakin jengkel.


" Aku tidak pernah menyetujui pertunangan itu, jadi gadis badut yang kau katakan itu bukanlah siapa-siapa ku" ujar Alvan


" Lalu apa hubungan nya kau mengatakan itu pada ku" ucap Heera acuh


" Benar juga, kenapa aku harus repot-repot menjelaskan nya pada gadis aneh ini" batin Alvan


" Hanya ingin" jawab Alvan bingung, dia hanya bisa menjawab seadanya saja.


" Jangan pernah lagi mengatakan bahwa aku ini pacar mu" ancam Heera


" Kenapa?" Tanya Alvan polos


" Tentu saja itu akan membuat banyak orang salah paham pada hubungan kita, sedangkan kita bahkan tidak memiliki hubungan apapun, oke" ucap Heera


" Kenapa tidak?" Tanya Alvan tanpa sadar


" Apa maksud mu?" Ucap Heera bingung


" Ahk, tidak ada" ucap Alvan saat sadar apa yang baru saja ia ucapkan.


" Dasar aneh"


" reputasi ku sebagai gadis yang sulit di taklukan akan hancur jika semua orang mengetahui ini" batin Heera yang masih belum puas menggerutu.


***


Di asrama Valencia, Elvira, Naura, Keysa, dan Kyra sedang membahas kejadian di kantin, dimana seorang Aksa mengungkapkan perasaan nya pada Arsya dan Heera yang telah berpacaran dengan Alvan.


" Ihhh Arsya beruntung sekali bisa mendapatkan cowok seperti Aksa... Udah ganteng perhatian lagi" ujar Naura heboh


" Bukankah itu tidak aneh laki-laki perhatian pada perempuan" tanya Keysa bingung


" Ck, apa kau tidak tahu rumor yang beredar di seluruh academy ini?" Ucap Naura


" Rumor apa?" Tanya Keysa polos


" Aksa adalah pemuda yang sangat misterius, tapi dia adalah cowok paling tampan dari kelima orang yang di beri julukan prince.... Namun sikap dan sifat nya sangat dingin, ku dengar dia juga tidak suka bersentuhan dengan orang lain, pernah ada seorang gadis yang menyatakan cinta nya pada Aksa tapi di tolak mentah-mentah oleh Aksa, Aksa bahkan tidak segan menggunakan cara kejam jika wanita itu tetap ngotot ingin mendekati nya" ujar Naura


" Mungkin saja itu hanya sebuah rumor!" Seru Valencia tidak yakin.


" Ck itu bukan hanya rumor belaka, kau lihat sendiri bukan saat dia berkumpul bersama kita, wajah nya itu selalu saja dingin dan datar, bicara nya juga sangat irit, tapi saat bersama dengan Arsya bicara nya sangat lembut dan perhatian, ku pikir kiamat akan terjadi saat melihat itu." seru Naura heboh


" Aaahhh Arsya beruntung sekaliiii..." Teriak Naura heboh


" Tapi yang paling menghebohkan academy sekarang adalah berita tentang Clara yang memiliki hubungan dengan Alvan.... Kita harus mengintrogasi Clara nanti bagaimana mungkin dia tidak menceritakan tentang dia yang sudah pacaran dengan Alvan" seru Elvira heboh dan juga kesal.


" Kau benar sejak kapan gadis itu berkencan dengan cowok itu" ujar Keysa

__ADS_1


" Bukankah selama ini mereka terlihat selalu bertengkar, ya" ucap Kyra yang ikut bingung.


" Iya, sejak kapan mereka bersama, jangan jangan mereka diam diam selalu pergi bersama" seru Valencia ikut ikutan


__ADS_2