Arsksa : Love And Magic

Arsksa : Love And Magic
134. Flashback End


__ADS_3

" Siapa kau sebenarnya ******?"


" Aku adalah putri dari seorang ibu yang telah kau bunuh. Sekarang beritahu aku siapa bos di belakang layar?" Tanya Heera semakin tidak sabar.


" Hehe.... Cuih, ternyata kau dari keluarga itu. Aku tidak akan pernah mengatakan apapun."


" Oke, jika itu yang kau inginkan."


Heera mengambil belati yang selalu ia bawa, ia berjalan mendekati pria itu dengan tenang. Tapi pria itu entah kenapa merasa takut dengan tatapan mata nya, dia ingin mengambil pistol yang berada di samping ranjang, tapi saat tangan nya telah menggenggam pistol itu, Heera menendangnya hingga pistol itu terbang dan di tangkap oleh tangan nya.


" Sekarang kau tinggal bilang ingin mati oleh belati kesayangan ku ini, atau mati oleh senjata mu sendiri." Ujar Heera menyeringai.


" Jangan mendekat! Jika kau mendekat, kau tidak akan selamat."


" Oh benarkah, namun yang ku tahu jika aku membiarkan mu lolos hari ini nyawa ku yang tidak akan selamat nanti. Aku bukan wanita yang tak berotak dan membiarkan mu lolos begitu saja."


Dor dor dor


Tiga tembakan terdengar nyaring memenuhi tempat itu, untung nya kamar ini kedap suara jadi apapun yang ia inginkan tidak akan ada yang menyadari nya. Dua tembakan langsung melesat ke arah betis dan kaki bawah nya, tapi satu peluru lagi malah meleset, entah itu benar-benar meleset atau Heera sengaja melakukan nya untuk menakut-nakuti orang ini, peluru itu sedikit lagi saja akan menembus kepala nya.


" Ups, aku sedikit meleset" ujar nya acuh tapi seperti suara dari malaikat kematian menurut pria itu.


" T-tidak, tidak... Jangan bunuh aku.. a-aku akan mengatakan nya."


" Cepat katakan, atau peluru ini akan kembali melesat ke arah mu, dan kali ini tidak akan meleset lagi."


" Oke, oke... Yang ku tahu tujuan bos sebenarnya adalah menghancurkan seluruh keluarga bangsawan utama dan mengadu domba mereka agar bertarung satu sama lain. Aku sungguh tidak tahu siapa bos itu, dan apa tujuan dia sebenarnya.." Heera berjalan semakin mendekat, dan menodongkan pistol di tangan nya tepat di pelipis pria itu yang membuat pria itu gemetar ketakutan.


" Sungguh aku tidak tahu siapa dia, yang datang menemui ku juga hanya bawahan nya saja."


" Siapa dia?"


Door


Slash

__ADS_1


Saat merasakan ada bahaya Heera menghindar ke samping, untung saja dia menghindar tepat waktu, ternyata ada seseorang di luar yang menggunakan senapan untuk menembak pria itu, ia yakin pria itu yang menjadi target utama nya, karena selama ini ia selalu mengikuti Arsya jadi tidak ada yang tahu identitas asli nya.


Heera langsung berlari ke jendela untuk mengawasi keadaan luar, namun tidak ada siapapun di sana.


" D-dia pasti or-ang nya...t-olong selamat-kan a-ku!"


Heera berbalik saat mendengar sebuah suara, ia hanya menatap pria itu yang ternyata belum juga mati setelah terkena senapan.


Orang itu mungkin bukan penembak jitu sampai hanya membunuh pria ini saja tidak mampu, pikir Heera


Jika orang itu mendengar pikiran Heera entah ia harus tertawa atau menangis.


" Kau sudah tidak lagi berguna."


Dor


Dengan sekali tembakan Heera berhasil menembak kepala pria itu, ia membuang pistol di tangan nya begitu saja. Setelah mengambil barang-barang nya dan mencari bukti dari tas pria itu ia pun segera meninggalkan kamar hotel itu.


Flashback off


***


" Jadi bukan kau yang menghanyutkan tubuh nya itu?"


" Tentu saja bukan, saat di hotel aku sudah merasakan ada yang tidak beres jadi buru-buru pergi dari sana, namun seperti nya orang yang menggunakan senapan masuk ke dalam kamar hotel pria itu dan dialah yang membereskan sisa nya. Untung saja aku sudah membunuh nya kalo tidak pria itu akan membongkar identitas ku" keluh Heera


Arsya hanya memutar bola mata nya malas mendengar keluhan sahabat nya itu. " Untung saja saat itu kau pintar dan menggunakan lapisan kulit palsu di tangan mu, jika tidak orang itu pasti akan langsung menemukan mu setelah melihat sidik jari yang di pistol itu."


" Hehe.. maaf, namun sayang nya aku tidak dapat menemukan siapa orang di balik layar."


" Tidak perlu buru-buru, kita masih memiliki banyak waktu. Cepat atau lambat orang itu akan menunjukkan dirinya sendiri." Seru Arsya dengan yakin.


" Ara, apa kau melihat sesuatu dengan mata istimewa mu itu?"


" Ya, tapi tidak jelas. Kita kesampingkan masalah ini dulu, kau carilah apa yang ku minta. Mungkin kau bisa menjadi lebih dekat lagi dengan Alvan" ejek nya dengan senyum menggoda.

__ADS_1


" Enak aja. Aku bukan diri mu yang pergi dengan status single lalu pulang telah memiliki suami, bahkan suami mu adalah pria paling tampan di academy Blue Ocean ini yang ketampanan nya mengalahkan Arion " ucap Heera mengedipkan sebelah mata nya.


Kali ini Arsya tidak bisa membalas, perkataan Heera memang ada benar nya. Namun tetap saja ia merasa sangat jengkel.


" Cih, sana pergi aja kau. Aku mau pergi berbelanja untuk pergi bersama suami tampan ku itu" ucapnya dengan nada menjengkelkan


Arsya pergi dengan senyum yang mengembang begitu pun dengan Heera yang menertawakan kekonyolan keduanya.


" Sudah lama aku tidak melihat nya tersenyum selepas ini, ku harap keputusan nya dengan menikahi Aksa tidak salah." Batin Heera sambil menatap kepergian Arsya.


****


Seorang wanita terlihat sedang berjalan sambil tersenyum manis pada setiap orang yang baru menyapa nya. Wajah nya itu memang sangat cantik membuat mata setiap pria di buat terpesona oleh kecantikan nya.


Wanita ini seperti nya sangat terkenal sampai membuat para siswa di academy yang melihat nya langsung menyapa wanita itu dengan begitu sopan.


" Siapa wanita itu, hingga membuat para siswa yang melihat nya begitu menyanjung seakan dia adalah seorang peri yang baru saja turun dari khayangan."


" Bukan khayangan, yang ada ke cebur got. Hehe... Dia emang cantik, tapi masih kalah jauh dari kecantikan pari purna ku"


Tentu saja yang baru mengatakan semua itu adalah Heera, ia tidak menyangka saat sedang berjalan-jalan malah menemukan pemandangan yang luar biasa memuakkan.


Melihat ekspresi wajah para murid sudah jelas ekspresi mereka itu sedang mencoba menjilat. Sebagai salah satu keturunan bangsawan utama tentu saja ia pernah menghadapi orang-orang munafik seperti mereka. tapi yang membuat nya muak melihat wajah wanita itu yang terlihat begitu lembut tapi dari tatapan mata nya sudah jelas dia merasa sangat senang saat orang-orang mencoba menyanjung nya, yang artinya wanita itu sangat licik.


" Di lihat dari seragam nya, dia murid kelas Phoenix Class"


" Kau benar, dia adalah wanita yang di juluki peri dari academy Blue Ocean" ucap seseorang di samping Heera yang mengejutkan nya.


" Eh pocong keluar dari kubur nya!"


Kenan menatap gadis di depan nya dengan aneh, dia bahkan meragukan identitas gadis ini sebagai putri bangsawan.


" CK, kalian berdua ini selalu saja pergi kemana pun berdua." Ucap Heera memutar bola mata nya malas melihat siapa yang datang.


Siapa lagi jika bukan Kenan dan Ivan.

__ADS_1


" Dasar cewek aneh... Apa kau tidak tahu siapa wanita itu?"


__ADS_2