
Door
Saat orang itu baru saja menarik pelatuk nya, terdengar suara tembakan dari arah samping mereka terlebih dahulu, gerakan nya sangat cepat sampai membuat ketiga orang itu tidak menyadari nya.
" Tiga lawan satu, Begitu memalukan" suara yang halus dan terdengar sangat merdu dapat di dengar oleh mereka yang ada di tempat itu.
" Siapa kau? Kami tidak ada urusan nya dengan mu jangan ikut campur, atau kau akan mati di tempat ini" ancam nya ketiga orang itu
Karena tempat yang begitu gelap, hingga membuat mereka tidak dapat melihat jelas wajah orang yang tadi berbicara, namun mereka yakin dia adalah seorang wanita.
" Mati? Bahkan aku sangat menantikan nya! Jika kalian bisa memberikan nya aku akan sangat berterimakasih pada kalian" setiap nada bicara nya sangat dingin dan tanpa emosi
Tap
Tap
Tap
Setiap langkah yang di ambil gadis itu sampai bergema di tempat yang memang sangat sunyi dan kotor itu.
" Ternyata hanya seorang gadis kecil, apa kau tersesat gadis kecil?" Ucap orang pertama meremehkan
Gadis itu tidak berhenti atau menghiraukan ucapan orang orang itu sama sekali, ia hanya terus berjalan ke arah pemuda itu.
" Seperti nya kamu masih hidup!" ucap nya acuh, namun entah kenapa ia merasa khawatir pada kondisi pemuda itu, ia juga merasa sangat marah saat melihat luka luka dan bekas darah pemuda itu.
" ternyata kau cantik juga, bagaimana kalau kau temani kami malam ini, maka kami akan mengampuni mu, benar tidak teman teman" ujar orang kedua
" Benar, benar kami akan membuat mu merasakan surga dunia, kau akan merasa terbang ke langit jika menemani kami malam ini gadis kecil" ujar orang ketiga
Mereka bertiga begitu terpesona dengan kecantikan yang di miliki oleh seorang gadis yang tiba tiba saja muncul dari kegelapan, mereka sampai melupakan bahwa mereka sama sekali tidak mampu merasakan keberadaan gadis itu sebelum nya.
Dor
Dor
Dor
__ADS_1
Tiga tembakan kembali terdengar di tempat yang sunyi dan sepi itu. Siapa pelaku nya? Tentu saja Arsya, tanpa menoleh dia melesatkan tembakan nya, namun yang mencengangkan adalah tembakan itu tepat menebus jantung ketiga orang itu.
" Kalian terlalu berisik" ucap gadis itu tanpa merasa bersalah sedikitpun karena telah membunuh orang.
***
Di tempat yang gelap dan sunyi terlihat banyak orang yang sedang berlari mengejar seorang pemuda.
Dor
Dor
Terlihat pemuda itu sekali kali akan melesatkan tembakan pada orang orang yang mengejarnya itu, dan semua tembakan nya selalu tepat sasaran tanpa meleset sama sekali.
Namun saat pemuda itu akan kembali menembak, pistol nya tidak mengeluarkan peluru satu pun.
" Sial, saat seperti ini peluru pistol ini habis" ucap nya kesal.
" Khuk-khuk" beberapa kali pemuda itu terlihat memuntahkan beberapa teguk darah
Pemuda itu pun mengecoh orang orang itu dan menyergap mereka diam diam hingga satu persatu dari mereka mati, namun kondisi tubuh nya semakin memburuk tubuh nya terasa sangat dingin wajahnya pun membiru, dia pun kadang batuk darah, karena itu dia memutuskan memasuki salah satu gang yang sempit dan kotor yang ada di sana untuk mengecoh mereka.
Namun ternyata ada tiga orang yang menyadari kepergian nya, hingga sekarang dia terpojok oleh ketiga orang itu dengan kondisi tubuh yang semakin memburuk. Meski begitu ia tidak merasa takut pada ketiga orang itu, ia tetap menatap ketiga orang itu dengan tajam dan acuh tak acuh.
" Hahahaha akhir nya kau tertangkap juga...
Kau tidak bisa lari kemana mana lagi tuan muda" ejek orang pertama
" Menyerah saja maka kau masih punya kesempatan untuk selamat" ucap orang kedua
" Cuihh... Menyerah, katakan pada tuan mu, mereka tidak akan mendapatkan apa yang mereka inginkan" ucap nya lirih sambil menahan darah yang terus keluar dari bagian perut nya, namun ia masih bersikap sombong dan tidak ingin tunduk kepada tiga orang itu.
" kau masih saja sombong dan arogan saat sudah terpojok seperti ini" ujar orang ketiga
" Kalian benar benar kasihan, hanya menjadi anjing dari sampah sampah itu" ujar nya menghina.
Doorr
__ADS_1
Salah satu orang melepaskan pelatuk pistol nya dan tepat mengenai tangan atas diri nya. Namun ia sama sekali tidak merasakan sakit, ia hanya menunjukkan wajah datar tanpa ekspresi, ia hanya menikmati rasa sakit yang di terimanya.
" Sampah? kau lah anak sampah, berani sekali kau menghina tuan kami, aku akan membunuh mu" ia melihat salah satu dari orang itu ingin bergerak menghabisinya, namun kedua orang lain nya menghentikan nya.
" Bunuh? Cepat bunuh diri ku, jika kalian mampu" ucap nya sombong dan dingin
" Hentikan, Kamu tahu tuan muda masih membutuhkan pemuda itu hidup hidup, jika sampai dia mati, maka kita pun bisa ikut mati bersama nya" ujar orang pertama
" Ck, kau harus berterima kasih pada tuan muda kami, jika tidak aku akan membunuh mu sekarang juga" ujar orang itu angkuh
" Berterima kasih? Aku bahkan tidak akan Sudi melihat wajah sampah sampah itu" ucap nya meremehkan
" Kau.... Tuan muda memang tidak meminta kita untuk membunuh nya, namun dia juga tidak meminta kita berlaku baik pada nya bukan?" Tanya orang kedua main main.
" Benar"
Sedari mereka berbicara, ia hanya menatap ketiga orang itu meremehkan, ia tidak takut sama sekali dengan kematian, namun ia tidak akan membiarkan dalam kondisi nya sekarang orang orang itu memanfaatkan diri nya.
Namun sebenarnya ia juga tidak tinggal diam sedari tadi dia berusaha menghubungi seseorang, jika saja kondisi nya tidak seburuk ini mungkin orang orang itu telah sedari tadi mati oleh nya, mudah saja untuk dia membunuh orang-orang itu, meski dalam keadaan yang seperti sekarang, tetapi jika dia menggunakan seluruh tenaga nya untuk menghabisi orang orang yang mengejarnya, ia akan mati karena racun yang ada di tubuh nya.
Tiba-tiba dia melihat ke sebuah gang yang begitu gelap, ia samar samar bisa merasakan hawa keberadaan seseorang dan saat ia melihat ke tempat itu ternyata benar ada seseorang di sana, namun ia tidak bisa memastikan dia musuh atau kawan.
Salah satu dari ketiga orang itu mendekati diri nya, orang itupun mengarahkan pistol pada nya, namun ekspresi wajah nya itu masih tidak berubah tidak ada rasa takut sedikitpun yang ia rasakan.
Door
Namun Saat orang itu baru saja menarik pelatuk nya, terdengar suara tembakan dari arah samping, gerakan nya sangat cepat sampai membuat ketiga orang itu tidak menyadari nya.
" Tiga lawan satu, Begitu memalukan" suara yang halus dan merdu itu terdengar di telinga nya
Ia tidak menyangka ternyata orang yang sedang bersembunyi di kegelapan malah membantu nya, tapi meski timah panas itu mengenainya ia juga tidak akan mati, karena ia yakin mereka tidak akan membiarkan nya mati.
" Siapa kau? Kami tidak ada urusan nya dengan mu jangan ikut campur, atau kamu akan mati di tempat ini" ancam nya ketiga orang itu
Karena tempat yang begitu gelap, hingga membuat mereka tidak dapat melihat
jelas wajah orang yang tadi berbicara, namun mereka yakin dia adalah seorang wanita.
__ADS_1