Arsksa : Love And Magic

Arsksa : Love And Magic
118. Masalah


__ADS_3

" Tenang saja akan sulit bagi mereka untuk membunuh ku, namun jika Kay ku menginginkan nyawa ku, aku akan dengan senang hati memberikan nya."


" Cih, siapa juga yang menginginkan nyawa mu."


" Bagaimana kondisi mu sekarang?"


" aku baik... Sangat baik" jawab Arsya acuh


" Apa yang terjadi seminggu terakhir ini?" Tanya Aksa.


" Tidak ada yang serius, selain aku tidak mendapatkan material yang ku perlukan untuk senjata sihir ku" jawab nya acuh


" Ah itu.. lihat ini."


Aksa mengeluarkan dua buah kotak dari saku ruang nya, yang satu sebuah kotak berukuran sedang dan yang satu ukuran nya lebih kecil.


" Apa itu?"


" Coba kau lihat sendiri!" Ucapnya sambil menyerahkan kedua kotak tersebut pada Arsya.


Arsya sedikit mengerutkan kening nya saat melihat isi dari kotak yang berukuran sedang.


" Itu adalah sisik dari monster ular, aku meminta seseorang untuk memisahkan nya dari tubuh nya. Saat di teliti sisik itu ternyata milik ular naga, Monster ini memiliki sisik yang lebih keras dari besi, emas atau berlian. Mungkin bisa kamu gunakan untuk senjata mu"


" Benda ini yang memang sedang ku cari, aku tak menyangka hewan itu memiliki sisik berkualitas bagus. Dan ini inti kehidupan monster itu bukan?" Ucap Arsya setelah melihat isi kotak yang kedua.


" Mm..."


" Terima kasih"


" Lalu bagaimana kau akan berurusan dengan Harraz, saat dia melihat mu nanti, dia mungkin akan mati terkejut" cibir Arsya


Aksa hanya diam tanpa menjawab nya, Arsya pun tidak memaksa lagi.


" Jadi begitu.. semoga berhasil" ucap Arsya dengan acuh


" Ya sudah aku pergi dulu" ucap nya sambil melambaikan tangan tanpa menoleh.


" Kay, tunggu!" Arsya berhenti melangkah tapi dia tidak berbalik untuk melihat ke arah Aksa.


" Bisakah kau...ikut dengan ku menemui kakek ku, dia ingin berkenalan dengan mu?" Tanya Aksa dengan ragu


" Kapan?"

__ADS_1


" Malam Minggu nanti, saat makan malam"


" Oke"


****


" Apa kau sudah mendengarnya?"


" Iya aku juga mendengar berita nya, bahkan berita itu sudah di siarkan di acara tv"


" Internet juga sedang di hebohkan oleh berita itu."


" Kata nya para penculik itu menculik banyak anak kecil, pemerintah negara D sudah sangat resah akan kemunculan mereka."


" Kau benar, banyak orang tua yang takut saat membiarkan anak nya keluar sendirian saat ini."


" Ku dengar kepala academy membuat pengumuman khusus untuk yang ingin mengambil misi menangkap para penculik itu"


" Benarkah, hadiah nya pasti besar."


" Tentu saja, apa kau tahu keluarga bangsawan Evans akan memberikan hadiah besar bagi siapa saja yang menangkap para penjahat itu"


" Seperti nya negara D sedang dalam masalah!" Seru Aksa acuh, ia baru saja berjalan mendekati meja dimana Arion dan yang lain nya berada.


" Aku malah mengira kali ini dia akan menghilang sangat lama" ucap Kenan dengan nada bercanda nya.


" Hmm... Sudahlah berhenti mengolok-olok ku, kapan semua itu terjadi di negara D?" Tanya Aksa dengan dingin


" Kau bertanya tapi seakan sedang mengajak ribut saja" sahut Alvan dengan sinis


" Tapi kau memang benar, akhir-akhir ini ayah ku di buat pusing tujuh keliling dengan masalah penculikan itu. Banyak laporan pada pemerintah untuk segera menangkap penjahat nya, tapi meski para polisi telah di kerahkan para penculik itu seperti bersembunyi di bawah lubang semut." Ujar Alvan dengan kesal.


" Kalo tidak salah sepuluh tahun yang lalu juga pernah ada kasus yang sama seperti itu, Tapi kasus penculikan itu berada di negara M" ujar Ivan sambil menatap Arion.


" Ya, mereka bahkan berhasil menculik adik ku dan teman nya saat itu. Kami mengerahkan seluruh kepolisian juga pasukan keluarga Lawrence untuk menemukan sarang mereka. Tapi saat orang tua ku menemukan adik ku kondisi nya dalam keadaan kritis" ujar Arion sedikit rasa sesal dan sedih saat mengingat kejadian itu.


" Sudah lah jangan membahas nya lagi, saat bertemu dengan para penjahat itu nanti aku akan merebus kepala nya dan memotong tubuh nya lalu ku berikan pada para buaya" ucap Kenan dengan sungguh-sungguh.


" Oh ya, tiga Minggu lagi mereka akan kembali. Saat itu perekrutan anggota dari setiap fraksi akan di lakukan, tahun ini kita membuka pendaftaran atau seperti tahun sebelumnya. Mungkin hanya fraksi kita yang memiliki anggota sedikit" ucap Kenan dengan mata penuh harap.


" Hanya kita saja anggota fraksi itu, apa maksud mu anggota lain" cibir Ivan dengan malas.


" Ya terserah aku lah. Kalian sendiri yang salah, banyak orang yang ingin bergabung dengan fraksi kita tapi kalian malah tidak menyetujui nya."

__ADS_1


" CK, mereka hanya para gadis-gadis manja. Untuk apa menerima anggota seperti mereka" sahut Arion dengan acuh yang juga di angguki oleh Ivan.


" CK, kalian ini tidak punya jiwa sosial yang tinggi"


Kenan terlihat merajuk saat tatapan nya sedang mengarah ke tempat lain, tanpa sengaja ia menatap sosok yang familiar.


" Keysa!" Panggil nya dengan keras, sampai membuat seluruh penghuni kantin menatap nya.


Keysa yang di tatap oleh banyak orang membuat nya canggung dan kikuk.


" CK, diamlah bodoh. Kau membuat semua orang menatap mu seperti orang gila" ucap Ivan menatap adik nya itu dengan kesal tapi malah di balas cengengesan oleh Kenan.


" Sejak kapan kalian berdua begitu akrab?" Tanya Valencia menatap Keysa yang malu-malu dan berganti ke arah Kenan yang cengengesan ga jelas.


" Tentu saja kami berdua adalah rekan, bukankah rekan satu tim harus akur, benar tidak Key." Ucap Kenan sambil menaik-turunkan alis nya.


" Dimana Arsya?" Tanya Arion yang tidak melihat keberadaan adik nya itu.


Aksa sendiri sedari tadi sedang mencari nya, tapi gadis itu sama sekali tidak terlihat.


" Ada guru yang memanggil nya" jawab Valencia


****


Arsya sekarang sedang berada di ruang guru bersama seorang guru yang mengajar di kelas ramuan.


Guru itu sedari tadi menatap Arsya dengan intens, ia memperhatikan wajah gadis di depannya dengan serius untuk memastikan apakah benar ini adalah gadis muda itu.


" Anak muda kau yang telah membuat ramuan penyembuh ini?" Tanya nya sambil mengeluarkan sebuah botol kecil yang sangat Arsya kenal.


Ekspresi Arsya sedikit mengerucutkan bibir nya, saat sudah memastikan jika botol itu memang punya nya ia pun menjawab " Ya, apa ada yang salah?"


" Tidak, tidak ada yang salah. Kau murid yang sangat jenius di usia mu yang masih semuda ini, kau sudah bisa membuat ramuan dengan kemurnian 80%. Hebat, apa kau berniat bergabung dengan institusi penelitian academy Blue Ocean ini?" Tanya nya dengan mata penuh harap.


Melihat ekspresi yang begitu berharap itu membuat nya menjadi canggung, bukankah itu hanya salah satu ramuan nya yang gagal mengapa begitu antusias, pikir nya " Ekhem, apa bapa tidak salah bicara?"


" Tentu saja tidak, jika kamu merasa takut tenang saja nanti guru akan membimbing mu" ucap nya membujuk.


Arsya seakan sedang di bujuk seperti anak kecil yang sedang merajuk dan di berikan sebuah permen.


Memang nya ramuan nya begitu berharga, sekali lagi dia ingat ramuan yang ia tinggalkan waktu itu adalah ramuan yang gagal, tapi mengapa guru ini begitu bersemangat.


Jika saja guru itu tahu apa yang Arsya pikirkan, dia mungkin akan muntah darah dan menangis. Untuk membuat sebuah ramuan yang memiliki kemurnian 70% ke atas sangat sulit, dan sekarang di depan mata nya ada sebuah ramuan yang memiliki kemurnian 80% tentu saja dia akan sangat antusias seakan telah mendapatkan harta Karun yang paling berharga.

__ADS_1


__ADS_2