Arsksa : Love And Magic

Arsksa : Love And Magic
148. Dia Adalah Dia


__ADS_3

****


Di ruang kerja tuan besar Knight saat ini begitu ramai ada orang kepercayaan yang selalu berada di samping nya yaitu Clovis, serta ada Aksa dan Arsya yang sedang berbincang santai. Sebenarnya tidak bisa di sebut santai juga karena kondisi ruangan saat ini begitu mencekam dengan aura yang di keluarkan tuan besar Knight ia menatap Arsya dengan tenang tapi juga begitu dalam seakan ada sesuatu yang sedang ia selidiki.


" Ekhem... Setelah berada di mansion ini selama seharian seharusnya kau mengetahui sedang berada dimana kau saat ini, jadi apa kau akan tetap bersama dengan cucu ku tapi mungkin nyawa mu akan selalu dalam bahaya, atau.. pergi dan aku akan memberikan kekayaan berapa pun yang kau minta." Ucap nya tenang tapi nada suara nya seakan mengancam.


Sebenarnya ia bukan mengancam hanya saja ingin memastikan apakah pilihan cucu nya sudah tepat, karena bagaimanapun orang yang berdampingan dengan cucu nya harus bisa bertahan dengan situasi yang mungkin akan selalu mengancam nyawa nya, bahkan akan membuat gadis biasa yang polos dan lugu di depan nya ini di buat gila.


Aksa sendiri merasa kesal saat mendengar perkataan kakek nya itu, apa-apaan pria tua ini bukankah dia meminta nya membawa wanita nya, sekarang saat ia sudah mendapatkan wanita pujaan hati nya, pria tua ini malah akan membuat nya melarikan diri, tidak tahukah dia bagaimana perjuangan nya hanya untuk mendapatkan istri nya ini.


Begitu sangat susah!


Hanya saja saat dia ingin melontarkan balasan untuk perkataan sang kakek sebuah tangan yang terasa lembut dan hangat menghentikan tindakan nya itu. mengetahui siapa yang baru saja menggenggam tangan nya, ia kembali tenang dan membiarkan Arsya sendiri yang membungkam mulut kakek tua itu, biarkan dia tahu kehebatan isteri nya ini.


Untuk beberapa saat ruangan terlihat begitu hening tidak ada lagi perbicangan di antara mereka, Arsya sendiri hanya terdiam dan menundukkan kepala nya seakan dia sedang merasa ketakutan.


" Nona, tuan besar sedang berbicara dengan mu. Anda tidak mungkin tuli dan tidak bisa mendengar nya bukan." Ucap sang tangan kanan tuan besar Knight dengan sedikit kesal, meski dia menghormati wanita ini karena berhasil menjinakkan gunung es yang sulit di cairkan, tapi dia juga merasa tindakan nya itu sungguh sangat tidak sopan.


" Aku harus menjawab apa." Ucap Arsya santai dan polos tapi masih tidak mengangkat wajah nya dengan tenang.


Awal nya mereka kecuali Aksa berpikir gadis itu sedang gugup dan ketakutan mungkin juga saat ini sedang mencoba menahan perasaan takut nya itu. Tapi perkataan selanjutnya dari gadis itu membuat mereka terkejut.

__ADS_1


" Aku sedari tadi sedang berpikir, jika aku meminta sebuah kekayaan sebagai balasan kebebasan tuan muda kalian, bukankah itu sangat tidak adil untuk ku, aku juga sedang berpikir jika aku meminta sebuah kekayaan, seberapa besar harta yang bisa kalian berikan pada ku... Apakah kalian bisa menyerahkan semua kekayaan yang di miliki keluarga Knight." Saat kalimat terakhir nya, Arsya baru menampakkan wajah nya dengan jelas, Dimana mereka dapat melihat raut wajah tenang setenang air danau seakan tidak ada emosi lain di sana.


Mereka juga tertegun dengan permintaan yang Arsya berikan.


" Nona, anda harus hati-hati dengan perkataan mu sendiri. Atau kau akan tahu akibat nya." Ucap sang tangan kanan tuan besar Knight.


" Apa salah ku, kalian sendiri yang menawarkan kekayaan yang kalian miliki. Dan tuan besar Knight sendiri yang lebih dulu mengancam ku, sedangkan aku paling membenci ada seseorang yang mengancam ku, tapi karena tuan besar Knight sudah tua aku pun masih menghormati beliau dan berlaku sopan dengan hanya memberikan pertanyaan balik, jika kalian tidak bisa memberikan nya, ya sudah!"


" Tapi yang harus kalian tau, aku tidak membutuhkan sebuah kekayaan. Harta kekayaan keluarga ku masih cukup untuk memberikan ku makanan yang baik dan bergizi. Juga jika bukan kak Ray sendiri yang melepaskan ku atau memilih pergi dengan wanita lain, aku akan tetap mempertahankan pernikahan ini."


" Kau yakin dengan pilihan mu?" Tanya Tuan besar untuk memastikan agar pilihan cucu nya tidak salah.


Arsya yang mendengar pertanyaan itu hanya tersenyum penuh arti.


Clovis yang sebelumnya telah di perintahkan oleh tuan besar Knight mencari informasi mengenai gadis yang tuan muda nya bawa juga sangat terkejut, karena dia sendiri tidak bisa mencari informasi gadis itu seakan ada sesuatu yang kuat melindungi informasi gadis itu. dan sekarang semua pertanyaan nya terjawab, dia sekarang mengerti mengapa begitu susah mencari informasi gadis bernama Arsya tersebut, kekuatan keluarga Lawrence bisa di sandingkan dengan keluarga Knight, meski dalam beberapa aspek keluarga Knight lebih unggul.


" Lawrence? Kau dari keluarga itu?" Ucap tuan besar tercekat, ia juga ingin memastikan kebenaran nya, lagi pula tidak ada yang benar-benar tahu rupa putri kesayangan keluarga Lawrence, dimana mereka begitu menjaga nya dengan sangat baik.


Arsya sama sekali tidak menjawab, tapi dari sorot mata nya tuan besar Knight sudah bisa mengetahui bahwa apa yang gadis itu katakan memang benar adanya, ia tidak melihat kebohongan dari sorot mata itu. Di tambah dengan sikap tenang cucu nya yang seperti nya sudah mengetahui akan fakta ini.


" Hahaha... Cucu ku, kau memang tidak salah pilih, kau hebat bisa mendapatkan putri bocah bau itu. Sekarang mungkin dia sudah kebakaran jenggot saat tahu putri kesayangan nya telah bersanding dengan mu" ucap pria tua itu dengan senang seakan ia telah melihat dengan mata kepala nya sendiri apa yang sedang ia pikirkan saat ini.

__ADS_1


" Ayah ku masih belum mengetahui ini, lagi pula tanpa dijelaskan pun ku rasa kakek sendiri sudah tahu situasi apa yang membuat kami menjalani pernikahan ini."


" Tidak masalah, nanti aku sendiri yang akan datang pada ayah mu dan melamar mu secara resmi untuk cucu nakal ku ini!" Ujar nya dengan senang.


" Untuk urusan itu aku serahkan pada kakek, tapi ku harap tidak ada satupun dari kalian yang akan membocorkan identitas ku pada tetua keluarga Knight maupun orang luar.. aku ingin tahu seberapa baik sikap mereka saat mengetahui diri ku hanya rakyat biasa." Ucap Arsya tersenyum tipis tapi tuan besar Knight malah merasa ada sesuatu yang sedang gadis ini rencanakan yang mungkin akan mengacaukan kedamaian kediaman Knight, tapi meski itu benar terjadi ia pun hanya akan menonton dalam gelap.


" Baik kakek akan mematuhi permintaan mu, tapi kakek ingin Aksa mengambil alih perusahaan pusat keluarga Knight secara langsung, bagaimana?"


" Kakek."


" Ada apa, sekarang kau sudah memiliki istri bukankah sudah seharusnya kau mengambil apa yang menjadi milik mu, tapi kau ini anak nakal malah memilih membangun perusahaan sendiri dibandingkan membantu Kakek tua renta ini." Dengus nya dengan tidak senang.


" Oke, oke, aku akan segera mengambil alih perusahaan itu kakek puas." Jawab Aksa yang juga terdengar jengkel


" Bagus bagus. Itu artinya kau sudah mau memulai rencana mu itu."


" Ya, aku akan melakukan nya sebentar lagi. Keluarga Davies mungkin akan mengundang ku di acara ulang tahun tuan tua Davies."


" Jadi apa kau akan datang bersama Arsya, atau gadis itu akan mewakili keluarga nya?"


" Aku mungkin akan bersama dengan kak Ray, lagi pula wajah ku akan terekspos dengan mudah jika mewakili keluarga Lawrence."

__ADS_1


" Jadi kau sudah tau asal usul suami mu ini?" Tuan besar Knight mengerutkan kening nya dan mengangkat sebelah alis dengan heran, sebenarnya ia hanya asal bicara saja dan ingin tahu reaksi kedua nya tapi siapa sangka mereka berdua malah terlihat lebih santai dari dirinya.


" Belum, bahkan aku sempat meragukan, dia yang merupakan keturunan Davies, mengapa malah membawa ku ke kediaman Knight. Namun siapa pun dia aku tidak peduli, dia adalah dia" jawab Arsya dengan tegas


__ADS_2