
" Siapa dia, apa dia putri seorang Raja, atau selebriti terkenal. Bukan'kan... Jadi ga ada untung nya juga aku mengenal wanita itu." Balas nya acuh
" Benar juga, seperti nya aku berbicara dengan orang yang salah" gumam Kenan yang hampir tak terdengar.
" Jika wanita itu kembali, mungkin sebentar lagi academy ini menjadi kacau" ucap Ivan acuh sambil tatapan nya tidak lepas dari wanita tadi.
" Kacau? Seperti nya dia tokoh berpengaruh sampai kau bisa bicara begitu kutu buku" sahut Heera tanpa menatap Ivan yang dibalas Ivan dengan mendelikkan mata nya pada Heera.
" Nona Clara, mungkin kau tidak tahu tapi wanita itu sangat licik, dan dia sangat menyukai Aksa. Jika wanita licik itu sampai mengetahui hubungan sahabat mu dengan Aksa entah apa yang akan dia lakukan."
" CK, Kenan kau terlalu meremehkan Arsya. Wanita itu yang sangat sial karena harus berhadapan dengan gadis kejam seperti Arsya" seru Heera tersenyum misterius.
" Oh ya, aku tidak melihat teman mu yang satu lagi. Kemana dia pergi?" Tanya Heera
" Teman? Siapa maksud mu?" Ucap Kenan yang otak nya mulai loading.
" Ada masalah yang terjadi belakangan ini di negara D, sepertinya masalah itu sangat serius membuat Alvan masih berada di sana." Tentu saja yang menjawab adalah Ivan yang lebih waras dari adik nya Kenan.
" Oh jadi Alvan yang kau maksud" ucap Kenan manggut-manggut.
Heera hanya memutar bola mata nya malas melihat tingkah bocah ini. " Memang nya kau punya teman berapa hah. Mana mungkin aku menanyakan kak Rion atau Ivan kakak mu ini yang jelas-jelas ada di depan mata ku"
" Ckckck sewot amat jadi cewe, aku jadi ragu dia putri keluarga..."
" Kalo mau bicara yang keras aja Ken, ga usah so bisik-bisik tetangga deh."
" Hehe... Sorry."
" Hmm..." Heera pergi dari sana begitu saja tanpa mempedulikan ocehan Kenan.
" Eh, tuh bocah main pergi aja. Belum juga selesai aku ngomong."
" Kak..." Saat dia akan mengeluh pada sang kakak, Ivan malah sudah pergi lebih dulu meninggalkan adiknya itu.
__ADS_1
" CK, dasar kakak lacnat. Main pergi ninggalin adiknya yang tampan begitu saja."
****
" Ada apa dengan kalian berdua? Muka kalian kusut sedari tadi!" Seru Arion pada Kenan dan Ivan yang baru saja masuk ke asrama nya yang ternyata sudah di sambut oleh Arion di sana.
" Kau sudah mengantar Valencia dengan aman Yon?" Tanya Kenan basa-basi.
" Menurut mu." Ucap Arion malas meladeni kebobrokan temannya yang satu ini.
" Ada apa Van?" Arion memilih bertanya pada Ivan yang lebih waras dari Kenan, mendapatkan perlakuan tidak adil dari teman nya membuat Kenan memanyunkan bibirnya dengan kesal.
Arion maupun Ivan sama sekali tidak meladeni sikap kekanakan Kenan, mereka berdua memilih berbicara serius berdua.
" Wanita itu sudah kembali." Ucap Ivan singkat tapi Arion seketika membuka matanya lebar-lebar saat paham siapa wanita yang Ivan maksud.
" Jadi kabar itu bukan hanya kabar burung." Ucapnya manggut-manggut.
" Kau tidak mencemaskan adik mu itu Rion?" Tanya Ivan heran, ia sampai menaikkan sebelah alisnya saking bingungnya dengan sikap teman sahabat nya itu.
" Ya kau tahu sendiri, wanita ular itu bisa melakukan apapun pada siapapun wanita yang mencoba mendekati Aksa. Adik mu mungkin akan jadi sasaran baru nya jika wanita itu tahu kedekatan Aksa dan dia."
" Aku percaya Aksa akan melindungi Arsya, lagi pula jika dia tidak bisa melindungi adik ku itu, pria itu tidak akan pantas bersama adik kesayangan ku." Ujar nya tersenyum misterius.
" Yon, aku setuju dengan Ivan sekarang. Arsya memang adik mu, tapi identitas nya di sembunyikan oleh kalian, dia akan mendapatkan banyak masalah dengan kembali nya wanita itu." Ucap Kenan yang tiba-tiba saja berubah menjadi serius.
" Ken apa kau tidak mengenal Aksa, selama ini dia tahu kelakuan wanita itu, tapi dia masih diam saja karena wanita itu membantu nya menjauhkan banyak hama darinya, tapi jika wanita itu juga ingin menyingkirkan wanita yang Aksa lindungi kita lihat saja siapa yang akan menderita. Kalian tenang saja, adik ku bukan gadis lemah yang hanya berlindung di balik keluarga nya"
Arion malah berpikir siapapun yang mengganggu Arsya, orang itu akan berakhir kurang menyenangkan. Semua orang berpikir di keluarga Lawrence yang paling kejam adalah dia dan ayah nya saat bertindak, tapi tidak ada yang tahu jika Arsyakayla Azura Aurora Lawrence merasa terusik, orang yang mengusik nya tidak akan berakhir dengan mudah.
" Dasar aneh, semoga saja adik mu itu sama seperti apa yang kau bicarakan." Ucap Ivan sinis, ia sudah memberikan peringatan hasil akhirnya terserah mereka saja.
" Tapi Yon, masih ada yang mengganggu pikiran ku saat ini!" Seru Kenan tiba-tiba yang membuat dua orang itu menatap nya dengan ekspresi serius.
__ADS_1
" Apa?"
" Kau yakin Arsya adikmu, ya bukan aku meragukan mu. Hanya saja penampilan kalian berdua seperti langit dan bumi, kau tampan dan cool sedangkan Arsya dia cantik tapi penampilan nya terlalu nerd." Ucap Kenan dengan sikap tangan menopang dagunya seakan dia sedang berpikir keras.
Pletak
Arion memukul kepala Kenan dengan kesal, ia sudah serius tapi malah diajak bercanda sama nih bocah.
" Aww... Sakit Yon."
" Rasain, adik ku itu sangat cantik. Dia adalah gadis tercantik yang ada di dunia ini, tapi ya... Kelakuan nya memang aneh dan unik lain dari yang lain.. deh pokoknya, namun itulah daya tarik seorang Arsyakayla." Ucap Arion dengan nada yang begitu bangga.
Kreiit
Aksa baru saja masuk tapi sudah mendapatkan tatapan horor dari ketiga sahabat nya.
" Kau tidak menyapa kakak ipar mu ini lebih dulu." Sindir Arion dengan nada dingin.
" Kakak ipar? kau pada akhir nya mengakui ku juga sebagai suami adik mu!" Seru Aksa dengan nada mencibir.
" CK, aku sih ogah mengakui mu sebagai adik ipar ku, tenang saja jika adik ku sudah tidak menginginkan mu lagi, aku akan mencarikan dia pria yang lebih segalanya dari mu."
" Tenang saja kakak ipar, aku pasti akan membahagiakan adik mu, dan tidak akan ku biarkan kau mengambilnya dariku."
Meski pun mereka terlihat saling menyindir satu sama lain, tapi tak ayal ada keseriusan dari nada bicara keduanya. Hanya saja mereka saling gengsi untuk mengakui itu semua.
" kau akan pergi kemana dengan pakaian rapih mu ini?" Tanya Kenan dengan kepo, saat melihat Aksa keluar dari kamarnya telah berganti pakaian dengan baju yang rapih dan lebih casual.
" Berkencan dengan istri ku" jawab nya singkat dan acuh tapi terdengar menjengkelkan di telinga mereka.
" Mentang-mentang udah punya istri, sahabat sendiri di lupain!" Seru Kenan sinis.
" Makanya cari pacar. Jangan jomblo mulu!" Cibir Aksa tak kalah pedas
__ADS_1
" Sialan.."